Search Articles & Publications

Showing 592 articles found for "Labor"

KOLABORASI AKADEMISI DAN MASYARAKAT DALAM PEMASANGAN LAMPU JALAN SEBAGAI SOLUSI MENINGKATKAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN DI SASAK PANJANG KABUPATEN BOGOR

Mujito, Jarot Wuryanto, Didin Samsudin, Muhlis, Novita Anggraeni
Abstract: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sasak Panjang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan keselamatan masyarakat melalui pemasangan 20 titik lampu jalan di lokasi-lokasi yang minim penerangan.… . Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah kurangnya penerangan jalan pada malam hari yang berdampak pada rendahnya rasa aman dan mobilitas warga, serta potensi risiko kecelakaan dan tindakan kriminal. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, survei lokasi dan analisis kebutuhan, pemasangan fisik lampu, edukasi dan pendampingan teknis kepada warga, serta evaluasi pasca-pemasangan. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh lampu berjalan optimal, masyarakat merasakan peningkatan kenyamanan dan keamanan aktivitas malam hari, serta meningkatnya partisipasi warga dalam menjaga fasilitas umum. Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam kegiatan ini juga memperkuat keterlibatan warga dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan fasilitas penerangan jalan, yang diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi model intervensi serupa di wilayah lain

HEALTH TECHNOLOGY AND COMMUNICATION SYNERGY FOR COMMUNITY WELL-BEING IN TIMOR LESTE

Ismawatie, Emma, Eni Lestari, Diyan Sakti Purwanto, Dionisio Jose dos Santos, Canggih Ajika Pamungkas
Abstract: This international community service program aims to improve community welfare through the synergy of health technology and effective communication strategies in Timor Leste. The program was motivated by limited access to… o health services, low health literacy, and contextual challenges in health communication within the community. The implementation methods included health education, training on the use of simple health technologies, community mentoring, and strengthening culturally based health communication. The activities were conducted collaboratively by involving local health workers, community members, students, and lecturers as part of international cooperation. The results indicate an improvement in community understanding of basic health pravtices, more optimal use of health technology, and increased active participation in maintaining personal and community health. In addition, the establishment of international collaboration networks supported the exchange of knowledge and best practices. The evaluation shows that an integrative and participatory approach was effective in supporting program sustainability, despite challenges related to infrastructure limitations and digital literacy. Overall, this community service program contributes significantly to enhancing health literacy and community welfare and can serve as a model for international community engagement based on health technology and communication.

PENANAMAN MANGROVE DAN PELESTARIAN BIOTA LAUT SEBAGAI RESTORASI LINGKUNGAN MASYARAKAT DI KAMPUNG ARAR KABUPATEN SORONG PAPUA BARAT DAYA

Karmila Sinen, Risnawati, Hayudi, Nurul Alia Ulfa, Nurinaya
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menginisiasi dan memperkuat upaya restorasi lingkungan pesisir melalui program penanaman mangrove dan pelestarian biota laut di Kampung Arar, Kabupaten… upaten Sorong, Papua Barat Daya. Wilayah pesisir Kampung Arar mengalami tekanan ekologis akibat penurunan tutupan mangrove, aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, serta berkurangnya keanekaragaman biota laut. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini melibatkan masyarakat lokal, pemerintah kampung, kelompok pemuda, serta lembaga mitra dalam proses edukasi, pendampingan, dan implementasi aksi konservasi. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove dan biota laut, pelatihan teknik penanaman dan perawatan mangrove, pendataan biota laut lokal, serta penetapan area perlindungan pesisir berbasis kearifan lokal. Kegiatan lapangan difokuskan pada penanaman ribuan bibit mangrove di area yang mengalami abrasi dan rehabilitasi habitat laut melalui edukasi konservasi terumbu karang serta penguatan praktik perikanan berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir, adanya peningkatan tutupan vegetasi mangrove di lokasi sasaran, serta terbentuknya komitmen masyarakat dalam menjaga biota laut melalui pembentukan kelompok penjaga lingkungan kampung. Program ini memberikan dampak positif terhadap pemulihan ekosistem pesisir, pengurangan risiko abrasi, serta mendukung keberlanjutan sumber daya laut bagi masyarakat Kampung Arar. Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaboratif restorasi lingkungan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya di Papua Barat Daya.

EKSPLORASI POTENSI WISATA ALAM AIR TERJUN PROPOSOAN DI DESA POSI, KECAMATAN BUA, KABUPATEN LUWU

Anugrah Angraeny, Rahastriana Rais, Muhammad Rajul Rafiq, Ummul Khaeri Nisa, Asriansya, Pingki Wildayanti, Nurainun, Tri Yusvira. P, Miftahul Jannah Abay, Anisafitri, Nurlianti Moma, Nurul Atifa, Andi Musafir Rusyaidi, Nilam Permatasari
Abstract: Desa Posi di Kecamatan Bua memiliki potensi wisata alam yang belum terkelola secara optimal karena kurangnya fasilitas penunjang dan minimnya promosi. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa melaksanakan program pengabdian berbasis… sis metode ABCD dengan fokus pada pemasangan plang penunjuk arah serta promosi sederhana wisata desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyediaan plang mampu meningkatkan aksesibilitas bagi pengunjung, sedangkan dokumentasi promosi membantu memperluas informasi mengenai potensi wisata desa. Program ini juga mendorong kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya mengembangkan wisata lokal secara berkelanjutan.

GREEN DAKWAH BERBASIS ABCD, PENGEMBANGAN BANK SAMPAH SEBAGAI PENDIDIKAN LINGKUNGAN DI DESA PAMMESAKANG

Muftihaturrahmah, Nurhalisa, Rizky Fauziah, Nur Rahma, Husnul Khatimah, Hidayat Nurwahid Saleh, Ahmad Muhajir, Afham Mamu, Andi Musafir Rusyaidi, Nilam PermatasarI Munir
Abstract: Penelitian ini membahas implementasi Green Dakwah berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) dalam pengembangan bank sampah sebagai media pendidikan lingkungan di Desa Pammesakang. Pendekatan ABCD digunakan untuk… menggali potensi lokal masyarakat, termasuk modal sosial, budaya gotong royong, dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi dasar gerakan dakwah ekologis. Melalui metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengelolaan limbah, tetapi juga sebagai ruang edukasi lingkungan yang mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup berkelanjutan. Program Green Dakwah terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran ekologis melalui integrasi nilai-nilai Islam, seperti amanah, kebersihan, dan tanggung jawab sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara tokoh agama, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat mampu memperkuat keberlanjutan bank sampah dan menjadikannya model pemberdayaan berbasis aset lokal. Dengan demikian, pendekatan ABCD dalam Green Dakwah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan sekaligus membangun kemandirian masyarakat Desa Pammesakang.

DESA TANGGUNG BENCANA DAN PERUBAHAN IKLIM

Parebalangla, Wilda, Ardiansyah, Jumarni, Annisa, Fadilah, Nur, S, Suci Purnama., Saputra, M. Nur Firda, Munir, Ahmad Syahidul Haq, Israini, Muhammad, Fuad, Ramadani, Syahri, Raslim, Purniawan, Didin
Abstract: The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) Post 21 of the Disaster-Resilient Village was implemented in Buntu Kunyi Village, Suli District, Luwu Regency as an effort to enhance community capacity in facing disaster… saster risks and the impacts of climate change. Buntu Kunyi Village has a relatively high level of vulnerability to disasters such as landslides and floods, thus requiring a systematic and sustainable empowerment approach. This KKN program applied the Asset-Based Community Development (ABCD) method, which emphasizes the utilization of local potential and community participation. The stages implemented included discovery, design, define, and reflection, resulting in village asset mapping, needs-based program planning, and a comprehensive evaluation of program implementation. Three main programs were carried out: the preparation of evacuation maps, the development of disaster education modules, and the documentation of environmental action activities. The results of the program showed a significant increase in disaster literacy, community preparedness, and citizen participation in environmental conservation as a form of adaptation to climate change. Overall, this KKN program contributed to strengthening the resilience of Buntu Kunyi Village through collaboration between students and the community in building independent and sustainable disaster risk mitigation.

MODERASI DALAM HARMONI SOSIAL DI DESA BUNGAPATI KECAMATAN TANALILI KABUAPTEN LUWU UTARA

Feri Maulana, Tasya, Al-Ghazali, Tasdin Tahrim, Fitriayanti, Rasul, Umi Alfiaty Imran, Mivtahul Jannah, Aulia Rahma, Widya Pratiwi, Mawadda, Roskia, Sekar Melati Prima
Abstract: Moderasi beragama merupakan konsep penting dalam menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Artikel ini mengkaji peran moderasi dalam harmoni sosial melalui studi kasus di Desa Bungapati, Kecamatan… Tanalili, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan KKN bertema Kampung Moderasi dan Harmoni Sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bungapati berhasil mewujudkan kehidupan harmonis antarumat beragama melalui praktik moderasi yang terintegrasi dalam kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan. Program KKN, seperti penyusunan buku saku moderasi, dialog lintas iman, dan kampanye digital, terbukti memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya toleransi dan kolaborasi lintas agama. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam mewujudkan harmoni sosial berkelanjutan

PENDEKATAN PARTISIPATIF DALAM MEWUJUDKAN DESA RAMAH PEREMPUAN DAN ANAK DI DESA PONGGI

Umar, Mirna Rahman, Nurul Ramadhani, Gita Tuturi Handayani, Ulvariani, Serlyna Hayuddin, Hera Olivia, Wulan Nurayni, Rio Arya Rifaldi, Aidil, Azzahrah Salam, Aulia Ahsahra
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Ponggi, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara, dengan tujuan untuk mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Anak melalui penerapan pendekatan partisipatif… f berbasis komunitas. Desa Ponggi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensisosial dan semangat gotong royong yang tinggi, namun masih menghadapi berbagai persoalan seperti kurangnya kesadaran terhadap perlindungan anak, rendahnya partisipasi perempuan dalam kegiatan publik, serta minimnya kegiatan edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan aman. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Program utama yang dilaksanakan meliputi pembenahan taman kanak-kanak (TK), Festival Anak Ceria, senam sehat mingguan, penyuluhan anti-bullying dan KDRT, serta kampanye kesehatan reproduksi yang seluruhnya dilaksanakan secara kolaboratif dengan perangkat desa, guru, dan ibu-ibu PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran sosial masyarakat terhadapi superlindungan anak dan kesetaraan gender. Ibu-ibu mulai aktif berpartisipasi dalam kegiatan publik, anak-anak menjadi lebih percaya diri dan peka terhadap empati sosial, serta lingkungan belajar menjadi lebih bersih dan nyaman. Pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam memperkuat kohesisosial, menumbuhkan rasa memiliki terhadap program, serta menciptakan keberlanjutan kegiatan setelah PKM berakhir. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi mampu menjadi strategi efektif dalam mewujudkan desa yang inklusif, aman, dan ramah bagi perempuan dan anak.

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI ISLAM DI DESA POREHU

Febeyan Bagus Pratama, Muh. Najamuddin, Andi Eka Sapitri, Ailzah Arfail, Andi Nirwana, Kasmawati, Hilmayati, Fadila Muliana, Lusy Mariska Marpaung, Resky Nurul Aswa, Umar
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis nilai Islam di Desa Porehu, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara. Fenomena rendahnya partisipasi anak-anak… nak dalam kegiatan keagamaan serta meningkatnya ketergantungan terhadap gawai menjadi latar belakang penting dilaksanakannya program ini. Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan kembali semangat religius dan pembiasaan perilaku positif di kalangan anak-anak dan masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah ABCD (Asset-Based Community Development), yang menekankan pada pemberdayaan aset dan potensi lokal masyarakat melalui lima tahapan: Discover, Dream, Design, Define, dan Destiny/Reflection. Program kegiatan meliputi pembentukan dan penguatan TPA, pelatihan tahsin dan hafalan surah pendek, pelatihan adzan dan praktik ibadah, pendidikan karakter berbasis film, pelatihan pengurusan jenazah, serta pembuatan pojok baca dan media belajar digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek religiusitas, disiplin, dan literasi anak-anak. Anak-anak yang sebelumnya jarang beribadah kini aktif mengikuti salat berjamaah dan tahsin di TPA. Masyarakat pun menunjukkan partisipasi lebih tinggi dalam kegiatan pengajian dan pembinaan keagamaan. Selain itu, luaran kegiatan berupa buku cerita anak lokal, modul tematik berbasis Al-Qur’an dan Sunnah, serta media pembelajaran interaktif menjadi inovasi baru yang memperkuat pendidikan karakter di lingkungan masyarakat pedesaan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan pendidikan karakter berbasis nilai Islam melalui pendekatan ABCD mampu menciptakan perubahan sosial yang positif, memperkuat kolaborasi antarwarga, dan membangun fondasi pembinaan generasi muda yang religius serta berakhlak mulia.

PENGEMBANGAN WISATA EDUKATIF DAN DAKWAH KULTURAL BERBASIS POTENSI LOKAL DI DESA SARAMBU

Umar, Taufik Qurahman, Muh. Nazyf Al Khair, Irma, Elma, Besse Rahmadana, Ummul Muhaiminah, Nurmiati, Fauziah Afdilla, Astri, Anastasya Putri Salsabila, Nurul Hasyati Najah, Dirgahayu Hutri Awaluddin
Abstract: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Sarambu, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara, dengan tujuan untuk mengembangkan wisata edukatif dan dakwah kultural berbasis potensi lokal masyarakat.… kat. Desa Sarambu memiliki kekayaan alam, sosial, dan religius yang besar, namun potensi tersebut belum dikelola secara optimal sebagai sarana edukasi dan dakwah berbasis komunitas. Kegiatan ini menggunakan pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development) yang berorientasi pada pengembangan aset dan kekuatan lokal masyarakat sebagai modal utama dalam pemberdayaan. Program utama yang dilaksanakan meliputi pembuatan tugu pembatas desa, video profil desa, pemasangan papan petunjuk wisata, penyusunan buku TPA, pelatihan pengurusan jenazah, serta gerakan kebersihan dan edukasi lingkungan. Semua kegiatan dirancang secara partisipatif melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran religius, partisipasi sosial, serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan potensi wisata lokal. Masyarakat yang sebelumnya pasif kini mampu berperan aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, serta mulai mengelola potensi wisata secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil memperkuat nilai-nilai Islam, budaya lokal, dan semangat gotong royong masyarakat melalui pengembangan wisata edukatif yang berkelanjutan. Pendekatan berbasis potensi lokal terbukti efektif dalam menciptakan masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya sosial.