Search Articles & Publications

Showing 3655 articles found for "Menggunakan"

KONSTRUKSI MAKNA NILAI TAUHID DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS ANAK USIA DINI MELALUI PEMBIASAAN IBADAH HARIAN

Marwah Triyati, Ade Ismail Fahmi, Nurul Fahimah, Siti Aminah, Saniyya Putri Hendrayana
Abstract: Penanaman nilai tauhid sejak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter religius anak dalam konteks pendidikan Islam. Lembaga Raudhatul Athfal memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ketuhanan… n melalui pembiasaan ibadah harian yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses konstruksi makna nilai tauhid dalam pembentukan karakter religius anak usia dini melalui pembiasaan ibadah harian di Raudhatul Athfal Al Misbah Curug Kecamatan Klari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk menggali pengalaman dan pemaknaan guru serta dinamika praktik keseharian di lembaga. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi makna tauhid terbentuk melalui integrasi pembiasaan ibadah yang konsisten, peran guru sebagai mediator nilai melalui narasi kontekstual, serta dukungan budaya sekolah religius yang memperkuat pesan simbolik dan verbal. Praktik ibadah tidak sekadar menjadi rutinitas ritual, tetapi berfungsi sebagai pengalaman sosial yang membangun kesadaran ketuhanan secara bertahap. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran guru dan pengembangan budaya sekolah religius dalam merancang pembiasaan ibadah yang reflektif dan bermakna sebagai strategi pembentukan karakter religius anak usia dini.

PENGUATAN PERSPEKTIF GLOBAL DALAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR DI ERA GLOBALISASI

Septiyana Astri Wulandari, Alif Fia Amin Utaminingsih, Fatika Meilani Cahya Arifaputri, Ika Safitri Purwandari, Beny Dwi Lukitoaji
Abstract: Globalisasi membawa dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk tuntutan kompetensi guru sekolah dasar. Guru tidak hanya dituntut menguasai kompetensi pedagogik, tetapi juga memiliki perspektif global agar mampu… u mengaitkan pembelajaran dengan dinamika dunia yang saling terhubung tanpa mengabaikan nilai lokal dan nasional. Namun, pendidikan guru sekolah dasar masih cenderung berfokus pada kurikulum nasional, sementara penguatan perspektif global belum menjadi perhatian utama. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual penguatan perspektif global dalam pendidikan guru sekolah dasar di era globalisasi, meliputi konsep, tantangan, dan strategi penguatannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kajian literatur terhadap jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, serta dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perspektif global mencakup pemahaman isu global, kesadaran keberagaman budaya, keterampilan berpikir kritis, serta sikap toleransi, empati, dan tanggung jawab sosial. Penguatan perspektif global dapat dilakukan melalui integrasi kurikulum berwawasan global, pembelajaran aktif-kontekstual, dan pemanfaatan teknologi digital.

STRATEGI INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SD DI GAG PAPUA BARAT DAYA PERSPEKTIF MAHASISWA PMM

Anisa
Abstract: Abstract   his study aims to analyze teachers’ strategies in implementing the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to improve the quality of learning at Southwest Papua, as well as to examine the contribution… bution of students from the Independent Student Exchange Program (PMM) in supporting the process. The research method employed is a literature review using the Publish or Perish application.The findings indicate that teachers play a crucial role in planning, implementing, and managing classrooms through contextual strategies that connect learning materials with the local environment and students’ real-life experiences. The application of CTL has been proven to enhance students’ motivation, active participation, and learning outcomes. In addition, PMM students provide practical suggestions such as the use of interactive methods including small group discussions, collective reflection, and projects based on everyday experiences.   Keywords: Teacher Strategies, Learning Quality, Elementary School.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) guna meningkatkan kualitas pembelajaran di Papua Barat Daya, serta meninjau kontribusi mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dalam mendukung proses tersebut. Metode penelitian menggunakan kajian literatur (literature review) dengan menggunakan Publish or Perish. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola kelas dengan strategi kontekstual yang mengaitkan materi ajar dengan lingkungan lokal dan pengalaman nyata siswa. Penerapan CTL terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, serta hasil belajar siswa. Selain itu, mahasiswa PMM memberikan saran praktis berupa penggunaan metode interaktif seperti diskusi kelompok kecil, refleksi bersama, dan proyek berbasis pengalaman sehari-hari.   Kata Kunci: Strategi Guru, Kualitas Pembelajaran, Sekolah Dasar    

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPS DI SEKOLAH DASAR

Sania Andriani, Sri Enggar Kencana Dewi, Khasanatul Khoiriya, Rica Amelia Riski, Siti Nurjanah
Abstract: Motivasi belajar merupakan unsur penting yang sangat memengaruhi keberhasilan pendidikan, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada jenjang ini, peserta didik berada pada fase perkembangan yang cepat dalam ranah kognitif,… , afektif, dan sosial. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), motivasi belajar memegang peran besar dalam mendorong keaktifan siswa dan membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam. Namun demikian, masih banyak siswa yang menganggap mata pelajaran IPS kurang menarik sehingga sering menurunkan minat belajar mereka. Tantangan ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara menyeluruh bagaimana peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus inspirator yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap semangat belajar siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi, studi kasus, role play, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kehidupan siswa. Pemberian apresiasi, baik secara verbal maupun simbolik, juga mampu menumbuhkan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan menyenangkan turut memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan minat belajar IPS. Guru yang dapat menjalin hubungan emosional positif dengan siswa mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung aktivitas belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat menentukan dalam membangun dan mempertahankan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan penerapan strategi pembelajaran inovatif menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar.

FAKTOR PSIKOLOGIS PENYEBAB KESULITAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SDN NO. 100710 HAPESONG BARU

Rizki Hamonangan Dalimunthe, Dewi Angreini Telaumbanua, Akhiril Pane
Abstract: Kesulitan belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai pada jenjang sekolah dasar. Salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kondisi tersebut adalah faktor psikologis… ologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor psikologis yang menyebabkan kesulitan belajar siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN No. 100710 Hapesong Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi hasil belajar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis yang menyebabkan kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia meliputi rendahnya motivasi belajar, kurangnya kepercayaan diri, kecemasan akademik, kesulitan berkonsentrasi, serta emosi negatif yang muncul selama proses pembelajaran. Faktor-faktor tersebut berdampak pada rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan membaca, menulis, dan berbicara, serta menghambat pemahaman materi Bahasa Indonesia. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, memberikan motivasi, serta menerapkan strategi pembelajaran yang memperhatikan kondisi psikologis siswa guna meminimalkan kesulitan belajar.

PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN APRESIASI SASTRA DI SEKOLAH DASAR: STUDI DESKRIPTIF PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V SDN 100801 PASAR SEMPURNA

Yusti Andayati Pasaribu, Rita Nur’ain Harahap, Akhiril Pane
Abstract: Apresiasi sastra memiliki peran penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar karena dapat mengembangkan kemampuan berbahasa, kepekaan estetis, dan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan… sikan peran guru dalam mengembangkan apresiasi sastra pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN 100801 Pasar Sempurna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang, fasilitator, motivator, dan evaluator dalam pembelajaran apresiasi sastra. Guru menerapkan pemilihan materi yang kontekstual, metode pembelajaran variatif, serta memberi ruang ekspresi kepada siswa terhadap karya sastra. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peran guru sangat menentukan keberhasilan pengembangan apresiasi sastra siswa sekolah dasar.

ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA SEKOLAH DASAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS 1 MIS TERPADU ALHIJRAH BINTUJU

Derliana Pane, Laswardi, Akhiril Pane
Abstract: Membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang menjadi fondasi utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas awal sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan yang dialami… ami siswa kelas I MIS Terpadu Alhijrah Bintuju serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas I dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan siswa meliputi ketidakmampuan mengenal dan membedakan huruf, kesulitan menggabungkan huruf menjadi suku kata, membaca kata sederhana, serta rendahnya kelancaran membaca. Faktor penyebab kesulitan tersebut antara lain perbedaan kesiapan belajar siswa, kurangnya stimulasi literasi di lingkungan keluarga, serta keterbatasan variasi metode dan media pembelajaran yang digunakan guru. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penerapan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih kontekstual, penggunaan media pembelajaran yang variatif dan menarik, serta pendampingan khusus bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan agar kemampuan literasi dasar siswa dapat berkembang secara optimal.

INTEGRASI MEDIA DIGITAL INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS III SDN NO.100907 MUARA AMPOLU I, KECAMATAN MUARA BATANGTORU

Sery Bulan Harahap, Masrianti Ritonga, Akhiril Pane
Abstract: Pemanfaatan media digital interaktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi salah satu strategi inovatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar, khususnya pada kelas rendah. Motivasi belajar yang rendah… ndah dapat berdampak pada kurang optimalnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi media digital interaktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta menganalisis pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa kelas III SDN No. 100907 Muara Ampolu I, Kecamatan Muara Batangtoru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas III yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media digital interaktif berupa video pembelajaran, animasi, dan latihan interaktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar dan observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital interaktif mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, yang ditandai dengan meningkatnya perhatian, minat, partisipasi aktif, serta antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Integrasi media digital interaktif juga membantu siswa memahami materi Bahasa Indonesia secara lebih konkret dan menyenangkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media digital interaktif efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III sekolah dasar.

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PADA MATAPELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PJBL BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF FLAT PANEL (IFP) PASA SISWA KELAS V UPT SD NEGERI 03 PEKONINA

Kurniati, Zakiatun Hidayah, Neng Eris Sundari
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) yang dibantu media Interaktif Flat Panel… l (IFP) pada siswa kelas V UPT SD Negeri 03 Pekonina. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus; setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V (n = 24). Instrumen pengumpulan data meliputi angket motivasi pra-dan pasca tindakan, lembar observasi keaktifan, catatan lapangan, dan wawancara guru. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif untuk angket dan kualitatif untuk observasi/wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang bermakna setelah penerapan PjBL berbantuan IFP—ditandai oleh peningkatan persentase siswa yang menunjukkan motivasi tinggi, peningkatan partisipasi aktif, dan kualitas produk proyek IPAS. Temuan ini sejalan dengan penelitian-penelitian terkini tentang efektivitas PjBL dan peran IFP dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa.

INTEGRASI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH

Rozi Siregar, Kadar M. Yusuf
Abstract: Pendidikan Islam telah menjadi bagian integral dari budaya dan identitas umat Islam di seluruh dunia. Begitu juga dalam pembelajaran Akidah merupakan aspek penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM). Metode… de yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini Adalah penelitian Pustaka Library Research pada pembelajaran Akidah dengan menggunakan pengintegrasian antara Sains dan Islam objek penelitian “Penciptaan Manusia”. Proses penciptaan manusia dan kejadian biologisnya telah menjadi pembahasan yang penting. Terutama setelah adanyanya teori penciptaan manusia yang dikemukakan oleh Darwin yang masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini. Bahwasanya teori evolusi Darwin merupakan teori yang salah dalam pandangan Islam. Dalam proses penciptaan manusia Allah S.W.T sudah menjelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Mu’minun (12-14) dan surah As-Sajdah ( 7-9). Dengan demikian, paling tidak ada tiga tujuan pembelajaran penciptaan manusia. Pertama, menguasai pengetahuan tentang proses penciptaan manusia. Kedua, terbentuk rasa kagum dan takjub kepada Allah yang telah merancang dan menetapkan sistem repro-duksi manusia yang begitu unik dan indah. Ketiga, tertanam kepercayaan yang kokoh dalam jiwa atau hati bahwasanya manusia diciptakan oleh Allah.