Search Articles & Publications

Showing 139 articles found for "Membawa"

SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN

Hermanus Hamu Tukan, Sholahudin Alahyudi Hasan, Marianus Septian
Abstract: Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berbagai tradisi, spiritualitas selalu menjadi… i sumber kekuatan, pemaknaan, dan inspirasi yang tidak hanya hadir dalam ruang-ruang religius, tetapi mewarnai seluruh dinamika kehidupan manusia. Spiritualitas bukanlah sekadar konsep teoretis, melainkan suatu proses yang hidup, aktif, dan terus berkembang sesuai dengan pengalaman individu. Setiap manusia menjalani perjalanan spiritual yang unik, dan perjalanan itu hanya dapat dipahami melalui refleksi mendalam terhadap pengalaman hidup sehari-hari. Kehidupan manusia pada dasarnya merupakan perjalanan panjang yang memuat berbagai dinamika: kesuksesan dan kegagalan, sukacita dan duka, keteguhan dan keraguan, pertumbuhan dan kejatuhan. Dalam dinamika tersebut, spiritualitas hadir sebagai dasar nilai yang menuntun seseorang untuk bertanya, memahami, dan menghayati makna terdalam dari setiap pengalaman hidup. Spiritualitas kehidupan bukanlah sesuatu yang bersifat statis, tetapi berkembang dalam proses yang panjang seiring dengan pertumbuhan kesadaran manusia terhadap tujuan hidupnya. Melalui setiap pengalaman, manusia menemukan petunjuk baru, hikmah baru, dan pemahaman baru yang membawa dirinya menuju kedewasaan spiritual yang semakin utuh. Dalam konteks spiritualitas kehidupan, karya dan keteladanan seorang tokoh seperti Hendrikus Leven menjadi sangat penting untuk dikaji karena hidupnya mencerminkan perjalanan spiritual yang kaya, mendalam, dan inspiratif. Hendrikus Leven bukan hanya dikenal sebagai pribadi yang tekun dalam karya pelayanan, tetapi juga sebagai sosok yang menjadikan setiap langkah hidupnya sebagai ungkapan konkret dari spiritualitas yang matang. Karya-karyanya bukan sekadar kegiatan atau tugas formal, tetapi merupakan bentuk nyata dari penghayatan spiritualitas: pelayanan yang tulus, cinta kasih yang diwujudkan tanpa syarat, kerendahan hati yang mempengaruhi cara ia berelasi, serta kesederhanaan hidup yang menjadi cerminan kedalaman batinnya. Karena itu, perjalanan hidup Hendrikus Leven merupakan contoh nyata bagaimana spiritualitas dapat menjadi kekuatan utama yang membentuk karakter, sikap, pilihan hidup, serta komitmen dalam pelayanan. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menganalisis spiritualitas kehidupan sebagai sebuah perjalanan, dengan merujuk khusus pada karya dan pengabdian Hendrikus Leven. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini menguraikan konsep dasar spiritualitas, makna kehidupan, dinamika perjalanan spiritual, dan relevansinya dalam kehidupan manusia modern. Selanjutnya, kajian ini menelusuri bagaimana nilai-nilai spiritualitas seperti cinta kasih, kesederhanaan, kerendahan hati, syukur, pengampunan, keteguhan, dan harapan tercermin secara nyata dalam setiap aspek karya Hendrikus Leven. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan bukanlah satu peristiwa yang terjadi sesekali, melainkan rangkaian perjalanan panjang yang terus berkembang melalui segala pengalaman hidup, sebagaimana tampak jelas dalam perjalanan Hendrikus Leven. Melalui penelitian dan refleksi ini, ditemukan bahwa spiritualitas kehidupan hanya dapat dipahami secara mendalam ketika manusia menjalaninya sebagai sebuah proses yang menyentuh seluruh aspek hidup: pikiran, perasaan, perilaku, relasi, dan karya. Spiritualitas bukan hanya soal ritual, tetapi tentang cara manusia memberi makna pada setiap langkah hidupnya. Hendrikus Leven menjadi gambaran nyata bahwa spiritualitas yang sejati selalu mengalir ke dalam tindakan nyata: pelayanan kepada sesama, komitmen pada kebaikan, kesediaan berkorban, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, serta ketekunan dalam menjalani panggilan hidup. Lewat karya-karyanya, ia memperlihatkan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang tidak hanya memperkaya batin pribadi, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi masyarakat dan lingkungan tempat ia berkarya. Kajian ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang manusia di dunia. Setiap pengalaman hidup mengajarkan sesuatu yang membentuk kedalaman batin. Setiap perjuangan menguatkan karakter. Setiap pelayanan membuka ruang baru bagi pertumbuhan iman. Dalam perspektif ini, spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan menuju kedewasaan manusia secara menyeluruh: kedewasaan iman, kedewasaan moral, kedewasaan emosional, dan kedewasaan sosial. Melalui perjalanan tersebut, manusia semakin memahami bahwa hidup bukan hanya tentang pencapaian materi atau status, melainkan tentang bagaimana ia dapat menjadi pribadi yang bermakna bagi sesama. Karya Hendrikus Leven menjadi inspirasi bahwa perjalanan spiritualitas adalah perjalanan untuk mencintai, mengampuni, melayani, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang bertolak dari pengalaman konkret manusia dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelayanan. Karya Hendrikus Leven menjadi contoh bahwa spiritualitas bukan hanya urusan batin, melainkan juga urusan tindakan nyata yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa spiritualitas kehidupan adalah proses panjang yang mengintegrasikan nilai, pengalaman, refleksi, dan tindakan sehingga membentuk kesatuan hidup yang penuh makna. Perjalanan ini mengarah pada kedalaman hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta pada komitmen untuk menjalani hidup dengan cinta kasih, kerendahan hati, dan pengabdian yang tulus.

PENDIDIKAN KARAKTER DAN ETIKA DALAM PENDIDIKAN

Evania Kristanti Yaku Danga, Gralesia Tenti Septiwita Sobeukum, Grace Imanuela Bili Katoda, Erdin Edward Fatuli, Gayus Bere
Abstract: Pendidikan karakter dan etika adalah elemen krusial dalammenciptakan generasi yang tidak hanya berhasil dalam bidangakademik, tetapi juga memiliki moralitas dan kepribadianyang kuat. Penelitian ini menerapkan metode studi… i literaturuntuk mengeksplorasi pentingnya integrasi pendidikankarakter dan etika di dalam lingkungan pendidikan,Temuandari penelitian tersebut menunjukkan bahwa tujuanpendidikan karakter adalah untuk menanamkan nilai-nilaimoral seperti tanggung jawab, kejujuran, disiplin, dan empati.Di sisi lain, etika berfungsi sebagai panduan perilaku yangmengatur hubungan di dalam lingkungan belajar. Penerapankarakter dan etika terlihat dalam perilaku siswa danmahasiswa di berbagai kegiatan akademik maupun sosial,seperti menghargai dosen dan teman, menghindari tindakanyang tidak etis, bekerja sama, serta berpartisipasi dalamkegiatan masyarakat. Namun, implementasi pendidikankarakter dan etika menghadapi banyak tantangan, termasukdampak negatif dari media sosial, kurangnya teladan dariorang dewasa, perbedaan nilai antarbudaya, serta lemahnyapembiasaan dan pengawasan lingkungan. Meskipun begitu,pendidikan karakter dan etika membawa pengaruh positifyang besar bagi perkembangan mahasiswa, sepertimembangun rasa tanggung jawab, meningkatkan rasa percayadiri, memperkuat keterampilan sosial, serta menumbuhkankepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Karena itu,kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangatpenting untuk menciptakan suatu lingkungan pendidikan yangetis dan berkarakter, demi menyiapkan generasi yangberintegritas dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP ETIKA SOSIAL GENERASI Z

Virgo, Virgodiman Sine, Tiwi Mita Marliana Penu, Wendi Musa Robo, Vebriance Dima, Yanuarius Bria, Yenry Anastasia Pellondou
Abstract: Perkembangan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, khususnya melalui media sosial, telah mengubahcara individu melakukan interaksi dan komunikasi satu samalain. Media sosial mempercepat dan memperluas interaksi,… i, tetapi juga membawa berbagai tantangan yang berkaitandengan etika dan moralitas di dunia digital. Generasi Z,yangtumbuh di era digital,memiliki kemampuan teknologi yang tinggi, tetapi ada risiko kehilangan nilai-nilai sosial dan etika. Situasi ini memerlukan sebuah pendekatan mendalam untukmenilai dampak jangka panjangnya. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan menganalisis literaturdari berbagai jurnal dan artikel akademis guna memahamifenomena sosial, norma komunikasi, serta nilai moral yang berkaitan dengan penggunaan media sosial di kalanganGenerasi Z.   Media sosial memberikan peluang untuk terlibat dalaminteraksi sosial, namun juga menciptakan masalah sepertiperubahan identitas online, tekanan mental, perasaan takutketinggalan (FOMO), perundungan daring, dan informasiyang salah. Berbagai persona di dunia maya dan pengelolaancitra diri menantang pengembangan karakter individu. Selainitu, media sosial juga menciptakan norma komunikasi baruyang perlu diteliti secara mendalam. Oleh karena itu, pengaruhnya terhadap etika sosial bagi Generasi Z menjadisangat kompleks. Dengan demikian, penting untukmenanamkan nilai-nilai moral melalui pendidikan yang menggabungkan prinsip etika universal dan keterampilandigital, serta membangun ekosistem pembelajaran yang terstruktur untuk membentuk karakter dengan tanggung jawabsosial. Masa depan Generasi Z sebagai agen perubahan yang beretika akan sangat bergantung pada sistem pendidikan dan strategi yang efektif.

KOMUNIKASI PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL: SEBUAH KAJIAN KONSEPTUAL TENTANG TRANFORMASI INTERAKSI EDUKATIF

Asiyah, Gita Tamara, Shafiyah Binti Nur Ikhwan, Suci Pebriani, Zahra Ulfah Nasution, Ere Mardella Arbiani
Abstract: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual bagaimana transformasi digital memengaruhi bentuk, arah, dan efektivitas… fektivitas interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik. Pendekatan konseptual digunakan untuk meninjau berbagai teori komunikasi pendidikan dan relevansinya dalam konteks digitalisasi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi pendidikan di era digital tidak hanya ditandai oleh penggunaan media baru, tetapi juga oleh perubahan paradigma interaksi yang lebih kolaboratif, interaktif, dan fleksibel. Peran pendidik bergeser dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator pembelajaran, sementara peserta didik berperan lebih aktif dalam proses konstruksi pengetahuan. Dengan demikian, transformasi komunikasi pendidikan di era digital menuntut adaptasi kompetensi digital, literasi media, serta penguatan etika komunikasi dalam ruang virtual.

DAMPAK PENGGUNAAN TIKTOK TERHADAP PENJUALAN KERAJINAN TANGAN MASYARAKAT BADUY KECAMATAN LEUWIDAMAR LEBAK-BANTEN

Arga Wijaya, Boyke Nugraha
Abstract: Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial seperti TikTok, telah membawa perubahan signifikan dalam strategi promosi budaya dan produk lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana budaya masyarakat… syarakat Baduy direpresentasikan dalam konten TikTok serta menganalisis dampaknya terhadap minat kunjungan wisatawan dan penjualan kerajinan tangan masyarakat Baduy di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-Banten. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kreator konten, tokoh adat, pelaku UMKM lokal, wisatawan, dan perwakilan Dinas Pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok yang menampilkan keseharian dan nilai-nilai adat masyarakat Baduy Luar mampu menarik perhatian luas, membentuk persepsi positif, dan mendorong minat wisata budaya. Namun, tingginya eksposur digital ini belum diimbangi dengan peningkatan signifikan dalam penjualan kerajinan tangan secara langsung. Kesenjangan ini disebabkan oleh terbatasnya adopsi strategi pemasaran digital oleh masyarakat lokal serta minimnya intervensi promosi yang terstruktur. Penelitian ini menegaskan pentingnya optimalisasi representasi budaya yang otentik di media sosial sebagai strategi promosi digital yang sensitif terhadap nilai budaya lokal dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi komunitas adat.

AL-MABĀNI WA AL-MA‘ĀNI: RELASI ANTARA BENTUK ṢARFIYYAH DAN MAKNA SEMANTIS DALAM BAHASA ARAB

Muhammad Rahmat Alimin, Nizar, Hamzah
Abstract: Kajian relasi antara bentuk (al-mabāni) dan makna (al-ma‘āni) merupakan aspek fundamental dalam linguistik Arab yang menegaskan keterpaduan antara sistem morfologi (al-ṣarf) dan semantik (al-dalālah). Dalam bahasa Arab,… Arab, setiap perubahan bentuk kata tidak hanya merepresentasikan variasi gramatikal, tetapi juga mengandung implikasi makna yang sistematis dan bermakna. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan antara bentuk ṣarfiyyah dan makna semantis melalui pendekatan morfosintaksis, dengan menelaah keterkaitan antara struktur morfologis dan fungsi sintaktis dalam pembentukan makna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif–kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan mengkaji karya-karya linguistik klasik, seperti Al-Kitāb karya Sibawaih dan Al-Khaṣā’iṣ karya Ibn Jinnī, serta membandingkannya dengan perspektif linguistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam bahasa Arab, bentuk berfungsi sebagai wadah makna (al-mabnā qālib al-ma‘nā), di mana perubahan huruf, pola wazan, dan struktur derivatif senantiasa membawa konsekuensi semantis yang jelas dan teratur. Relasi antara bentuk dan makna bersifat non-arbitrer serta mengikuti kaidah linguistik yang logis. Dengan demikian, pemahaman terhadap konsep al-mabāni wa al-ma‘āni menjadi landasan penting dalam studi morfosintaksis Arab dan memiliki relevansi aplikatif dalam pembelajaran bahasa Arab modern, khususnya dalam penguatan analisis gramatikal dan semantik..

KONSUMSI KONTEN DAKWAH DIGITAL DAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL MAHASISWA: KAJIAN EMPIRIS DI KALANGAN GENERASI Z

Sirun, Akhmad Kastalani, Surawan , Surawan
Abstract: Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi informasi keagamaan, terutama di kalangan generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat konsumsi konten dakwah digital… l dan kesejahteraan spiritual siswa generasi Z, serta menganalisis hubungan di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner terhadap 25 mahasiswa yang aktif mengakses media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden secara rutin mengakses konten dakwah digital, terutama melalui YouTube, Instagram, dan TikTok. Mahasiswa menilai konten dakwah digital tidak hanya memperluas akses terhadap ilmu agama, tetapi juga menjadi sumber spiritual yang inspiratif, relevan, dan menenangkan. Tingkat kesejahteraan spiritual mereka juga tinggi, ditandai dengan kedekatan dengan Tuhan, ketenangan batin, dan makna hidup. Temuan ini selaras dengan teori Kegunaan dan Kepuasan, di mana media digunakan untuk memenuhi kebutuhan spiritual secara aktif. Penelitian ini menekankan pentingnya kualitas konten dakwah serta peran figur ustadz yang otentik dalam membangun spiritualitas digital yang sehat dan bermakna.

KESELARASAN IMTAQ DAN IPTEK

Adik Fitra Ananda, Asmarani Putri, Mufaizah
Abstract: Jurnal ini membahas hubungan antara perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai IMTAQ (Iman, Taqwa, dan Akhlak) dalam masyarakat modern. Dalam era digital… ini, kemajuan teknologi yang pesat membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, baik dalam dunia pendidikan, ekonomi, maupun sosial. Namun, perkembangan tersebut tidak jarang menyebabkan pergeseran nilai-nilai moral dan spiritual di kalangan individu. Oleh karena itu, penting untuk mengintegrasikan IMTAQ dalam penerapan IPTEK agar teknologi yang berkembang dapat memberikan manfaat maksimal bagi umat manusia tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan agama. Melalui pendekatan multidisipliner, artikel ini  mengkaji bagaimana penerapan IMTAQ dapat memperkuat penggunaan IPTEK dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan humanis. Temuan dalam artikel ini menunjukkan bahwa IMTAQ yang kokoh dapat menjadi landasan untuk memitigasi dampak negatif dari kemajuan teknologi, sekaligus mendukung kemajuan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum pendidikan yang menyeimbangkan aspek IPTEK dan IMTAQ untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kuat dalam iman, taqwa, dan akhlak.

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF MEDIA SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT

Luthfiyah, Luthfiyah, Maknun, Lu’luil
Abstract: Media sosial merupakan platform online dimana pengguna dapat berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan konten seperti blog, jejaring sosial, wiki, dan forum. Penggunaannya memiliki dampak positif, seperti memperluas interaksi… aksi sosial, mempermudah mengekspresikan diri sendiri, serta mempercepat penyebaran informasi dengan biaya yang lebih terjangkau. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola perilaku masyarakat secara signifikan. Kemunculan media sosial membawa pergeseran dalam budaya, etika, dan norma-norma yang ada. Di Indonesia, yang memiliki keberagaman tradisi, suku, ras, dan agama, penggunaan media sosial telah menjadi umum di kalangan berbagai usia dan latar belakang, sebagai sarana untuk memperoleh dan menyebarkan informasi kepada public. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai definisi media sosial, dampaknya terhadap masyarakat di Indonesia, dan pengaruhnya terhadap perubahan sosial. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini didasarkan pada metode pustaka. Dari hasil penelitian ini, terlihat bahwa penggunaan media sosial dapat memiliki dampak signifikan terhadap individu, termasuk meningkatnya perilaku antisosial di kalangan anak muda yang terlalu terikat pada media sosial.

PENDAMPINGAN CAPAIAN KINERJA KELOMPOK USAHA BERSAMA IBU KREATIF GERAI KEMBANG SETAMAN MELALUI MONITORING DAN EVALUASI

Nurmasari, Nurman, Nurman, Mulianto, Budi, Komalasari, Eka, Amrillah, Muhammad Faisal, Aleyna, Nada
Abstract: Pengabdian ini dengan judul : Pendampingan Capaian Kinerja Kelompok Usaha Bersama Ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman Melalui Monitoring Dan Evaluasi” pengabdian ini dengan tujuan Untuk mengidentifikasi capaian kinerja program… rogram PKM melalui monitoring dan evaluasi di KUB Ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman Kota Pekanbaru dan untuk memberikan solusi terhadap kendala yang ditemui dalam melaksanakan program PKM di KUB Ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh Tim PKM permasalahan yang ada di KUB Ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman menjadi permasalahan prioritas yang harus dicarikan solusinya agar capaian kinerja dapat berjalan dengan baik, dan tentunya akan membawa perkembangan bagi usaha di KUB Ibu Kreatif Gerai Kembang Setaman Adapun permasalahan prioritasnya adalah: Pertama, Koperasi yang sudah terbentuk di KUB Gerai Kembang Setaman pada tahun 2021 belum berjalan baik karena masih minimnya pemahaman para pengurus dan anggota mengenai koperasi. Kedua Sistem data base persediaan barang yang telah diberikan pada tahun 2022 juga belum berjalan dengan baik karena terdapat kendala di SDM yang tidak begitu memahami penggunaan teknologi. Metode yang digunakan: observasi, diskusi, pendampingan dan dokumentasi kegiatan. Dengan adanya kegiatan Pengabdian ini Tim memberikan beberapa solusi dalam bentuk pendampingan, monitoring, evaluasi dan memberikan bantuan sistem data base,alat mesin kasir serta modal usaha.