Search Articles & Publications

Showing 2694 articles found for "Anti"

ANALISIS PENGARUH FOMO DAN TREN FASHION DI MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN

Monica Budi Saraswati, Safiinatun Najah, Ruth Natalia Susanti
Abstract: Media sosial berperan penting dalam membentuk tren fashion yang berpotensi memengaruhi perilaku pembelian konsumen, khususnya konsumen muda. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kerap dikaitkan dengan kecenderungan mengikuti… uti tren yang berkembang di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan tren fashion di media sosial terhadap perilaku pembelian konsumen menggunakan kerangka Stimulus–Organism–Response (S-O-R). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat paparan dan ketertarikan visual yang tinggi terhadap tren fashion di media sosial. Namun, sebagian besar responden menunjukkan sikap netral terhadap tekanan sosial dan FOMO, yang mencerminkan adanya proses evaluasi internal. Perilaku pembelian responden cenderung selektif dan tidak impulsif, serta tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh tren maupun influencer. Temuan ini menegaskan bahwa keputusan pembelian merupakan hasil pertimbangan rasional konsumen meskipun terpapar stimulus media sosial.

The Effectiveness of ADDIE-Based Negotiation Training among University Students

Azalia, Tyas Nur, Naaila Firya, Elisa Maisarah, Zahra Putri Nuraisyah, Nathania Syakirah El-Bahri, Nayla Nur Arrahmah, Regina Herdiana Putri, Raska Rahma Niah, Iman Permana
Abstract: This study examines the effectiveness of an ADDIE-based negotiation training program implemented for university students from multiple institutions. Using a quantitative one-group pre-test–post-test design, the study evaluates… valuates whether the structured application of the ADDIE instructional design model leads to measurable improvements in negotiation skills. Data were collected through pre-training and post-training surveys and analyzed using a paired-samples t-test. The results indicate a statistically significant increase in participants’ post-test scores compared to pre-test scores, confirming the effectiveness of the training intervention. The findings further demonstrate that the systematic alignment of needs analysis, instructional design, material development, interactive implementation, and quantitative evaluation contributed to positive learning outcomes. This study contributes to the literature on instructional design and talent development by providing empirical evidence that ADDIE-based training can effectively enhance negotiation skills in higher education contexts.

Antara Self-Care dan Lifestyle: Peran Emosi dan Gaya Hidup terhadap Konsumsi Kopi Kekinian di Kalangan Gen Z

Hana Aliyya Lail, Ziyadatul Khoiroh, Ruth Natalia Susanti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana emosi dan gaya hidup memengaruhi konsumsi kopi kekinian di kalangan generasi Z. Dengan metode kuantitatif, penelitian ini melibatkan 25 responden berusia antara 18 hingga… ngga 26 tahun untuk mengkaji motivasi, pola konsumsi, dan pengaruh sosial yang berkaitan dengan perilaku konsumsi kopi. Temuan menunjukkan bahwa keputusan untuk mengonsumsi kopi lebih dipengaruhi oleh faktor emosional dan social, seperti kebutuhan untuk relaksasi, penghargaan diri, dan tekanan dari lingkungan social dibandingkan dengan pertimbangan fungsional semata. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika perilaku konsumsi di kalangan generasi Z dan menyarankan pengembangan strategi pemasaran yang lebih adaptif dan efektif untuk produk kopi kekinian.

Manajemen Risiko sebagai Strategi Penguatan UMKM Ritel Pakaian di Dukuh Kebranten

Salsabila, Amelia Azhar, Amirah
Abstract: Penelitian ini bertujuan menilai sejauh mana manajemen risiko diterapkan pada sebuah UMKM ritel pakaian dengan menelaah tiga aspek utama: identifikasi, pengukuran, dan pengelolaan risiko. Metode penelitian yang digunakan… berbasis deskriptif kuantitatif melalui kuesioner berskala lima poin yang diisi oleh lima pengelola toko. Hasil penelitian memberi gambaran bahwa tingkat penerapan manajemen risiko berada pada kategori tinggi. Identifikasi risiko menunjukkan nilai rata-rata 4,03, terutama pada risiko persediaan, persaingan, dan ketepatan pasokan, meskipun beberapa risiko seperti gangguan sistem pembayaran dan ketidaksesuaian harga belum teridentifikasi secara optimal. Pengukuran risiko memperoleh rata-rata 4,01, didominasi pemanfaatan data penjualan dan laporan keuangan, namun belum mengakomodasi pengukuran frekuensi kejadian serta analisis risiko operasional dan pemasok secara terpadu. Pengelolaan risiko memiliki nilai tertinggi (4,45) melalui praktik seperti monitoring stok, pelatihan karyawan, dana cadangan, rencana darurat, dan digitalisasi pencatatan. Meskipun demikian, evaluasi rutin terhadap strategi dan keterlibatan pihak eksternal masih perlu ditingkatkan. Hasil ini menegaskan bahwa UMKM telah memiliki fondasi manajemen risiko yang kuat, tetapi membutuhkan penguatan dalam dokumentasi dan sistematisasi proses agar pengelolaan risiko lebih komprehensif dan berkelanjutan.

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN GENERASI Z TERHADAP PRODUK LOKAL PREMIUM MENGGUNAKAN PENDEKATAN NEUROMARKETING

Jaka Syahputra, Asraf Nabawi
Abstract: Penelitian ini membahas perilaku konsumen Generasi Z terhadap produk lokal premium di Indonesia dengan menggunakan pendekatan neuromarketing. Generasi Z memiliki kecenderungan preferensi yang dipengaruhi oleh kombinasi kualitas… ualitas produk, cerita keaslian merek, dan nilai keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan konsep neuromarketing seperti pengukuran respons perhatian, keterarahan emosi, dan pengkodean memori melalui teknologi eye-tracking, electroencephalography (EEG), dan biosensor. Tujuannya adalah memahami hubungan antara keaslian merek, isyarat asal-usul produk, kredensial keberlanjutan, citra kualitas, brand love, dan kesediaan membayar harga premium (Willingness to Pay/WTP). Metode penelitian yang diusulkan bersifat campuran dengan eksperimen neuromarketing di laboratorium dan survei kuantitatif. Hasil yang diharapkan adalah adanya bukti bahwa narasi autentik, isyarat asal-usul, dan klaim keberlanjutan yang kredibel dapat meningkatkan WTP Generasi Z terhadap produk lokal premium. Temuan penelitian ini dapat memberikan kontribusi teoritis pada literatur perilaku konsumen dan panduan praktis bagi pengembangan strategi pemasaran produk lokal premium di Indonesia.

THE RELATIONSHIP BETWEEN THE PROMOTION MIX AND THE COMPANY'S BRAND IDENTITY WITH CUSTOMER SATISFACTION AT PT. INO WANGSA BINJAI

Budi, Ivan Benedict Tambunan
Abstract: This study aims to deepen the understanding of the contribution of promotion and branding to increasing customer satisfaction at PT. Ino Wangsa Binjai. The study used primary data with a population of 300 buyers, and 75&#8230; respondents were selected as samples through calculations using the Slovin formula. The analysis techniques applied were quantitative, including validity tests, reliability, classical assumptions, simple linear regression, and hypothesis testing through t-tests and coefficients of determination (R²). Based on the analysis results, the promotional mix variable (E_Prmsi) obtained a t-count value of -1.824 with a significance level of 0.072 (> 0.05), while the t-table was 1.99346. Because the t-count is smaller than the t-table, it can be concluded that the promotional mix does not have a significant effect on customer satisfaction. In addition, a negative t-value indicates that the direction of the relationship between the promotional mix and customer satisfaction is not in line. Conversely, the partial test shows that the company's brand variable has a significant effect on customer satisfaction with a significance value of 0.00 (< 0.05). Therefore, the first hypothesis (H1) is declared accepted. From the results of the determination coefficient test, the R Square value is 0.495, which indicates that 49.5% of changes in customer satisfaction can be explained by the company's promotional mix and brand factors, while the remaining 50.5% is influenced by other variables not examined in this study. As a recommendation, the management of PT. Ino Wangsa Binjai, especially the branch manager, is advised to implement a more cost-effective, efficient, and targeted promotional strategy, as well as utilizing social media such as Facebook, Instagram, Twitter, and print media such as newspapers to convey promotional information more effectively.

THE IMPACT OF STRESS AND WORK MOTIVATION ON THE PERFORMANCE OF EMPLOYEES IN THE SIANTAR CITY MANPOWER DEPARTMENT

Binur Pretty Napitupulu, Haervi Yunira
Abstract: Work stress and motivation are two factors that can influence the increase or decrease in employee performance. This study aims to determine and analyze the effect of work stress and work motivation on employee performance&#8230; ce at the Siantar City Manpower Office. The focus of the study is limited to two independent variables, namely work stress and work motivation, and one dependent variable, namely employee performance. The formulation of the problem raised is whether work stress and work motivation affect employee performance. The population in this study amounted to 58 people who were also used as samples. The approach used is quantitative, with data collection through questionnaires and using secondary data. The data analysis technique used is multiple linear regression, with hypothesis testing through the t-test (partial), F-test (simultaneous), and the Coefficient of Determination (R²). The results of the study show a regression model Y = 0.550 + 0.447X₁ + 0.398X₂, where X₁ is work stress and X₂ is work motivation. Partially, work stress has a significant effect on employee performance with a significance value of 0.001 (<0.05) and a t-count of 3.543 (> t-table 1.673). Work motivation also shows a partial significant effect with a significance value of 0.002 (<0.05) and a t-count of 3.225 (> t-table 1.673). Simultaneously, both variables have a significant effect on employee performance, with a significance value of 0.000 (<0.05) and an F-count of 34.156 (> F-table 3.17). The coefficient of determination (R²) of 0.554 indicates that 55.4% of the variation in employee performance is influenced by work stress and work motivation, while the remaining 44.6% is influenced by other factors outside this study. Thus, the relationship between work stress, work motivation, and employee performance is quite strong but not dominant.

PERAN KOMPENSASI DAN DORONGAN KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN DELI SERDANG

Ivan Benedict Tambunan, Mawar
Abstract: Agar potensi pegawai dalam suatu organisasi dapat dimanfaatkan secara optimal, diperlukan strategi pengelolaan yang tepat. Hal ini mencakup upaya untuk mengarahkan pegawai dalam mewujudkan visi dan misi organisasi, serta&#8230; menciptakan motivasi kerja guna meningkatkan kinerja dan loyalitas terhadap hasil kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang karyawan. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik kompensasi berupa gaji maupun motivasi kerja memiliki pengaruh signifikan parsial terhadap kinerja, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel. Selain itu, secara simultan kompensasi dan motivasi kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja, berdasarkan hasil uji F yang menunjukkan nilai F hitung melebihi F tabel. Nilai adjusted R-squared sebesar 87,9% mengindikasikan bahwa kompensasi dan motivasi kerja secara bersama-sama menjelaskan sebagian besar variasi dalam kinerja karyawan. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar pimpinan organisasi memperhatikan pengembangan kebijakan terkait sistem kompensasi dan strategi peningkatan motivasi kerja. Langkah ini diharapkan mampu mendorong loyalitas dan kapasitas kerja pegawai secara lebih optimal, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja secara keseluruhan.

PERAN BUDAYA ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI DINAS KEBUDAYAAN, PEMUDA, OLAHRAGA, DAN PARIWISATA MEDAN

Haervi Yunira, Budianto
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh budaya organisasi (X1) dan gaya kepemimpinan (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan&#8230; engan teknik analisis regresi linier berganda. Proses analisis mencakup uji instrumen serta pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi Y = -6,784 + 0,672X1 + 0,633X2, yang mengindikasikan bahwa baik variabel budaya organisasi maupun gaya kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini diperkuat oleh hasil uji determinasi yang menunjukkan nilai adjusted R-squared sebesar 75,8%. Hal ini berarti bahwa sebesar 75,8% variasi dalam kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel budaya organisasi dan gaya kepemimpinan.

PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) ATAS KELALAIAN PENYELESAIAN BALIK NAMA HAK ATAS TANAH

Acik Frinshina Zahra, Lutfian Ubaidillah
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih sering terjadinya keterlambatan proses balik nama hak atas tanah yang disebabkan oleh kelalaian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), khususnya dalam menyerahkan akta dan dokumen ke&#8230; e Kantor Pertanahan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ketentuan normatif yang mewajibkan penyampaian dokumen dalam waktu tertentu dengan praktik di lapangan yang belum optimal, sehingga menimbulkan kerugian dan ketidakpastian hukum bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban hukum PPAT atas kelalaian dalam penyelesaian balik nama hak atas tanah serta akibat hukum yang ditimbulkannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelalaian PPAT dalam menyelesaikan proses balik nama dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum yang menimbulkan pertanggungjawaban secara perdata, administratif, dan etik. Novelty penelitian ini terletak pada penegasan bahwa kelalaian administratif PPAT tidak hanya berdampak pada aspek prosedural, tetapi juga berimplikasi pada tanggung jawab hukum yang komprehensif, termasuk kewajiban ganti rugi dan sanksi profesi. Simpulan penelitian ini adalah bahwa PPAT yang lalai dalam menjalankan kewajibannya dapat dimintai pertanggungjawaban hukum secara berlapis, sehingga diperlukan peningkatan pengawasan dan penegakan hukum guna menjamin kepastian dan perlindungan hukum dalam proses peralihan hak atas tanah.