Search Articles & Publications

Showing 104 articles found for "Akhlak"

ONTOLOGI: IDEALISME VS REALISME, PRAGMATISME VS POSITIVISME DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN DAN PEMBELAJARAN DI PGMI

Filzah Nadila Nasir, Sri Murhayat
Abstract: Filsafat pendidikan merupakan fondasi krusial dalam menentukan arah, tujuan, dan metode pembelajaran, terutama pada Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan… dan menganalisis perbandingan antara aliran filsafat idealisme versus realisme, serta pragmatisme versus positivisme, beserta implikasinya terhadap pengembangan pembelajaran di PGMI. Hasil kajian menunjukkan bahwa idealisme menekankan pada pembentukan karakter spiritual dan nilai moral yang berakar pada ide , sementara realisme menitikberatkan pada penguasaan ilmu pengetahuan objektif yang bersumber dari realitas alam dan pengalaman inderawi. Di sisi lain, pragmatisme memandang kebenaran berdasarkan manfaat praktis dan tindakan nyata , sedangkan positivisme mengutamakan metode ilmiah, logika, dan verifikasi empiris. Implikasi bagi PGMI adalah perlunya integrasi antara nilai-nilai moral-spiritual (idealisme) dengan keterampilan praktis dan penguasaan fakta nyata (realisme, pragmatisme, positivisme) guna melahirkan calon guru madrasah yang berakhlak mulia, terampil, dan mampu mengaitkan teori dengan realitas kehidupan

INTEGRASI SAINS DAN ISLAM DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

Anusirwan Hamidi Harahap, Kadar M. Yusuf
Abstract: Integrasi sains dan Islam dalam pembelajaran biologi merupakan upaya strategis untuk membangun pemahaman ilmu pengetahuan yang utuh serta menanamkan nilai-nilai keislaman pada peserta didik. Pembelajaran biologi tidak hanya… nya berorientasi pada penguasaan konsep dan keterampilan ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran akan kebesaran Allah Swt. melalui kajian terhadap fenomena alam dan makhluk hidup. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, bentuk, dan implementasi integrasi sains dan Islam dalam pelajaran biologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap sumber-sumber relevan berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sains dan Islam dapat dilakukan melalui pengaitan materi biologi dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis, penguatan nilai tauhid, serta penanaman sikap ilmiah yang selaras dengan akhlak mulia. Integrasi ini berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman konsep biologi, penguatan karakter religius, serta pembentukan sikap spiritual peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran biologi berbasis integrasi sains dan Islam diharapkan mampu mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

PENDIDIKAN KARAKTER DAN LITERASI GENERASI EMAS SEBAGAI JALAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MASYARAKAT DESA MAPPETATAJANG

Hasrul Sunny, Al-Iman, Muh. Reza, Muh. Yusuf, Dini Aminarti, Ainun, Husnaeni
Abstract: Pendidikan karakter dan literasi merupakan pilar penting dalam membangun generasi emas yang berdaya saing dan berakhlak mulia. Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat Desa Mappetatajang melalui… alui penguatan pendidikan karakter berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Approach (CBPA) dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek utama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat baca, kesadaran literasi, serta penguatan nilai-nilai karakter masyarakat. Integrasi pendidikan karakter dan literasi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI ISLAM DI DESA POREHU

Febeyan Bagus Pratama, Muh. Najamuddin, Andi Eka Sapitri, Ailzah Arfail, Andi Nirwana, Kasmawati, Hilmayati, Fadila Muliana, Lusy Mariska Marpaung, Resky Nurul Aswa, Umar
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis nilai Islam di Desa Porehu, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara. Fenomena rendahnya partisipasi anak-anak… nak dalam kegiatan keagamaan serta meningkatnya ketergantungan terhadap gawai menjadi latar belakang penting dilaksanakannya program ini. Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan kembali semangat religius dan pembiasaan perilaku positif di kalangan anak-anak dan masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah ABCD (Asset-Based Community Development), yang menekankan pada pemberdayaan aset dan potensi lokal masyarakat melalui lima tahapan: Discover, Dream, Design, Define, dan Destiny/Reflection. Program kegiatan meliputi pembentukan dan penguatan TPA, pelatihan tahsin dan hafalan surah pendek, pelatihan adzan dan praktik ibadah, pendidikan karakter berbasis film, pelatihan pengurusan jenazah, serta pembuatan pojok baca dan media belajar digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek religiusitas, disiplin, dan literasi anak-anak. Anak-anak yang sebelumnya jarang beribadah kini aktif mengikuti salat berjamaah dan tahsin di TPA. Masyarakat pun menunjukkan partisipasi lebih tinggi dalam kegiatan pengajian dan pembinaan keagamaan. Selain itu, luaran kegiatan berupa buku cerita anak lokal, modul tematik berbasis Al-Qur’an dan Sunnah, serta media pembelajaran interaktif menjadi inovasi baru yang memperkuat pendidikan karakter di lingkungan masyarakat pedesaan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan pendidikan karakter berbasis nilai Islam melalui pendekatan ABCD mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, memperkuat kolaborasi antarwarga, dan membangun fondasi pembinaan generasi muda yang religius serta berakhlak mulia.

INTERNALISASI PEMBINAAN AKHLAK REMAJA BERBASIS QUR'AN DAN HADIS DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA DIGITAL

Annisa, Gito Supriadi, Arif Effendi
Abstract: Perkembangan zaman saat ini membawa peluang besar dalam kemajuan era digital namun kemajuan ini membawa dampak tantangan dalam akhlak remaja dikarenakan era digital ini  memberikan peluang akses tanpa batas jika tidak digunakan… igunakan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukannya stategi pendidikan yang mampu menyeimbangkan pemanfaatan era digital dan penguatan nilai syari’at agama. Maka dengan ini diperlukannya pengabdian yang berpokus pada internalisasi ajaran agama yang bersumber dari Al- Qur’an Hadits sebagai landasan pembinaan akhlak remaja. Pengabdian ini dilakukan dengan menginternalisasikan nilai kandungan Al- Qur’an Hadits, Kajian, serta pembiasan kegiatan agama dan akhlak dalam kehidupan sehari hari. Dengan demikian, pengabdian ini bertujuan sebagai nilai-nilai Al- Qur’an Hadits bukan hanya sekedar pembinaan iman namun juga sebagai pondasi akhlak remaja dari dampak negatif era digitalisasi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskritif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwasanya mereka mulai meneladani serta mengamalkan makna ayat Al- Qur’an dan Hadits dalam membentuk akhlak remaja pada SMA

STRATEGI PENGEMBANGAN NIIAI-NILAI BUDAYA RELIGIUS DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMPN 1 ATAP LANUT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Wua, Zuzanna Ramlah, Anwar, Khoirul, Makhshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan nilai-nilai budaya religius dalam membangun karakter peserta didik di SMPN 1 Atap Lanut Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan… endekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama dalam pengembangan budaya religius dilakukan melalui pembiasaan dan keteladanan guru. Pembiasaan diterapkan melalui kegiatan doa bersama, BIMTAL setiap hari Jumat, PHBI, dan kegiatan bakti sosial keagamaan. Sementara itu, keteladanan guru diwujudkan melalui sikap disiplin ibadah, sopan santun, dan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Program budaya religius yang diterapkan mampu memberikan dampak positif terhadap karakter peserta didik, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta berkurangnya perilaku negatif seperti bullying. Faktor pendukung pengembangan budaya religius meliputi dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambatnya adalah rendahnya motivasi sebagian siswa, pengaruh gadget, dan keterbatasan sarana ibadah. Dengan demikian, pengembangan budaya religius di sekolah terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang religius dan berakhlak mulia.

PENGARUH PEMBIASAAN SHALAT LIMA WAKTU TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN DAN RELIGIUS SISWA DI SMP IT WIHDATUL UMMAH KABUPATEN TAKALAR

Sese, Dema, Samsudin, Samsudin, Choeroni, Choeroni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiasaan shalat lima waktu terhadap pembentukan karakter disiplin dan religius siswa di SMP IT Wihdatul Ummah Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan… kuantitatif korelasional dengan populasi seluruh siswa SMP IT Wihdatul Ummah Takalar. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, observasi, dan dokumentasi Mutaba’ah Yaumiyah. Data dianalisis melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji T, dan uji F. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan dinyatakan valid, sedangkan hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki nilai reliabel. Hasil uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas menunjukkan bahwa data layak digunakan untuk analisis regresi. Hasil uji T menunjukkan bahwa pembiasaan shalat lima waktu berpengaruh signifikan terhadap karakter disiplin dan karakter religius siswa. Selain itu, hasil uji F juga menunjukkan bahwa pembiasaan shalat lima waktu secara simultan berpengaruh terhadap kedua variabel tersebut. Dengan demikian, pembiasaan shalat lima waktu dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk siswa yang disiplin, religius, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.

KONTRIBUSI PEMAHAMAN AKHLAK TASAWUF TERHADAP ETIKA BERMEDIA SOSIAL MAHASISWA GENERASI Z

Fatimatuzzahra, Agniya, Amanina, Naqiya Karimah, Chamami, M Rikza
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemahaman akhlak tasawuf terhadap etika bermedia sosial pada mahasiswa Generasi Z. Perkembangan media sosial yang semakin pesat memberikan dampak positif maupun negatif… f terhadap perilaku komunikasi mahasiswa di ruang digital. Generasi Z sebagai kelompok yang aktif menggunakan media sosial dituntut memiliki etika dalam berinteraksi agar tercipta komunikasi yang sopan, bijak, dan bertanggung jawab. Dalam hal ini, pemahaman akhlak tasawuf dipandang mampu menjadi landasan moral dalam mengontrol perilaku bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman akhlak tasawuf memiliki kontribusi positif terhadap etika bermedia sosial mahasiswa Generasi Z. Mahasiswa yang memiliki pemahaman akhlak tasawuf yang baik cenderung lebih mampu menjaga tutur kata, menghargai pendapat orang lain, menghindari ujaran kebencian, serta menggunakan media sosial secara bijaksana. Dengan demikian, nilai-nilai akhlak tasawuf dapat menjadi pedoman dalam membentuk etika komunikasi digital yang lebih baik di kalangan mahasiswa Generasi Z.

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK AKHLAK MULIA PESERTA DIDIK

Sahat Parulian
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlak mulia peserta didik melalui pendekatan studi kepustakaan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada… da fenomena degradasi moral di kalangan peserta didik yang menunjukkan perlunya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi literatur (library research), yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dan multidimensional, yaitu sebagai pendidik (educator), pembimbing (counselor), teladan (role model), motivator, serta evaluator dalam membentuk karakter peserta didik. Implementasi pembentukan akhlak mulia dilakukan melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran, pemberian keteladanan, pembiasaan perilaku positif, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang religius dan kondusif. Selain itu, keberhasilan pembentukan akhlak juga dipengaruhi oleh sinergi antara guru, keluarga, dan lingkungan sosial. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan peran guru PAI tidak hanya terbatas pada aspek kognitif, tetapi juga harus menyentuh aspek afektif dan psikomotorik peserta didik secara holistik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru PAI secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan pendidikan karakter di era modern. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan akhlak mulia.

PENDIDIKAN KEMASYARAKATAN: TINJAUAN TEKS DAN KONTEKSNYA

Iwan Azis Maulana, Imam Adi Marianto, Intan Raudhotus Syarifah, Syihabuddin Qalyubi
Abstract: Pendidikan kemasyarakatan merupakan bentuk pendidikan di luar sistem formal yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui proses pembelajaran partisipatif dan kontekstual. Pendidikan masyarakat secara menyeluruh… merupakan proses pembentukan manusia yang beriman secara sosial yang berlandaskan nilai nilai secara komprehensif dan kemanusiaan. Artikel ini mengkaji tentang konsep pendididkan secara teks dan konteks kemasyarakatan serta ditinjau dari Alhussunah wal jamaah NU. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber seperti Al-Qur’an, Hadis, buku ilmiah, dan jurnal terindeks untuk menganalisis konsep pendidikan kemasyarakatan dalam perspektif Islam, khususnya dalam wacana pluralitas. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendidikan kemasyarakatan dalam Al-Qur’an dan Hadis menekankan pentingnya kesetaraan, keadilan, dan toleransi sebagai landasan pembentukan masyarakat yang berilmu dan berakhlak. Nilai-nilai seperti ta’awun (tolong-menolong), tasamuh (toleransi), dan keadilan sosial menjadi prinsip utama yang memperkuat fungsi pendidikan sebagai sarana transformasi moral dan sosial di tengah keberagaman. Kesimpulannya, pendidikan kemasyarakatan berbasis nilai-nilai Qur’an dan Hadis berperan strategis dalam membangun masyarakat madani yang inklusif, harmonis, dan berkeadaban.