Abstract:Stres akademik merupakan salah satu faktor psikologis yang banyak memengaruhi perilaku mahasiswa dalam konteks perkuliahan, termasuk kepatuhan terhadap etika akademik. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana…
aimana stres akademik berperan dalam menurunkan atau mengubah perilaku etis mahasiswa terkhusus nya di kampus IAKN Kupang. Dengan meninjau berbagai penelitian nasional maupun internasional dalam lima tahun terakhir, studi ini menemukan bahwa stres akademik yang muncul akibat tuntutan akademik, tekanan nilai, persaingan, dan keterbatasan waktu berpotensi menurunkan kemampuan pengambilan keputusan moral dan regulasi diri. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kecenderungan mahasiswa melakukan pelanggaran etika seperti plagiarisme, kecurangan akademik, manipulasi data, dan ketidakjujuran dalam interaksi sosial.
Temuan literatur juga menunjukkan bahwa pengaruh stres terhadap perilaku etis tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh faktor-faktor moderasi seperti dukungan sosial, efikasi diri akademik, kecerdasan emosional, dan iklim etika kampus. Faktor-faktor ini dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antara stres dan kepatuhan etika. Dengan demikian, upaya pengelolaan stres akademik dan penguatan etika tidak hanya memerlukan intervensi individual, tetapi juga dukungan sistemik dari lingkungan kampus. Studi ini menegaskan pentingnya program manajemen stres, peningkatan literasi etika, serta pembentukan budaya akademik yang sehat untuk menjaga integritas mahasiswa meskipun berada dalam tekanan akademik yang tinggi.
Abstract:Observation of Elementary School Students 14 Bone Bolango Selatan In grade 5 students using the Quiziz learning model along with the Game Based Learning method. The contextual learning model (Contextual Teaching and Learning/CTL)…
ning/CTL) is a learning approach that emphasizes the relationship between subject matter and real-life situations of students. This model aims to help students understand academic concepts by connecting the knowledge gained from school with its application in everyday life, both in personal, social, and cultural contexts. Through contextual learning, teachers act as facilitators who encourage students to actively build knowledge and skills through direct experience, problem solving, and collaboration in learning communities. Contextual learning integrates several main components, including constructivism, inquiry (discovery), asking, learning communities, modeling, reflection, and authentic assessment. This approach requires students to think critically, creatively, and innovatively, and be able to relate learning materials to real problems faced in their environment. Thus, learning outcomes are expected to be more meaningful, increase motivation, and equip students with adaptability and problem solving skills that are relevant to future life.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan nilai-nilai budaya religius dalam membangun karakter peserta didik di SMPN 1 Atap Lanut Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan…
endekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama dalam pengembangan budaya religius dilakukan melalui pembiasaan dan keteladanan guru. Pembiasaan diterapkan melalui kegiatan doa bersama, BIMTAL setiap hari Jumat, PHBI, dan kegiatan bakti sosial keagamaan. Sementara itu, keteladanan guru diwujudkan melalui sikap disiplin ibadah, sopan santun, dan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Program budaya religius yang diterapkan mampu memberikan dampak positif terhadap karakter peserta didik, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta berkurangnya perilaku negatif seperti bullying. Faktor pendukung pengembangan budaya religius meliputi dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambatnya adalah rendahnya motivasi sebagian siswa, pengaruh gadget, dan keterbatasan sarana ibadah. Dengan demikian, pengembangan budaya religius di sekolah terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang religius dan berakhlak mulia.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengimplementasikan nilai-nilai toleransi di SDN 1 Liberia Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mengidentifikasi faktor pendukung dan…
an penghambat implementasi nilai toleransi, serta menganalisis peran guru PAI dalam membentuk sikap toleran peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PAI dan beberapa peserta didik di SDN 1 Liberia. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pembelajaran berbasis toleransi melalui integrasi nilai-nilai toleransi dalam RPP dan materi pembelajaran, penggunaan metode cerita, diskusi, cooperative learning, serta pembiasaan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung implementasi toleransi meliputi dukungan warga sekolah, lingkungan yang harmonis, dan kurikulum pendidikan karakter. Adapun faktor penghambat berasal dari latar belakang keluarga dan pengaruh lingkungan luar. Guru PAI berperan sebagai pendidik, teladan, fasilitator, dan pembimbing dalam membentuk sikap toleran peserta didik sehingga tercipta lingkungan sekolah yang inklusif, harmonis, dan menghargai keberagaman.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran edutainment terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN Negeri 2 Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.…
r. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada siswa sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis yang meliputi uji t dan uji F dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal serta tidak ditemukan gejala multikolinearitas maupun heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa model pembelajaran edutainment berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Selain itu, hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti model pembelajaran edutainment secara simultan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran edutainment mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, menyenangkan, serta meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter siswa di SMPN 2 Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, menganalisis nilai-nilai karakter yang ditanamkan,…
serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan pembinaan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam pembentukan karakter dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan melalui perencanaan pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, pemberian nasihat, penerapan aturan kelas, konsekuensi logis, kegiatan keagamaan, serta kerja sama dengan kepala sekolah, wali kelas, dan orang tua. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, hormat, peduli sosial, empati, kerja sama, dan gotong royong. Faktor pendukung pembentukan karakter meliputi budaya sekolah yang positif, kegiatan keagamaan, keteladanan guru, dan dukungan pihak sekolah. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah rendahnya motivasi siswa, pengaruh pergaulan, penggunaan media sosial, serta kurangnya keterlibatan orang tua.
Abstract:This study aims to describe the implementation of value-based Islamic Religious Education (PAI) learning strategies in building student nationalism at SMKN 1 Modayag, East Bolaang Mongondow Regency, identify supporting and…
nd inhibiting factors, and analyze their impact on students' nationalistic attitudes and behavior. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results show that value-based PAI learning is implemented through the planning, implementation, and evaluation stages. Teachers integrate the values of faith, morals, worship, honesty, responsibility, tolerance, cooperation, social concern, and love of the homeland in the learning process. The strategies used include storytelling, discussions, history learning, religious activities, social activities, and student involvement in school activities such as ceremonies, Scouts, and Paskibraka. Supporting factors include the principal's commitment, teacher quality, curriculum, facilities and infrastructure, the school environment, and parental and community support. Obstacles include low student motivation, limited time, lack of participation, and limited learning methods. The implementation of this strategy has a positive impact on increasing love for the homeland, tolerance, discipline, honesty, cooperation, and responsibility among students.
Abstract:This study aims to determine the effect of auditor experience and self-efficacy on auditor performance at the Bone Bolango Regency Inspectorate. This study used a quantitative approach with a causal associative method. Data…
ata were collected by distributing questionnaires to 38 respondents selected using a census sampling technique (total sampling). Data analysis techniques included classical assumption tests, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing (t-tests and F-tests) using Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 26 software. The results indicate that, partially, auditor experience has no significant effect on auditor performance, while self-efficacy has a positive and significant effect on auditor performance. Simultaneously, auditor experience and self-efficacy have a significant effect on auditor performance. The coefficient of determination indicates that 73.1% of the variation in auditor performance can be explained by auditor experience and self-efficacy, while the remaining 26.9% is influenced by factors outside the research model.
Abstract:This study aims to analyze the influence of locus of control and independence on the performance of internal auditors at the Regional Inspectorate of Bone Bolango Regency. This research employs a quantitative approach with…
th a causal research design. The population and sample consist of 38 internal auditors, using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results show that partially, locus of control does not have a significant effect on internal auditor performance, while independence has a positive and significant effect. Simultaneously, locus of control and independence significantly influence internal auditor performance. The coefficient of determination indicates that 55.1% of the variation in internal auditor performance can be explained by locus of control and independence, while the remaining 44.9% is influenced by other factors outside the research model. These findings indicate that internal auditor performance is more strongly influenced by professional factors such as independence than by psychological factors such as locus of control. Therefore, efforts to improve internal auditor performance should focus on strengthening auditor independence to ensure objective and professional audit practices.
Abstract:This study aims to investigate the integration of Artificial Intelligence (AI)-based learning media to enhance reading literacy among elementary school students. Using a descriptive qualitative approach through case study…
y and literature analysis, the research was conducted at SDN No. 100311 Palsabolas, involving teachers and students who utilized adaptive reading applications, text-to-speech tools, and intelligent learning platforms. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and document analysis, and validated by triangulation techniques. The findings reveal that AI-assisted media significantly improve students’ reading motivation, comprehension, and fluency. Quantitative comparison between pretest and posttest results showed notable progress, with the average literacy score increasing by 16–27 points across different indicators. Students demonstrated greater engagement and independence, while teachers benefited from automated performance analytics and personalized feedback tools. However, challenges emerged related to device limitations, technical competence, and overreliance on automated features. The study concludes that AI-based learning media serve not only as technological tools but also as pedagogical instruments that personalize instruction, foster digital literacy, and transform reading classrooms into more adaptive, interactive, and student-centered environments.