Search Articles & Publications

Showing 129 articles found for "Menyelesaikan"

SENAM DISMENORE SEBAGAI UPAYA MENGATASI NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI

Dian Furwasyih, Novria Hesti, Putri Regina
Abstract: Dismenore adalah nyeri perut bagian bawah saat menstruasi akibat peningkatan hormon prostaglandin, yang menyebabkan kontraksi otot uterus. Di Pondok Pesantren Darul Falah, banyak siswi mengalami nyeri haid yang mengganggu… u aktivitas sehari-hari. Dari 10 orang yang teridentifikasi mengalami nyeri haid, semuanya mengaku tidak mengetahui cara mengatasi nyeri haid tanpa obat, sehingga pemberian edukasi tentang senam dismenore adalah solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan mitra.

ANALISIS PENGGUNAAN ALAT BANTU PENERJEMAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS MAHASISWA

Aminullah, Arif, Akfan, Sofyan Sukwara, Lembang, Naomi, Wulanda, Nourma
Abstract: Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya penggunaan alat bantu penerjemah dalam pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. Alat bantu penerjemah seperti Google Translate banyak dimanfaatkan oleh… mahasiswa untuk membantu memahami kosakata, membaca teks berbahasa Inggris, serta menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan alat bantu penerjemah dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa yang menggunakan alat bantu penerjemah dalam pembelajaran bahasa Inggris, dengan sampel sebanyak 40 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menggunakan alat bantu penerjemah secara aktif dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris. Sebanyak 82,5% mahasiswa menyatakan sering menggunakan alat bantu penerjemah, sedangkan 90% mahasiswa menyatakan bahwa alat bantu penerjemah mudah digunakan. Selain itu, 87,5% mahasiswa menyatakan bahwa alat bantu penerjemah membantu meningkatkan kemampuan membaca (reading), 82,5% membantu kemampuan menulis (writing), dan 90% membantu meningkatkan penguasaan kosakata (vocabulary). Meskipun demikian, penggunaan alat bantu penerjemah secara berlebihan berpotensi menimbulkan ketergantungan dan mengurangi kemampuan mahasiswa dalam memahami tata bahasa (grammar) serta menyusun kalimat secara mandiri. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa alat bantu penerjemah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa, khususnya pada aspek reading, writing, dan vocabulary. Oleh karena itu, penggunaan alat bantu penerjemah perlu diarahkan secara tepat agar dapat menjadi media pendukung pembelajaran yang efektif tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa.

MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Andri Marta Sudirja, Umar Rosadi, Muhamad Rif'at Syadli, Chepy Risnadar Angga Widjaya, Siti Latipah, Aji Setiaji, Iyad Suryadi, Asep Ahmad Ridwansyah
Abstract: Permasalahan bahwa belum efektifnya pelaksanaan pembinaan dalam peningkatan kompetensi guru PAI disebabkan oleh karena kurang oftimalnya perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi dan hasil manajemen Kepala Madrasah sehingga… hingga berdampak pada mutu pembelajaran khususnya pada mata pelajaran PAI pada madrasah tsanawiyah. Sebuah lembaga pendidikan seharusnya mempunyai sistem yang baik ditandai dengan lembaga tersebut mempunyai tujuan yang jelas, perencanaan yang matang, koordinasi yang teratur, pimpinan yang profesional, kooperatif dan pengawasan serta evaluasi kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, penilaian/evaluasi, hasil dan faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) perencanaan manajemen Kepala Madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI dilakukan dengan melakukan identifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kompetensi guru-guru PAI tersebut, berkoordinasi dengan pengawas dan menyiapkan rancangan program pembinaan kompetensi guru PAI, 2) pelaksanaan manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan melalui workshop, seminar, MGMP, IHT, Diklat dan Supervisi serta melaksanakan pengamatan mengenai aspek-aspek pengelolaan dan administrasi guru PAI yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran yang efektif, 3) penilaian/evaluasi manajemen Kepala Madrasah pada peningkatan kompetensi guru PAI dilakukan terhadap komitmen guru PAI terhadap pelaksanaan pekerjaan, proses dan kinerja yang dicapai oleh guru PAI, 4) Hasil manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI adanya kerjasama yang sinergis dan harmonis antara Kepala Madrasah dengan para guru PAI dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran serta dapat memunculkan madrasah yang cukup berprestasi, 5) faktor pendukung dan penghambat manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru PAI antara lain ; sarana dan prasarana yang sudah memadai dan guru-guru PAI yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan bersertifikasi. Adapaun faktor penghambatnya antara lain ; masih ada beberapa orang guru yang masih kurang memahami kurikulum tiga belas, visi misi dan program madrasah, kurang dalam kemampuan pengelolaan proses pembelajaran peserta didik di kelas.

PENDAMPINGAN BELAJAR OPERASI HITUNG DASAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE JARIMATIKA

Napitupulu, CitraRatna, Mindo Hotmaida Sinambela, Sutarman Borean, Christine M. Rumpaisum, Marlince Siep
Abstract: Keterampilan berhitung adalah salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh siswa dan merupakan komponen yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan berhitung… tung ini, siswa dapat dilatih sejak kecil. Namun pada kenyataannnya di SMP Biji Sesawi ditemukan bahwa keterampilan berhitung siswa masih relatif rendah, diperkuat dari pernyataan guru matematika sekolah tersebut bahwa siswa mereka masih mengalami masalah pada penguasaan konsep hitung dasar matematika. Menurut beberapa siswa kelas VII, penyebabnya adalah cara penyampaian materi yang tidak menarik, dengan lebih banyak ceramah panjang lebar yang membuat siswa bosan dan hanya guru yang berpartisipasi secara aktif. Untuk menyelesaikan masalah ini, maka dibutuhkan pendekatan pembelajaran baru yaitu dengan menggunakan metode jari tangan yang juga dikenal sebagai jarimatika. Dalam kegiatan ini, peserta menerima materi teoritis dan teknis tentang jarimatika, serta instruksi tentang cara melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan yang cepat dan benar dengan menggunakan jari tangan. Kegiatan prakteknya meliputi latihan dan praktik dasar pengenalan jarimatika serta praktek penggunaan jarimatika untuk operasi hitung penjumlahan dan pengurangan.  Kegiatan PkM yang dilaksanakan diikuti oleh 22 orang siswa kelas VII B. Pada pertemuan pertama dan terakhir, siswa diberi soal pre-test dan post-test untuk menguji pemahaman mereka tentang penggunaan metode jarimatika tentang operasi penjumlahan dan pengurangan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, nilai rata-rata siswa lebih tinggi saat belajar menggunakan metode jarimatika dan berdasarkan angket yang disebarkan menunjukkan bahwa siswa dan guru memberikan respon positif terhadap penggunaan jarimatika pada pembelajaran Matematika.

PELATIHAN LITERASI DESAIN KUALITAS PENELITIAN: MENULIS ARTIKEL ILMIAH BEREPUTASI BAGI MAHASISWA

Dian Ardiansah
Abstract: Dalam kegiatan akademik perguruan tinggi saat ini, salah satu kewajiban bagi mahasiswa yang ingin menyelesaikan studinya adalah dengan dapat menulis atau membuat karya tulis ilmiah yang dimuat dalam jurnal bereputasi. Kegiatan&#8230; giatan pengabdian ini dilakukan sebagai respons atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang dikolaborasikan dengan sistem akademik perguruan tinggi terhadap perlunya peningkatan kualitas desain penelitian terutama dalam hal menulis jurnal bereputasi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Universitas Pendidikan Indonesia berkolaborasi dengan mahasiswa program Doktoral dan beberapa Dosen dan Guru Besar Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Tahap pelaksanaan melibatkan kegiatan FGD (Focus Group Discussion), diseminasi hasil penelitian, dan juga sesi tanya jawab. Tujuan kegiatan ini dibagi kedalam tiga fase, fase pertama adalah perencanaan. Fase kedua adalah tahapan pelaksanaan dimana kegiatan dilaksanakan. Sedangkan, fase ketiga adalah rencana tindak lanjut dengan adanya hasil karya tulis mahasiswa yang dapat terpublikasi pada jurnal bereputasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terkait penulisan artikel ilmiah yang ditunjukkan adanya kenaikan signifikan sebesar 38,89%, 2) pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman literasi penulisa artikel ilmiah (p < 0,05) dengan kategori pengaruh yang besar (r = 0,9915), dan 3) implementasi pelatihan dengan tingkat efektivitas yang tinggi (n-gain score 100%).

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN KULIAH BERBASIS AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Hia, Aspiran Sisca, Andika, Novi, Supratikta, Hadi
Abstract: Penjadwalan perkuliahan merupakan salah satu aspek penting untuk mendukung terlaksananya perkuliahan. Dengan adanya penjadwalan perkuliahan maka waktu perkuliahan dapat diatur, agar ruangan dapat digunakan dengan cara yang&#8230; ng efektif. Untuk menyusun penjadwalan perkuliahan tentu dibutuhkan cara yang tepat agar penyusunan jadwal perkuliahan menjadi mudah dan cepat. Pada Perguruan Tinggi XXXX, penjadwalan perkuliahan masih dilakukan dengan cara konvensional yaitu menyusun jadwal dengan cara manual menggunakan software Microsoft excel sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam menyusun penjadwalan perkuliahan. Untuk mempermudah dan mempercepat proses penyusunan jadwal perkuliahan secara optimal, Sistem Informasi Penjadwalan Perkuliahan merupakan salah satu solusi yang tepat. Algoritma Genetika adalah salah satu cara untuk melakukan langkah logis dan sistematis Agar Sistem Informasi Penjadwalan perkuliahan dapat memberikan solusi yang mudah, cepat dan optimal. Algoritma genetika merupakan salah satu kemajuan pada bidang teknologi informasi dalam bidang Artificial Intelligence (AI) yang dapat menyelesaikan masalah optimasi. Sehingga proses pembuatan jadwal menggunakan algoritma genetik membuat penyusunan jadwal perkuliahan menjadi lebih cepat, tepat dan optimal. Hasil yang diperoleh dari pemodelan algoritma genetika pada sistem penjadwalan perkuliahan ini berupa jadwal kuliah reguler pagi, jadwal kuliah reguler malam, dan jadwal kuliah extention pada semua jurusan di Perguruan Tinggi XXXX.

Kajian Literatur tentang Kemampuan Pemimpin Lembaga Pendidikan dalam Menyelesaikan Masalah

Beni Chandra Purba
Abstract: This study aims to comprehensively analyze the capacity of educational institution leaders in managing institutional problem-solving processes through a qualitative literature review approach that focuses on integrating&#8230; theoretical concepts and contemporary educational leadership practices. The study highlights critical stages of leadership, including problem identification and diagnosis, the design of contextually relevant solution strategies, the implementation of adaptive actions, and reflection-based evaluation to ensure continuous improvement. The synthesis of the literature reveals that successful problem-solving is significantly influenced by leaders’ ability to integrate transformational, instructional, and adaptive leadership styles that foster collective participation, professional collaboration, and the establishment of a progressive learning culture. Effective leadership is characterized by reflective capacity, data-driven decision-making, and the ability to create a supportive work climate for innovation and change. Conversely, recurring challenges include limited resources, resistance to transformation, misaligned external policies, and administrative burdens that constrain managerial flexibility. Based on these findings, this study emphasizes the importance of developing context-based leadership models that position problem-solving as a core competency through enhanced data literacy, emotional intelligence, and continuous reflective learning. The main contribution of this article lies in strengthening the theoretical foundation of 21st-century educational leadership and providing practical recommendations for school leaders, policymakers, and leadership training developers to build resilient, adaptive, and continuously improving educational organizations.

Intervensi Support Group Dalam Manajemen Stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir

Resekiani Mas Bakar, Muh Fakhriansyah, Marchliani Putri Pertiwi, Muh Ghulam Fayiz Huwaidi, Nurul Ismi
Abstract: Mahasiswa tingkat akhir mengalami peningkatan stres yang berdampak pada kondisi emosional dan motivasi dalam menyelesaikan skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak kegiatan support group&#8230; roup berbasis single-session group (SSG) sebagai bentuk intervensi yang dapat membantu mahasiswa mengelola stres. Kegiatan ini diikuti oleh tujuh mahasiswa tingkat akhir dan dilaksanakan dalam satu sesi berdurasi empat jam. Intervensi mencakup check-in emotion, art therapy, sharing session, action plan, afirmasi positif, dan check-out emotion. Pemberian intervensi dan pengukuran stress dilakukan melalui pengamatan dan evaluasi tertulis. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta mengalami perubahan emosi dari negatif (cemas, malu, marah, sedih) menjadi lebih positif (tenang, bahagia, percaya diri). Evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta merasa puas dengan pelaksanaan kegiatan, serta merekomendasikan pelaksanaan lanjutan atau serupa. Temuan ini mengindikasikan bahwa support group berbasis SSG merupakan intervensi singkat yang efektif dalam menciptakan ruang aman, memperkuat dukungan sosial, serta mendorong refleksi diri dan perencanaan konkret dalam menyelesaikan skripsi.

Pelatihan Olah Data Penelitian Kuantitatif Menggunakan Aplikasi Olahdata Statistik SPSS, AMOS, JASP, EVIEWS, Dan SMART-PLS kepada Dosen Dan Mahasiswa STIE Ganesha

Sofyan, Mohammad, Saefullah, Aep
Abstract: Pelatihan olah data penelitian kuantitatif merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi akademik dosen dan mahasiswa dalam analisis data. Kegiatan ini dilaksanakan&#8230; di STIE Ganesha dengan fokus pada penggunaan aplikasi statistik seperti SPSS, AMOS, JASP, EVIEWS, dan SMART-PLS. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, praktik langsung, diskusi kelompok, serta uji kompetensi guna memastikan pemahaman peserta. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 90% peserta memahami dasar penggunaan aplikasi statistik, sementara 85% berhasil menyelesaikan studi kasus dengan baik. Kendala utama yang dihadapi adalah perbedaan tingkat pemahaman peserta dan keterbatasan waktu untuk eksplorasi mendalam pada aplikasi tertentu. Umpan balik peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan menyarankan adanya pelatihan lanjutan dengan fokus yang lebih spesifik. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi analisis data kuantitatif bagi peserta dan diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan dalam mendukung kualitas penelitian akademik di STIE Ganesha.

Eksplorasi Rajut Knitting Sebagai Perwujudan Ekonomi Kreatif

Desma Erica Maryati M., Hommy Dorthy Ellyany Sinaga, Elisabeth Nainggolan
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Tim Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Eka Prasetya ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik knitting sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif kepada Komunitas Rajuters Medan.&#8230; Teknik knitting dipilih karena potensinya dalam menghasilkan produk kreatif berkualitas tinggi dengan nilai estetika dan komersial yang signifikan. Pelatihan dilaksanakan selama dua bulan dengan pertemuan sekali seminggu, mencakup pengenalan alat, jenis-jenis benang, teknik dasar knitting (knit dan purl), serta proyek pembuatan syal. Peserta yang terdiri dari ibu-ibu dengan latar belakang hobi merajut crochet berhasil menguasai teknik knitting dan menyelesaikan proyek akhir berupa syal. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga membuka peluang wirausaha dan memberikan manfaat kesehatan melalui aktivitas merajut. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia melalui seni rajutan handmade yang bernilai tinggi.