Search Articles & Publications

Showing 286 articles found for "Jaya"

OPTIMALISASI SUMBER AJAR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN EDUCATIONAL INEQUALITY

Abdiantoro, Restu, Sukma Eka Wijaya, Damayanti, Wiwik, Selviani, Rani, Kurniawan, Indrawati, Karliana
Abstract: Ketidaksetaraan pendidikan masih menjadi tantangan besar dalam sistem pendidikan Indonesia, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel ini membahas bagaimana optimalisasi sumber ajar dapat menjadi… i solusi untuk menghadapi tantangan educational inequality.  Dengan pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis faktor-faktor penyebab ketidaksetaraan, seperti keterbatasan anggaran pendidikan, distribusi sumber ajar yang tidak merata, dan kualitas guru yang belum optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, pelatihan guru, dan kolaborasi dengan lembaga keagamaan serta komunitas dapat memperbaiki akses dan kualitas sumber ajar dalam PAI. Dengan strategi ini diharapkan kesenjangan pendidikan dapat dikurangi dan kualitas pembelajaran PAI menjadi lebih merata di seluruh Indonesia.

OPTIMALISASI KOLABORASI SISWA MELALUI PENDEKATAN KOGNITIF SOSIAL PADA PEMBELAJARAN PAI KELAS XI SMA NEGERI 4 LUBUKLINGGAU

Sukma Eka Wijaya, Warrsah, Idi, Purnama Sari, Dewi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kolaborasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dikelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau melalui pendekatan kognitif sosial. Latar belakang penelitian ini mencakup… up tantangan dalam pembelajaran PAI yang kurang interaktif, yang berdampak pada minat dan kemampuan kerja sama siswa. Dengan menerapkan metode diskusi kelompok dan pembelajaran berbasis proyek, siswa didorong untuk berinteraksi dan saling belajar dari pengalaman satu sama lain. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kognitif sosial dapat meningkatkan interaksi, kerja sama dan sikap positif siswa terhadap pembelajaran PAI. Siswa menjadi lebih aktif, bertanggung jawab, dan merasa lebih termotivasi dalam proses belajar. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dan pengembangan model pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif.

WILAYAH KAJIAN FILSAFAT ILMU (INTEGRASI ISLAM DAN SAIN)

Rifan Zaini, Sudirman Sudirman
Abstract: Dalam penulisan di artikel ini, tentu penulis dalam penelitian menggunakan studi literatur atau telaah pada kajian referensi dari buku dan tulisan karya ilmiyah yang mempunyai keterkaitan dengan topik yang diangkat yaitu… pada Wilayah Kajian Filsafat Ilmu (Integrasi Islam dan sains). Kajian dalam penelitian ini tentu mempunyai tujuan untuk mengetahui sejauh mana topik yang berkaitan dengan perkembangan saat ini sehingga bisa menghasilkan pengetahuan baru dan memberikan kontribusi terhadap suatu ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi khalayak. Hasil penelitian dari kajian Filsafat Ilmu (Integrasi Islam dan Sains) yaitu; (1) dalam kajian filsafat dan ilmu ditemukan bahwa keduanya mempunyai kesamaan, namun perbedaannya dapat ditemukan dari sudut pandang probolitas, reduksi, dan hepotesis; (2) Dasar-dasar dalam menginterasikan Islam dan Sains adalah harus menggunakan pendekatan epistemologi guna menemukan titik temu tentang paradigma, objek, metode, dan kriterian yang digunakan oleh keduanya dalam memperoleh pengetahuan. (3) berbicara pada masalah hubungan antara dunia Islam setelah kejayaan (1350 M) dan Sains di Barat setelah revolusi ilmiyah (1543-1600 M) adalah upaya dalam menghubungkan dua hal yang dianggap memiliki hubungan diametral dan pradoks. Dengan demikian, adanya perbedaan yang ada di antara keduanya dianggap sebagai integrasi dalam menemukan ilmu pengetahuan yang bersifat dogma dan paradigma.

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI EKSTRINSIK TERHADAP PRODUKTIVITAS PEGAWAI PADA PT. ULTRA JAYA MILK INDUSTRY

Ita Jelita
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil data dari pengaruh disiplin kerja dan motivasi ekstrinsik terhadap produktivitas pegawai. Variabel penelitian ini yaitu disiplin kerja (X1) dan motivasi ekstrinsik (X2) terhadap&#8230; hadap produktivitas pegawai (Y). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan teknik sampel sebanyak 35 orang pegawai PT. Ultra Jaya Milk Industry. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dan normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik dan disiplin kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas pegawai. Motivasi ekstrinsik memiliki peran yang lebih dominan dalam meningkatkan produktivitas pegawai. Disiplin kerja juga memiliki peran yang signifikan, namun lebih kecil daripada motivasi ekstrinsik. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik dan disiplin kerja pegawai harus meningkat untuk meningkatkan produktivitas pegawai. Model regresi yang melibatkan motivasi ekstrinsik dan pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas pegawai menunjukkan signifikansi yang sangat tinggi (nilai F yang besar dan nilai Sig. < 0.05). Motivasi ekstrinsik memiliki efek signifikan terhadap produktivitas pegawai, dengan koefisien regresi sebesar 0.436 dan tingkat signifikansi 0.000. Begitupun disiplin kerja yang pengaruhnya juga signifikan, meskipun berdampak lebih lemah (koefisien regresi 0.083 dan tingkat signifikansi 0.097). Datanya tidak memenuhi asumsi normalitas, dan perlu melakukan pengolahan lebih lanjut agar memenuhi asumsi tersebut.

KONSEP BELAJAR DAN MENUNTUT ILMU DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Sukma Eka Wijaya, Roja Saputra, Nofita Sari, Hasep saputra, Abdur Rahman
Abstract: Penelitian ini membahas konsep belajar dan menuntut ilmu dari sudut pandang Islam, berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah. Pendidikan adalah bagian penting dari kehidupan manusia. Dalam Islam, pendidikan difokuskan pada pengembangan&#8230; bangan pengetahuan dan akhlak yang baik. Tujuan utama pendidikan Islam adalah mencapai kesempurnaan moral, dan pendidikan berfungsi sebagai alat untuk mencapainya. Dalam artikel ini, subjek pendidikan dan etika menuntut ilmu dibahas dengan menggunakan sumber-sumber Islam. Analisis isi kualitatif digunakan sebagai metode penelitian; data utama berasal dari Al-Qur'an dan Sunnah, serta data sekunder dari literatur yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Islam menekankan pentingnya pendidikan yang menyeluruh yang mencakup aspek akademik, moral, dan spiritual. Objektif pendidikan, cara belajar, dan peran guru dalam Islam adalah beberapa topik diskusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kita tentang perspektif Islam tentang proses belajar dan menuntut ilmu, serta implikasinya untuk praktik pendidikan modern.

PERKEMBANGAN KERAJAAN ISLAM DI SULAWESI, MALUKU DAN IRIAN JAYA PADA ABAD KE-13 SAMPAI KE- 21

Ika Purnamasari, Arisya Rajagukguk, Nur Salsabilah Harahap, Hotmaida Berutu, Fandi Saputra Nduru, Brena Risky
Abstract: Kerajaan-kerajaan Islam di Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya memiliki sejarah yang kaya dan beragam. Dari Kesultanan Buton di Sulawesi Tenggara hingga Kesultanan Ternate di Maluku, masing-masing memainkan peran penting dalam&#8230; lam sejarah politik dan budaya daerah tersebut. Sementara itu, di Irian Jaya, terdapat sejumlah kerajaan kecil yang mempertahankan tradisi Islam mereka meskipun berada di bawah pengaruh budaya lain. Kesemuanya mencerminkan kompleksitas sejarah Islam di wilayah Indonesia timur.

ASPEK SUBSTANTIVE PENGEMBANGAN KURIKULUM PADA UNSUR BAHAN ATAU KONTEN DAN SUMBER PEMBELAJARAN PAI

Sukma Eka Wijaya, Nofita Sari, Muhammad Idris, Nelson
Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek substantif dari pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam (PAI), khususnya tentang bahan, konten, dan sumber pembelajaran. Penelitian ini terutama berkonsentrasi&#8230; rasi pada komponen penting dalam pengembangan bahan dan konten PAI, pengembangan sumber PAI untuk mendudkung pencapaian tujuan kurikulum, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan bahan dan konten PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian dengan nilai-nilai Islam, relevansi dengan kehidupan peserta didik dan kemudahan pemahaman adalah komponen penting dalam pembuatan materi dan konten pembelajran PAI. Sumber pembelajaran PAI dapat dikembangkan dengan menggunakan media digital seperti e-book, video pembelajaran, platfrom e-learning, dan kemajuan teknologi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan bahan dan konten PAI termasuk kebijakan pemerintah, kemajuan teknologi, tuntutan masyarakat, dan kebutuhan siswa. Penelitian ini memberikan saran untuk pengembangan kurikulum PAI yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

PERAN TES SUMATIF DALAM MEMANTAU KEBERHASILAN BELAJAR SISWA

Sukma Eka Wijaya, Mirzon Daheri, Jumira Warlizasusi, Sumarto
Abstract: Penelitian ini membahas tentang peran tes sumatif dalam memantau keberhasilan belajar siswa. Tes sumatif adalah evaluasi yang diberikan kepada siswa setelah mereka menyelesaikan satu unit pembelajaran atau pada akhir periode&#8230; iode waktu tertentu, seperti akhir semester atau tahun ajaran. Tes sumatif digunakan untuk menilai pemahaman siswa tentang materi pelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini, dibahas baik manfaat atau kelemahan penggunaan tes sumatif. Meskipun tes sumatif memberikan gambaran yang luas tentang apa yang dipelajari siswa dan seberapa baik memahami materi, ada juga beberapa kelemahan dengan menggunakannya. Tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi adalah salah satu masalah yang muncul. Masalah lain adalah ketidakmampuan te sumatif untu menilai kreativitas, kemampuan berpikir analitis, dan keterampilan kritis siswa. Untuk mendapatkan informasi dan data yang diperlukan, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. diharapkan penelitian ini akan meningkatkan pemahaman tentang penggunaan tes sumatif dalam sistem pendidikan dan menunjukkan cara terbaik untuk memanfaatkannya.

PERAN NEUROSAINS TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN KOLABORASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN

Sukma Eka Wijaya, Sutarto, Dewi Purnama Sari, Aida Ramhi Nasution
Abstract: Penelitian ini membahas peran neurosains dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi dalam lingkungan belajar. Komunikasi yang efektif antara pendidik dan peserta didik memegang peran penting dalam mencapai&#8230; tujuan pendidikan. Pembelajaran kolaboratif merupakan pendekatan yang menciptakan lingkungan belajar yang mendukung interaksi antar siswa. Komunikasi dan kolaborasi merupakan aspek penting dalam pendidikan abad ke-21. Namun, keterampilan komunikasi dan kolaborasi sering kali sulit dikembangkan di kelas. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman konsep neurosains dalam pembelajaran untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Neuroscience adalah cabang ilmu yang mempelajari otak dan sistem saraf. Dengan memahami bagaimana otak merespons informasi dan berinteraksi dengan orang lain, kita dapat merancang lingkungan belajar yang lebih baik untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Memasukan konsep ilmu saraf ke dalam pembelajaran juga telah menghasilkan teori pembelajaran yang didasarkan pada pemahaman tentang cara kerja otak. Meneliti hubungan antara ilmu saraf dan keterampilan komunikasi dan kolaborasi di sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk masa depan. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana ilmu saraf  dapat berkontribusi pada pengembangan keterampilan komunikasi dan kolaborasi dalam lingkungan pembelajaran.

Analisis Kandungan Protein Pada Bakso Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Jantan Dan Betina Di Kampung Gwinjaya (Sp 4) Distrik Bonggo Timur Kabupaten Sarmi

Galuh P. W. Utami, Iriani Ira Bukorpioper, Iren Y. Mikir
Abstract: Protein merupakan zat penting bagi tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi, zat pembangun, serta komponen pengatur. Pengelolahan daging hewani menjadi bakso bertujuan untuk memperpanjang daya simpan, meningkatkan nilai&#8230; i estetika dan nilai ekonomi. Penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kadar protein pada bakso kepiting, uji organoleptik (aroma, warna, bentuk, dan tekstur) dan mengetahui faktor eksternal dan internal yang berpengaruh terhadap kadar protein bakso kepiting bakau (S. serrata) jantan dan betina. Metode yang digunakan adalah Semimikro Kjeldahl dan organoleptik. Hasil pengujian kandungan protein pada bakso kepiting bakau S. serrata betina memiliki kandungan protein 14.49% dan bakso kepiting jantan 10,27%. Hasil pengamatan  Organoleptik menurut 17 penelis adalah 13 orang penelis memberikan tanggapan suka,  dan 4 orang memberi tanggapan kurang suka  pada sampel bakso kepiting S. serrata jantan dan betina yang berbentuk sediaan padat bentuk bulat khas bakso, warna coklat, aroma dan rasa normal khas dinyatakan memenuhi syarat organoleptik bahan pangan. Berdasarkan hasil pengujian kadar protein dan Organoleptik bakso kepiting S. serrata dari Kampung Gwinjaya Distrik Bonggo adalah kadar protein bakso kepiting jantan adalah sebesar 10,27% dan kadar protein kepiting betina sebesar 14,49% sedangkan standar SNI protein sebesar min 7% hal ini membuktikan bahwa protein bakso kepiting S. serrata dari Kampung Gwinjaya baik untuk dikonsumsi. Kadar protein bakso kepiting jantan dan betina didukung oleh hasil uji organoleptik.