Search Articles & Publications

Showing 432 articles found for "Mengatasi"

PENYULUHAN, PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DAN PENANAMAN TANAMAN TOGA UNTUK MENGATASI MASALAH KESEHATAN HIPERTENSI DI DESA BABATAN SAUDAGAR, KECAMATAN PEMULUTAN INDUK, OGAN ILIR, PROVINSI SUMATERA SELATAN

Rima Ernia, Ririn Noviyanti Putri, M Nabil
Abstract: Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Babatan Saudagar bertujuan untuk mengatasi masalah hipertensi. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, pemeriksaan kesehatan gratis dan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA). Penyuluhan… nyuluhan yang dilakukan dengan memberikan informasi dan edukasi tentang penyebab dan cara mengatasi hipertensi, dilanjutkan dengan penanaman tanaman TOGA di belakang kantor Desa Babatan Saudagar. Tanaman TOGA yang ditanam seperti seledri, timun, tomat, kemangi, terong, cabai, dan pepaya. Benih dan bibit TOGA juga dibagikan kepada warga. Masyarakat memberikan respon positif dengan partisipasi aktif dalam kerja bakti dan penyuluhan. Kombinasi penyuluhan dan praktik penanaman TOGA berhasil mencapai untuk meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan potensi setempat melalui praktik langsung.

PENGEMBANGAN BUDIDAYA SAYURAN SEBAGAI SOLUSI PERTANIAN BERKELANJUTAN BAGI KELOMPOK WANITA TANI DESA CINTA MAKMUR

Zulkarnain Nasution, Azidin Harahap, Zunaidy Abdullah Siregar
Abstract: Pemanfaatan lahan pekarangan dengan bercocok tanam tanaman sayuran dapat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, berkualitas, bergizi, serta aman secara teratur. Biaya yang murah dan mudah dikelola menjadi sarana mengatasi… si kekurangan makanan keluarga. pengembangan sistem produksi tanaman pekarangan dapat mendukung upaya ketahanan pangan. Memperkenalkan pola pertanian ke dalam lahan pekarangan berupa tanaman campuran yang disampaikan pada masyarakat, termasuk kombinasi antara tanaman sayuran dan tanaman buah-buahan serta tanaman buah-buahan dengan tanaman obat-obatan yang dapat memberikan manfaat ekonomi Jenis sayuran yang dibudidayakan dipilih sayuran berumur 1-3 bulan seperti sawi, kangkung cabut, bayam cabut dan lain-lain. selain itu jenis tanaman sayuran yang dapat dimanfaatkan keluarga seperti tomat, cabe dan jenis tanman rempah-rempah juga dapat dibudidayakan. Penggunaan bahan berupa pupuk organik membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara makro dan unsur hara mikro pada tanaman.

The PENERAPAN DLMS DAN EQUALIZER PADA AUDIO SOUND SYSTEM MASJID UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH JEMAAH MASJID BAITUL MUTTAQIN PISANGAN BONTANG

Tur, Turahyo, Arfittariah, Nur Imansyah, Abadi Nugroho, Rachmah Agus Putri, Sulaiman
Abstract: Audio feedback atau biasa di kenal dengan dengung, baik pada frekuensi rendah maupun pada frekuensi tinggi merupakan permasalahan serius pada tata suara di masjid. Audio feedback  yang terjadi di masjid dapat mengganggu… kekhusu’an jemaah saat sholat 5 waktu. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah jamaah  Masjid Baitul Muttaqin Pisangan terutama sholat 5 waktu, melalui penerapan Digital Loudspeaker Management System (DLMS) dan equalizer 31 kanal sebagai kontrol speaker monitor Imam. Peralatan ini digunakan untuk mengatasi masalah audio feedback, menjaga kestabilan level output dari audio mixer, dan meningkatkan kejernihan suara pada speaker utama maupun speaker monitor imam. Dalam implementasinya, fitur-fitur seperti digital equalizer, compressor, limiter, dan crossover pada DLMS dimanfaatkan secara optimal. Setting equalizer dilakukan mengikuti panduan vocal equalizer cheat sheet guna mengurangi frekuensi penyebab feedback. Dari hasil setting perangkat DLMS dan Equalizer di dapatkan hasil di masjid, audio feedback/ dengung sudah tidak terjadi lagi. Hal ini menyebabkan jemaah masjid yang sholat 5 waktu sudah tidak terganggu dengan suara dengung atau audio feedback. Hal ini meningkatkan kualitas ibadah jamaah masjid Baitul Muttaqin Pisangan.    

PELATIHAN DAUR ULANG SAMPAH ORGANIK MELALUI PEMBUATAN KOMPOSTER TAKAKURA PADA SISWA SMP NEGERI 04 KOTA BIMA

Ferawati, Rahmawati, Anita, Nurfathurrahman
Abstract: Sampah organik merupakan salah satu masalah lingkungan yang kerap dijumpai di lingkungan sekolah, terutama berasal dari sisa makanan siswa dan limbah kantin. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah organik dapat menimbulkan… kan bau, menjadi sarang penyakit, dan mencemari lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan fokus pada pelatihan daur ulang sampah organik melalui metode pembuatan komposter Takakura kepada siswa SMP Negeri 4 Kota Bima. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa SMP Negeri 4 Kota Bima dalam mengelola sampah organik melalui pelatihan pembuatan komposter Takakura. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi antara penyuluhan teori, demonstrasi alat dan bahan, serta praktik langsung pembuatan komposter secara berkelompok. Siswa diperkenalkan dengan konsep dasar komposter Takakura, alat dan bahan yang diperlukan, serta cara perawatan agar kompos cepat jadi dan bebas bau. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan siswa, sesi tanya jawab, serta umpan balik dari siswa dan guru. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah, serta kemampuan mereka dalam membuat komposter secara mandiri. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan termotivasi untuk menerapkan metode ini di lingkungan rumah dan sekolah. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pembentukan sikap peduli lingkungan dan dapat dijadikan sebagai program rutin sekolah dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.

SENAM DISMENORE SEBAGAI UPAYA MENGATASI NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI

Dian Furwasyih, Novria Hesti, Putri Regina
Abstract: Dismenore adalah nyeri perut bagian bawah saat menstruasi akibat peningkatan hormon prostaglandin, yang menyebabkan kontraksi otot uterus. Di Pondok Pesantren Darul Falah, banyak siswi mengalami nyeri haid yang mengganggu… u aktivitas sehari-hari. Dari 10 orang yang teridentifikasi mengalami nyeri haid, semuanya mengaku tidak mengetahui cara mengatasi nyeri haid tanpa obat, sehingga pemberian edukasi tentang senam dismenore adalah solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan mitra.

PENINGKATAN MOTIVASI SISWA DALAM MENGGAPAI CITA-CITA DI SMP MATHUSA DWI ELANG CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR

Muhlis, Muhlis, Anggraeni, Novita, Mujito, Mujito
Abstract: Pengabdian masyarakat "Mengapai Cita" bertujuan untuk membantu siswa dalam mengidentifikasi dan mengatasi berbagai hambatan yang mungkin mereka hadapi dalam melanjutkan pendidikan, seperti masalah keuangan, kekhawatiran… tentang beban akademik, tekanan sosial, serta strategi untuk mengatasi tantangan tersebut. Melalui program ini, siswa diharapkan dapat mengembangkan motivasi untuk merencanakan langkah-langkah konkret dalam mencapai cita-cita mereka, termasuk memahami pendidikan yang perlu dijalani dan keterampilan yang perlu dikembangkan. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain adalah membantu siswa membangun rasa percaya diri dengan mendengarkan kisah inspiratif dari para pembicara yang telah berhasil mencapai tujuan hidup mereka. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan arah yang jelas, meningkatkan motivasi, serta membekali siswa dengan pengetahuan dan kepercayaan diri yang diperlukan untuk meraih cita-cita mereka di masa depan.

MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM PENCAPAIAN AKREDITASI A DI SMAN 8 LUWU UTARA

Rosita, Rosita, Makmur, Makmur, Taqwa, Taqwa, Nursaeni, Nursaeni, Firmansyah, Firmansyah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan manajemen sarana dan prasarana, proses pencapaian Akreditasi A, serta penerapan manajemen sarana dan prasarana di SMAN 8 Luwu Utara. Jenis penelitian yang digunakan oleh… leh peneliti adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan manajemen sarana dan prasarana di SMAN 8 Luwu Utara telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan dan skala prioritas, sedangkan pengadaan disesuaikan dengan kemampuan anggaran sekolah dan kebutuhan pembelajaran. Seluruh sarana dan prasarana dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses pembelajaran serta dipelihara dan diawasi secara berkala agar tetap memenuhi standar yang dipersyaratkan. Proses pencapaian Akreditasi A dilakukan melalui pembentukan tim akreditasi, penyusunan dokumen administrasi dan bukti fisik, pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, evaluasi berkala, serta kerja sama seluruh warga sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan anggaran dan kebutuhan peningkatan beberapa fasilitas, sekolah mampu mengatasinya melalui penetapan skala prioritas, kerja sama seluruh warga sekolah, dan evaluasi berkelanjutan. Penerapan manajemen sarana dan prasarana melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik sehingga tercipta pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manajemen sarana dan prasarana yang efektif memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan SMAN 8 Luwu Utara dalam mempertahankan Akreditasi A dan meningkatkan mutu pendidikan.

KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB: SOLUSI MENGATASI EKSPLOITASI DAN KEKERASAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA

Viola Aurelia Almughniy, Widiyanti Utami, Azzahra Raihatul Janah, Winizz Habibah, Khadeeja ‘Aina Naafi’a, Ratna Fitria
Abstract: Penelitian ini menganalisis peran Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dalam melaksanakan tugasnya untuk melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban eksploitasi dan kekerasan. Penelitian… enelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggali mekanisme kerja, tantangan dan strategi BP3MI dalam menangani aduan kasus eksploitasi dan kekerasan melalui wawancara dengan staf kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BP3MI telah mengupayakan penegakan sila ke-2 yakni “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dengan menjalankan program pencegahan, pemantauan, dan penanganan kasus untuk memastikan pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban eksploitasi dan kekerasan mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum secara penuh. Namun, efektivitas program-program ini, dalam pelaksanaannya memiliki beberapa kendala seperti kurangnya data dari aduan, hambatan koordinasi dengan perwakilan luar negeri, dan keterbatasan pekerja internal. Strategi BP3MI berbasis edukasi, media digital dan kolaborasi lintas lembaga membantu meningkatkan efektivitas perlindungan, namun penguatan sumber daya dan koordinasi masih diperlukan untuk memperbaiki perlindungan pekerja migran Indonesia secara menyeluruh.  

TANTANGAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MI DI ERA DIGITAL

Muthmainnah, Fitria, Jihan Khairum Nisa, Siti Masyitoh
Abstract: Studi ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi guru dalam membentuk karakter siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di era digital saat ini. Ini juga bertujuan untuk menemukan cara-cara yang bisa digunakan untuk mengatasi… ngatasi perubahan yang dibawa oleh teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informasi ini dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, makalah ilmiah, dan referensi penting lainnya yang berhubungan dengan pendidikan karakter dan perkembangan teknologi digital dalam pendidikan. Metode pengumpulan data melibatkan pemeriksaan berbagai dokumen. Ini dilakukan dengan membaca, memahami, dan menganalisis berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan besar bagi para guru dalam membimbing karakter siswa MI. Tantangan-tantangan ini meliputi penggunaan gadget yang berlebihan, kurangnya perhatian siswa terhadap belajar, sedikitnya interaksi sosial secara langsung, dampak buruk dari media sosial, dan kurangnya bimbingan dari orang tua tentang bagaimana anak-anak menggunakan teknologi digital. Selain itu, kemajuan teknologi mempengaruhi bagaimana sikap siswa dan karakter mereka. Ini termasuk masalah seperti kurangnya disiplin, menggunakan bahasa yang tidak baik, dan kecenderungan untuk meniru perilaku negatif yang terlihat di internet dan media sosial. Ketika menghadapi tantangan ini, guru sangat penting karena mereka mendidik, membimbing, menjadi panutan, dan mengawasi untuk membantu siswa menggunakan teknologi dengan bijak. Guru dapat menggunakan beberapa cara, seperti memanfaatkan alat belajar digital, mengajarkan nilai-nilai karakter dengan memberikan contoh, membiasakan siswa dengan kebiasaan baik, mengamati cara siswa menggunakan perangkat mereka, dan bekerja sama dengan orang tua untuk memantau penggunaan teknologi oleh siswa. Jadi, mengajarkan karakter di era digital saat ini harus dilakukan secara rutin, agar siswa dapat memanfaatkan teknologi dengan cara yang baik sambil tetap menjaga nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari mereka.

STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KENDALA PEMBELAJARAN PJOK DI SEKOLAH DASAR DENGAN KETERBATASAN FASILITAS

Anisatul Falihah, Lisa Damayanti, Pathurrohman
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengatasi kendala pembelajaran PJOK di sekolah dasar dengan keterbatasan fasilitas sebagai upaya mengisi gap riset yang telah diidentifikasi sebelumnya. Penelitian… elitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru, kendala pembelajaran, dan tingkat efektivitasnya merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dalam pelaksanaan pembelajaran PJOK. Dari sisi strategi, guru mampu menerapkan pendekatan adaptif melalui modifikasi alat sederhana, penggunaan metode berbasis permainan, serta pengelolaan kelas yang fleksibel. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga pembelajaran tetap aktif dan bermakna meskipun fasilitas terbatas. Namun, terdapat kendala signifikan yang dihadapi guru, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kurangnya variasi metode. Kendala tersebut tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga mempengaruhi motivasi dan perkembangan keterampilan motorik siswa. Meskipun demikian, strategi yang diterapkan guru menunjukkan efektivitas yang cukup baik, ditandai dengan meningkatnya partisipasi siswa, pemahaman konsep dasar, serta pengelolaan pembelajaran yang lebih efisien dan kondusif. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas dan kemampuan adaptasi guru menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas pembelajaran PJOK di tengah keterbatasan fasilitas. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model strategi adaptif yang dapat dijadikan rujukan bagi guru dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di sekolah dasar.