Abstract:Kemampuan menyimak (maharah istima’) merupakan salah satu keterampilan dasar yang paling krusial sekaligus paling sulit dikuasai dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama di konteks perguruan tinggi Islam di Indonesia. Mahasiswa…
Mahasiswa kerap menghadapi hambatan berupa minimnya paparan audio autentik, terbatasnya umpan balik yang segera, dan kurangnya media pembelajaran yang adaptif. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat diimplementasikan secara efektif untuk meningkatkan kemampuan istima’ mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAI Nurul Falah Air Molek. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan delapan mahasiswa dan dua dosen, serta analisis dokumen pembelajaran selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi platform AI berbasis pengenalan suara otomatis (Automatic Speech Recognition/ASR), seperti Google Speech API, Forvo, dan aplikasi Duolingo Arabic, secara signifikan meningkatkan intensitas dan kualitas latihan menyimak mahasiswa. Mahasiswa melaporkan peningkatan pemahaman kosakata kontekstual sebesar 40–60%, dan kepercayaan diri dalam menyimak teks Arab autentik meningkat secara terukur. Temuan ini menegaskan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, melainkan dapat berperan sebagai mitra belajar adaptif yang mampu menjawab kelemahan metode konvensional dalam pengajaran maharah istima’.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya Batak dalam pembelajaran matematika sebagai upaya meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai…
gai artikel ilmiah yang relevan mengenai etnomatematika budaya Batak dalam pembelajaran matematika. Data diperoleh melalui proses identifikasi, seleksi, pengkajian, dan sintesis terhadap sumber-sumber pustaka yang membahas pemanfaatan rumah adat Batak, motif ulos, ornamen tradisional, serta media dan model pembelajaran berbasis budaya Batak. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk menemukan tema-tema utama dan kontribusi masing-masing penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya Batak mengandung berbagai konsep matematika, khususnya geometri, seperti bangun datar, bangun ruang, transformasi geometri, simetri, pola, dan numerasi. Integrasi budaya Batak dalam pembelajaran matematika terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep geometri, kemampuan visualisasi, penalaran geometris, motivasi belajar, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pemanfaatan media pembelajaran berbasis budaya Batak, seperti komik matematika dan aplikasi GeoGebra, memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran matematika berbasis budaya Batak dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran geometri sekaligus melestarikan budaya lokal.
Abstract:Pembelajaran di era modern menuntut guru untuk menerapkan praktik pedagogis yang adaptif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pembelajaran guru dalam…
am meningkatkan kemampuan siswa serta mengkaji pemahaman guru terhadap kebutuhan, minat, potensi, dan gaya belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui variasi metode, komunikasi interaktif, serta pemberian umpan balik yang mendukung perkembangan belajar. Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dilakukan melalui pengamatan perilaku, interaksi pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Kesimpulannya, praktik pembelajaran yang responsif terhadap karakteristik peserta didik mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan kemampuan siswa secara lebih optimal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengatasi kendala pembelajaran PJOK di sekolah dasar dengan keterbatasan fasilitas sebagai upaya mengisi gap riset yang telah diidentifikasi sebelumnya. Penelitian…
elitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru, kendala pembelajaran, dan tingkat efektivitasnya merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dalam pelaksanaan pembelajaran PJOK. Dari sisi strategi, guru mampu menerapkan pendekatan adaptif melalui modifikasi alat sederhana, penggunaan metode berbasis permainan, serta pengelolaan kelas yang fleksibel. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga pembelajaran tetap aktif dan bermakna meskipun fasilitas terbatas. Namun, terdapat kendala signifikan yang dihadapi guru, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kurangnya variasi metode. Kendala tersebut tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga mempengaruhi motivasi dan perkembangan keterampilan motorik siswa. Meskipun demikian, strategi yang diterapkan guru menunjukkan efektivitas yang cukup baik, ditandai dengan meningkatnya partisipasi siswa, pemahaman konsep dasar, serta pengelolaan pembelajaran yang lebih efisien dan kondusif. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas dan kemampuan adaptasi guru menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas pembelajaran PJOK di tengah keterbatasan fasilitas. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model strategi adaptif yang dapat dijadikan rujukan bagi guru dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di sekolah dasar.
Abstract:Dunia pendidikan saat ini, khususnya di abad ke-21 , membutuhkan cara belajar yang peka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan , teknologi, dan berbagai kondisi dunia. Selain itu , cara belajar ini harus bisa mengembangkan kemampuan…
emampuan berpikir kritis, kreatif , berkolaborasi , dan mudah menyesuaikan diri pada diri siswa . Di Indonesia, situasi ini semakin rumit karena kurikulum yang sering berganti dan pengaruh pandemi COVID-19 yang menciptakan ketidakmerataan dalam kesempatan belajar serta penurunan kualitas pengajaran. Untuk menjawab permasalahan tersebut , pemerintah memperkenalkan Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pemikiran mendalam , pembelajaran yang berpusat pada siswa, pembelajaran yang disesuaikan , serta pembentukan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini didedikasikan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada jenjang sekolah dasar melalui wawasan literatur . Kajian ini akan membedah cara penerapannya , faktor -faktor penentu keberhasilan, serta kendala-kendala yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka membawa dampak yang baik, termasuk kemajuan yang lebih pesat dalam pembelajaran , pemanfaatan cara yang lebih sesuai dengan keadaan , serta peningkatan keterlibatan dan semangat belajar siswa. Guru pun mendapatkan ruang lebih luas untuk berkreasi dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. Namun demikian, penerapan kurikulum ini masih terkendala oleh beberapa hal , seperti pemahaman guru yang belum menyeluruh , tantangan dalam melakukan asesmen awal dan pembelajaran yang beragam , serta keterbatasan sarana dan prasarana di beberapa sekolah. Keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kemampuan guru, dukungan dari pimpinan sekolah, dan ketersediaan sumber daya yang cukup . Maka dari itu, perlu adanya kerja sama yang baik antara pemerintah, pihak sekolah, dan para guru untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, memperkokoh dukungan fasilitas, serta menjamin adanya kebijakan yang berkesinambungan agar implementasi Kurikulum Merdeka bisa berjalan maksimal dan merata.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman filosofis guru Kristen terhadap efektivitas implementasi model pembelajaran holistik. Dalam banyak kasus, pendidikan Kristen terjebak dalam dikotomi di mana…
iman dan mata pelajaran akademik diperlakukan sebagai entitas yang terpisah. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana "Pandangan Dunia Kristiani" seorang guru berfungsi sebagai landasan bagi Integrasi Iman dan Ilmu (IFL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dengan pemahaman filosofi alkitabiah yang mendalam—memandang siswa sebagai Imago Dei dan semua kebenaran sebagai kebenaran Tuhan—jauh lebih efektif dalam memberikan pendidikan holistik. Guru-guru ini tidak sekadar "menyisipkan" ayat Alkitab, tetapi mengubah seluruh proses pembelajaran menjadi sebuah perjumpaan spiritual. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan model holistik tidak ditentukan oleh teknik pedagogis semata, melainkan oleh "lensa" filosofis pendidik.
Kata Kunci: Filosofi Kristen, Pendidikan Holistik, Pandangan Dunia Guru, Integrasi Iman dan Ilmu.
Abstract:Penelitian ini mengkaji penerapan asas restorative justice dalam penyelesaian perkara tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak di bawah umur di Polres Batanghari serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam…
pelaksanaannya. Berlandaskan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang menekankan pendekatan diversi dan pemulihan dibandingkan pemidanaan, penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif untuk memahami penerapan restorative justice dalam praktik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice dilakukan melalui mekanisme diversi dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga masing-masing pihak, serta tokoh masyarakat guna mencapai kesepakatan yang berorientasi pada pemulihan kerugian, tanggung jawab pelaku, dan reintegrasi sosial anak. Meskipun pendekatan ini efektif dalam mengurangi proses peradilan formal dan meminimalisasi stigma terhadap anak, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan berupa kurangnya pemahaman masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana, serta budaya hukum yang masih berorientasi pada penghukuman. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan sosialisasi agar penerapan asas restorative justice dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian dilakukan dengan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha kopi. Analisis data dilakukan melalui tahap pengolahan…
engolahan data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan, sehingga memberikan gambaran yang terstruktur dan mendalam mengenai praktik pengelolaan keuangan pada usaha tersebut. Fokus penelitian meliputi pemahaman literasi keuangan, kesadaran terhadap nilai uang dan risiko utang, serta penerapan perilaku keuangan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi dalam tingkat literasi keuangan pelaku usaha kopi. Sebagian informan telah menyadari pentingnya pencatatan transaksi dan pengaturan arus kas, serta perencanaan penggunaan keuntungan, sementara sebagian lainnya masih menggunakan metode tradisional dan pencatatan belum dilakukan secara konsisten. Pada aspek kesadaran keuangan, pelaku usaha menunjukkan sikap menghargai nilai uang, berhati-hati dalam mengambil utang, serta melakukan upaya menabung dan menetapkan tujuan keuangan jangka pendek maupun panjang, meskipun penerapannya belum sepenuhnya optimal. Sedangkan pada aspek perilaku keuangan, Sebagian pelaku usaha sudah melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha, mengendalikan pengeluaran, serta menyediakan dana cadangan, namun masih terdapat keterbatasan dalam perencanaan keuangan yang sistematis dan berkelanjutan.
Ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi dan kesadaran keuangan sangat diperlukan guna memperkuat perilaku pengelolaan keuangan pelaku bisnis kopi secara lebih terstruktur. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan program edukasi dan pendampingan keuangan bagi pelaku usaha kopi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.
Abstract:Artikel ini mengkaji kontribusi Henricus Leven dalam pengembangan kehidupan misioner, khususnya dalam konteks misi Katolik. Henricus Leven dikenal sebagai tokoh yang memberikan sumbangan signifikan terhadap spiritualitas…
dan metodologi karya misi melalui pendekatannya yang menekankan inkarnasi nilai-nilai Injil dalam konteks local. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Leven mengintegrasikan pemahaman teologis dengan praktik pastoral yang kontekstual, menciptakan model misi yang tidak hanya berfokus pada evangelisasi tetapi juga pada pemberdayaan komunitas lokal. Kontribusinya meliputi pengembangan strategi pendampingan yang menghormati budaya setempat, pembentukan komunitas basis yang mandiri, serta penekanan pada dimensi sosial dari pewartaan Injil. Leven juga dikenal karena pendekatan dialogisnya yang mempromosikan perjumpaan autentik antara pewarta dan penerima kabar gembira, menghindari sikap paternalistik yang sering mewarnai karya misi pada masa tersebut. Visinya tentang gereja lokal yang berakar kuat dalam realitas sosio-kultural masyarakat setempat telah memberikan inspirasi bagi generasi misionaris berikutnya. Artikel ini menyimpulkan bahwa warisan Henricus Leven tetap relevan bagi pembaruan metodologi misi kontemporer, terutama dalam konteks dialog antarbudaya dan inkulturasi yang menjadi tantangan gereja modern.
Abstract:Artikel ini bertujuan untuk mengkaji ajaran spiritualitas Hendricus Leven dan relevansinya dalam konteks pendidikan modern. Hendricus Leven, seorang tokoh yang menekankan pentingnya spiritualitas dalam kehidupan, menawarkan…
kan perspektif berharga tentang bagaimana nilai-nilai spiritual dapat diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan. Artikel ini membahas prinsip-prinsip utama ajaran Leven, termasuk pengembangan karakter, etika, dan moral, serta pentingnya keseimbangan antara pengetahuan duniawi dan spiritualitas. Metode penelitian meliputi studi literatur dan analisis konten dari karya-karya Leven dan sumbersumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran spiritualitas Leven dapat memberikan landasan yang kuat bagi pendidikan holistik, membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang diri mereka sendiri, orang lain, dan dunia di sekitar mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya integrasi nilai-nilai spiritual dalam kurikulum pendidikan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual.