Search Articles & Publications

Showing 73 articles found for "Toleransi"

SOCIAL ETHICS AND DEVIANT BEHAVIOR: A SOCIAL PSYCHOLOGICAL REVIEW OF THE PHENOMENON OF BULLYING

Sonia Armeliana Mnir, Sisilia Susana Naklui, Sonia, Sumari Novika Manao, Susanti Tabun, Thimotius Nau, Tirsa Tapatab, Yenry Anastasia Pellondou
Abstract: Bullying merupakan bentuk perilaku menyimpang yang melanggar etika sosial dan menimbulkan dampak serius terhadap korban, pelaku, maupun lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena bullying dari perspektif… pektif psikologi sosial dengan fokus pada pelanggaran etika sosial yang mendasarinya. Menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji 21 sumber akademik terkini (publikasi 2023-2025) termasuk jurnal ilmiah, laporan pengabdian kepada masyarakat, dan hasil penelitian empiris tentang bullying di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan manifestasi dari lemahnya internalisasi nilai-nilai etika sosial seperti empati, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama. Faktor-faktor penyebabnya meliputi lingkungan keluarga yang tidak harmonis, pengaruh teman sebaya yang negatif, paparan media massa, lemahnya sistem sekolah, dan ketimpangan status sosial. Dampak psikologis yang ditimbulkan mencakup kecemasan (34,72%), rendah diri (27,46%), depresi (22,28%), hingga trauma berkepanjangan (15,54%). Penelitian di MTs Negeri Ambon menunjukkan bullying verbal (35,75%) sebagai bentuk yang paling dominan. Pencegahan bullying memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan penguatan etika komunikasi, pendidikan karakter berbasis nilai moral, dan kolaborasi multipihak antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Integrasi teori psikologi sosial seperti Social Learning Theory, Teori Perkembangan Moral Kohlberg, Teori Asosiasi Diferensial, dan Teori Identitas Sosial menjadi landasan penting dalam merancang strategi intervensi yang efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman etika sosial yang kuat menjadi fondasi penting dalam mencegah perilaku menyimpang dan menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan harmonis.

UJARAN KEBENCIAN ONLINE DAN IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERILAKU SOSIAL DAN SIKAP BERPRASANGKA PADA SISWA: STUDI LITERATUR

ronal, Ronal Andres Bay, Sindi Abidelin Banoet, Resti Adryani Kale, Risna Akdalia Solukh, Sidri Sonya Leobisa, Yenry Anastasia Pelondou
Abstract: Media sosial telah menjadi platform utama untuk komunikasi akibat pesatnya kemajuan teknologi informasi, namun hal ini juga memungkinkan penyebaran ujaran kebencian secara daring. Mengingat mahasiswa sedang aktif mengembangkan… angkan identitas sosial mereka, fenomena ini sangat berbahaya karena berpotensi merusak perilaku prososial dan memperkuat prasangka yang telah ada. Penelitian ini sangat penting untuk memahami bagaimana lingkungan digital mempengaruhi pembentukan karakter seorang mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana prasangka dan perilaku prososial mahasiswa dipengaruhi oleh paparan mereka terhadap ujaran kebencian daring di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggabungkan observasi dokumenter daring dengan analisis literatur. Data dikumpulkan dengan memeriksa dan mengevaluasi sejumlah artikel ilmiah relevan yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025.Berdasarkan temuan, paparan terhadap ujaran kebencian daring berkorelasi dengan peningkatan intoleransi sosial di kalangan mahasiswa, serta penurunan empati dan perilaku prososial. Di antara penyebab yang berkontribusi adalah efek disinhibisi daring, proses dehumanisasi, dan algoritma media sosial yang menciptakan ruang gema. Kebutuhan mendesak akan pendidikan karakter dan literasi etika digital di lembaga pendidikan untuk mengurangi dampak berbahaya ini ditunjukkan oleh hasil penelitian tersebut. Sebagai kesimpulan, ujaran kebencian daring merupakan ancaman serius bagi perkembangan sosial anak muda, yang membutuhkan langkah-langkah pendidikan proaktif untuk mempromosikan masyarakat digital yang lebih penuh kasih sayang dan penerimaan.

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI EPISTEMOLOGI KEMANUSIAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA

Aprillia Wahyu Utami, Ina Niatul Maidah, Nurul Mubin
Abstract: Pendidikan multikultural sebaiknya dipahami bukan hanya sebagai bagian dari kebijakan kurikulum atau program inklusi, tetapi sebagai sebuah cara pandang epistemologis yang membentuk bagaimana pengetahuan pendidikan dihasilkan… ilkan dan dipraktikkan. Perspektif ini menegaskan bahwa harkat manusia, dianugerahi atas keberagaman, serta prinsip keadilan sosial harus menjadi pijakan utama dalam proses pendidikan. Melalui teaah literatur terbaru, artikel ini menunjukkan bahwa pendekatan multikultural berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter bangsa—terutama nilai toleransi, empati, dan tanggung jawab sosial. Bukti konseptual maupun empiris mengindikasikan bahwa penerapan nilai-nilai multikultural dalam proses pembelajaran mampu memperkuat sikap saling menghargai dan menerima terhadap perbedaan, sehingga sangat relevan untuk pengembangan karakter persahabatan dalam konteks masyarakat majemuk.

STRATEGI GURU PAI DALAM IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TOLERANSI DI SDN 1 LIBERIA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Nggilu, Fitriati, Anwar, Khoirul, Makhshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengimplementasikan nilai-nilai toleransi di SDN 1 Liberia Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mengidentifikasi faktor pendukung dan… an penghambat implementasi nilai toleransi, serta menganalisis peran guru PAI dalam membentuk sikap toleran peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PAI dan beberapa peserta didik di SDN 1 Liberia. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pembelajaran berbasis toleransi melalui integrasi nilai-nilai toleransi dalam RPP dan materi pembelajaran, penggunaan metode cerita, diskusi, cooperative learning, serta pembiasaan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung implementasi toleransi meliputi dukungan warga sekolah, lingkungan yang harmonis, dan kurikulum pendidikan karakter. Adapun faktor penghambat berasal dari latar belakang keluarga dan pengaruh lingkungan luar. Guru PAI berperan sebagai pendidik, teladan, fasilitator, dan pembimbing dalam membentuk sikap toleran peserta didik sehingga tercipta lingkungan sekolah yang inklusif, harmonis, dan menghargai keberagaman.

PENDIDIKAN KEMASYARAKATAN: TINJAUAN TEKS DAN KONTEKSNYA

Iwan Azis Maulana, Imam Adi Marianto, Intan Raudhotus Syarifah, Syihabuddin Qalyubi
Abstract: Pendidikan kemasyarakatan merupakan bentuk pendidikan di luar sistem formal yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui proses pembelajaran partisipatif dan kontekstual. Pendidikan masyarakat secara menyeluruh… merupakan proses pembentukan manusia yang beriman secara sosial yang berlandaskan nilai nilai secara komprehensif dan kemanusiaan. Artikel ini mengkaji tentang konsep pendididkan secara teks dan konteks kemasyarakatan serta ditinjau dari Alhussunah wal jamaah NU. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber seperti Al-Qur’an, Hadis, buku ilmiah, dan jurnal terindeks untuk menganalisis konsep pendidikan kemasyarakatan dalam perspektif Islam, khususnya dalam wacana pluralitas. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendidikan kemasyarakatan dalam Al-Qur’an dan Hadis menekankan pentingnya kesetaraan, keadilan, dan toleransi sebagai landasan pembentukan masyarakat yang berilmu dan berakhlak. Nilai-nilai seperti ta’awun (tolong-menolong), tasamuh (toleransi), dan keadilan sosial menjadi prinsip utama yang memperkuat fungsi pendidikan sebagai sarana transformasi moral dan sosial di tengah keberagaman. Kesimpulannya, pendidikan kemasyarakatan berbasis nilai-nilai Qur’an dan Hadis berperan strategis dalam membangun masyarakat madani yang inklusif, harmonis, dan berkeadaban.

KONTRIBUSI PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN AL-AMANAH DALAM MENINGKATKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA

Taufiqul Huda, Nurul Erlina, Lisa Damayanti, Ailsya Fauzia Haryono, Dwi Amalia, M Rikza Chamami
Abstract: Penelitian ini membahas kontribusi Pondok Pesantren Al-Amanah dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan pendidikan dan kehidupan sehari-hari santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif… riptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderat seperti sikap seimbang, toleransi, dan keadilan ditanamkan melalui pembelajaran kitab, keteladanan para pengasuh dan ustadz, serta pembiasaan dalam berbagai aktivitas sosial dan keagamaan. Lingkungan pesantren yang dihuni santri dari beragam daerah turut memperkuat terbentuknya sikap saling menghargai dan keterbukaan. Meski demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan, seperti kemampuan santri yang beragam, pengaruh konten digital yang tidak tervalidasi, serta keterbatasan sarana dan sumber daya pendidik. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam memperkuat moderasi beragama, sekaligus membutuhkan penguatan literasi digital dan strategi pembelajaran yang lebih adaptif agar nilai moderasi dapat diinternalisasi secara lebih optimal.

IMPLEMENTATION OF THE VALUES OF PANCASILA, MUTUAL COOPERATION, TOLERANCE, AND SOCIAL CONCERN IN SOCIAL STUDIES EDUCATION IN JUNIOR HIGH SCHOOL

Fathin Al-Ghithrif, Salsabila Barokatu Lana, Wahyunengsih
Abstract: Tinjauan terhadap lima belas penelitian meneliti integrasi nilai-nilai Pancasila (kerja sama, toleransi, dan tanggung jawab sosial) dalam studi sosial SMP di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pedagogik kontekstual,… kstual, berbasis proyek, berbasis masalah, dan kolaboratif secara efektif menumbuhkan nilai-nilai ini. Pembelajaran aktif, yang menggabungkan keterlibatan masyarakat dan aksi sosial, secara signifikan meningkatkan kerja sama, toleransi, dan keterlibatan warga negara siswa. Penelitian ini sangat menyarankan adanya hubungan positif antara nilai-nilai Pancasila yang terintegrasi dan peningkatan pengembangan sosial-emosional, yang mencakup manajemen emosi dan keterampilan interpersonal. Meskipun terdapat tantangan seperti pelatihan dan sumber daya guru yang tidak memadai, Kurikulum Merdeka memberikan peluang untuk perbaikan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan profesional guru yang terarah, sumber daya yang relevan secara kontekstual, dan praktik pembelajaran reflektif untuk mendorong internalisasi nilai yang lebih dalam, yang pada akhirnya mendorong kewarganegaraan yang bertanggung jawab dan terlibat.

TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI INNDONESIA UNTUK MEMPERTAHANKAN KERUKUNAN

Rafi, Yalin Ahmad Fajar, Muhammad Suud
Abstract: Pasal 28E ayat (1)Undang-Undang Dasar Tahun 1945(“UUD 1945”) menjelaskan bahwa “setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan,… negaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali,” namun faktanya ada beberapa sekelompok orang yang tidak memiliki toleransi untuk bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana toleransi antar umat beragama di Indonesia untuk mempertahankan kerukunan.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan menggunakan pengumpulan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian masih terdapat institusi yang melarang karyawannya un tuk menggunakan jilbab saat bekerja, tidak diberikan waktu untuk menjalankan sholat.

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila di Sekolah Dasar Negeri 04 Banjarsari

Zahra Asifa, Rifa Aulia, Muhammad Julian Ar-Raffy, Tia Siti Aisyiyah, Rindra Puspita, Sri Ernawati, M. Zaid Lazuardi, Suci Nurhamidah, Asep Mawarudin, Dian Herdiana
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan SDN 04 Banjarsari. Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan panduan moral bangsa… gsa diharapkan menjadi landasan dalam pembentukan karakter peserta didik sejak dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila telah diintegrasikan dalam berbagai aktivitas sekolah, seperti upacara bendera, kegiatan belajar mengajar, serta interaksi antar warga sekolah. Implementasi sila pertama hingga kelima tercermin dalam sikap religius, toleransi, musyawarah, kerja sama, hingga semangat keadilan sosial yang ditanamkan guru kepada siswa. Meskipun demikian, ditemukan pula beberapa tantangan dalam penerapannya yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari pihak sekolah dan orang tua. Secara umum, SDN 04 Banjarsari telah menunjukkan komitmen kuat dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari pendidikan karakter

Mencetak Generasi Muda Muslim yang Moderat: Implementasi Pendidikan Agama Islam Inklusif di Ponpes An Nahdlah

Akramunnisa, Nur Amalia
Abstract: Program pengabdian bertema "Mencetak Generasi Muda Muslim yang Moderat: Implementasi Pendidikan Agama Islam Inklusif di Ponpes An Nahdalah Makassar" bertujuan untuk membentuk generasi Muslim yang memiliki sikap moderat melalui… elalui pendekatan pendidikan agama yang inklusif. Pelaksanaan program ini meliputi pelatihan bagi ustaz dan ustazah tentang konsep moderasi dalam Islam, kegiatan dialog lintas agama, serta keterlibatan santri dalam aktivitas sosial bersama komunitas lintas agama. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan penerapan nilai-nilai moderasi di kalangan santri dan pengajar. Para santri menjadi lebih aktif dalam diskusi, berpikir kritis, serta menunjukkan sikap yang lebih toleran terhadap perbedaan. Tantangan utama yang dihadapi adalah resistensi dari sebagian kecil santri dan pengajar serta keterbatasan waktu, namun pendekatan yang inklusif terbukti efektif dalam memperkenalkan moderasi beragama. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pesantren lain yang ingin mengadopsi pendekatan serupa, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong sikap moderat dan toleransi di kalangan generasi muda Muslim.