Showing 31 articles found for "Menentukan"

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Smartphone Terbaik Pada Toko All Brand Menggunakan Metode SAW

Annisa Nur Izdihar, Ryan Ardiansyah, Fikri Al Fauzi Siregar, Johan Kevin Simarmata
Abstract: Perkembangan teknologi smartphone yang pesat menyebabkan meningkatnya jumlah merek, tipe, dan variasi produk yang beredar di pasaran, sehingga menyulitkan konsumen dalam menentukan smartphone terbaik sesuai dengan kebutuhan… han dan kemampuan finansial. Toko All Brand sebagai toko multi-merek menyediakan banyak alternatif smartphone, namun belum memiliki mekanisme yang sistematis untuk membantu konsumen dalam proses pemilihan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pendukung keputusan pemilihan smartphone terbaik pada toko All Brand menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW digunakan karena mampu menyelesaikan permasalahan pengambilan keputusan multikriteria melalui proses normalisasi, pembobotan, dan perankingan alternatif. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi harga, kapasitas RAM, memori internal, kualitas kamera, performa prosesor, dan kapasitas baterai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu menghasilkan perankingan smartphone secara objektif berdasarkan nilai preferensi. Dari hasil perhitungan, smartphone Oppo Reno memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,92 dan direkomendasikan sebagai smartphone terbaik. Implementasi sistem menunjukkan bahwa metode SAW dapat diterapkan secara efektif untuk membantu konsumen dan pihak toko dalam pengambilan keputusan pemilihan smartphone. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses pemilihan produk, meminimalkan kesalahan keputusan, serta meningkatkan kualitas pelayanan di toko All Brand.

Penentuan Kelayakan Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Menggunakan Metode AHP

Dari, Wulan, Afrisawati, Afrisawati, Dristyan, Febri
Abstract: Abstract: Sipaku Area Village currently has a population of 1963 family cards with a density of 7423 people divided into 8 hamlets. Villages can still register people who do not have an Indonesia Smart Card with the concerned… erned office by recording the data on the people who have KPS, PKH or SKTM, to get the Indonesia Smart Card (KIP) program, because many people submit applications and there are many criteria that must be taken into account. faced by the Sipaku Area Village Head Office in determining the priority of potential KIP recipients is very difficult, not transparent and inefficient. Therefore, to overcome this problem, it is necessary to have a system for determining the priority of potential KIP recipients by adding some more basic criteria. In this study a decision support system was designed using the AHP (Analitycal Hierarchy Process) method. The results of calculations using the pairwise comparison matrix for the use of criteria show that the most important priority is shown in the status of an active applicant of 0.391, the second priority is the completeness of the files of 0.406, the third priority is the orphanage of 0.095, the fourth priority is parental income of 0.066, and the priority the fifth is a dependent of 0.041. Meanwhile, for alternative use, the data obtained is that the highest value weight determines the recipient of Smart Indonesia Card Assistance (KIP), namely Rizky Amelia Ritonga with a value of 0.171, the second alternative is Rangga Pranata with a value of 0.141 and the third alternative is Elva Radis with a value of 0.124. Keywords: Smart Indonesian Card Recipients (KIP), AHP Method, PHP and MySQL.   Abstrak: Desa Sipaku Area yang sekarang ini mempunyai jumlah penduduk 1963 kartu keluarga dengan kepadatan 7423 jiwa yang terbagi dalam 8 Dusun. Desa tetap bisa mendaftarkan masyarakat yang tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar ke Dinas yang bersangkutan dengan mendata masyarakatnya yang memiliki KPS, PKH atau SKTM, untuk mendapat program Kartu Indonesia Pintar (KIP), karena banyaknya masyarakat mengajukan permohonan dan banyak kriteria yang harus diperhitungkan, sehingga Kendala yang dihadapi oleh pihak Kantor Kepala Desa Sipaku Area dalam menentukan prioritas calon penerima KIP sangat sulit, tidak transparan dan tidak efesien. Oleh Karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya sistem dalam menentukan prioritas calon penerima KIP dengan menambahkan beberapa kriteria yang lebih mendasar. Pada penelitian ini dirancang sistem pendukung keputusan menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarchy Process). Hasil perhitungan menggunakan matrik perbandingan berpasangan untuk penggunaan kriteria menunjukkan bahwa prioritas yang paling utama ditunjukkan pada status Pemohon aktif sebesar 0.391, prioritas kedua yaitu Kelengkanpan Berkas sebesar 0.406, prioritas ketiga yaitu kondisi yatim piatu sebesar 0.095, prioritas keempat yaitu penghasilan orangtua sebesar 0.066, dan prioritas kelima yaitu tanggungan sebesar 0.041 Sedangkan untuk penggunaan alternatif diperoleh data yaitu bobot nilai paling tinggi menentukan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yaitu Rizky Amelia Ritonga dengan nilai 0.171, alternatif kedua Rangga Pranata dengan nilai 0.141 dan alternatif ketiga Elva Radis dengan nilai 0.124.   Kata kunci : Penerima Bantuan PIP, Metode AHP, PHP dan MySQL.

Pertarungan Hukum Hak Cipta di Era Digital : Studi Kasus dalam Konteks Indonesia

Rahmayanti, Selvia Dinda, Rismana, Varisha, Salsabila, Yuna, Syechnas, Nur Zaera Zein
Abstract: Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa tantangan baru bagi perlindungan hak cipta, dengan penyebaran dan reproduksi karya-karya intelektual secara digital yang semakin mudah. Banyaknya kasus pelanggaran… n hak cipta di era digital ini yang dapat mengakibatkan kerugian bagi pencipta, pelanggaran hak cipta ini telah meresahkan para pencipta dan menjadi masalah yang harus ditangani. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang perlindungan hukum pencipta karena tindakan yang melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Tujuan Penelitian ini adalah Menganalisis Regulasi Penegakan Hukum yang Efektif dalam Pelanggaran Hak Cipta, Mempelajari Konflik antara Pemilik Hak Cipta dan Konsumen dalam Konteks Indonesia, dan Mendefinisikan serta Menerapkan Batasan Penggunaan Sah dan Ilegal dari Karya-karya Digital. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang, metode itu digunakan dalam berbagai ilmu pengetahuan untuk mencari data bahan pustaka yang dimana terdapat berbagai macam bahan diantaranya data sekunder, bahan hukum primer, dan hukum tersier. Hasil penelitian ini adalah bahwa untuk mengurangi pelanggaran terhadap hak cipta dapat dilakukan dengan menentukan regulasi yang efektif dalam pelanggaran hak cipta dari undang-undang yang berlaku, ada beberapa Konflik antara pemilik hak cipta dan konsumen yang sering muncul di negara indonesia, dan terdapat Batasan penggunaan yang sah dan ilegal dari karya - karya digital berdasarkan undang-undang yang berlaku di indonesia.

Analisis Metode EDAS dalam Menentukan Kendaraan Bermotor Terbaik Berdasarkan Aspek Teknis

Andre Irfan Ramadhan, Syaba Atun Amri
Abstract: Pemilihan kendaraan bermotor merupakan keputusan kompleks yang melibatkan berbagai kriteria teknis seperti transmisi mesin, kapasitas mesin (CC), tahun keluaran, dan jenis bahan bakar. Masalah muncul ketika konsumen kesulitan… litan memilih kendaraan terbaik karena banyaknya pilihan dan perbedaan spesifikasi. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode EDAS (Evaluation Based on Distance from Average Solution) sebagai pendekatan objektif berbasis multikriteria. Data diperoleh melalui survei dan penilaian masyarakat terhadap 10 merek kendaraan, kemudian dihitung rata-rata solusi (AV), jarak positif (PDA), jarak negatif (NDA), normalisasi, dan skor akhir (Appraisal Score/AS). Hasil analisis menunjukkan bahwa Royal Enfield (A9) menjadi alternatif terbaik dengan skor 0,74716, diikuti oleh Yamaha (A6) dengan skor 0,55006, dan TVS (A10) dengan skor 0,52727. Peringkat tersebut dipengaruhi oleh kombinasi kapasitas mesin besar dan tahun produksi terbaru. Metode EDAS terbukti efektif sebagai alat bantu pengambilan keputusan sistematis dalam pemilihan kendaraan bermotor

Analisa Perkembagan Teknologi Informasi Di Kalangan Remaja Dengan Metode Naïve Bayes Pada SMAN 1 Wewewa Selatan

Maria Herlinda Bora, Friden Elefri Neno, Titus Kurra
Abstract: Teknologi informasi berkembang dengan cepat dan semakin kompleks dari waktu ke waktu, dan bisnis serta lembaga pendidikan secara intrinsik terkait dengannya. Salah satu aspek utama yang memiliki dampak besar pada pendidikan… kan adalah teknologi informasi. Dengan demikian, untuk meningkatkan keberhasilan dan efisiensi pendidikan, manajemen teknologi informasi menjadi sangat penting. salah satu faktor utama perkembagan sekolah adalah tekonologi Informasi. Teknologi informasi (TI) pada hakikatnya merupakan hasil samping dari kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan oleh manusia dengan tujuan untuk menghasilkan manusia yang berkualifikasi dan berpendidikan tinggi. Analisis merupakan proses menyelidiki atau menganalisis suatu kejadian dengan menggunakan fakta-fakta untuk menentukan keadaan yang sebenarnya. Biasanya, prosedur ini dilakukan bersamaan dengan pengolahan data atau penelitian. Hasil analisis diprediksi akan meningkatkan pemahaman dan memudahkan pengambilan keputusan. Tahapan perencanaan analisis sentimen pendekatan Naïve Bayes memberikan gambaran umum tentang tahapan penelitian yang dilakukan. Pendapat siswa tentang bagaimana teknologi informasi berkembang di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan terlihat terbagi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sikap masyarakat terhadap perkembangan teknologi informasi sebagian besar positif, sebagaimana dibuktikan oleh hasil metode Naïve Bayes yang menunjukkan akurasi 87,50%, presisi 17,50%, dan recall 20%

Penerapan Metode Simple Addtive Weighting Dalam Pemilihan UMKM Terbaik Di Aek Song-Songan

Astri Sindi Simanjuntak, Fuji Lestari, Fikri Al Mahdi, Sri Lestari
Abstract: Pemilihan umum yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan demokrasi yang transparan dan akuntabel. Namun, dalam praktiknya, proses pemilihan umum sering menghadapi kendala dalam menentukan alternatif… rnatif terbaik secara objektif karena banyaknya kriteria yang harus dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai sistem pendukung keputusan dalam menentukan pemilihan umum terbaik di Aek Songongan. Metode SAW digunakan karena mampu melakukan penilaian berdasarkan pembobotan dan perangkingan terhadap sejumlah kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tingkat partisipasi masyarakat, transparansi penyelenggaraan, kepatuhan terhadap regulasi, efektivitas pelaksanaan, dan tingkat kepuasan masyarakat. Proses penelitian dilakukan melalui pengumpulan data, penentuan bobot kriteria, normalisasi matriks keputusan, serta perhitungan nilai preferensi untuk memperoleh hasil peringkat terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SAW dapat membantu memberikan rekomendasi pemilihan umum terbaik secara objektif dan sistematis. Dengan demikian, penerapan metode SAW diharapkan dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan yang efektif bagi pihak terkait dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum di Aek Song-songan.

Tipe Anemia Berdasarkan Indeks Eritrosit Pasien Inpartu di RSUD K.R.T. Setjonegoro Wonosobo Tahun 2022

Retno Kurniawati, Maulana, Mochamad Rizal
Abstract: Salah satu penyebab kematian ibu adalah anemia akibat perubahan hematologis selama masa kehamilan. Pemeriksaan indeks eritrosit sebelum proses persalinan (inpartu) perlu dilakukan untuk mengetahui tipe anemia sehingga dapat… pat mengantisipasi komplikasi persalinan dan menentukan penanganan yang tepat. Faktor-faktor yang memengaruhi nilai indeks eritrosit meliputi usia pasien, jumlah paritas, usia kehamilan, jarak kehamilan, serta asupan nutrisi dan zat besi (Fe). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe anemia berdasarkan nilai indeks eritrosit pada pasien inpartu di RSUD K.R.T. Setjonegoro Wonosobo Periode Januari–Desember Tahun 2022. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data sejumlah 135 sampel diperoleh dari rekam medis dan hasil pemeriksaan darah rutin (MCV,MCH, dan MCHC). Pengolahan dan analisis data menggunakan Microsoft Excel 2010 dan IBM Statistics SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe anemia didominasi oleh normositik normokromik 62,2%, mikrositik hipokromik 37,0%, dan makrositik normokromik 0,7%. Pasien dengan usia berisiko didominasi normositik normokromik 65,6%, sedangkan usia tidak berisiko didominasi normositik normokromik 61,2%. Pasien dengan jumlah paritas berisiko didominasi normositik normokromik 78,6%, sedangkan usia tidak berisiko didominasi normositik normokromik 57,9%.

Fundamental User Interface Dan User Experience (UI/UX) Design Di Lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan

Kurniawan, Edi, Syafnur, Afdhal, Rahmadani, Nurul, Nasrun Marpaung
Abstract: Dunia digital yang terus berkembang menyoroti pentingnya desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX). Namun, kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sering kali tidak memadai dalam menangani masalah… kritis ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali siswa SMK, khususnya di SMK Negeri 1 Air Joman dengan keterampilan desain UI/UX melalui instruksi yang berfokus pada praktik. Kami mulai dengan menentukan kebutuhan siswa, kemudian kami membahas prinsip-prinsip desain UI/UX, diikuti dengan proses pembuatan Mockup UI dan prototype menggunakan Figma, dan diakhiri dengan mereview hasil desain dari proyek mereka. Kami menggunakan pre-test, post-test, observasi praktis, dan kuesioner kepuasan peserta untuk mengukur keberhasilan. Akibatnya, nilai rata-rata peserta meningkat sebesar 70%, dan hasilnya menunjukkan bahwa para siswa puas dengan materi dan metode pengajaran. Pelatihan ini meningkatkan pemahaman konseptual siswa, kecakapan teknis, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan di tempat kerja kreatif digital. Ini adalah pernyataan sederhana bahwa pendekatan pembelajaran praktis sangat efektif dalam dalam mengasah kemampuan vokasional di bidang desain digital.

Penerapan Metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP) dalam Pemilihan Produk Lip Tint Berdasarkan Preferensi Konsumen Remaja

Evi Mawardani, Handina Ananda Putri
Abstract: Penggunaan kosmetik telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, khususnya di kalangan remaja wanita. Salah satu produk yang paling diminati adalah lip tint, karena memberikan tampilan natural, tahan lama, dan praktis digunakan… gunakan dalam berbagai aktivitas. Namun, banyaknya merek yang menawarkan keunggulan masing-masing sering kali membuat konsumen remaja kesulitan menentukan pilihan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk membantu proses pengambilan keputusan dengan menerapkan metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP) dalam menentukan produk lip tint terbaik berdasarkan persepsi remaja wanita. Metode MFEP digunakan karena mampu mengevaluasi beberapa alternatif berdasarkan sejumlah kriteria penting yang telah ditentukan, yaitu harga, daya tahan warna, aroma, kelengkapan shade, dan tekstur produk. Setiap kriteria diberi bobot sesuai tingkat kepentingannya, dan penilaian dilakukan terhadap sepuluh merek lip tint populer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merek BNB memperoleh skor tertinggi sebesar 4,70, menjadikannya sebagai rekomendasi utama. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan evaluasi multikriteria dapat membantu konsumen muda mengambil keputusan yang lebih rasional. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi produsen dalam mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan remaja masa kini

Pemilihan Parfum Terbaik Di Kalangan Masyarakat Menggunakan Metode Weighted Product

Siti Marliah, Nicken Saskia Maharani, Nuriadi Manurung
Abstract: Pemilihan parfum yang sesuai dengan preferensi konsumen merupakan tantangan tersendiri mengingat banyaknya pilihan merek, aroma, dan harga yang tersedia di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Pendukung… ng Keputusan (SPK) menggunakan metode Weighted Product (WP) dalam menentukan parfum terbaik berdasarkan lima kriteria utama: aroma, ketahanan, harga, kemasan, dan ketersediaan. Data diperoleh melalui observasi pasar dan kuesioner kepada 100 responden pengguna parfum berusia 17–35 tahun. Setiap alternatif parfum dinilai dan dihitung nilai vektor S serta vektor V dengan mempertimbangkan bobot masing-masing kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parfum Morris (A9) menempati peringkat tertinggi dengan nilai vektor V sebesar 0,0728, diikuti oleh parfum racikan (A12) dan kategori lainnya (A16). Metode WP terbukti efektif dalam menghasilkan rekomendasi parfum yang sesuai dengan preferensi masyarakat secara objektif dan terstruktur