Search Articles & Publications

Showing 827 articles found for "Jumlah"

PEMBERDAYAAN GURU PAUD MELALUI KEMITRAAN LITERASI DAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP LEARNING

Kurnia Rahayu, Mega Endang Sari, Dian Nur Rachmawati, Indri Ristiani, Anisya Fitria Sari, Erna Budiarti, Debie Susanti
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penguatan literasi dan pengembangan media pembelajaran berbasis deep learning. Program… dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan praktik pembuatan media pembelajaran berupa buku cerita anak yang kreatif dan edukatif. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran literasi serta minimnya kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua dalam mendukung pembelajaran anak usia dini. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan andragogi melalui model Project Based Learning (PBL) dan pendampingan intensif (coaching clinic). Tahapan kegiatan meliputi In-Service Training, On-the-Job Learning, implementasi pembelajaran di kelas, serta evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 38 guru PAUD dengan 32 responden yang mengisi instrumen evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 10,3 meningkat menjadi 11,8 pada post-test. Selain itu, peserta mampu menghasilkan produk media pembelajaran berupa buku cerita anak yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini dan mengintegrasikan unsur kreativitas, kolaborasi, serta nilai edukatif dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman guru mengenai penerapan deep learning, pemanfaatan media pembelajaran inovatif, serta penggunaan teknologi dan AI secara bijak dalam pendidikan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam pengembangan literasi dan media pembelajaran berbasis deep learning. Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan bermakna bagi anak usia dini.

PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA SINDROM ASTHENOPIA

Susanti, Devi, Novianti, Leni, Melvani, Rizcita Prilia, Fakhruddin, M, Hanafiah, M
Abstract: Asthenopia didefinisikan sebagai keluhan subjektif penglihatan berupa penglihatan tidak nyaman, sakit dan kepekaannya berlebihan. Astenopia adalah sebagai suatu gejala subjektif penglihatan yang disebabkan karena penggunaan&#8230; naan mata dalam pekerjaan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Astenopia adalah faktor yang disebabkan oleh hubungan erat dengan faktor Herediter (keturunan), jenis pekerjaan, jarak pandang, pola makan, usia, sinar ultraviolet dari cahaya matahari, riwayat penyakit, obat-obatan tertentu. Pembatasan masalah penelitian ini adalah Karena keterbatasan waktu yang dimiliki penulis maka penulis hanya mengambil 2 faktor saja yaitu: Jenis Pekerjaan dan usia. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia? Tujuan penelitian diketahui hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 54 responden, jumlah sampel diambil dari total populasi. Hasil analisa univariat, bivariat dan uji staitsik chi-square menunjukan ada hubungan bermakna antara jenis pekerjaan terhadap kejadian astenopia dengan p value: 0,001 < 0,1, ada hubungan bermakna antara usia dengan kejadian astenopia dengan p value: 0,000 < 0,1. Disarankan kepada pimpinan Optik Junjungan menentukan kebijakan untuk mengembangkan pelayanan kesehatan terutama terhadap kejadian astenopia serta dalam memberikan penjelasan secara detail kepada konsumen.

EDUKASI PENTINGNYA KONSUMSI ASAM FOLAT PADA CALON PENGANTIN DI KUA PADANG TIMUR

Putri Nelly Syofiah, Gina Muthia, Ainil Mardiyah, Inggrit Dwi Rizky, Lara, Nofa Safira, Zakia Afriyeni
Abstract: Asam folat berperan dalam sintesis DNA dan pembelahan sel. Suplementasi vitamin pada periode perikonsepsi terbukti dapat mencegah kejadian pertama kelainan tabung saraf. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan&#8230; n menilai efektivitas edukasi pranikah dan prakonsespi tentang konsumsi asam folat pada calon pengantin (CATIN) di KUA Padang Timur. Desain kegiatan menggunakan one-group pretest–posttest dengan instrumen kuesioner pengetahuan 10 soal, dilanjutkan penyuluhan 30 menit menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet dan PowerPoint. Jumlah peserta 24 orang dan skor pengetahuan meningkat dari rerata 4,92 menjadi 7,67 (kenaikan rerata 2,75 poin); uji t berpasangan menunjukkan peningkatan bermakna (p < 0,001). Materi kunci menekankan dosis 400 mikrogram/hari serta peran asam folat pada pembentukan DNA dan perkembangan otak serta saraf janin.

IMPLEMENTASI PROGRAM PENGHIJAUAN MELALUI KEGIATAN PENANAMAN POHON YANG BERKESINAMBUNGAN DI DESA SASAK PANJANG KABUPATEN BOGOR

Mimin Rukmini, Mujito, Siana Ria, Erna Herlina
Abstract: Program “Penghijauanmelalui Kegiatan Penanaman Pohon yang Berkesinambungan di Desa Sasak Panjang, Kabupaten Bogor” merupakan upaya strategis menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya&#8230; g pentingnya penghijauan. Desa Sasak mengalami berkurangnya ruang terbuka hijau dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui perencanaan, sosialisasi, penanaman pohon, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan dengan melibatkan aparat desa dan warga setempat. Hasilnya menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dan jumlah tanaman yang dirawat secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan berkelanjutan serta menjadi model penghijauan yang dapat direplikasi di wilayah lain

DIGITALISASI LAYANAN PUBLIK DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL IMPLEMENTASI KKN SMART VILLAGE DI DESA USSU

Rahma Cahyani, Ninis Renita S, Hera, Amelia, Yurnita Gujali, Ragil Arrayyan, Desi, Nabila Fatika Sari Z, Rezha Fauziah, Sriwulandari Bahtiar, Nurcindy, Desi
Abstract: Transformasi digital yang semakin cepat menuntut desa untuk beradaptasi menuju konsep desa cerdas tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang telah mengakar. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Smart Village di Desa Ussu,&#8230; Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, dilaksanakan sebagai langkah memperkuat identitas budaya masyarakat melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemanfaatan kekuatan dan potensi lokal sebagai dasar pembangunan yang berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan melalui tahapan discovery, design, define, hingga refleksi dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Program KKN ini menghasilkan sejumlah pencapaian penting, seperti pengembangan website resmi desa, penerapan layanan administrasi digital melalui Digides (Digitalisasi Desa), penyusunan infografis layanan publik, serta pembuatan video edukasi digital. Inovasi-inovasi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan literasi digital warga, efektivitas layanan administrasi, keterbukaan tata kelola, serta meningkatnya peran aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi yang dipadukan dengan kearifan lokal mampu menciptakan tata kelola desa yang adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, KKN Smart Village di Desa Ussu dapat dijadikan contoh model pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan desa cerdas berbasis kearifan lokal di era digital.

ANALISIS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DALAM UPAYA PEMBANGUNAN DESA DI DESA TOLOTIO KECAMATAN BONE PANTAI KABUPATEN BONE BOLANGO

Nurtia, Mahdalena, Bokiu, Zulkifli
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan Alokasi Dana Desa, peningkatan pembangunan dan transparansi Alokasi Dana Desa di Desa Tolotio. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan informan&#8230; penelitian yang berjumlah 5 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1). Pengelolaan Alokasi Dana Desa(ADD) pada  bidang penyelenggaraan pemerintah desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakat, dan pemberdayaan masyarakat telah berjalan baik meskipun pada beberapa bidang yang tidak terealisasi dan masih diperlukan peningkatan dalam perencanaan strategis jangka panjang dan manajemen pelaksanaan agar program dapat terlaksana sesuai jadwal. 2). Pada tahap pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa(ADD) di Desa Tolotio baik secara administrasi dan teknis sudah baik, namun diperlukan peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan manajemen keuangan 3). Tahap transparansi Alokasi Dana Desa(ADD) di Tolotio telah berjalan dengan baik. Namun, perlu adanya inovasi sistem informasi desa berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi dan kendala pelaporan.

SMART VIILLAGE DAN KEARIFAN LOKAL MELALUI PENDEKATAN ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) DI DESA RAMPOANG KECAMATAN TANA LILI KABUPATEN LUWU UTARA

Ayu Fitriani, Muh Asrul Muslim, Irmawanti, Nurul Ajira, Alda Genesis, Wulandari, Dela Puspita Sari, Juharni, Irmawati, Gustina, Ibnu Haidir
Abstract: Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rampoang, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara mengusung tema “Smart Village dan Kearifan Lokal” dengan fokus pada penguatan kapasitas digital masyarakat berbasis pendekatan Asset-Based&#8230; t-Based Community Development (ABCD). Kegiatan dirancang untuk mengoptimalkan aset sosial, budaya, dan teknologi yang dimiliki desa melalui sejumlah program utama, seperti Webinar Implementasi Digitalisasi Desa bersama DigiDes, pembuatan website dan akun media sosial desa, infografis layanan publik, serta video edukasi digital yang memperkenalkan potensi dan profil desa. Pelibatan masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan memastikan adanya rasa kepemilikan (sense of ownership) dan keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan menunjukkan meningkatnya literasi digital perangkat desa, penyebaran informasi publik yang lebih efektif, serta penguatan citra Desa Rampoang sebagai komunitas yang progresif dan berbudaya. Program ini berhasil menunjukkan bahwa digitalisasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai kearifan lokal, menjadikan Desa Rampoang sebagai model pembangunan Smart Village yang modern sekaligus berakar pada identitas budaya setempat.

SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PENANGANAN PERTAMA PERAWATAN LUKA SEDERHANA, PEMBIDAIAN, DAN AMBULASI PADA SISWA SD NEGERI 2 BANDA ACEH PROVINSI ACEH

Putra, Yadi, Fauziah, Fauziah, Yusrika, Yusrika, Sakdah, Nurul, Bilo, Beny
Abstract: Perawatan luka merupakan cara pertolongan pertama dalam pencegahan infeksi dan permasalahan lanjut, dengan perawatan luka yang baik bisa mencegah terjadi trauma lanjutan, cara membersikan luka sangat penting diajarkan kepada&#8230; pada siswa biar ketika mendapatkan kasus cedera bisa melakukan perawatan luka secara mandiri, pembidaian ini efektif untuk mencegah dari efek yang negatif karena dengan pembidaian akan membantu tulang tidak tergesek dan meminimal terjadinya nyeri karena terkilir acara melakukan pembidaian yang tepat harus dipahami oleh siswa agar mudah dalam melakukannya di lingkungan sekolah, ambulasi merupakan proses memindahkan orang yang mengalami kecelakan terutama siswa sekolah. Namun hasil observasi banyak siswa yang belum memahami dan belum bisa melakukan cara perawatan luka, pembidaian dan ambulasi yang benar ini karena ini karena belum ada pelatihan pada siswa. Mitra dalam kegiatan ini adalah universitas Abulyatama dan SDN 2 Banda Aceh. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 50 siswa dan siswi. Media yang digunakan power point, proyektor, alat peraga, leaflet. Tahapkan kegiatan adalah pertama penyampaian materi, demonstrasi oleh tim dan dosen selanjutnya demonstrasi siswa di akhiri dengan sesi tanya jawab serta poto bersama. Hasil pengabdian didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap dalam melakukan pertolongan pertama pada siswa dan siswi jika terjadi kasus luka atau terkilir dan memahami bagaimana memindahkan temanya dari suatu tempat ke tempat yang lebih aman. Kesimpulan bahwa sosialiasi ini sangat baik untuk menangani keadaan kesehatan yang dialami pada saat itu. Kesimpulan kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak yang positif bagi guru dan siswa. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk melatih siswa agar bisa melakukan pertolongan pertama secara mandiri.

PENYUKUHAN ANTARA FAKTOR KETURUNAN DAN FAKTOR LINGKUNGAN KEJADIAN MIOPIA

Susanti, Devi, Leni Novianti, Rizcita Prilia Melvani, M Fakhruddin
Abstract: Salah satu alat indra manusia yang paling penting adalah mata, yang menerima rangsangan cahaya dan mengubahnya menjadi impuls listrik, yang kemudian diterjemahkan ke otak. Mata tidak selalu berfungsi dengan baik. Salah satu&#8230; atu gangguan organik yang dapat terjadi pada mata adalah kelainan refraksi. Kondisi yang dikenal sebagai miopia menyebabkan sistem akomodasi berkurang karena sinar sejajar dibiaskan di depan retina. Terlalu lama terlibat dalam aktivitas jarak dekat, seperti membaca buku, melihat layar laptop atau komputer, dan bermain game, dapat menyebabkan miopia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, 17—atau 56,7 persen—berjenis kelamin perempuan; usia mereka berkisar antara 18 dan 25 tahun; frekuensi waktu aktifitas dekat mereka, yang berkisar antara 2 dan 10 jam per hari; frekuensi jarak pemeriksaan 12 responden atau 40 persen, yang berkisar antara 0,5 tahun dan 1 tahun. Frekuensi kenaikan derajat miopia mulai 0,25 D hingga 2,25 D. .Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah waktu yang relatif lama digunakan untuk melihat jarak dekat dapat mempengaruhi derajat kenaikan miopia. Kenaikan derajat miopia yang terjadi dan yang terbanyak adalah sebesar 0,50 D dan 0,75 D.  

PENERAPAN MEDIA KANTONG BILANGAN MATERI NILAI TEMPAT BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 3 SEKOLAH DASAR

Lya, Dina
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Matematika materi nilai tempat bilangan melalui pemanfaatan media kantong bilangan pada peserta didik kelas III UPT SD Negeri Sidomulyo 2. Metode yang&#8230; ang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kantong bilangan secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Sebelum tindakan dilakukan hanya 3 siswa (60%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 6 orang (71,6%), dan pada siklus II seluruh siswa (100%) berhasil memenuhi KKM. Rata-rata nilai hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 78,75 pada siklus I menjadi 86,25 pada siklus II. Dengan demikian, penerapan media kantong bilangan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep nilai tempat bilangan pada siswa kelas III.