Abstract:Skripsi ini membahas mengenai Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Kinerja Guru di Sekolah Menengah Atas Negeri 17 Luwu. Tujuan penelitian ini yaitu: untuk mengetahui keterampilan manajerial Kepala…
ala Sekolah di SMAN 17 Luwu; untuk mengetahui mutu guru di SMAN 17 Luwu; dan untuk mengetahui hambatan dan tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu guru di SMAN 17 Luwu. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknis analisis data yang diambil adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Subjek penelitian ini yaitu Guru yang ada di Sekolah Menengah Atas Negeri 17 Luwu. Hasil penelitian ini menunjukkan 3 temuan utama. Pertama, Keterampilan manajerial kepala sekolah di SMA Negeri 17 Luwu terlihat dari perencanaan program peningkatan kompetensi guru, supervisi akademik rutin, serta dukungan berupa anggaran, workshop, bimtek, dan diklat. Kepala sekolah juga bekerja sama dengan pengawas dan memberi motivasi, sehingga guru lebih profesional, kreatif, dan berkualitas dalam pembelajaran. Kedua, Mutu guru di SMA Negeri 17 Luwu tercermin dari kualifikasi akademik yang sesuai bidang, kedisiplinan, serta upaya berkelanjutan meningkatkan kompetensi melalui belajar mandiri, pelatihan, dan seminar. Guru juga merancang pembelajaran sesuai karakteristik siswa dengan metode variatif dan inovatif untuk menciptakan suasana belajar interaktif. Ketiga, Hambatan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu guru di SMA Negeri 17 Luwu mencakup keterbatasan anggaran dan rendahnya motivasi sebagian guru akibat faktor keluarga, sosial, dan sikap apatis. Kendala ini diatasi melalui pertemuan untuk mencari solusi serta dukungan dari dinas pendidikan, komite sekolah, orang tua, dan kebijakan pemerintah agar guru tetap terdorong meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik digitalisasi sekolah dalam mewujudkan program sekolah penggerak di SD Negeri 25 Sabbamparu Kota Palopo. Fokus penelitian meliputi tiga aspek utama, yaitu: kondisi sekolah…
ah penggerak, praktik digitalisasi sekolah, serta faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, yang berupaya memahami makna di balik fenomena sosial terkait implementasi digitalisasi pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, pustakawan, serta tenaga administrasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri 25 Sabbamparu telah menerapkan program sekolah penggerak secara optimal melalui digitalisasi pada bidang pembelajaran dan manajemen sekolah. Digitalisasi diwujudkan dalam bentuk penggunaan platform e-learning, ujian daring, perpustakaan digital, serta sistem manajemen berbasis digital yang meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi tata kelola sekolah. Faktor pendukung keberhasilan digitalisasi meliputi dukungan pemerintah dalam penyediaan pelatihan dan perangkat teknologi, semangat guru dalam mengembangkan kompetensi digital, serta partisipasi orang tua dalam menyediakan sarana belajar. Namun, hambatan masih dijumpai pada keterbatasan anggaran, literasi digital siswa yang beragam, dan akses internet yang belum stabil. Secara keseluruhan, praktik digitalisasi di SD Negeri 25 Sabbamparu telah berkontribusi positif terhadap terwujudnya transformasi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan dalam konteks program sekolah penggerak.
Abstract:Fenomena meningkatnya penggunaan TikTok sebagai media promosi dan penjualan menghadirkan peluang besar bagi berbagai brand, termasuk Puntang Coffee. Namun, strategi digital marketing yang diterapkan oleh Puntang Coffee menunjukkan…
enunjukkan adanya penurunan efektivitas, terlihat dari inkonsistensi performa konten dan rendahnya capaian brand awareness. Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan efektivitas digital marketing dalam meningkatkan daya saing UMKM, membangun brand awareness, dan memperkuat loyalitas pelanggan melalui media sosial. Akan tetapi, sebagian besar penelitian tersebut berfokus pada Instagram atau platform digital lain, sehingga belum banyak yang mengkaji secara mendalam strategi digital marketing berbasis TikTok pada brand kopi premium. Inovasi penelitian ini adalah menganalisis strategi digital marketing Puntang Coffee melalui TikTok dengan pendekatan Integrated Marketing Communication (IMC), yang menekankan storytelling, keaslian konten, identitas merek, serta pemanfaatan fitur TikTok Shop dan hashtag khas #PantangPulangTanpaKopiPuntang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, implementasi, dan evaluasi strategi digital marketing Puntang Coffee dalam membangun brand awareness di TikTok. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis tematik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Puntang Coffee terbukti mampu menjaga eksistensi merek dan meningkatkan interaksi audiens melalui konten kreatif berbasis tren TikTok. Namun, keberhasilan tersebut masih menghadapi tantangan berupa konsistensi dan keberlanjutan inovasi konten agar pertumbuhan brand awareness dapat dipertahankan di tengah persaingan digital yang semakin ketat. Kata kunci: Digital Marketing, Brand Awareness, TikTok, Puntang Coffee, IMC
Abstract:Interfaith marriage is a classic yet ever-relevant issue in Islamic family law. This study aims to examine the legal status of interfaith marriage in Islamic family law through classical and contemporary fiqh perspectives,…
s, as well as its arrangement in the Compilation of Islamic Law (KHI) in Indonesia. The method used is normative legal research with statutory and conceptual approaches, referring to authoritative classical tafsir and fiqh works such as Jami' al-Bayan by al-Tabari, al-Jami' li Ahkam al-Qur'an by al-Qurtubi, Tafsir Ibn Kathir, al-Umm by Imam al-Shafi'i, and al-Mughni by Ibn Qudamah, as well as contemporary works such as Fiqh al-Sunnah by Sayyid Sabiq and the works of Wahbah al-Zuhaili and Yusuf al-Qaradawi. The findings indicate that classical jurists unanimously prohibit the marriage of a Muslim woman to a non-Muslim man and the marriage of a Muslim man to a polytheist (mushrik) woman, but differ regarding the marriage of a Muslim man to a woman of the People of the Book (Ahl al-Kitab). Meanwhile, the KHI takes a stricter stance by prohibiting all forms of interfaith marriage, in line with the principle of preventing harm (sadd al-dhari'ah) and the MUI Fatwa of 2005. This study concludes that the KHI represents a contextualization of fiqh adapted to the conditions of Indonesian society.
Abstract:The global demand for energy continues to increase alongside population growth and rapid industrial development, while dependence on fossil fuels remains high. This presents challenges related to environmental degradation,…
n, carbon emissions, and concerns over long-term energy availability. Biomass-based alternative energy has emerged as one of the strategic solutions to support sustainable energy transitions, particularly in developing countries such as Indonesia. One potential biomass source that remains underutilized is horse manure, which can be processed into briquettes known as Brikuda.
This study aims to analyze the potential of Brikuda as an alternative energy source and to develop a sustainable business model using the Business Model Canvas (BMC). A qualitative descriptive approach was employed, involving in-depth interviews, direct observations, and analysis of secondary data. The findings reveal that Brikuda has strong potential as a renewable fuel due to the abundant availability of horse manure in Bandar Lampung. It offers economic benefits, reduces environmental pollution, and supports local empowerment. The Business Model Canvas analysis shows that farmers and livestock breeders are the primary customer segments, while the value proposition emphasizes affordability, environmental friendliness, and ease of use.
The study concludes that the Brikuda business model can enhance local economic value, promote sustainable waste management, and serve as a feasible alternative energy innovation. The research contributes to the development of renewable energy entrepreneurship and provides a reference for policy formulation in promoting local-based bioenergy initiatives.
Abstract:Project-Based Learning (PjBL) has emerged as an innovative educational approach that bridges the gap between theoretical knowledge and practical application. This study explores the impact of PjBL on students' learning experiences,…
xperiences, particularly in real-world engagement, collaborative teamwork, social interaction, and problem-solving skills. Findings from interviews with multiple informants highlight that PjBL provides students with new experiences beyond the traditional classroom setting, allowing them to engage directly with the school environment. Through collaborative projects, students develop interpersonal skills, enhance communication, and strengthen teamwork. Additionally, PjBL fosters adaptability and problem-solving abilities, equipping students with essential 21st-century competencies. These results align with the theoretical perspectives of Krajcik & Blumenfeld (2006) and Blumenfeld et al. (1991), which emphasize the significance of experiential learning and social interaction in deepening students’ understanding. Overall, PjBL offers a transformative learning experience by making education more meaningful, engaging, and relevant to real-world challenges
Abstract:Drug management is a series of pharmaceutical service activities involving aspects of planning, requesting, receiving, storing, distributing, controlling, recording, and reporting drugs. Drug management in CHCs is an important…
ortant aspect because inefficiency will have a negative impact on health services. The purpose of this study was to evaluate drug management at the Camba Community Health Center UPTD so that it can be used as a reference material to improve the quality of drug management. This type of research is a non-experimental descriptive-observational study. The data used are data in the form of reports and documents on drug management at the community health center. The research instrument used an observation sheet with the references used being the Indonesian Minister of Health Regulation No. 74 of 2016 and the Indonesian Ministry of Health 2019 Technical Guidelines for Pharmaceutical Service Standards in CHCs. The results of the study indicate that drug management at the Camba Community Health Center UPTD is based on the Indonesian Minister of Health Regulation No. 74 of 2016 and the Indonesian Ministry of Health 2019 Technical Guidelines for Pharmaceutical Service Standards at CHCs in the planning aspect are included in the good category with a percentage value of 100%, the request aspect is 100% in the good category, the receipt aspect is 100% in the good category, the storage aspect is 87.5% in the good category, the distribution aspect is 66.7% in the sufficient category, the destruction and withdrawal aspect is 100% in the good category, the control aspect is 100% in the good category, the recording and reporting aspect is 100% in the good category. So it can be concluded that drug management at the Camba Community Health Center UPTD in 2024 has met the standards set by the Indonesian Ministry of Health.
Abstract:Penelitian ini menyoroti krisis integritas kepemimpinan yang melanda Indonesia dan gereja, yang kerap dipengaruhi oleh adopsi model kepemimpinan sekuler yang pragmatis serta mengabaikan spiritualitas Alkitabiah. Walaupun…
keteladanan Yesus menjadi acuan utama, kajian teologis khusus tentang integritas spiritual kepemimpinan-Nya dalam Injil Matius masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis integritas spiritual Yesus dalam Injil Matius serta menggali implikasinya bagi kepemimpinan Kristen di Indonesia, khususnya bagi guru Pendidikan Agama Kristen dan pemimpin gereja. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur serta eksegesis historis-gramatikal dan teologis terhadap Injil Matius. Hasil penelitian mendefinisikan integritas secara holistik sebagai kesatuan identitas diri, keaslian hidup, keberanian moral, kedekatan dengan Allah, dan kompetensi praktis. Integritas ini berakar pada relasi dengan Allah dan menuntut keselarasan antara perkataan, tindakan, serta kehendak-Nya. Kepemimpinan Kristen dipahami bukan sekadar kapasitas manusiawi atau posisi, melainkan panggilan ilahi yang menuntut visi rohani, integritas, dan pelayanan kasih. Empat kualifikasi integritas kepemimpinan Yesus yang ditemukan adalah: (1) Kepemimpinan melalui kehidupan doa yang tekun sebagai dasar ketergantungan total pada Allah dan ketaatan kepada kehendak-Nya; (2) Kepemimpinan sesuai tuntunan Roh Kudus sebagai sumber wibawa dan kuasa yang bersumber dari pengurapan ilahi; (3) kepemimpinan berdasarkan kebenaran firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi, sumber kebenaran, inspirasi, hikmat, dan pendoman kehidpan; dan (4) kepemimpinan berkarakter ilahi yang nyata melalui kasih agape, kerendahan hati, belas kasihan, kejujuran, ketulusan, serta penolakan terhadap kemunafikan. Kesimpulannya, integritas kerohanian merupakan pilar fundamental yang menyatukan kedalaman spiritualitas dengan kredibilitas praktis, sekaligus memberikan kerangka teologis yang kokoh untuk membangun kepemimpinan Kristen yang otentik dan transformatif di tengah krisis integritas.
Abstract:The rapid proliferation of digital markets has intensified legal challenges surrounding the modification and resale of Creative Commons–licensed digital products in Indonesia. This study conducts a doctrinal analysis of…
f the Indonesian Copyright ActLaw No. 28 of 2014) in light of comparative jurisprudence from Japan, Taiwan, and the United States, elucidating how civil-law and common-law systems treat CC licenses. It examines recurring issues ambiguities in “derivative works,” conflicts between non-commercial and commercial exploitation clauses, and failures to observe attribution requirements through practical case studies of software, e-books, music, and video tutorials. Drawing on Satjipto Rahardjo’s progressive legal theory, the research argues for a functional, transformative approach that aligns domestic copyright doctrine with globally harmonized open-licensing principles and substantive justice. The analysis reveals that, under Indonesian law, permissibility hinges on strict adherence to each license’s specific terms; however, current regulations lack clarity, generating legal uncertainty for both creators and users. To address these gaps, the study proposes interpretative guidelines and legislative reforms that (1) define “derivative works” in accord with CC International’s porting model, (2) reconcile non-commercial provisions with legitimate digital markets, and (3) institutionalize attribution standards. Such measures would safeguard creators’ moral and economic rights while fostering equitable digital access and innovation, thereby enhancing Indonesia’s knowledge economy.
Abstract:This study aims to assess the impact of the use of modern Alsintan on rice farming. rice farming in Maradekaya Village, Bajeng District, Gowa Regency. The informant retrieval technique in this study used the purposive sampling…
mpling method, where informants were determined intentionally. The level of adoption of modern agricultural machinery in Maradekaya Village is quite high, including the use of 4-wheel tractors, rice transplanting machines, and rice harvesting machines, which certainly greatly help the lives of farmers. The impact of using modern agricultural machinery brings many changes to the activities of rice farmers, such as a reduction in time and labor, a reduction in capital, and an increase in productivity that is more profitable than before using agricultural machinery technology. Farmers can more easily divide their time for other work besides farming with modern agricultural machinery. In addition, modern agricultural machine tools (Alsintan) make rice farmers' work time more efficient than before the existence of this technology in Maradekaya Village.