Search Articles & Publications

Showing 4530 articles found for "Tujuan"

SENTIMENT ANALYSIS USING NAIVE BAYES ALGORITHM CASE STUDY ON AMAZON E-COMMERCE PRODUCT REVIEWS

Rahman, Erik, Namora, Namora, Anas, Lukman
Abstract: Analisis sentimen adalah proses mengidentifikasi dan mengklasifikasikan opini dalam teks menjadi kategori tertentu seperti positif, negatif, atau netral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen ulasan produk… pada platform e-commerce menggunakan algoritma Naive Bayes. Dataset ulasan produk diambil dari Kaggle, terdiri dari ribuan ulasan dengan label sentimen. Metodologi mencakup tahap preprocessing teks, ekstraksi fitur menggunakan teknik TF-IDF, dan penerapan algoritma Naive Bayes untuk klasifikasi sentimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Naive Bayes memberikan akurasi sebesar 94%, membuktikan kemampuannya dalam analisis sentimen dengan dataset teks pendek

AUTOMATIC SPEECH RECOGNITION (ASR) BASED ON PROGRESSIVE WEB APPS TO DEVELOP PRONUNCIATION LEARNING

Iqbal, Muhammad
Abstract: Abstract: Good pronunciation plays a crucial role in enhancing students' confidence, encouraging active participation in learning, and preparing them for academic and professional opportunities, such as English-language… interviews. Poor pronunciation during scholarship or job interviews can hinder the interviewer's understanding, thereby reducing the chances of acceptance. This study aims to improve students' pronunciation fluency and develop a learning medium based on Automatic Speech Recognition (ASR) technology. The method employed involves the development of Progressive Web Apps (PWA) integrated with ASR technology from the app.lumi.education platform, supported by manual labeling for pronunciation validation. The research was conducted at LKP Vijaya Learning Centre, Tanjungbalai City. The results demonstrate that ASR-based media significantly enhances students' pronunciation accuracy and confidence. Thus, the integration of ASR technology into PWA effectively supports innovative and efficient pronunciation learning.             Keywords: automatic speech recognition; language learning; pronunciation; web-based application.    Abstrak: Pengucapan yang baik berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa, mendorong partisipasi aktif dalam pembelajaran, dan mempersiapkan mereka menghadapi peluang akademik maupun profesional, seperti wawancara berbahasa Inggris. saat menghadapi wawancara beasiswa atau pekerjaan berbahasa Inggris, pengucapan yang buruk dapat mengurangi pemahaman pewawancara, sehingga mengurangi peluang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran pengucapan siswa dan mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi Automatic Speech Recognition (ASR). Metode yang digunakan adalah pengembangan Progressive Web Apps (PWA) yang terintegrasi dengan ASR dari aplikasi app.lumi.education, didukung oleh pelabelan manual untuk validasi pengucapan. Penelitian dilakukan di LKP Vijaya Learning Centre, Kota Tanjungbalai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media berbasis ASR secara signifikan meningkatkan akurasi pengucapan dan kepercayaan diri siswa. Dengan demikian, integrasi teknologi ASR dalam PWA terbukti mendukung pembelajaran pengucapan secara inovatif dan efisien. Kata kunci: aplikasi berbasis web; pengenalan suara otomatis; pembelajaran bahasa; pengucapan

MOBILE APPLICATION DESIGN TO PROMOTE CULTURAL TOURISM IN WEST SUMBA

Rangga, Andreas Ariyanto, Dapadeda, Ardiyanto
Abstract: Abstract: West Sumba Regency has many traditional villages, local dances and bu-daya festivals that can be seen as cultural tourist attractions. This is indicated by the increasing number of people visiting cultural tourist… ist attractions in West Sumba. However, there are still few promotional and information services available for tourists related to cultural tourism to visit, such as location information, events and access to cultural tourism spots in West Sumba. Therefore, the purpose of this research is to create a mobile phone-based application that can promote bu-culture tourism in West Sumba Regency. The specific objective is to create a platform that makes it easy for tourists to explore and understand the cultural richness and cultural tourism destinations of West Sumba. This research uses a user-centered design (UCD) approach to create a successful mobile application. This application will help tourists get information about cultural tourism destinations in West Sumba. In addition, the app has additional features, such as maps, traditional villages, local dances, cultural festivals, event schedules and travel agents.   Keywords: Cultural Tourism; Design; Mobile Apps; west sumba   Abstrak: Kabupaten Sumba Barat memiliki banyak kampung adat, tarian lokal, dan festival budaya yang dapat dilihat sebagai tempat wisata budaya. Ini ditunjukkan oleh peningkatan jumlah orang yang mengunjungi tempat-tempat wisata budaya di Sumba Barat. Namun, masih sedikit layanan promosi dan informasi yang tersedia bagi para wisatawan terkait wisata budaya yang ingin dikunjungi, seperti informasi lokasi, acara dan akses ke tempat-tempat wisata budaya di Sumba Barat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat aplikasi berbasis ponsel yang dapat mempromosikan wisata budaya di Kabupaten Sumba Barat. Tujuan khusus adalah untuk membuat sebuah platform yang memudahkan wisatawan untuk mengeksplorasi dan memahami kekayaan budaya dan destinasi wisata budaya Sumba Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain berbasis pengguna (UCD) untuk membuat aplikasi mobile yang berhasil. Aplikasi ini akan membantu wisatawan mendapatkan informasi tentang destinasi wisata budaya di Sumba Barat. Selain itu, aplikasi ini memiliki fitur tambahan, seperti peta, kampung adat, tarian lokal, festival budaya, jadwal acara, dan agen perjalanan wisata.   Kata kunci: aplikasi seluler; desain; sumba barat; wisata budaya  

APPLICATION OF THE K-MEANS METHOD FOR GROUPING COMMUNITY WELFARE LEVELS IN CENTRAL JAVA PROVINCE

Hidayat, Taufik, Handayani, Yuni, Novitaningrum, Dian
Abstract: Abstract: Welfare is one of the things that determines the progress of a region, to achieve the welfare of its people, especially in the economic sector, a technique is needed to measure welfare that continues to change.… This study aims to analyze the differences in the level of community welfare in Central Java Province by grouping regions based on several indicators. Grouping is done using data from various sources that include the main indicators of welfare. The method used in this study uses the K-Means data mining algorithm to group regional data according to their level of welfare. The results of the analysis divide the regions into three categories: Medium Welfare Level, which includes Banyumas, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, and Pekalongan City and Tegal City, High Welfare Level, consisting of Magelang City, Surakarta City, Salatiga City, and Semarang City; and Low Welfare Level, covering Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Wonogiri, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Temanggung, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, and Brebes Regencies. The findings show that the C2 region has a longer average length of schooling, higher per capita expenditure, and better HDI, reflecting a higher quality of life. This study provides an overview of welfare inequality in Central Java Province and suggests the need for more focused policies to improve the quality of life in each category of region.         Keywords: clustering; k-means; welfare   Abstrak: Kesejahreraan merupakan salah satu hal yang menentukan kemajuan suatu wilayah, untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya terutama di bidang ekonomi di perlukan teknik untuk mengukur kesejahteraan yang terus berubah, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah dengan mengelompokkan wilayah berdasarkan beberapa indikator. Pengelompokan dilakukan menggunakan data dari berbagai sumber yang mencakup indikator-indikator utama kesejahteraan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan algoritma data mining K-Means untuk mengelompokkan data wilayah menurut tingkat kesejahteraannya. Hasil analisis membagi wilayah menjadi tiga kategori: Tingkat Kesejahteraan Sedang, yang mencakup Kabupaten Banyumas, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, serta Kota Pekalongan dan Kota Tegal, Tingkat Kesejahteraan Tinggi, terdiri dari Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kota Semarang; dan Tingkat Kesejahteraan Rendah, mencakup Kabupaten Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Wonogiri, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Temanggung, Temuan menunjukkan bahwa wilayah C2 memiliki rata-rata lama sekolah yang lebih panjang, pengeluaran per kapita yang lebih tinggi, dan IPM yang lebih baik, mencerminkan kualitas hidup yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan gambaran tentang ketidakmerataan kesejahteraan di Provinsi Jawa Tengah dan menyarankan perlunya kebijakan yang lebih terfokus untuk meningkatkan kualitas hidup di setiap kategori wilayah.   Kata Kunci: clustering; k-means;  kesejahteraan

IMPLEMENTATION OF FUZZY MODEL TAHANI IN DECISION SUPPORT SYSTEM FOR OPTIMAL PRODUCTION SCHEDULING

Rizaldi, Rizaldi, Syah, Arridha Zikra, Muhazir, Ahmad
Abstract: Abstract: In the manufacturing industry, production scheduling become an important aspect that affects operational efficiency and customer satisfaction. The main challenge in scheduling is optimizing the use of resources… to meet demand by minimizing production costs and time. Suboptimal scheduling can lead to problems such as delays in stocking, stock buildup, and increased operational costs. Thus, a method can to handle the complexity and uncertainty in the production process is needed. The Fuzzy Tahani Model is an approach in decision support systems. this can be used to help companies achieve more efficient and adaptive production scheduling, to consider various variables such as demand, production capacity, and inventory levels. This research aims to develop and implement the model in the context of production scheduling, with the hope of improving operational performance and customer satisfaction. At this time, the proposed Fuzzy Model Tahani technology is in TKT 4, which is the validation stage of technology components in a laboratory environment. The system creates an optimal production schedule based on fuzzy rules and defuzzification results, making it a useful tool for production decisions. Keywords:  fuzzy model tahini; decision support system; production optimization; production scheduling.    Abstrak: Dalam industri manufaktur, penjadwalan produksi adalah aspek penting yang mempengaruhi efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Tantangan utama dalam penjadwalan adalah mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk memenuhi permintaan dengan meminimalkan biaya dan waktu produksi. Penjadwalan yang tidak optimal dapat menyebabkan masalah seperti keterlambatan pengiriman, penumpukan stok, dan peningkatan biaya operasional. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang mampu menangani kompleksitas dan ketidakpastian dalam proses produksi. Fuzzy Model Tahani adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam sistem pendukung keputusan untuk membantu perusahaan mencapai penjadwalan produksi yang lebih efisien dan adaptif, dengan mempertimbangkan berbagai variabel seperti permintaan, kapasitas produksi, dan tingkat persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model tersebut dalam konteks penjadwalan produksi, dengan harapan dapat meningkatkan performa operasional dan kepuasan pelanggan. Pada saat ini, teknologi Fuzzy Model Tahani yang diusulkan berada pada TKT 4, yaitu tahap validasi komponen teknologi dalam lingkungan laboratorium. Sistem ini menciptakan jadwal produksi yang optimal berdasarkan aturan fuzzy dan hasil defuzzifikasi, menjadikannya alat yang berguna untuk pengambilan keputusan produksi. Kata kunci: fuzzy model tahani; optimasi produksi; penjadwalan produksi; sistem pendukung keputusan.

OPTIMIZATION OF CART ALGORITHM BASED ON ANT BE COLONY FEATURE SELECTION FOR STUNTING DIAGNOSIS

Subarkah, Pungkas, Ikhsan, Ali Nur, Wahyudi, Rizki, Rofiqoh, Dayana
Abstract: Abstract: One of the main health problems in children is stunting which is one of the concerns in the Sustainable Development Goals (SDGs). Specifically in Indonesia, the prevalence of stunting in 2024 is 21.6%. This figure… ure is still relatively high, because the target prevalence of stunting is 14%. This study aims to implement machine learning knowledge through the Classification And Regression Trees (CART) algorithm based on Ant Be Colony (ABC) feature selection which aims to determine the increase in accuracy in analyzing stunting datasets. The data used comes from Kaggle which consists of 16500 datasets. The dataset consists of gender, age, birth length, birth weight, body length, body weight, breastfeeding and stunting status. The research methods used are data collection, data preprocessing, classification, and evaluation using K-fold cross validation. The results obtained in this research are the implementation of the CART algorithm obtained a value of 89.86% and the results of CART with Ant Be Colony (ABC) feature selection, which obtained an accuracy value of 93.65%. This shows that there is an increase in the accuracy value in the use of CART algorithm optimization and Ant Be Colony (ABC) feature selection by 3.76%. With the research results that have been obtained, it can be categorized as excellent accuracy value excellent. It is hoped that further research can be carried out by adding other classification algorithms or adding feature selection.             Keywords: classification; feature selection; optimazation; stunting   Abstrak: Salah satu masalah kesehatan utama pada anak adalah stunting yang menjadi salah satu perhatian dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Khusus di Indonesia angka Pravelensi stunting pada tahun 2024 di angka 21.6%. Angka ini masih tergolong tinggi, karena target angka pravelensi stunting ialah 14%. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pengetahuan machine learning melalui algoritma Classification And Regression Trees (CART) berbasis seleksi fitur Ant Be Colony (ABC) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan akurasi dalam menganalisis dataset stunting. Data yang digunakan bersumber dari Kaggle yang terdiri dari 16500 dataset. Dataset terdiri dari jenis kelamin, usia, panjang lahir, berat lahir, panjangg badan, berat badan, menyusui dan status stunting.  Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data, preprocessing data, klasifikasi, dan evaluasi menggunakan K-fold cross validation. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah Implementasi algoritma CART memperoleh nilai sebesar 89,86% dan hasil seleksi fitur CART dengan Ant Be Colony (ABC) memperoleh nilai akurasi sebesar 93,65%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan nilai akurasi pada penggunaan optimasi algoritma CART dan pemilihan fitur Ant Be Colony (ABC) sebesar 3,76%. Dengan hasil penelitian yang telah diperoleh dapat dikategorikan nilai akurasi yang diperoleh sangat baik. Diharapkan dapat dilakukan penelitian selanjutnya dengan menambahkan algoritma klasifikasi lain atau menambahkan seleksi fitur.   Kata kunci: klasifikasi; optimalisasi; seleksi fitur; stunting

INFORMATION SYSTEM FOR REPORTING, PREVENTION, AND HANDLING OF SEXUAL VIOLENCE AMONG STUDENTS

Setiawan, Ito, Yunita, Ika Romadoni, Maulida, Farah Mei, Serli, Serli
Abstract: Abstract: The PPKS task force at Universitas Amikom Purwokerto has been established and is actively implementing various programs. However, complaints regarding cases of sexual violence are currently managed through WhatsApp,… sApp, with limited guidance on the complaint procedures. As a result, many students are unaware of the PPKS task force or how to report incidents, creating obstacles for both the task force in identifying cases and for students seeking to file complaints. This study aims to provide students with an effective and accessible way to report incidents of sexual violence on campus. To develop the complaint information system, the Scrum methodology was used, involving team collaboration to easily adapt to changes throughout the development process. The resulting complaint information system for the prevention and handling of sexual violence has been successfully implemented and tested with students at Universitas Amikom Purwokerto. This system enables students to submit complaints seamlessly online. Testing results indicate that the system functions as intended and meets the expected outcomes.             Keywords: information system; PPKS; complaint; student; scrum     Abstrak: Satuan tugas PPKS Universitas Amikom Purwokerto sudah berjalan dan membuat program kerja, namun dalam proses pengaduan kasus kekerasaan seksual saat ini hanya menggunakan whatsapp dan kurangnya penjelasan tentang prosedur pengaduan yang ada. Banyak mahasiswa yang belum mengetahui adanya satgas PPKS di kampus dan cara pengaduan kasus. Hal tersebut menjadi kendala bagi satuan tugas PPKS dalam mengetahui kasus yang ada dan mahasiswa saat ingin melakukan pengaduan kasus. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sarana yang efektif dan mudah diakses bagi mahasiswa untuk melakukan pengaduan kasus apabila mahasiswa mengetahui tentang adanya kekerasaan seksual di lingkungan kampus. Tujuan Penelitian adalah untuk membantu memudahkan mahasiswa dalam melakukan aduan tentang adanya kasus kekerasaan seksual di lingkungan Universitas Amikom Purwokerto. Metode dalam pengembangan sistem adalah metode Scrum. Metode Scrum melibatkan keseluruhan tim yang ada di organisasi. Dengan adanya keterlibatan ini maka mudah dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi selama pengembangan sistem. Sistem informasi pengaduan pencegahan dan penanganan tindak kekerasan seksual berhasil di terapkan dan diujikan kepada Mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto. Dengan adanya sistem informasi pengaduan ini mahasiswa dapat dengan mudah dalam membuat aduan berbasis sistem. berdasarkan daftar uji yang dilakukan terhadap sistem yang dibuat maka dapat disimpulkan bahwa skenario yang diujikan sesuai dengan hasil yang diharapan.   Kata kunci: sistem informasi; PPKS; pengaduan; mahasiswa; scrum

OPTIMIZATION OF K-MEANS AND K-MEDOIDS CLUSTERING USING DBI SILHOUETTE ELBOW ON STUDENT DATA

Hartama, Dedy, Oktaviani, Selli
Abstract: Abstract: Clustering methods such as K-Means and K-Medoids are often used to analyze data, including student data, due to their efficiency. However, this method has weaknesses, such as sensitivity to selecting cluster centers… nters (centroids) and cluster results that depend on medoid data. Clustering, an essential technique in data analysis, aims to reveal the natural structure of the data, even in the absence of labeled information. The study, conducted with complete objectivity, compared the performance of two popular clustering methods, K-Means, and K-Medoids, on student data. Three evaluation metrics, namely the Davies-Bouldin Index (DBI), silhouette score, and elbow method, were used to compare clustering and determine the ideal number of clusters for the two algorithms. The data taken in this study are in the form of names, attendance, assignments, formative, midterm exams, final exams, and quality numbers. Based on the existing optimization results, it can be concluded that the K-Means method excels in grouping Student Data. The best results were obtained from the K-Means Algorithm with the Silhouette Coefficient Method with a value of 0.7509 in cluster 2, and the Elbow Method with a value of 1428076.08 in cluster 2, DBI K-Medoids with a value of 0.7413 in cluster 3. So, the best cluster lies in 3 clusters.             Keywords: clustering; davies-bouldin indek; elbow method; k-means; k-medoids; silhouette score;     Abstrak : Metode clustering seperti K-Means dan K-Medoids sering digunakan untuk menganalisis data, termasuk data siswa, karena efisiensinya. Namun, metode ini memiliki kelemahan, seperti sensitivitas terhadap pemilihan pusat klaster (centroids) dan hasil klaster yang bergantung pada data medoid. Clustering, sebuah teknik penting dalam analisis data, bertujuan untuk mengungkapkan struktur alami dari data, bahkan tanpa adanya informasi berlabel.  Penelitian ini, yang dilakukan dengan objektivitas penuh, membandingkan kinerja dua metode clustering populer, yaitu K-Means dan K-Medoids, pada data mahasiswa. Tiga metrik evaluasi, yaitu Davies-Bouldin Index (D.B.I.), silhouette score, dan metode elbow, digunakan untuk membandingkan clustering dan menentukan jumlah cluster yang ideal untuk kedua algoritma tersebut. data yang diambil dalam penelitian ini berupa nama, kehadiran, tugas, formatif, ujian tengah semester, ujian akhir semester, angka mutu. Berdasarkan hasil optimasi yang ada, dapat disimpulkan bahwasannya metode K-Means unggul dalam pengelompokkan Data Mahasiswa. Sehingga di peroleh hasil terbaik dari Algoritma K-Means dengan Metode Silhouette Coefficient dengan nilai 0,7509 di cluster 2, dan Elbow Method dengan nilai 1428076,08 di cluster 2, DBI K-Medoids dengan nilai 0,7413 di cluster 3. Sehingga cluster terbaik terletak pada 3 cluster.   Kata kunci: klasterisasi; davies-bouldin indek; elbow method; k-means; k-medoids; silhouette score;

IMPLEMENTATION OF FORWARD CHAINING IN EXPERT SYSTEM FOR COMPUTER TROUBLESHOOTING

Putra, M Soekarno, Solikin, Imam, Duit, Valentino Sewein, Choiriyah, Mutiara
Abstract: Abstract: CV. Ria Kencana Ungu (RKU), as a research partner in the field of computer service, needs to improve the quality of customer service and efficiency in the process of troubleshooting computer damage. To meet these… se needs, an expert system based on the forward chaining method was developed that is able to diagnose damage automatically. This system was developed using the waterfall method, with systematic stages from analysis to implementation. The implementation results show that the system can identify the type of damage with an accuracy rate of 89% based on validation tests on 100 real troubleshooting cases. The evaluation metric uses a comparison between the results of the system diagnosis and the results of the technician's analysis. Although the system is able to increase service efficiency by up to 40% compared to conventional methods, several obstacles were found, such as the limited initial knowledge base that impacts the accuracy of the diagnosis and the difficulty of users in understanding the system interface. Therefore, further development is needed to expand the knowledge base and improve the user experience. This study aims to develop a forward chaining-based expert system to improve efficiency, accuracy, and speed of problem solving at CV. Ria Kencana Ungu (RKU) and to increase customer satisfaction through more responsive and precise services..             Keywords: expert system; computer troubleshooting; forward chaining method     Abstrak: CV. Ria Kencana Ungu (RKU), sebagai mitra penelitian di bidang layanan servis komputer, membutuhkan peningkatan kualitas layanan pelanggan dan efisiensi dalam proses troubleshooting kerusakan komputer. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dikembangkan sistem pakar berbasis metode forward chaining yang mampu mendiagnosis kerusakan secara otomatis. Sistem ini dikembangkan menggunakan metode waterfall, dengan tahapan yang sistematis dari analisis hingga implementasi. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat mengidentifikasi jenis kerusakan dengan tingkat akurasi sebesar 89% berdasarkan uji validasi terhadap 100 kasus troubleshooting nyata. Metrik evaluasi menggunakan perbandingan antara hasil diagnosis sistem dan hasil analisis teknisi. Meskipun sistem mampu meningkatkan efisiensi layanan hingga 40% dibandingkan metode konvensional, beberapa kendala ditemukan, seperti keterbatasan basis pengetahuan awal yang berdampak pada akurasi diagnosis dan kesulitan pengguna dalam memahami antarmuka sistem. Oleh karena itu, pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk memperluas basis pengetahuan dan meningkatkan pengalaman pengguna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar berbasis forward chaining untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kecepatan troubleshooting di CV. Ria Kencana Ungu (RKU) serta meningkatkan kepuasan pelanggan melalui layanan yang lebih responsif dan presisi.   Kata kunci: sistem pakar; troubleshooting komputer; metode forward chaining

HEART DISEASE RISK PREDICTION: EVALUATING MACHINE LEARNING ALGORITHMS WITH FEATURE REDUCTION USING LDA

Nasution, Nurliana, Nasution, Feldiansyah, Hasan, Mhd Arief
Abstract: Abstract: Heart disease is one of the leading causes of death worldwide, making early detection and accurate diagnosis crucial for reducing mortality rates and improving patient outcomes. This study aims to evaluate the… effectiveness of four machine learning algorithms—Logistic Regression, Random Forest, Support Vector Machine (SVM), and K-Nearest Neighbors (KNN)—in predicting heart disease, with a focus on enhancing model performance using Linear Discriminant Analysis (LDA) for feature reduction. Among the models, SVM achieved the highest accuracy at 84.24%, followed by Logistic Regression at 83.70%. Although Random Forest and KNN showed lower accuracies, all models benefited from LDA's dimensionality reduction. This study suggests that SVM, combined with LDA, offers an optimal solution for early and accurate heart disease prediction in the healthcare industry.              Keywords: feature reduction; heart disease; linear discriminant analysis (LDA); machine learning; SVM     Abstrak: Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, sehingga deteksi dini dan diagnosis yang akurat sangat penting untuk menurunkan angka kematian dan meningkatkan hasil pengobatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas empat algoritma pembelajaran mesin—Regresi Logistik, Random Forest, Support Vector Machine (SVM), dan K-Nearest Neighbors (KNN)—dalam memprediksi penyakit jantung, dengan fokus pada peningkatan kinerja model menggunakan Analisis Diskriminan Linear (LDA) untuk reduksi fitur. Di antara model yang diuji, SVM mencapai akurasi tertinggi sebesar 84,24%, diikuti oleh Regresi Logistik dengan 83,70%. Meskipun Random Forest dan KNN menunjukkan akurasi yang lebih rendah, semua model memperoleh manfaat dari reduksi dimensi yang diberikan oleh LDA. Studi ini menunjukkan bahwa SVM yang dikombinasikan dengan LDA merupakan solusi optimal untuk prediksi penyakit jantung secara dini dan akurat dalam industri kesehatan.   Kata kunci: linear discriminant analysis (LDA);  machine learning; penyakit jantung; reduksi fitur; SVM.