Abstract:Abstract: Community Service Activities in the form of internet and network training in SMA Negeri 1 Air Joman aims to increase students' knowledge of network technology and the benefits of internet and encourage students…
to be able to independently manage network and internet. The training method used is the form of training in the classroom by using lecture, discussion and question and answer methods as well as network practice directly. The lecture method used is intended to provide a theoretical explanation of internet and network material. Discussion methods are used to explore students' understanding of the material given in the lecture. Practice method is used to show directly how to make a network cable. Benefits derived from this training activity is the students are able to make a network connection with cable and know the benefits of the internet.
Keywords: Internet, Networking, Community Service, students
Abstrak: Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat berupa pelatihan internet dan jaringan di SMA Negeri 1 Air Joman bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa terhadap teknologi jaringan dan manfaat dari internet serta mendorong siswa agar mampu dengan mandiri mengelola jaringan dan internet. Metode pelatihan yang digunakan adalah bentuk pelatihan di dalam kelas dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan Tanya jawab serta praktek jaringan secara langsung. Metode ceramah yang digunakan dimaksudkan untuk memberikan penjelasan secara teori terhadap materi internet dan jaringan. Metode diskusi digunakan untuk menggali pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan secara ceramah. Metode praktek digunakan untuk menunjukan langsung cara membuat kabel jaringan. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini adalah siswa mampu membuat koneksi jaringan dengan kabel serta mengetahui manfaat dari internet.
Kata kunci:Internet, Jaringan, PKM, siswa
Abstract:Abstract: Community Service Activities is conducted in the form of one day training for teachers in using Microsoft Office software as one way to utilize information technology in delivering learning materials to students…
s especially in SMA Tamansiswa Suka Damai. The target in this activity is the teachers of Tamansiswa Suka Damai High School in District Pulo Bandring Kab. Asahan which amounted to approximately 18 people. This devotional activity is done by lecture method, demonstration, and practice with question and answer. The lecture method is used to explain the introductory concept of the introduction of Microsoft Office software as one of the media in facilitating human work. Demonstration method is used to show a working process that is the stages of recognizing the tools that exist in the Microsoft Office software and know each function, while the practice method to practice the use of the application directly. While the question and answer method to give the participants the opportunity in consultation to overcome obstacles in understanding the material already obtained. The end result of this activity is expected to accelerate and facilitate the teachers in delivering learning materials to the students.
Keywords: Microsoft Office software, teachers, students, information technology
Abstrak: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan sehari bagi guru-guru dalam menggunakan software Microsoft Office sebagai salah satu cara dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa-siswi khususnya di SMA Tamansiswa Suka Damai. Sasaran dalam kegiatan ini adalah para guru-guru SMA Tamansiswa Suka Damai di Kecamatan Pulo Bandring Kab. Asahan yang berjumlah lebih kurang 18 orang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan latihan yang disertai tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep pengantar dari pengenalan software Microsoft Office sebagai salah satu media dalam mempermudah pekerjaan manusia. Metode demonstrasi dipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahap-tahap mengenalan tool-tool yang ada pada software Microsoft Office dan mengetahui masing-masing fungsinya, sedangkan metode latihan untuk mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi tersebut. Sementara metode tanya jawab untuk memberi kesempatan para peserta dalam berkonsultasi untuk mengatasi kendala dalam memahami materi yang sudah didapat. Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah para guru dalam meyampaikan materi pembelajaran kepada siswa-siswinya.
Kata kunci: Software Microsoft Office, Guru, Siswa-siswi, teknologi informasi
Abstract:Abstract: Community Service Activity is conducted in the form of training in the utilization of information technology in data processing that aims to provide knowledge and skills for the village apparatus in Buntu Pane…
subdistrict in data processing that is computerized as one way in making an institution decision.The target in this activity is the village apparatus in Buntu Pane sub-district which is approximately 25 people. Training in data processing is done by lecture method, demonstration, and practice with a question and answer. The lecture method is used to explain the introductory concept of the introduction of SPSS software as one of the media in data processing. Demonstration method is used to show a working process that is stages of recognizing the existing tools in the software SPSS and know each function, while the method of practice to practice data processing based on information technology by processing a certain data. While the question and answer method to give the participants the opportunity in consultation to overcome obstacles in understanding the material already obtained. The end result of activities is expected to accelerate and facilitate the employees in decision making for the future.
Keywords: Data processing, SPSS software, computer, information technology
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk Tridarma perguruan Tinggi yang harus dilaksanakan oleh seorang dosen. Pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini akan mengimplementasikan kompetensi keilmuan yang dimiliki agar memberikan manfaat bagi masyarakat, dimana kegiatan ini dilakukkan dalam bentuk pelatihan dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam pengolahan data yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi para perangkat desa di kecamatan Buntu Pane dalam pengolahan data yang bersifat komputerisasi sebagai salah satu cara dalam pengambilan keputusan sebuah instansi.Sasaran dalam kegiatan PKM ini adalah para perangkat desa di kecamatan Buntu Pane yang berjumlah lebih kurang 25 orang. Pelatihan dalam pengolahan data ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan latihan yang disertai tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep pengantar dari pengenalan software SPSS sebagai salah satu media dalam pengolahan data. Metode demonstrasi dipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahap-tahap mengenalan tool-tool yang ada pada software SPSS dan mengetahui masing-masing fungsinya, sedangkan metode latihan untuk mempraktikkan pengolahan data berbasis teknologi informasi dengan mengolah sebuah data tertentu. Sementara metode tanya jawab untuk memberi kesempatan para peserta dalam berkonsultasi untuk mengatasi kendala dalam memahami materi yang sudah didapat. Hasil akhir dari kegiatan PKM ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah para pegawai dalam pengambilan keputusan untuk masa yang akan datang.
Kata kunci: Pengolahan data, Software SPSS, komputer, teknologi informasi
Abstract:Abstract :Knowledge of computer science today is very necessary especially for students. One of them learns computer network which is a science that many people need. Associated with the existence of computer network so…
many jobs like send data, print paper to one printer by many computers easy to do. However, the knowledge of this is difficult to be able to by students in schools due to many obstacles such as incomplete equipment, competent tutors in their field no, that is experienced by students of SMA Negeri 1 Air Joman Kabupaten Asahan. Then need a solution that provides that knowledge. Cisco packet tracer which is a free application that can provide an overview of the computer network. With these applications it will be easy to provide knowledge of computer networks that can be provided through lectures, frequently asked questions and practice. The lecture method used is intended to provide a theoretical explanation of computer network material. Practice method is used to show directly how to make network cable and data communications. So that the benefits gained from this workshop activities is to increase students' knowledge of network technology and students are able to make a network connection with cable.
Keywords :Network, Computer, Cisco
Abstrak :Pengetahuan akan ilmu komputer saat ini sangat diperlukan terkhusus untuk kalangan pelajar.Salah satunya belajar jaringan komputer yang merupakan ilmu yang banyak dibutuhkan masyarakat.Berhubungan dengan adanya jaringan komputer maka banyak pekerjaan seperti kirim data, cetak kertas ke satu printer oleh banyak computer mudah dilakukan. Namun, pengetahuan akan hal ini sulit di dapat oleh pelajar di sekolah berhubung banyak kendala seperti peralatan yang tidak lengkap, tutor yang berkompeten dibidangnya tida ada, itulah yang dialami oleh siswa SMA Negeri 1 Air Joman Kabupaten Asahan. Maka perlu solusi yang memberikan pengetahuan tersebut.Cisco packet tracer yang merupakan aplikasi gratis yang dapat memberikan gambaran atas jaringan komputer. Dengan aplikasi tersebut maka akan mudah memberikan pengetahuan akan jaringan komputer yang dapat diberikan melalui ceramah, tanya jawab dan praktek. Metode ceramah yang digunakan dimaksudkan untuk memberikan penjelasan secara teori terhadap materi jaringan komputer.Metode praktek digunakan untuk menunjukan langsung cara membuat kabel jaringan dan komunikasi data. Sehinga manfaat yang diperoleh dari kegiatan workshop ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa terhadap teknologi jaringan dan siswa mampu membuat koneksi jaringan dengan kabel.
Kata kunci : Jaringan, Komputer, Cisco
Abstract:Abstract: The community of society is one of main activities required by a lecture as part of the tri dharma which aimed to apply and implement the scientific competence a lecturer to contribute positively especially for…
society needs. Vocational High School is a vocational school that is required to be ready to enter the world of work, therefore the SMK graduates are required to have the skills and knowledge that will be used in the workplace. Students of vocation especially in the majors of Software Engineering must have skills in computer science, such as programming skills. In the 2013 curriculum used by SMKN1 Air Joman, there are already programming subjects, but still local content and yet the discovery of mobile programming. Though mobile programming is currently one of the most popular programming, especially Android. This is not separated from the rapid development of the Android operating system, so people are competing to make the application. The advantages of android is its opensource and easy to develop, supported by a lot of android users including SMK students, so students can build and develop an android application and implement it on their respective devices so that it can be used as needed and not close possibly to be commercialized.
Keywords:programming, mobile programming, android
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh seorang dosen sebagai bagian dari tri dharma perguruan tinggi yang bertujuan untuk menerapkan dan mengimplementasikan kompetensi keilmuan yang dimiliki guna memberikan kontribusi positif bagi kebutuhan masyarakat. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah kejuruan yang dituntut untuk siap masuk ke dunia kerja, maka dari itu lulusan SMK diharuskan mempunyai Skill dan pengetahuan yang akan dipergunakan dalam dunia kerja. Siswa SMK terutama pada jurusan Rekayasa Perangkat Lunak harus memiliki keterampilan dalam ilmu komputer, seperti keterampilan programming. Pada kurikulum 2013 yang digunakan oleh SMKN1 Air Joman, sudah ada mata pelajaran programming, tapi masihbersifat muatan lokal dan belum ditemukannya pemrograman mobile. Padahal pemrograman mobile saat ini menjadi salah satu pemrograman yang paling diminati, khusunya Android. Hal ini tidak lepas dari pesatnya perkembangan sistem operasi Android tersebut, sehingga orang berlomba – lomba untuk membuat aplikasinya. Kelebihan dari android adalah sifatnya yang opensource dan mudah dikembangkan, didukung dengan pengguna android yang sangat banyak termasuk siswa-siswa SMK, dengan demikian para siswa bisa membangun dan mengembangkan sebuah aplikasi android dan mengimplementasikannya pada perangkat masing-masing sehingga bisa digunakan sesuai kebutuhan dan tidak menutup kemungkinan untuk bisa dikomersilkan.
Kata kunci:pemrograman, pemrograman mobile, android
Abstract:Abstract: The increasing use of the Maxim ride-hailing application in Manokwari highlights the need to understand the factors influencing user acceptance and satisfaction. However, the growing number of users does not necessarily…
cessarily reflect a high level of technology acceptance and user satisfaction. This study aims to examine the effects of performance expectancy, effort expectancy, facilitating conditions, and habit on behavioral intention, as well as the effect of behavioral intention on user satisfaction among Maxim users in Manokwari. A quantitative approach based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) was employed. Data were collected through questionnaires using a purposive sampling technique from 156 valid respondents and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The results show that performance expectancy (β = 0.343, p < 0.001), effort expectancy (β = 0.191, p = 0.002), facilitating conditions (β = 0.142, p = 0.029), and habit (β = 0.359, p < 0.001) positively and significantly influence behavioral intention. Furthermore, behavioral intention positively and significantly affects user satisfaction (β = 0.771, p < 0.001). These findings confirm the applicability of the UTAUT2 model and provide practical insights for Maxim management and application developers to improve service quality and user satisfaction.
Keywords: behavioral intention; effort expectancy; facilitating conditions; habit; performance expectancy; user satisfaction.
Abstrak: Meningkatnya penggunaan aplikasi transportasi daring Maxim di Manokwari mendorong perlunya memahami faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan teknologi dan kepuasan pengguna. Namun, peningkatan jumlah pengguna belum tentu mencerminkan tingginya tingkat penerimaan teknologi dan kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh performance expectancy, effort expectancy, facilitating conditions, dan habit terhadap behavioral intention, serta pengaruh behavioral intention terhadap user satisfaction pada pengguna aplikasi Maxim di Manokwari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2). Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan teknik purposive sampling terhadap 156 responden dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy (β = 0,343; p < 0,001), effort expectancy (β = 0,191; p = 0,002), facilitating conditions (β = 0,142; p = 0,029), dan habit (β = 0,359; p < 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap behavioral intention. Selanjutnya, behavioral intention berpengaruh positif dan signifikan terhadap user satisfaction (β = 0,771; p < 0,001). Temuan ini menegaskan penerapan model UTAUT2 serta memberikan masukan bagi manajemen Maxim dan pengembang aplikasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pengguna.
Kata kunci: behavioral intention; effort expectancy; facilitating conditions; habit; performance expectancy; user satisfaction.
Abstract:Abstract: Man-in-the-Middle (MITM) attacks are a threat that can occur on public wireless networks, including campus Wi-Fi environments. This study aims to analyze MITM attacks on the Wi-Fi network at Universitas ‘Aisyiyah…
iyah Yogyakarta using the National Institute of Standards and Technology (NIST) digital forensics methodology. The study applied the four NIST phases: collection, examination, analysis, and reporting. The digital evidence analyzed included packet capture (PCAP) files, as well as digital traces such as browser history, cookies, and cache data obtained from the victim’s device. The analysis process utilized Wireshark, the SQLite Database Browser, and ChromeCacheView to identify suspicious activity and correlate the discovered digital traces. The results of the study show that the MITM attack was successfully reconstructed through the correlation of digital traces, leading to the identification of ARP spoofing and DNS spoofing originating from a device with the IP address 192.168.200.12 and the MAC address a0:47:d7:73:ef:fb. The correlation of digital traces in the victim’s network and system traffic revealed communication redirection and web access manipulation. This study concludes that the NIST method is capable of reconstructing MITM attacks and identifying digital evidence from activity traces on both the network and the system.
Keywords: ARP spoofing; digital forensics; DNS spoofing; MITM; NIST
Abstrak: Serangan Man-in-the-Middle (MITM) merupakan ancaman yang dapat terjadi pada jaringan nirkabel publik, termasuk lingkungan WiFi kampus. Penelitian ini bertujuan menganalisis serangan MITM pada jaringan WiFi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menggunakan metode forensik digital National Institute of Standards and Technology (NIST). Penelitian menerapkan empat tahapan NIST, yaitu collection, examination, analysis, dan reporting. Bukti digital yang dianalisis meliputi file packet capture (PCAP), jejak digital berupa history browser, cookies, dan cache yang diperoleh dari perangkat korban. Proses analisis menggunakan Wireshark, SQLite Database Browser, dan ChromeCacheView untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan serta mengorelasikan jejak digital yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan MITM berhasil direkonstruksi melalui korelasi jejak digital yang mengarah pada identifikasi ARP spoofing dan DNS spoofing dari perangkat dengan alamat IP 192.168.200.12 dan MAC address a0:47:d7:73:ef:fb. Korelasi jejak digital pada lalu lintas jaringan dan sistem korban menunjukkan adanya pengalihan komunikasi serta manipulasi akses web. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode NIST mampu merekonstruksi serangan MITM dan mengidentifikasi bukti digital dari jejak aktivitas pada jaringan maupun sistem.
Kata kunci: ARP spoofing; DNS spoofing; forensik digital; MITM; NIST
Abstract:Abstract: The advancement of smart agriculture has become a promising solution to increase food productivity and land use efficiency in urban environments. This research aims to develop an Artificial Intelligence (AI)-based…
sed vertical hydroponic farming system integrated with LED grow light technology and catfish aquaponics. The proposed system combines vertical hydroponics and aquaponics to optimize plant growth and water utilization. Internet of Things technology enables real-time environmental monitoring through an Arduino Uno microcontroller integrated with LDR, soil moisture, pH, and NPK sensors. The obtained sensor data is processed using the Mamdani Fuzzy Logic algorithm, which performs fuzzification, rule inference, aggregation, and defuzzification to generate adaptive control decisions for irrigation, nutrient circulation, and LED grow light intensity. This research uses the Research and Development (R&D) method through prototype development and performance evaluation for 30 days using spinach (Amaranthus spp.) and mustard greens (Brassica juncea) as test plants. Experimental results showed that the developed system successfully maintained stable environmental conditions, with soil moisture ranging between 69–72%, a pH value between 6.4 and 6.6, and optimal nutrient availability. Plant growth increased significantly. The integration of IoT, AI and aquaponics improves cultivation efficiency, enabling environmental control as a smart and sustainable solution for urban agriculture.
Keywords: artificial intelligence; aquaponic; hydroponic; LED grow light; vertical farming
Abstract: Kemajuan pertanian cerdas telah menjadi solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan produktivitas pangan dan efisiensi penggunaan lahan di lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pertanian hidroponik vertikal berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang terintegrasi dengan teknologi lampu tumbuh LED dan aquaponik ikan lele. Sistem yang diusulkan menggabungkan hidroponik vertikal dan aquaponik untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan pemanfaatan air. Teknologi Internet of Things memungkinkan pemantauan lingkungan secara real-time melalui mikrokontroler arduino uno yang terintegrasi dengan sensor LDR, kelembaban tanah, pH, dan NPK. Data sensor yang diperoleh diproses menggunakan algoritma Logika Fuzzy Mamdani, yang melakukan fuzzifikasi, inferensi aturan, agregasi, dan defuzzifikasi untuk menghasilkan keputusan kontrol adaptif untuk irigasi, sirkulasi nutrisi, dan intensitas lampu tumbuh LED. Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan (R&D) melalui pengembangan prototipe dan evaluasi kinerja selama 30 hari menggunakan bayam (Amaranthus spp.) dan sawi hijau (Brassica juncea) sebagai tanaman uji. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan berhasil mempertahankan kondisi lingkungan yang stabil, dengan kelembaban tanah berkisar antara 69–72%, nilai pH antara 6,4 dan 6,6, dan ketersediaan nutrisi yang optimal. Pertumbuhan tanaman meningkat secara signifikan. Integrasi IoT, AI dan aquaponik meningkatkan efisiensi budidaya, untuk pengendalian lingkungan sebagai solusi cerdas dan berkelanjutan untuk pertanian perkotaan.
Keywords: aquaponik; kecerdasan buatan; hidroponik; lampu tumbuh LED; pertanian vertikal
Abstract:Abstract: Digital technology has expanded the usage of mobile apps like M-Tix for movie ticket booking. The success of an app depends on its features, user experience, and technical acceptability. The User Experience Questionnaire…
stionnaire (UEQ) and Technology acceptability Model (TAM) will be used to examine how user experience affects technology acceptability and M-Tix application usage in Manokwari Regency. Quantitative methods were used with 149 respondents. SmartPLS 4 was used to analyse data using PLS-SEM. Researchers found that Hedonic Quality positively impacts Perceived Usefulness (β=0.288; p=0.005). Pragmatic Quality significantly impacts Perceived Ease of Use (β=0.651; p<0.001) and Usefulness (β=0.372; p=0.002). Additionally, Perceived Ease of Use (β=0.180; p=0.043) and Usefulness (β=0.453; p<0.001) favourably impact Behavioural Intention. However, Perceived Ease of Use does not substantially impact Perceived Usefulness (β=0.105; p=0.265). These data show that user experience is crucial to technological adoption and M-Tix application usage.
Keywords: m-tix; PLS-SEM; technology acceptance model (TAM); user experience; user experience questionnaire (UEQ).
Abstrak: Teknologi digital telah memperluas penggunaan aplikasi seluler seperti M-Tix untuk pemesanan tiket film. Keberhasilan suatu aplikasi bergantung pada fitur-fiturnya, pengalaman pengguna, dan penerimaan teknis. Kuesioner Pengalaman Pengguna (UEQ) dan Model Penerimaan Teknologi (TAM) akan digunakan untuk meneliti bagaimana pengalaman pengguna memengaruhi penerimaan teknologi dan penggunaan aplikasi M-Tix di Kabupaten Manokwari. Metode kuantitatif digunakan dengan 149 responden. SmartPLS 4 digunakan untuk menganalisis data menggunakan PLS-SEM. Peneliti menemukan bahwa Kualitas Hedonik berdampak positif pada Kegunaan yang Dirasakan (β=0,288; p=0,005). Kualitas Pragmatis berdampak signifikan pada Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan (β=0,651; p<0,001) dan Kegunaan (β=0,372; p=0,002). Selain itu, Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan (β=0,180; p=0,043) dan Kegunaan (β=0,453; p<0,001) berdampak positif terhadap Niat Perilaku. Namun, Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan tidak berdampak signifikan terhadap Kegunaan yang Dirasakan (β=0,105; p=0,265). Data ini menunjukkan bahwa pengalaman pengguna sangat penting untuk adopsi teknologi dan penggunaan aplikasi M-Tix.
Kata kunci: m-tix; PLS-SEM; technology acceptance model (TAM); user experience; user experience questionnaire (UEQ).
Abstract:Abstract: The assessment of PKH employees in Batu Bara Regency still requires an objective and measurable evaluation process to support performance decisions. Manual assessment can cause subjectivity and take more time,…
especially when several criteria must be considered. This study aims to apply the Simple Additive Weighting (SAW) method to the PKH employee assessment system in Batu Bara Regency. The criteria used in this assessment are attendance, teamwork, responsibility, communication, and length of service. The SAW method is applied by determining criteria weights, converting employee values, normalizing the decision matrix, and calculating preference values to obtain the final ranking. The results show that alternative A1, Rahmi Rizkya, obtained the highest score of 0.9504 and ranked first, while alternative A5, Toni Syahpradanadaely, obtained the lowest score of 0.4831. Based on these results, the SAW method can help the employee assessment process become more objective, structured, and useful as a reference for evaluating PKH employee performance.
Keywords: decision support system; PKH employee; simple additive weighting
Abstrak: Penilaian pegawai PKH Kabupaten Batu Bara membutuhkan proses evaluasi yang objektif dan terukur untuk mendukung pengambilan keputusan terhadap kinerja pegawai. Penilaian yang masih dilakukan secara manual dapat menimbulkan subjektivitas dan membutuhkan waktu lebih lama, terutama jika penilaian melibatkan beberapa kriteria. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) pada sistem penilaian pegawai PKH Kabupaten Batu Bara. Kriteria yang digunakan dalam penilaian meliputi kehadiran, kerja sama tim, tanggung jawab, komunikasi, dan masa kerja. Metode SAW diterapkan melalui penentuan bobot kriteria, konversi nilai pegawai, normalisasi matriks keputusan, serta perhitungan nilai preferensi untuk memperoleh hasil perankingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif A1 atas nama Rahmi Rizkya memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,9504 dan menempati peringkat pertama, sedangkan alternatif A5 atas nama Toni Syahpradanadaely memperoleh nilai terendah sebesar 0,4831. Berdasarkan hasil tersebut, metode SAW dapat membantu proses penilaian pegawai menjadi lebih objektif, terstruktur, dan dapat dijadikan acuan dalam evaluasi kinerja pegawai PKH.
Kata kunci: pegawai PKH; simple additive weighting; sistem pendukung keputusan