Abstract:The topic of this research is Human Resources. This study aims to determine the effect of job engagement (X1), job satisfaction (X2), and work motivation (X3) on employee performance (Y) at PT. AJS Indoraya Nusantara in…
Balikpapan. Data were collected using a questionnaire administered to all 34 employees. The analysis tool used was multiple linear regression with the help of SPSS software.All questions were found to be valid and reliable. A multiple regression analysis was then conducted, and the results showed that X1, X2, and X3 had a significant effect, both partially and simultaneously.
From the resulting regression equation, Y = 5.528 + 0.475 X1 + 0.278 X2 + 0.225 X3, it can be seen that the independent variable, work engagement (X1), is the most influential variable on employee performance (Y) compared to job satisfaction (X2) and work motivation (X3).
Abstract:Laju Sedimentasi Eritrosit (LED) merupakan salah satu pemeriksaan hematologi yang banyak digunakan sebagai indikator nonspesifik untuk mendeteksi peradangan atau penyakit tertentu. Jenis antikoagulan yang digunakan dalam…
sampel darah dapat memengaruhi hasil LED. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai LED antara sampel darah vena yang menggunakan antikoagulan Asam Etilendiamintetraasetat (EDTA) dan antikoagulan natrium sitrat 3,8%. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling yang melibatkan 33 responden di Laboratorium Patologi Klinik Politeknik Indonusa Surakarta. LED diukur menggunakan metode Westergren standar, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai LED rata-rata pada sampel dengan antikoagulan EDTA adalah 18 mm/jam, sedangkan pada sampel dengan natrium sitrat 3,8% memiliki nilai rata-rata 14 mm/jam. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p = 0,000; p < 0,05), sehingga menunjukkan bahwa jenis antikoagulan berpengaruh secara bermakna terhadap hasil LED. Secara keseluruhan, EDTA cenderung menghasilkan nilai LED yang lebih tinggi dibandingkan dengan natrium sitrat 3,8%. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan antikoagulan dalam pengujian LED dan menekankan perlunya standardisasi dalam praktik laboratorium. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk membandingkan antikoagulan lain dan mengevaluasi metode LED otomatis guna mendapatkan wawasan yang lebih komprehensif.
Abstract:Penelitian ini menyoroti krisis integritas kepemimpinan yang melanda Indonesia dan gereja, yang kerap dipengaruhi oleh adopsi model kepemimpinan sekuler yang pragmatis serta mengabaikan spiritualitas Alkitabiah. Walaupun…
keteladanan Yesus menjadi acuan utama, kajian teologis khusus tentang integritas spiritual kepemimpinan-Nya dalam Injil Matius masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis integritas spiritual Yesus dalam Injil Matius serta menggali implikasinya bagi kepemimpinan Kristen di Indonesia, khususnya bagi guru Pendidikan Agama Kristen dan pemimpin gereja. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur serta eksegesis historis-gramatikal dan teologis terhadap Injil Matius. Hasil penelitian mendefinisikan integritas secara holistik sebagai kesatuan identitas diri, keaslian hidup, keberanian moral, kedekatan dengan Allah, dan kompetensi praktis. Integritas ini berakar pada relasi dengan Allah dan menuntut keselarasan antara perkataan, tindakan, serta kehendak-Nya. Kepemimpinan Kristen dipahami bukan sekadar kapasitas manusiawi atau posisi, melainkan panggilan ilahi yang menuntut visi rohani, integritas, dan pelayanan kasih. Empat kualifikasi integritas kepemimpinan Yesus yang ditemukan adalah: (1) Kepemimpinan melalui kehidupan doa yang tekun sebagai dasar ketergantungan total pada Allah dan ketaatan kepada kehendak-Nya; (2) Kepemimpinan sesuai tuntunan Roh Kudus sebagai sumber wibawa dan kuasa yang bersumber dari pengurapan ilahi; (3) kepemimpinan berdasarkan kebenaran firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi, sumber kebenaran, inspirasi, hikmat, dan pendoman kehidpan; dan (4) kepemimpinan berkarakter ilahi yang nyata melalui kasih agape, kerendahan hati, belas kasihan, kejujuran, ketulusan, serta penolakan terhadap kemunafikan. Kesimpulannya, integritas kerohanian merupakan pilar fundamental yang menyatukan kedalaman spiritualitas dengan kredibilitas praktis, sekaligus memberikan kerangka teologis yang kokoh untuk membangun kepemimpinan Kristen yang otentik dan transformatif di tengah krisis integritas.
Abstract:The accuracy of disease diagnosis coding is an important indicator in the management of medical records and health service claims. This study aims to determine the percentage of accuracy in coding pneumonia diagnoses based…
ed on ICD-10 according to the 2023 National Medical Practice Guidelines (PNPK) at Udayana Hospital II in Denpasar. The research method used was quantitative descriptive with a total sampling approach of 72 medical records of pneumonia patients during the period from October 1, 2024, to December 31, 2024. The research instrument was a checklist for assessing the accuracy of diagnosis codes based on the provisions of ICD-10 and PNPK Pneumonia 2023. The results showed that 51 files (70.8%) were coded accurately, while 21 files (29.2%) were coded inaccurately. The inaccuracy in coding was due to a lack of supporting tests, such as microbiological tests, as well as the excessive workload of the coders. These findings indicate the need for an analysis of coders' workload to measure the effectiveness and efficiency of their tasks, time management, and priorities. This study is expected to serve as evaluation material to improve the quality of service and efficiency of hospital administration.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan sumber daya manusia (SDM) terhadap kinerja karyawan di PT Perkebunan Nusantara IV Regional I. Pengembangan SDM mencakup motivasi, kepribadian, dan keterampilan,…
lan, sedangkan kinerja karyawan diukur melalui kualitas, kuantitas, waktu, biaya, pengawasan, dan hubungan antar karyawan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel jenuh, yakni 30 karyawan tetap bagian SDM & Sistem Manajemen. Data diperoleh melalui observasi dan kuesioner, lalu dianalisis dengan regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan SDM berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, ditunjukkan oleh nilai t hitung 5,872 > t tabel 1,699 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya, semakin baik program pengembangan SDM maka semakin meningkat pula kinerja karyawan. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan terus meningkatkan pelatihan, memberikan apresiasi, dan mengembangkan keterampilan karyawan guna mendorong produktivitas secara berkelanjutan.
Abstract:Tinjauan terhadap lima belas penelitian meneliti integrasi nilai-nilai Pancasila (kerja sama, toleransi, dan tanggung jawab sosial) dalam studi sosial SMP di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pedagogik kontekstual,…
kstual, berbasis proyek, berbasis masalah, dan kolaboratif secara efektif menumbuhkan nilai-nilai ini. Pembelajaran aktif, yang menggabungkan keterlibatan masyarakat dan aksi sosial, secara signifikan meningkatkan kerja sama, toleransi, dan keterlibatan warga negara siswa. Penelitian ini sangat menyarankan adanya hubungan positif antara nilai-nilai Pancasila yang terintegrasi dan peningkatan pengembangan sosial-emosional, yang mencakup manajemen emosi dan keterampilan interpersonal. Meskipun terdapat tantangan seperti pelatihan dan sumber daya guru yang tidak memadai, Kurikulum Merdeka memberikan peluang untuk perbaikan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan profesional guru yang terarah, sumber daya yang relevan secara kontekstual, dan praktik pembelajaran reflektif untuk mendorong internalisasi nilai yang lebih dalam, yang pada akhirnya mendorong kewarganegaraan yang bertanggung jawab dan terlibat.
Abstract:Based on the research results, the research results show that ethical leadership supports the adoption of positive behavior by employees and overall improves organizational performance. This approach emphasizes the ethical…
al dimension of leadership in the context of management, with a focus on improving leader values, ethical traits and ethical behavior within the organization. Aspects such as Telling, Selling, Participating & Delegating are considered key elements in ethical leadership . The method used is multiple regression analysis, an analysis method used to evaluate the relationship between one dependent variable (bound) with one or more independent variables (free/explanatory). This analysis aims to predict the value of the dependent variable by considering changes in the value of the independent variable. In addition, multiple regression analysis helps in determining the direction of the relationship between the dependent variable and the independent variable, whether the correlation is positive or negative. The regression equation formula for two dependent and independent variables . The tests used are classical assumption tests, hypothesis tests and data quality tests. The sample is determined by taking a representation of the population that is predicted to represent the entire population. The sample in this study were employees at the PT. Perkebunan Nusantara (Persero) I Office Regional I . Determination of samples for employees of PT. Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional I was carried out using the Saturated Sampling method . The results of the study showed that X1 telling t count -1.113 < t table 5.409 and significance 0.316 > 0.05 (no effect). X2 selling t count -0.365 < t table 5.409 and significance 0.730 > 0.05 (no effect). X3 participation t count 8.090 > t table 5.409 and significance 0.010 < 0.05 (influential). X4 delegation t count 9.320 > t table 5.409 and significance 0.000 < 0.05 (influential). The results of the simultaneous significance test of the F test are f count 6.076 > f table 5.409 and the prob (F-statistic) is 0.0000 < 0.05. H0 : β1 = β2 = • • • = βk = 0 This means that the independent variable has an overall influence/relationship on the dependent variable
Abstract:The present article examines the influence of the thought of KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) on the formation of postcolonial discourse in the context of Islam Nusantara. In the postcolonial context, the Islamic construction…
tion of the Archipelago is inextricably linked to colonial epistemological legacies and the hegemony of external cultures, particularly Arabic. Gus Dur’s thought process can be understood as a deconstructive effort against the dichotomy between “pure” and “local” Islam that was created by colonial powers and puritan movements. It is evident that Gus Dur’s rejection of the uniformity of Arab culture as the sole representation of Islam was underpinned by a sharp critique of arabisation. As an alternative, he proffered the concept of Islamic pribumisation, defined as the adjustment of Islamic expression to local cultural values without sacrificing the substance of the teachings. Furthermore, Gus Dur placed significant emphasis on the necessity of contextualising Islamic teachings, emphasising the importance of re-evaluating Islamic values in accordance with the prevailing social and cultural dynamics of Indonesian society. It is asserted that an approach of this nature will engender the concepts of pluralism and tolerance, which will in turn serve as the primary foundations upon which religious life is to be constructed. The present study employs a qualitative approach, utilising critical discourse analysis of Gus Dur’s ideas and relevant supporting literature. The findings demonstrate that Gus Dur’s thought plays a significant role in formulating the paradigm of Islam Nusantara. This paradigm is characterised by its responsiveness to local realities, its transcendence of religious formalism, and its rehabilitation of cultural dignity as an integral part of Islamic expression. Consequently, the thought of Gus Dur constitutes a significant contribution to the development of a plural, humanist and contextual Islamic civilisation.
Abstract:Prevalensi merokok pada remaja usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2% dari tahun 2013 menjadi 9,1% pada 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan prilaku merokok pada remaja SMA…
Mensiku. Metodelogi dalam penelitian ini adalaha kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024, sample berjumlah 180 siswa/siswi di SMA Mensiku. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga p value (0,002), pengaruh teman sebaya p value (0,000), dan pengaruh media elektronik p value (0,000). Perlunya media promosi seperti poster dan peraturan dilarang merokok pada remaja untuk mencegah remaja merokok.
Abstract:Ekonomi hijau merupakan pendekatan strategis untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan sosial. Dalam konteks ini, kebijakan publik memegang peranan…
eranan penting dalam mendorong transisi menuju ekonomi hijau melalui regulasi, insentif fiskal, dan program pembangunan berkelanjutan. Selain itu, pendidikan kewirausahaan hijau menjadi aspek krusial dalam membangun kesadaran dan keterampilan bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha yang ramah lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan. Artikel ini mengkaji keterkaitan antara ekonomi hijau, kebijakan publik, dan pendidikan kewirausahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengidentifikasi berbagai kebijakan yang telah diterapkan di berbagai negara, tantangan dalam penerapannya, serta peran pendidikan dalam membentuk pola pikir wirausahawan hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpaduan antara kebijakan adaptif dan pendidikan kewirausahaan berkelanjutan dapat menjadi katalisator dalam mengakselerasi transformasi ekonomi hijau. Selain itu, dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun sektor swasta, sangat penting agar kebijakan ekonomi hijau dapat berjalan efektif. Dengan demikian, integrasi kebijakan publik dan pendidikan kewirausahaan hijau menjadi kunci terciptanya ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan inklusif di era ekonomi hijau.