Search Articles & Publications

Showing 863 articles found for "Batas"

PENGARUH KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PENGEMBANGAN LITERASI ANAK USIA 5-6 TAHUN

Susilawati, Suharmono Kasiyun
Abstract: Pendidikan literasi dini merupakan dasar penting bagi perkembangan akademik anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar di rumah terhadap kemampuan… an literasi anak usia 5–6 tahun. Studi ini menyintesiskan berbagai temuan empiris yang menunjukkan bahwa kualitas keterlibatan orang tua, terutama melalui praktek Home Literacy Environment (HLE), memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi anak. Temuan menunjukkan bahwa interaksi berkualitas seperti membaca bersama dan mendongeng berkontribusi pada perluasan kosa kata dan motivasi membaca. Namun, tantangan seperti keterbatasan waktu dan distraksi digital menjadi hambatan utama bagi orang tua.

DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP ETIKA BERKOMUNIKASI MAHASISWA

Amabel Kalika Sachi Nubatonis, agnes30@, Agnes Dince Lahal, Aprinike Kamengmau, Abraham Bessi, Aprido Leba, Alexandro Tanau, Yenry Anastasia pelendou
Abstract: Di era digital seperti sekarang ini, media sosial sudah menjadi bagian kehidupan manusia yang paling penting terutama bagi kalangan mahasiswa yang aktif menggunakan platform seperti whatsApp yang dikenal sebagai media komunikasi,… munikasi, Tik-Tok, Instagram, Twitter dan lain sebagainya. Dengan adanya media sosial dapat memudahkan kita dalam berkomunikasi tampa ada batasan waktu dan tempat, akan tetapi disisi lain juga menimbulkan berbagai masalah yaitu etika seseorang dalam berkomunikasi. Sehinggah penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak media sosial terhadap etika komunikasi mahasiswa dengan menggunakan metode studi literatur yang menggumpulkan dan menganalisis berbagai hasil penelitian terdahulu. dengan demikian hasil pembahasan menunjukan bahwah media sosial memberikan pengaruh ganda terhadap etika komunikasi mahasiswa: di satu sisi mempermudah akses informasi dan meningkatkan ketrampilan komunikasi, namun disisi lain memberikan dampak negatif Berupa penggunaan bahasa yang kasar, penyebaran berita palsu atau biasa di sebut hoaks, perilaku yang tidak sopan yang dimana menyebar luas dimedia sosial dan di abaikan maupun dinormalisasikan perilaku buruk  tersebut dan pengabaian norma kesopanan yang sering terjadi. Dan kelebihan media sosial adalah kemampuannya memperluas jaringan komunikasi dan mempercepat pertukaran informasi, sementara kekurangannya terletak pada potensi penyala gunaan yang menimbulkan konflik dan ketidak nyamanan antar pengguna. sehinggan kita dapat memberikan solusi berupa edukasi dan peningkatan kesadaan etika bemedia sosial bagi mahasiswa agar mereka dapat bekomunikasi lebih bertanggung jawab dan menghormati orang lain. Dengan demikian penelitian ini bisa memberikan kontribusi penting dengan cara memberikan wawasan bagi pendidik dan pembuat kebijakan agar dapat merancang program komunikasi digital yang lebih efektif dan merancang program edukasi , sehinggah program tersebut dapat menaikan etika berkomunikasi di kalangan mahasiswa  dengan begitu dapat di tingkatkan dimasa depan.

STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 7 PALOPO

Nabila, Alauddin, Firmansyah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perilaku bullying yang terjadi di kalangan peserta didik di SMP Negeri 7 Palopo, untuk menganalisis strategi manajemen konflik yang diterapkan oleh pihak sekolah dalam mengatasi… engatasi perilaku bullying, untuk menganalisis tantangan dalam pelaksanaan strategi manajemen konflik dalam mengatasi perilaku bullying. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying di SMP Negeri 7 Palopo mencakup bentuk fisik, verbal, dan sosial yang saling berkaitan, dengan bullying verbal paling dominan karena dianggap candaan dan sulit terdeteksi. Penyebabnya berasal dari kombinasi faktor internal seperti rendahnya empati, faktor keluarga dengan pola asuh keras, lingkungan sekolah yang kurang pengawasan, serta pengaruh teman sebaya dan media sosial. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menerapkan strategi manajemen konflik secara preventif, kuratif, dan rehabilitatif melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas, dukungan eksternal, dan kebijakan yang belum maksimal, sehingga diperlukan penguatan implementasi agar strategi ini dapat berjalan lebih efektif dalam menekan kasus bullying di sekolah.

THE INFLUENCE OF ACADEMIC STRESS ON STUDENTS ETHICAL COMPLIANCE

Elisabet Huki, Eka Risti Bani, Elisabeth Kahyoru, Elma Raka, Elsa Na’u, Dhovansius Bolang, Yenri Pelondonu
Abstract: Stres akademik merupakan salah satu faktor psikologis yang banyak memengaruhi perilaku mahasiswa dalam konteks perkuliahan, termasuk kepatuhan terhadap etika akademik. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana… aimana stres akademik berperan dalam menurunkan atau mengubah perilaku etis mahasiswa terkhusus nya di kampus IAKN Kupang. Dengan meninjau berbagai penelitian nasional maupun internasional dalam lima tahun terakhir, studi ini menemukan bahwa stres akademik yang muncul akibat tuntutan akademik, tekanan nilai, persaingan, dan keterbatasan waktu berpotensi menurunkan kemampuan pengambilan keputusan moral dan regulasi diri. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kecenderungan mahasiswa melakukan pelanggaran etika seperti plagiarisme, kecurangan akademik, manipulasi data, dan ketidakjujuran dalam interaksi sosial. Temuan literatur juga menunjukkan bahwa pengaruh stres terhadap perilaku etis tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh faktor-faktor moderasi seperti dukungan sosial, efikasi diri akademik, kecerdasan emosional, dan iklim etika kampus. Faktor-faktor ini dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antara stres dan kepatuhan etika. Dengan demikian, upaya pengelolaan stres akademik dan penguatan etika tidak hanya memerlukan intervensi individual, tetapi juga dukungan sistemik dari lingkungan kampus. Studi ini menegaskan pentingnya program manajemen stres, peningkatan literasi etika, serta pembentukan budaya akademik yang sehat untuk menjaga integritas mahasiswa meskipun berada dalam tekanan akademik yang tinggi.

SOCIAL ETHICS IN SOCIAL MEDIA USE: CHALLENGES AND SOLUTIONS IN THE DIGITAL ERA

Dian, Dian Enjeli Taneo, Aptist Yantia Kartini Teresia Sole, Betryani Rabeka Penna, Dina Yanti Lassa, Charles Marten Luter Tallan, Demest Seo, Yenry Anastasia Pellondou
Abstract: Kemajuan yang cepat di bidang teknologi digital telah menjadikan jaringan sosial sebagai alat utama bagi orang-orang untuk berbicara, berbagi informasi, dan membangun hubungan tanpa batasan waktu atau tempat. Jaringan sosial… sial menawarkan berbagai keuntungan, seperti mempercepat penyebaran informasi, mempermudah hubungan antar individu, serta mendukung berbagai aktivitas dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan hiburan. Namun, di balik kemudahan ini terdapat tantangan etika sosial yang kompleks akibat penggunaan media sosial, yang perlu ditangani dengan serius. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki berbagai tantangan etika sosial yang muncul terkait dengan pemakaian media sosial dan merumuskan solusi yang dapat dilaksanakan oleh individu, masyarakat, institusi pendidikan, pemerintah, serta penyedia platform media sosial. Penelitian ini menerapkan metode tinjauan pustaka, mengacu pada cara yang diterapkan untuk menggali informasi dan pengetahuan yang bersumber dari referensi buku, jurnal dan artikel yang relevan dengan etika komunikasi serta pemanfaatan media sosial pada era digital. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya tantangan dalam etika sosial yang paling penting dalam media sosial meliputi penyebaran informasi yang tidak benar serta hoaks, anonimitas yang mengurangi rasa tanggung jawab, meningkatnya ujaran kebencian dan perundungan siber, serta hilangnya rasa empati dalam komunikasi digital. Banyak pengguna media sosial yang tidak menyadari bahwa tindakan mereka, serta unggahan dan komentar yang dibuat, dapat berdampak pada orang lain dan masyarakat secara umum. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi, termasuk meningkatkan literasi digital melalui pendidikan media sejak usia dini, menerapkan kebijakan ketat terhadap perilaku tidak etis di media sosial, dan meneguhkan nilai empati serta tanggung jawab dalam dunia digital.

AKSIOLOGI ILMU BEBAS NILAI (POSITIVISME) VS TERIKAT NILAI (ISLAM)

Rozi Siregar, Sri Murhayati
Abstract: Filsafat adalah berpikir dengan mendalam. Dalam pemahaman bahwa ketika seseorang berfilsafat maka ia akan melakukannya secara mendalam, yaitu dengan segenap usaha yang maksimal, segenap eksistensi, segenap kemampuan, segenap… enap kekuatan, dan dengan seluruh apa yang dipikirkannya. Salah satu cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaiman manusia menggunakan ilmunya disebut aksiologi. Aksiologi mencoba untuk mencapai hakikat dan manfaat yang ada dalam suatu pengetahuan. Aksiologi merupakan cabang filsafat yang membahas tentang nilai atau disebut juga teori nilai. Nilai sendiri adalah kualitas yang terdapat dalam suatu objek sehingga dapat dianggap sebagai bernilai atau tidak bernilai.  Penelitian ini membahas tentang Aksiologi Ilmu Bebas Nilai (Positivisme) vs Terikat Nilai (Islam). Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini Adalah penelitian Pustaka Library Research. Paradigma ilmu bebas nilai (value free) mengatakan bahwa ilmu itu bersifat otonom yang tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan nilai. Bebas nilai artinya setiap kegiatan ilmiah harus didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Dalam pandangan ilmu yang bebas nilai, eksplorasi alam tanpa batas bisa jadi dibenarkan untuk kepentingan ilmu itu sendiri, seperti juga ekpresi seni yang menonjolkan pornografi dan pornoaksi adalah sesuatu yang wajar karena ekspresi tersebut semata-mata untuk seni. Penjelasan terikat nilai Islam dalam perspektif filsafat menunjukkan bahwa setiap pembahasan filsafat harus berpijak pada wahyu, menggunakan akal secara seimbang, dan diarahkan untuk kemaslahatan.

SUPERVISI ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Suheti, Eko Wahyu, Supardi, Agus Gunawan
Abstract: Supervisi administrasi pendidikan merupakan fungsi manajemen yang esensial dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di lembaga pendidikan. Artikel ini membahas secara komprehensif tentang konsep, prinsip, ruang… uang lingkup, dan implementasi supervisi administrasi pendidikan. Supervisi administrasi tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengawasan, tetapi lebih sebagai upaya kolaboratif untuk pembinaan dan pengembangan kapasitas organisasi pendidikan. Ruang lingkup supervisi mencakup administrasi kurikulum, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, sarana prasarana, hubungan masyarakat, dan layanan khusus. Artikel ini menguraikan berbagai pendekatan supervisi (direktif, non-direktif, dan kolaboratif) serta teknik-teknik supervisi yang dapat diterapkan seperti observasi, wawancara, pemeriksaan dokumen, dan workshop. Proses supervisi meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut yang harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Supervisor dituntut memiliki kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, akademik, sosial, dan digital untuk menjalankan perannya secara efektif. Di era digital, supervisi administrasi mengalami transformasi dengan pemanfaatan e-supervision, big data, dan sistem manajemen sekolah digital. Tantangan yang dihadapi meliputi resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, kompetensi supervisor yang bervariasi, kompleksitas regulasi, dan budaya organisasi. Supervisi administrasi yang efektif memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi organisasi, akuntabilitas publik, penciptaan lingkungan pembelajaran yang kondusif, pengembangan profesional, dan pencapaian standar nasional pendidikan. Keberhasilan supervisi sangat bergantung pada komitmen semua pihak, dukungan kepemimpinan, dan budaya organisasi yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

THE FIQH OF RUKHSAH: STUDI ANALITIS DISPENSASI PUASA BAGI MAHASISWA DENGAN KONDISI MEDIS

M. Rikza Chamami, Muhammad Asrori, Maizza Hilda, Aatinaa Rohmah, Salma Salsabila, Silvi dwi
Abstract: Penelitian ini bertujuan memberikan analisis yang mendalam mengenai konsep rukhsah atau dispensasi puasa bagi mahasiswa yang mengalami kondisi medis tertentu, dengan mengintregasikan perspektif fikih dan kebutuhan praktis… s dalam kehidupan akademik. Dalam radisi hukum islam, rukhsah merupakan bentuk keringanan yang diberikan kepada mukallaf Ketika kondisi normal tidak memungkinkan pelaksanaan ibadah secara sempurna. Mahasiswa dengan gangguan Kesehatan seperti penyakit kronis, gangguan metabolik, masalah gastrointestinal, atau kondisi psikis yang diperparah oleh puasa, seringkali menghadapi dilema antara menjaga komitmen religious dan mempertahankan stabilitas Kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitis deskriptif melalui telaah literatur fikih klasik, fatwa kontemporer, serta kajian medis yang relevan guna untuk menetapkan Batasan dan indikator objektif terkait kebolehan meninggalkan atau mengganti puasa.   Hasil kajian menunjukkan bahwa fiqh al rukhsah menjadi dasar pemberian dispensasi. Syariat mengedepankan keselamatan dan menolak kemudharatan, sehingga mahasiswa yang kondisi medisnyadapat memburuk apabila berpuasa berhak mendapatkan rukhsah berupa tidak berpuasa, mengganti di hari lain, atau dalam kasus membayar fidyah. Disamping itu, penelitian menemukan bahwa Sebagian mahasiswa memahami bahwa kerangka fikih yang membolehkan keringanan sehingga mulai memahami rukhsah puasa yang dianjurkan dalam kondisi medis tertentu. Diperlukannya juga edukasi fikih Kesehatan di lingkungan kampus untuk meningkatkan literasi keagamaan dan kesehatan, sehingga mahasiswa mampu mengambil Keputusan ibadah yang tepat, seimbang, dan sesuai dengan ketentuan syariat maupun kebutuhan medis mereka.

THE LIVING TRADITION: MENELUSURI WARISAN INTELEKTUAL ISLAM DALAM KURIKULUM PESANTREN AL-ITQON, JAWA TENGAH

Muhammad Asrori, Maizza Hilda, Aatinaa Rohmah, Salma Salsabiila Ash-Shawwamah, M. Rikza Chammami
Abstract: Sebagai lembaga Pendidikan Islam tradisional pesantren terus berupaya menjaga kekayaan intelektual Islam sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pendidkan masa kini, analisis ini mendalami kurikulum pesantren Al-Itqon Bugen… gen Jawa Tengah, dengan pendalaman metode untuk memertahankan tradisi intelektual Islam mekanisme pewarisan dan aspek yang memengaruhi proses integrasinya dengan sistem Pendidikan. Hasil penelitian menampilkan bahwa struktur kurikulum yang terdiri dari 40% kajian kitab kuning dan 60% kurikulum nasional , proses pewarisnya dibuat melalui bandongan sorogan dan halaqah yang digabungkan dengan metode terbaru dan diskusi tematik seperti proyek kolaboratif kepemimpinan kyai yang progresif keterlibatan masyarakat dan kapisitas manajemen pesantren ialah sejumlah faktor tradisi mendorong integrasi. Keterbatasan tenaga Pendidik dalam berbagai aspek ketentuan akreditasi adalah rintangan utamanya berdasarkan penelitian ini. Pondok Al-Itqon berhasil mendirikan tradisi yang hidup dengan memakai model integrasi yang adaptif antara warisan intelektual Islam dan Pendidikan modern. Konsep tradisi berguna sebagai landasan untuk menjaga dan memperluas warisan intelektual Islam, peran penting pendidkan pesantren dalam ilmu klasik yang berdiri mepertahankan pola pembelajaran yang tersusun dan budaya religius yang kuat. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengenali betapa tradisi hidup, Pendidikan pesantren kyai, dan karakter guru dalam mempertahankan pewaris ilmu-ilmu Islam. Untuk menghidupkan Kembali ilmu tradisional di dunia modern menyatukan Pendidikan spiritual dan karakteristik dan spiritual formal, literatur klasik di awasi dengan menyeluruh. Hasil penelitian memberitahukan bahwa pesantren Al-Itqon berhasil mempertahankan kedudukan tradisional dan prinsip Islam klasik sementara tetap relevan dengan perkembangan Pendidikan modern dan melestarikan warisan keilmuan islam secara berkelanjutan.

ANALISIS KEBIJAKAN KARTU IDENTITAS ANAK PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

Nadila Dwi Juliska, Zulkarnaini
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan Kartu Identitas Anak serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kuantan Singingi dalam penerapannya. Penelitian… enelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap Kepala Dinas, Sekretaris, pegawai pelayanan, serta masyarakat penerima dan belum penerima layanan Kartu Identitas Anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan Kartu Identitas Anak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dengan capaian kepemilikan mencapai 69,2% pada tahun 2024. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya merata karena masih terdapat berbagai hambatan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya sosialisasi, serta keterbatasan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia khususnya di wilayah pedesaan. Berdasarkan enam indikator evaluasi kebijakan William N. Dunn, kebijakan Kartu Identitas Anak dinilai cukup efektif dan efisien, tetapi masih belum memadai dalam aspek pemerataan, kecukupan, dan responsivitas terhadap seluruh kelompok sasaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kuantan Singingi untuk memperkuat strategi pelayanan, memperluas kerja sama lintas sektor, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik guna mewujudkan tertib administrasi kependudukan bagi anak di Kabupaten Kuantan Singingi.