Abstract:Abstract: The government continues to adopt various technologies to ensure effective and efficient public services in the new normal era. This study discusses the use of the TELOS method in measuring the feasibility level…
l of e-government services through a review of five main feasibility dimensions, including technical feasibility, economic feasibility, legal feasibility, operational feasibility and schedule feasibility. This study identifies opportunities for developing village information system projects. The data collection process involved 15 users of e-government services. The results of this study indicate that based on the number of feasibility factors generated by the information system, it is 7.20 and is within the feasible threshold for development. The value of the system development risk obtained is quite low. It is necessary to add interactive features so that it can increase community participation in community services in the future.
Keywords: e-Government; feasibility Analysis; TELOS method;
Abstrak: Berbagai adopsi teknologi terus dilakukan pemerintah untuk menjamin pelayanan publik yang efektif dan efisien di era normal baru. studi ini membahas tentang Penggunaan Metode TELOS dalam pengukuran tingkat Kelayakan layanan e-government melalui peninjauan lima dimensi kelayakan utama antara lain kelayakan teknis, kelayakan ekonomis, kelayakan hukum, kelayakan operasional dan kelayakan jadwal. Studi ini mengidentifikasi peluang pengembangan proyek sistem informasi desa. Proses Pengumpulan data melibatkan 15 pengguna layanan e-government. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan jumlah factor kelayakan yang dihasilkan sistem informasi tersebut sebesar 7,20 dan berada dalam ambang batas layak untuk dikembangkan. Nilai resiko pengembangan sistem yang diperoleh cukup rendah sehingga perlu adanya penambahan fitur-fitur yang bersifat interaktif untuk dapat meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap layanan kemasyarakatan dimasa mendatang.
Kata kunci: Analisis Kelayakan; e-Government; Metode TELOS
Abstract:Abstract: Geographic Information System (GIS) is an information technology that functions to collect, manage, store, and present all data related to the geographical conditions of an area that develops online. Many agencies…
ies or companies have not implemented geographic information system technology to obtain the necessary information, one of which is the Simalungun Regency Agriculture Service. The Agriculture Service of Simalungun Regency still does not have a system to utilize rice farming land; it is difficult to find information on rice farming land. The distance of rice farming land is very far. Given the various problems that exist, the purpose of making a Geographic Information System (GIS) can help the Simalungun Regency Agriculture Service in carrying out data processing, to improve performance in uniting agricultural land to be more efficient and effective, and make it easier to obtain information or access to agricultural land data. Paddy. The design of this system uses the waterfall method, which includes software requirements analysis, design, program code generation, testing, support, or maintenance. The results obtained with this system will allow users to see various rice farming lands in Ujung Padang District, Simalungun Regency, accompanied by village names, addresses, number of farmers, harvest production, coordinate points, and website-based agricultural land location routes. Keywords: geographic information system (GIS); mapping; rice farming land
Abstrak: Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu teknologi informasi yang berfungsi untuk mengumpulkan, mengelola, menyimpan, dan menyajikan segala data yang berkaitan dengan kondisi geografis suatu wilayah yang berkembang secara online. Banyak berbagai instansi atau perusahaan yang belum menerapkan teknologi sistem informasi geografis untuk memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, salah satunya Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun. Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun masih belum memiliki sistem yang dapat memetakan lahan pertanian padi, sulitnya dalam mengetahui informasi lokasi lahan pertanian padi, jarak tempuh ke lahan pertanian padi yang sangat jauh. Dengan adanya berbagai permasalahan yang ada maka tujuan dibuatnya Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat membantu Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun dalam melakakukan pengolahan data, untuk meningkatkan kinerja dalam memantau lahan pertanian padi menjadi lebih efesien dan efektif, dan mempermudah dalam memperoleh informasi atau akses terhadap data lahan pertanian padi. Perancangan sistem ini menggunakan metode waterfall yang meliputi analisis kebutuhan perangkat lunak, desain, pembuatan kode program, pengujian, pendukung atau pemeliharaan. Hasil yang diperoleh dengan adanya sistem ini nantinya pengguna dapat melihat berbagai lahan pertanian padi yang ada di Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun yang disertai dengan nama desa, alamat, jumlah petani, produksi panen, titik koordinat, dan rute ke lokasi lahan pertanian padi yang berbasis website.
Kata kunci: lahan pertanian padi; pemetaan; sistem informasi geografis (SIG)
Abstract:Abstract: Netflix's success cannot be separated from its investment in building a strong digital industry in its business, including in creating relationships with its customers through social media. Netflix is here and…
becomes a good listener to understand the prevailing pop culture with a variety of interesting content that has been adapted to the data they have regarding the behaviour of their subscribers so that it can be well received by the wider community. This article is explained further in the form of a descriptive analysis of how Netflix, a company that undergoes many transformations, ultimately utilizes social media to build relationships with its customers. It begins with collecting various data relevant to the topic and research title to be presented in a complete presentation through literature studies referred to as sequence data. In the end, it was concluded that Netflix is one of the companies that are indeed successful in using social media as one of their strategies to form a good close relationship with its users, Netflix also maximizes the user data they have such as what customers like and what they don't. which helps Netflix understand each user's behaviour.
Keywords: digital; netflix; social media
Abstrak: Kesuksesan Netflix tidak dapat dilepaskan dari investasi mereka dalam membangun industri digital yang kokoh dalam bisnisnya termasuk dalam menciptakan hubungan dengan para pelanggannya melalui sosial media. Netflix hadir dan menjadi pendengar yang baik untuk memahami kultur pop yang berlaku dengan berbagai konten menarik yang telah disesuaikan dengan data yang mereka miliki terkait perilaku pelanggannya sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Dalam artikel ini, dijelaskan lebih lanjut dalam bentuk analisis deskriptif bagaimana Netflix sebagai sebuah perusahaan yang banyak melakukan transformasi yang pada akhirnya memanfaatkan sosial media untuk menjalin hubungan dengan para pelanggannya. Diawali dengan melakukan pengumpulan berbagai data yang relevan dengan topik dan judul penelitian untuk disajikan menjadi sebuah pemaparan yang utuh melalui kajian-kajian pustaka yang disebut sebagai data sequence. Pada akhirnya, didapatkan kesimpulan bahwa Netflix merupakan salah satu perusahaan yang memang berhasil dalam menggunakan sosial media sebagai salah satu strategi mereka untuk membentuk hubungan kedekatan yang baik dengan para penggunanya, Netflix juga memaksimalkan data pengguna yang mereka miliki seperti apa yang pelanggan sukai dan apa yang tidak pelanggan sukai, yang menunjang Netflix dalam memahami perilaku masing-masing pengguna.
Kata kunci: digital; media sosial; netflix
Abstract:Abstract: Along with the development of information technology, the way people listen to music also changed with the emergence of many music streaming applications. The user experience of an application plays an important…
t role in attracting and retaining application users. Therefore, this study has goal to compare the music steaming applications’ user experience of the Joox and Spotify by using User Experience Questionnaire (UEQ) method. There are 6 scales assessed by UEQ, including attractiveness, perspicuity, efficiency, dependability, stimulation, and novelty. Data was collected by distributing online questionnaires and obtained as many as 104 responses that could be processed. The results show that both applications have positive impressions which are indicated by the average value of each scale greater than 0.8. This indicates that these two applications are considered quite fun, effective, easy to understand, and innovative. However, the comparison’ results show that between Spotify and Joox is not significantly different, with Spotify scores slightly better than Joox.
Keywords: music streaming application; user experience; user experience questionnaire
Abstrak: Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, cara masyarakat mendengarkan musik juga mengalami perubahan dengan munculnya banyak aplikasi streaming musik. User experience suatu aplikasi berperan penting untuk menarik dan mempertahankan pengguna aplikasi. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk membandingkan user experience dari aplikasi streaming musik Joox dan Spotify dengan metode User Experience Questionnaire (UEQ). Terdapat 6 skala yang dinilai oleh UEQ yaitu daya tarik, kejelasan, efisiensi, ketepatan, stimulasi, dan kebaruan. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring dan diperoleh sebanyak 104 jawaban yang bisa diolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua aplikasi memiliki impresi positif yang ditandai dengan nilai rata-rata setiap skala lebih besar dari 0.8. Artinya kedua aplikasi ini dinilai cukup menyenangkan, efektif, mudah dipahami, dan inovatif. Meskipun demikian, hasil perbandingan menunjukkan bahwa perbedaan antara Spotify dan Joox tidak terlalu signifikan, dengan nilai Spotify sedikit lebih unggul daripada Joox.
Kata kunci: aplikasi streaming musik; pengalaman pengguna; user experience questionnaire
Abstract:Abstract : Directorate General of State Assets West Kalimantan Regional Office each year has a work program provided by the central DJKN that must be completed, The work program is carried out with the target set by the…
central DJKN. DJKN has a standard method in measuring each work plan program, namely using the Balanced Scorecard method, But in its application there are still many processes in measuring and monitoring plans that are done manually so that business processes are carried out for a long time and are ineffective and without an information system, the monitoring process cannot be done in real time anywhere and anytime so that some work plans are late accordingly. with targets that will directly affect performance. This study aims to cut the manual business process by using a website-based performance monitoring and measurement system so that it is hoped that the performance monitoring process can be carried out optimally in real time and easily. The results of this research are in the form of a website-based performance monitoring and measurement system that has been tested for system functionalities and system interfaces by obtaining results according to each functional system and system interface available and testing for users at the Directorate General of State Assets West Kalimantan Regional Office obtaining a percentage of 88.55 % .
.
Keywords : Balanced Scorecard ; DJKN ; Monitoring ; Performance Measurement
Abstract : Directorate General State Assets (DGST ) West Kalimantan Regional Office every year year have a given work program by the central DJKN which must completed , work program implemented with the target that has been set by the central DJKN . DJKN has standard method in measure every program plan work that is use the Balanced Scorecard method, but in implementation still many processes in measure and monitoring plan work done manually so that the business processes that are run eat long time and no effective as well as without existence system information make the monitoring process not can done by realtime everywhere and any time so that make a number of plan work late no in accordance with a target that direct will influence performance . Study this aim cut those manual business processes with use monitoring system and measurement performance web -based so that expected performance monitoring process could done by maximum with easy and realtime , Results study this in the form of monitoring system and measurement performance based on a website that has been tested functional system and interface system with get results in accordance will every functional system and interface existing system _ and testing to users at the West Kalimantan Regional Office DJKN get results percentage 88.55%.
Keywords: Balanced Scorecard ; DJKN ; Monitoring ; Performance Measurement
Abstract:Abstract: lThis study describes the INLA Goes to School Gymnastics activities which have temporarily not been running for a year due to the pandemic. Therefore, this study makes analysis and design which will later be made…
de into applications for further research so that INLA goes to school Gymnastics activities can be carried out again during a pandemic and after a pandemic. lAugmented Reality is a technology that allows users to see a combination of real and virtual objects in a real environment and run in real time or realtime. lIn this study, the author makes a 3-dimensional animation design to make it look more attractive and increase interest in using the INLA Goes to School Augmented Reality Gymnastics application. The INLA Goes to School Gymnastics Application Based on Augmented Reality was created using the Unity application and in the animation stage using the Blender application.
Keywords: analysis; Android; application; augmented reality; INLA
Abstrak: 1Penelitian ini mendeskripsikan tentang kegiatan Senam INLA Goes to School yang sementara belum berjalan selama setahun dikarenakan oleh pandemi. Maka dari itu penelitian ini membuat Analisa dan desain yang nantinya akan dibuatkan aplikasi dipenelitian selanjutnya agar kegiatan Senam INLA goes to school dapat dilakukan kembali disaat pandemic dan sesudah pandemi. Augmented Reality merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna melihat gabungan benda nyata dan maya di lingkungan yang nyata dan berjalan pada waktu yang nyata atau realtime. 1lDalam penelitian ini, dapat membuat desain animasi 3 dimensi agar tampilan lebih menarik dan menambah minat dalam penggunaan aplikasi Augmented Reality Senam INLA Goes to School. 1Aplikasi Senam INLA Goes to School Berbasis Augmented Reality ini dibuat dengan menggunakan aplikasi Unity dan dalam tahap animasi menggunakan aplikasi Blender.
Kata kunci: analisis; android; aplikasi; augmented reality; INLA
Abstract:Abstract: The reporting system for the use of Information and Communication Technology (ICT) facilities in the Labuhanbatu University Campus still uses a simple method. As a result, the Head of the Communication Center,…
Technicians and Users of ICT facilities have difficulty in dealing with problems that arise. The purpose of this research is to build a more effective and efficient problem reporting system. The system built is a Web-based IT-Helpdesk Information System by implementing a Ticketing System. The method used in developing this system is the System Development Life Cycle with the Waterfall model. While the modeling language used in the design is Unified Modeling Language (UML). System testing is done by applying the Blackbox Testing method. After going through the implementation and testing stages, the IT-Helpdesk system can work more effectively and efficiently in responding to problem reports sent by users. With the IT-Helpdesk, Admins and Users can track the process of working on the problem until it is finished. Admin is also facilitated in documenting reports, both in the form of a diagram display, or in the form of a document file that can be downloaded.
Keywords: blackbox testing; IT-helpdesk; information system; ticketing system; UML
Abstrak: Sistem pelaporan masalah penggunaan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Lingkungan Kampus Universitas Labuhanbatu masih menggunakan cara sederhana. Akibatnya, Kepala Puskom, Teknisi dan Pengguna fasilitias TIK mengalami kesulitan dalam menangani masalah yang muncul. Tujuan dari penelitian ini untuk membangun sebuah sistem pelaporan masalah yang lebih efektif dan efisien. Sistem yang dibangun adalah Sistem Informasi IT-Helpdesk berbasis Web dengan menerapkan Ticketing System. Metode yang digunakan dalam mengembangkan sistem ini adalah System Development Life Cycle dengan model Waterfall. Sedangkan bahasa pemodelan yang digunakan pada perancangan adalah Unified Modeling Language (UML). Pengujian sistem dilakukan dengan menerapkan metode Blackbox Testing. Setelah melalui tahapan implementasi dan pengujian, sistem IT-Helpdesk dapat bekerja lebih efektif dan efisien dalam merespons laporan masalah yang dikirim oleh User. Dengan adanya IT-Helpdesk, Admin dan User dapat melakukan tracking terhadap proses pengerjaan masalah sampai selesai. Admin juga dimudahkan dalam mendokumentasikan laporan, baik dalam bentuk tampilan diagram, maupun dalam bentuk file dokumen yang dapat diunduh.
Kata kunci: blackbox testing; IT-helpdesk; sistem informasi; ticketing system; UML
Abstract:Abstract: Labuhanbatu Regency is a district that has many Vocational High Schools (SMK) which are very attractive to the community. Because each Vocational High School has its own vocational fields, for example Health, Automotive,…
utomotive, Offices, and others. The existence of this Geographic Information System makes it easy for users to find Vocational High School routes. Vocational High Schools are schools that make students or prospective students even more skilled. In making this Geographic Information System requires Systems Development Life Cycle to analyze gradually, and Webgis to display maps as well as GPS to ascertain the location of the earth's surface and use UML design such as activity diagrams, sequence diagrams, and usecase. There is also a waterfall method in making this Geographic Information System such as its analysis, implementation, design, maintenance and also the testing phase. The Testing Phase uses the BlackBox to test the system whether it is running well or not and is suitable for use by users.
Keywords: BlackBox Testing; Geographic Information System; Google Maps; GPS; UML; Vocational High School
Abstrak: Kabupaten Labuhanbatu termasuk kabupaten yang memiliki banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sangat diminati masyarakat. Karena setiap SMK memiliki kejuruan masing-masing dalam bidangnya misalkan Kesehatan, Otomotif, Perkantoran, dan lain-lain. Adanya Sistem Informasi Geografi ini memudahkan para pengguna untuk mencari rute Sekolah Menengah Kejuruan. Sekolah Menengah Kejuruan adalah sekolah yang menjadikan para siswa atau calon siswa lebih trampil lagi. Dalam pembuatan Sistem Informasi Geografi ini memerlukan Systems Development Life Cycle menganalisis secara bertahap, dan Webgis untuk menampilkan peta juga GPS untuk memastikan letak permukaan bumi dan menggunakan Perancangan UML seperti activity diagram, sequence diagram, dan usecase. Terdapat juga Metode waterfall dalam membuat Sistem Informasi Geografi ini seperti analisanya, implementasi, desain, pemeliharaan dan juga tahap pengujian. Tahap Pengujian menggunakan BlackBox untuk menguji Sistem apakah berjalan baik atau tidak dan sudah layak digunakan bagi pengguna.
Kata kunci: Sekolah Menengah Kejuruan; GPS; Peta Google; Sistem Informasi Geografi; Uji BlackBox; UML
Abstract:Abstract: Interior design is currently growing. This can be seen from the various designs in each building. Each design has different characteristics and shapes. The problem that is often experienced by users is the lack…
of user knowledge in the field of interior design so that after the design is finished, the user is not satisfied with the results of the interior design. The main objective of this research is a decision making system in selecting interior designs according to user needs by paying attention to criteria such as design form, design size, material and quality. The method of selecting interior design using the Mamdani method. The mamdani method is very suitable in calculating the output value of each criterion value and the end result becomes the reference value in making a decision. The resulting system is in the form of design selection criteria according to user needs. Thus the results of this study get an Output value of 427,368 which is in the range with the value considered. Keywords: fuzzy inference system; interior design; mamdani method; software matlab.
Abstrak: Desain Interior saat ini semakin berkembang, Hal ini bisa dilihat dari berbagai desain pada setiap bangunan. Setiap desain memiliki karakteristik dan bentuk yang berbeda beda. Permasalahan yang sering dialami pengguna yaitu kurangnya pengetahuan pengguna dibidang desain interior sehingga setelah desain selesai dikerjakan pengguna tidak Puas dengan hasil desain interior. Tujuan utama penelitian ini berupa Sistem pengambilan keputusan dalam pemilihan desain interior sesuai dengan kebutuhan pengguna dengan memperhatikan kriteria seperti Bentuk Desain, ukuran desain, bahan dan Kualitas. Metode pemilihan Desain interior menggunakan metode Mamdani. Metode mamdani sangat cocok dalam menghitung nilai output dari masing masing nilai kriteria dan hasil akhirnya menjadi nilai acuan dalam pengambilan sebuah Keputusan. Sistem yang dihasilkan berupa kriteria pemilihan desain sesuai kebutuhan pengguna. Dengan demikian Hasil penelitian ini mendapatkan nilai Output sebesar 427.368 yang berada pada range dengan nilai dipertimbangkan.
Kata kunci: desain interior; fuzzy inference system; metode mamdani; software matlab.
Abstract:Abstract: The background of this research is that some of the risks of using technology that are classified as dangerous are often ignored by users of the monitoring system for learning activities at private universities…
so that there are several obstacles such as not being able to open the system because the system is hacked by irresponsible parties, the computer network used is often disrupted so that hampers the operational process, and the level of computer security is still relatively weak. This study aims to measure the likelihood of threats and risk impacts on the teaching and learning activity monitoring system and to provide recommendations for risk control of security problems that could become a threat that causes losses to universities. The framework used as a tool to measure the level of threat and risk impact is to use the NIST Special Publication 800-30r-1 framework. The framework of the NIST Special Publication 800-30r-1 has nine phases in carrying out risk assessments, namely introduction of system characteristics, recognition of threats, recognition of vulnerabilities, analysis of handling systems, determining likelihood, determining impact, risk determination, recommending control and determination of results. There are six risk assessment systems for monitoring learning activities at private universities, two of which are high so they are classified as very dangerous and the rest are moderate. The results of this study are used as a reference in making risk control standard documents as a form of improving the quality of a private university.
Keywords: Monitoring System; NIST Spesial Publication 800-30r1; Risk Assessment.
Abstrak: Latarbelakang penelitian ini adalah resiko penggunaan teknologi yang tergolong berbahaya sering tidak dihiraukan oleh pengguna sistem monitoring kegiatan belajar pada perguruan tinggi swasta sehingga terjadi beberapa kendala seperti tidak bisa membuka sistem karena sistem diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, jaringan komputer yang digunakan sering terganggu sehingga menghambat proses operasional, serta tingkat keamanan komputer yang masih tergolong lemah. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu mengukur seberapa besar kemungkinan terjadi ancaman dan dampak resiko terhadap sistem monitoring kegiatan belajar mengajar serta memberikan rekomendasi pengendalian resiko dari permasalahan keamanan yang bisa menjadi suatu ancaman yang menimbulkan kerugian pada perguruan tinggi. Framework yang digunakan sebagai alat untuk mengukur tingkat ancaman dan dampak resiko adalah menggunakan kerangka kerja NIST Special Publication 800-30r-1. Kerangka kerja NIST Special Publication 800-30r-1 ini mempunyai sembilan fase dalam melakukan penilaian resiko yaitu pengenalan karakteristik sistem, pengenalan ancaman, pengenalan kerentanan, analisis penanganan sistem, menentukan kemungkinan terjadi (likelihood), menentukan dampak (impact), risk determination, merekomendasikan pengendalian dan penetapan hasil. Penilaian resiko sistem monitoring kegiatan belajar pada perguruan tinggi swasta ada enam resiko yang dua diantaranya termasuk tinggi sehingga digolongkan sangat berbahaya dan selebihnya termasuk sedang. Hasil dari penelitian ini digunakan sebagai acuan dalam pembuatan dokumen standar pengendalian resiko sebagai bentuk peningkatan mutu suatu perguruan tinggi swasta.
Kata kunci: NIST Spesial Publication 800-30r; Penilaian Resiko; Sistem Monitoring