Abstract:Abstract : ODP can be a distribution tools for IT infrastructure development. So that ODP can reach the customer, there must be a telecommunications operator that has the ability to connect production equipment to the area.…
ea. ODP infrastructure development using the network method is CPM method. CPM method has no execution time tolerance. In financing ODP development can be done by two method is normal method and fast method. Normal method means all operation performed normally while the fast financing method means that the cost is more expensive because it requires more labor.
Kata Kunci : CPM; fast cost; normal cost; ODP
Abstrak : ODP dapat menjadi alat pendistribusi pembangunan dalam infrastuktur IT. Agar ODP dapat sampai ke pelanggan harus terdapat operator telekomunikasi yang memiliki kemampuan untuk menghubungkan alat produksi ke daerah tersebut. Pembangunan infrastuktur ODP menggunakan metode jaringan kerja yaitu metode CPM. Metode CPM tidak memiliki toleransi waktu pelaksanaan. Dalam pembiayaan pembangunan ODP dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan metode normal dan pembiayaan metode dipercepat, pembiayaan metode normal artinya semua operasi yang dilakukan secara normal sedangkan metode pembiayaan dipercepat artinya biaya lebih mahal karena membutuhkan tenaga kerja lebih banyak.
Kata Kunci : biaya normal; biaya dipercepat; CPM; ODP
Abstract:Abstract: Currently in almost every city around the world that loves flowers, including ornamental plants,. All cities are aggressively arranging their landscaping to compensate for motorized vehicle pollution or the arrangement…
rrangement of city parks planted with decorative gardens with the aim of greening the city. Sometimes there are problems in making decisions to determine suitable and good ornamental plants for planting in the city, in a decision that takes a long time. Determination of the types of ornamental plants to be planted through several factors such as leaf shape, color, stems and branches, roots and soil. On these issues, the authors conducted research on the determination of ornamental plants for city parks in the form of a decision support system application using the Analytical Hoerarchy Process (AHP) method.
Keywords: analytical hoerarchy process (AHP); decisionnsupporttsystem (SPK),
Abstrak: Saat ini hampirrdi setiap kota di seluruh dunia yang menyukai bunga termasuk tanaman hias, Semua kota gencar menata pertamanannya untuk mengimbangi polusi kendaraan bermotor maupun untuk penataan taman kota yang ditanami tamanan hias bertujuan untuk menghijaukan kota. Terkadang terdapat masalah dalam pengambilan keputusan untuk menentukan tanaman hias yang cocok dan bagus umtuk ditanam pad ataman kota, dalam pengambilan keputusan yang dilakukan terkadang memakan waktu yang cukup lama . Penentuan jenis tanaman hias yang akan ditanam melalui beberapa faktor seperti bentuk daun, warna, batang dan cabang, akar dan Tanah. Atas permasalahan tersebut penulis melakukan penelitian tentang penentuan tanaman hias untuk taman kota yang berupa aplikasi sistem pendukug keputusan yang menggunakan metode Analytical Hoerarchy Process (AHP).
Kata kunci: proses analisis hirarkie (AHP); sistem pendukung keputusan (SPK)
Abstract:Abstract: In this study, one of the 4.0 industrial technologies was used to monitor the parameters of the localizer using an android based internet of things application to simplify and shorten the time for monitoring instrument…
strument landing system (ILS) equipment. Technicians, management of the Public Company (Perum) Indonesian Aviation Navigation Service Organizing Agency, and the Navigation Inspector do not have to go the runway to check the performance of the landing system instrument, simply use the android application to monitor the parameters of the localizer instrument. In the experiment, measuring the input voltage to the Arduino pin with a negative ground position and positive in the A9 pin position with the playing condition o Tx1 in the on position using a multimeter, the voltage value is 2.99 volt, while the main position on Tx1 is in the off condition, the voltage value is obtained 4.88 volts.
Keywords: instrument landing system; internet of things
Abstrak: Pada penelitian ini digunakan salah satu teknologi industri 4.0 untuk memonitoring parameter dari Localizer menggunakan aplikasi android berbasis Internet of Things (IoT) untuk mempermudah dan mempersingkat waktu dalam monitoring peralatan instrument landing system (ILS). Teknisi, manajemen Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia LPPNPI dan Inspektur Navigasi tidak harus ke landasan pacu untuk mengecek kinerja instrument landing system cukup menggunakan aplikasi android untuk memonitoring parameter Localizer instrument landing system (ILS). Pada percobaan pengukuran tegangan input ke pin arduino dengan negatif pada posisi ground dan positif berada pada posisi pin A9 dengan kondisi main di TX1 pada posisi on dengan menggunakan multimeter didapat nilai tegangan 2,99 Volt, sedangkan posisi main di TX1 pada kondisi off didapat nilai tegangan 4,88 Volt.
Kata kunci: instrument landing system; internet of things
Abstract:Abstract: Roeleven and Broer reveal that more than 66% of EA programs do not live up to expectations due to a failure to demonstrate sufficient value for the business. Business architecture has an important role to help…
companies achieve the desired business values. An organization also depends on how well the information provided on each artifact especially in the architectural business phase. That way, failure in business modeling can also have an impact on EA implementationw. Modeling artifacts in a good architectural business phase can help to avoid mistakes from the start, because the quality of the business modeling model will have an impact on the quality of information system design. Therefore, it need to test the quality of the model on every artifact in the architectural business, because many business models are not always of high quality. To have a high quality EA, one of them is by identifying a conceptual quality framework approach. There are six principles that must be considered when assessing the quality of a company model, in this study using the quality of the business architecture validity model with six attributes using the formal Petri net method.
Keywords: Enterprise Architecture; Business Architecture; Business Process; Validity,
Attribute Quality
Abstrak: Roeleven dan Broer mengungkapkan bahwa lebih dari 66% program EA tidak memenuhi harapan karena kegagalan untuk menunjukkan nilai yang cukup untuk bisnis. Arsitektur bisnis memiliki peran penting untuk membantu perusahaan mencapai nilai bisnis yang diinginkan. Sebuah organisasi juga bergantung pada seberapa baiknya informasi yang diberikan pada setiap artefak terutama pada fase bisnis arsitektur. Dengan begitu kegagalan pemodelan bisnis juga dapat berdampak pada implementasi EA. Memodelkan artefak pada fase bisnis arsitektur yang baik dapat membantu untuk menghindari kesalahan sejak awal karena kualitas model pemodelan bisnis akan berdampak pada kualitas desain sistem informasi. Maka dari itu, kualitas dari pemodelan bisnis model telah diakui sebagai faktor penting untuk pemodelan sukses di perusahaan, serta perlunya untuk melakukan pengujian kualitas model pada setiap artefak pada bisnis arsitektur, karena banyak model bisnis yang tidak selalu berkualitas tinggi. Untuk memiliki EA yang berkualitas tinggi salah satunya dengan mengidentifikasi pendekatan kerangka kualitas konseptual. Terdapat enam prinsip yang harus dipertimbangkan ketika menilai kualitas model perusahaan, dalam kajian ini menggunakan kualitas model validity arsitektur bisnis dengan enam atribut menggunakan metode formal Petri net.
Kata kunci: Arsitektur Perusahaan; Bisnis Arsitektur; Proses Bisnis; Validitas; Kualitas Atribut
Abstract:Abstract: The tracer study is a method of alumni tracker carried out by state universities and private universities .A function of the tracer study is a source of information and to know the presence of alumni and provides…
es information and an evaluation for stakeholders to know the quality of a college education .The implementation of the tracer study at the university of dharmawangsa is still done manually using google form that is facility from google , so the implementation in collecting the inefficient .Researchers to develop a web based information system for the purpose of completing deficiencies in the implementation of the tracer study. The goal is to ease the tracer study for stakeholders to an efficiently..
Keywords: alumni; tracer; tracer study; stakeholders; web
Abstrak: Tracer study adalah suatu metode pelacakkan alumni yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Fungsi dari tracer study adalah sebagai sumber informasi dan untuk mengetahui keberadaan dari alumni serta dapat menyediakan informasi dan bahan evaluasi bagi stakeholders untuk mengetahui kualitas pendidikan perguruan tinggi. Pelaksanaan tracer study di Universitas Dharmawangsa masih dilakukan secara manual menggunakan google form yang merupakan fasilitas dari google, sehingga pelaksanaannya dalam menghimpun data kurang efisien. Peneliti bermaksud membangun suatu sistem informasi berbasis web dengan tujuan untuk menyelesaikan kekurangan dalam pelaksanaan tracer study. Tujuannya adalah untuk memudahkan bagi stakeholders untuk melaksanakaan tracer study secara efisien.
Kata kunci: alumni; pelacakan; tracer study; web
Abstract:Abstract: This journal explains how to design and build an application that can perform calculations using apriori algorithm. The workflow applied in this study is a sequential workflow (waterfall method). The application…
ion built is a website-based application that can be accessed using a web browser. To make application design in this research, UML modeling is used. The model that has been designed using UML will be implemented into PHP coding which can then be run via a web browser. The supporting tools used are XAMPP which provides apache and mysql services. From the test results, it is found that the application of apriori algorithm based on this website is able to perform calculations using the a priori algorithm accurately. These results are proven by comparing the results obtained from manual calculations with the results of calculations performed by this application using a sample of the same data.
Keyword: apriori algorithm; data mining, modeling; mysql; php; uml
Abstrak: Dalam jurnal ini dijelaskan bagaimana merancang hingga membangun sebuah aplikasi yang dapat melakukan perhitungan dengan menggunakan algoritma apriori. Adapun alur kerja yang diterapkan dalam penelitian ini adalah alur kerja yang berurutan (metode waterfall). Aplikasi yang dibangun adalah aplikasi yang berbasis website yang dapat dikases menggunakan web browser. Untuk membuat perancangan aplikasi dalam penelitian ini, digunakan pemodelan UML. Model yang telah dirancang dengan menggunkan UML akan diimplementasikan kedalam koding PHP yang nantinya dapat dijalankan melalui web browser. Adapun tools pendukung yang digunakan adalah XAMPP yang menyediakan service apache dan mysql. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa aplikasi perhitungan algoritma apriori berbasis website ini mampu melakukan perhitungan dengan menggunakan algoritma apriori secara akurat. Hasil ini dibuktikan dengan cara membandingkan hasil yang didapat dari perhitungan manual dengan hasil perhitungan yang dilakukan oleh aplikasi ini dengan menggunakan sebuah sampel data yang sama.
Kata kunci: algoritma apriori; data mining; mysql; pemodelan; php; uml
Abstract:Abstract: Pekanbaru still using conventional traffic light control system. Pekanbaru as the capital of Riau Province is predicted udergo the increased of urban population by 54.5% in 2025. It is important for Pekanbaru…
ru to immediately implement smart and efficient traffic management system, so that traffic congestion can be resolved quickly. This research paper provides a design solution for smart traffic light management (Smart Traffic Control System), based on object detection technology that uses deep learning to detect the number and type of vehicles. The number of vehicle is the basis for determining the green light timer automatically. The Smart Traffic Control System (STCS) is integrated with a web based geographic information system (smart map) that can display the current condition (picture, the number of vehicle, congestion level) of each STCS location. This integrated system has been tested on a traffic light prototype, using a mini computer and a miniature vehicle. This integrated system is able to detect 9 out of 12 vehicles, and able to send data regularly to the smart map.
Keywords: deep learning; smart mobility; smart traffic control system
Abstrak: Pengaturan lampu lalu lintas di Kota Pekanbaru masih dilakukan secara konvensional. Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau diprediksikan akan mengalami peningkatan jumlah penduduk perkotaan sebesar 54,5% pada tahun 2025. Dengan melihat predikisi ini, penting bagi kota Pekanbaru untuk segera memiliki tata kelola lalu lintas yang cerdas dan efisien agar kemacetan dapat ditanggulangi dengan cepat. Penelitian ini memberikan rancangan solusi untuk tata kelola lampu lalu lintas cerdas (Smart Traffic Control System), berbasis teknologi object detection yang menggunakan deep learning untuk mendeteksi jumlah dan jenis kendaraan. Jumlah kendaraan menjadi dasar penentuan timer lampu hijau secara otomatis. Smart Traffic Control System (STCS) terintegrasi dengan sistem informasi geografis berbasis web (smart map) yang secara kontinu menerima informasi kepadatan (gambar terkini, jumlah kendaraan, level kepadatan), kemudian menampilkannya diatas peta Kota Pekanbaru. Solusi sistem terintegrasi ini telah diujikan pada sebuah prototipe lampu lalu lintas, menggunakan komputer mini dan miniatur kendaraan. Sistem terintegrasi ini mampu mendeteksi 9 dari 12 kendaraan, dan mampu mengirimkan data secara berkala kepada smart map.
Kata kunci: deep learning; smart mobility; smart traffic control system
Abstract:Abstract: Higher education is an institution engaged in services that provides services to internal and external consumers consisting of students, stakeholders and alumni both academically and non academically. The services…
ces provided determine the satisfaction of consumers. Higher education values are manifested in the form of accreditation. The value of accreditation is expected to be in accordance with the quality culture that runs in universities. To ensure customer satisfaction, universities must always evaluate the service policies provided based on established university standards. Evaluation is done by conducting an internal university quality audit. In the future, this activity will be routinely carried out to ensure that activities in higher education are in accordance with the standards set as a process for implementing a higher education quality culture. This is expected to be able to encourage the superior value of higher education accreditation by conducting analysis, costs and providing advice to support decisions by the highest leadership. The application of this framework analysis uses the Actor Network Theory approach to see the relationship between actors in the application of information technology so that the resulting information system is acceptable and in accordance with existing business processes at universal universities. The results of this study are a framework for making information systems based on the results of web-based ANT analysis.
Keywords: actor network theory; audit; iaps 4.0; it framework; internal quality of PT
Abstrak: Perguruan tinggi merupakan suatu lembaga yang bergerak dibidang jasa yang memberikan pelayanan kepada para konsumen internal dan eksternal yang terdiri dari mahasiswa, stakeholder dan alumni baik secara akademik dan non akademik. Pelayanan yang diberkan menentukan kepuasan para kosumen. Nilai perguruan tinggi diwujudkan dalam bentuk akreditasi. Nilai akreditasi diharapkan sesuai dengan budaya mutu yang berjalan didalam pergurua tinggi. Untuk menjamin kepuasan konsumen maka, perguruan tinggi harus selalu melakukan evaluasi terhadap kebijakan pelayanan yang diberikan berdasarkan standar perguruan tinggi yang ditetapkan. Evaluasi dilakukan dengan cara melakukan kegiatan audit mutu internal perguruan tinggi. Kegiatan ini kedepannya secara rutin dilakukan untuk memastikan aktivitas didalam perguruan tinggi sesuai dengan standar yang ditetapkan sebagai proses untuk menerapkan budaya mutu perguruan tinggi. Hal ini diharapkan mampu mendorong nilai unggul akreditasi perguruan tinggi dengan melakukan analisis, penilaian dan pemberian saran sebagai pendukung pengambilan keputusan oleh pimpinan tertinggi. Penerapan analisis kerangka kerja ini menggunakan pendekatan Actor Network Theory untuk melihat hubungan antara actor dalam penerapan teknologi informasi sehingga system informasi yang dihasilkan dapat diterima dan sesuai dengan bisnis proses yang ada pada universitas universal. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah kerangka pikir untuk pembuatan system informasi berdasarkan hasil analisis ANT berbasis web.
Kata kunci: actor network theory; audit; iaps 4.0; kerangka kerja ti; mutu internal PT
Abstract:Abstract: DNS plays a vital role in the operation of services on the internet. Almost all services on the internet are under DNS control, such as email, FTP, web apps, etc. So, it is not surprising that various malicious…
activities involve DNS services such as financial fraud, phishing, malware, and malicious activity, etc. Fortunately, in DNS there is a record with the name time to live which can be used to detect a query or the address accessed from the user is a normal query or an abnormal query. Therefore, the purpose of this study is to determine the correlation value between time to live and abnormal queries on passive DNS data using the Binary Logistic Regression model. The results showed that the Binary Logistic Regression method could model the correlation between TTL, elapsed, and bytes which have an optimal model F1 Score of 0.9997 and also have a condition close to the ideal state by using the Precision-Recall Curve (PRC) graph plot.
Keywords: Binary Logistic Regression; DNS Passive; Precision-Recall Curve (PRC); Query Abnormal
Abstrak: DNS memegang peranan yang vital di dalam berjalanya service di internet. Hampir seluruh layanan di internet berada di bawah kendali DNS seperti email, ftp, app web dll. Jadi, tidak mengherankan bahwa berbagai kegiatan jahat melibatkan layanan DNS seperti financial fraud, phising, malware dan aktivitas malicious dll. Untungnya, di dalam DNS tersimpan sebuah record dengan nama time to live yang dapat digunakan untuk mendeteksi sebuah query atau alamat yang diakses dari user tersebut bersifat query normal atau query tidak normal. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai korelasi antara time to live dengan query tidak normal pada data passive DNS dengan menggunakan model Binary Logistic Regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Binary Logistic Regression dapat memodelkan korelasi antara TTL, elapsed dan bytes yang memiliki model optimal F1 Score sebesar 0.9997 dan juga memiliki kondisi hampir mendekati keadaan ideal dengan menggunakan plot grafik Precision Recall Curve (PRC).
Kata kunci: Binary Logistic Regression; DNS Passive; Precision-Recall Curve (PRC); Query Abnormal
Abstract:Abstract: Interior design is currently growing. This can be seen from the various designs in each building. Each design has different characteristics and shapes. The problem that is often experienced by users is the lack…
of user knowledge in the field of interior design so that after the design is finished, the user is not satisfied with the results of the interior design. The main objective of this research is a decision making system in selecting interior designs according to user needs by paying attention to criteria such as design form, design size, material and quality. The method of selecting interior design using the Mamdani method. The mamdani method is very suitable in calculating the output value of each criterion value and the end result becomes the reference value in making a decision. The resulting system is in the form of design selection criteria according to user needs. Thus the results of this study get an Output value of 427,368 which is in the range with the value considered. Keywords: fuzzy inference system; interior design; mamdani method; software matlab.
Abstrak: Desain Interior saat ini semakin berkembang, Hal ini bisa dilihat dari berbagai desain pada setiap bangunan. Setiap desain memiliki karakteristik dan bentuk yang berbeda beda. Permasalahan yang sering dialami pengguna yaitu kurangnya pengetahuan pengguna dibidang desain interior sehingga setelah desain selesai dikerjakan pengguna tidak Puas dengan hasil desain interior. Tujuan utama penelitian ini berupa Sistem pengambilan keputusan dalam pemilihan desain interior sesuai dengan kebutuhan pengguna dengan memperhatikan kriteria seperti Bentuk Desain, ukuran desain, bahan dan Kualitas. Metode pemilihan Desain interior menggunakan metode Mamdani. Metode mamdani sangat cocok dalam menghitung nilai output dari masing masing nilai kriteria dan hasil akhirnya menjadi nilai acuan dalam pengambilan sebuah Keputusan. Sistem yang dihasilkan berupa kriteria pemilihan desain sesuai kebutuhan pengguna. Dengan demikian Hasil penelitian ini mendapatkan nilai Output sebesar 427.368 yang berada pada range dengan nilai dipertimbangkan.
Kata kunci: desain interior; fuzzy inference system; metode mamdani; software matlab.