Abstract:Degradasi moral dan etika sosial di kalangan peserta didik menjadi tantangan signifikan dalam pendidikan nasional saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam efektivitas integrasi nilai-nilai Pancasila…
ila dalam Kurikulum Merdeka dalam upaya penguatan etika sosial siswa. Kurikulum Merdeka, dengan pendekatannya yang fleksibel dan berpusat pada peserta didik, menawarkan ruang yang lebih luas untuk penggabungan karakter dan kompetensi dasar. Integrasi ini diharapkan dapat menjadi benteng moral bagi siswa, memungkinkan mereka menyaring pengaruh budaya luar tanpa kehilangan identitas kebangsaan, serta menumbuhkan sikap toleransi dan gotong royong. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, artikel ilmiah, buku, dan sumber teoretis relevan yang mencakup konsep Kurikulum Merdeka, nilai-nilai Pancasila, dan penguatan etika sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menyediakan kerangka kerja yang kondusif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara holistik ke dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan kokurikuler, seperti melalui proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Nilai-nilai seperti keadilan sosial, penghargaan terhadap keragaman, dan musyawarah telah diintegrasikan ke dalam rencana pembelajaran dan bahan ajar. Namun, efektivitas penerapan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan pembelajaran masih memerlukan penyesuaian dan kolaborasi yang lebih erat antara guru, orang tua, dan komunitas. Kesimpulannya, integrasi nilai-nilai Pancasila dalam Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar untuk membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda yang berlandaskan moral dan etika sosial yang kuat. Paradigma pendidikan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Abstract:Artikel ini membahas pandangan henricus leven mengenai dialog antara spiritualitas dan ilmu pengetahuan. Leven menekankan pentingnya hubungan harmonis antara dua dimensi tersebut sebagai upaya untuk memahami realitas secara…
ara utuh. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi litelatur, artikel ini menguraikan gagasan leven tentang integrasi antara rasionalitas ilmiah dan kedalaman spiritual. Hasil kajian menunjukan bahwa leven melihat ilmu pengatahuan dan spiritualitas bukan sebagai dua entitas yang bertentangan, melainkan sebagai dua jalan menuju kebenaran yang saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan pola dialog antara spiritualitas dan ilmu pengetahuan yang tersirat dalam visi, misi, dan karya hendricus leven. Meskipun leven dikenal luas karena peranannya dalam misi gereja dan pelayanan social – pendidikan di Indonesia, Pemikirannya menawarkan kerangka unik dimana nilai-nilai spiritualitas ( terutama nilai Kristiani) tidak diposisikan sebagai antitesis terhadap kemajuan intelektual dan ilmiah, melainkan sebagai basis etis dan motivasi transformatif.
Abstract:Penelitian ini mengeksplorasi integrasi spiritualitas Hendricus Leven ke dalam dimensi-dimensi kehidupan modern sebagai upaya mengatasi krisis makna dan dikotomi eksistensial di abad ke-21. Di tengah disrupsi teknologi dan…
an materialisme yang memicu kekosongan batin poverty of spirit, pemikiran Leven menawarkan paradigma spiritualitas yang inklusif dan holistik. Masalah utama yang diangkat adalah adanya pemisahan tajam antara ritus keagamaan dengan perilaku sosial dan praktis dalam masyarakat kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk merekonstruksi konstruksi pemikiran Leven serta menganalisis integrasinya dalam dimensi intrapersonal, interpersonal, ekologis, dan transedental guna menciptakan keseimbangan hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur library research. Analisis dilakukan melalui teknik analisis konten terhadap karya-karya mengenai Hendricus Leven serta sintesis teoritis dengan literatur spiritualitas kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas Leven merupakan sebuah “cara berada” way of being yang menjembatani jurang antara hal sakral dan profan. Secara intrapersonal, Leven menekankan pentingnya keheningan produktif untuk integritas diri. Dalam dimensi interpersonal, ia mewujudkan solidaritas dan belaras sebagai bentuk ibadah nyata. Pada dimensi ekologis, pemikirannya memandang alam sebagai ruang sakral yang haris dijaga, sementara secara transedental, ia menekankan kehadiran Tuhan dalam tugas keseharian yang sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi spiritualitas Leven memberikan peta jalan bagi manusia modern untuk mencapai keutuhan eksistensial. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya transformasi gaya hidup yang lebih sadar dan bertanggung jawab, di mana pelayanan kepada sesama dan alam menjadi manifestasi iman yang hidup. Nilai-nilai ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan karakter demi terciptanya masyarakat yang labih humanis dan spiritual.
Abstract:Artikel ini mengkaji spiritualitas Hendrikus Leven (SVD), yang berakar pada penghayatan salib, kesederhanaan hidup, sikap mendengarkan, dan semangat misioner, serta menilai relevansinya dalam konteks kontemporer. Dengan…
pendekatan kualitatif berbasis studi literatur teologi dan sejarah Gereja di Nusa Tenggara, penelitian menafsirkan nilai-nilai inti spiritualitas Leven sebagai respons terhadap tantangan modern seperti individualisme, materialisme, dan distraksi digital. Temuan utama menunjukkan bahwa penghayatan salib menawarkan horizon harapan dalam menghadapi penderitaan sosial; kesederhanaan menjadi kritik atas budaya konsumtif; sikap mendengarkan mendorong empati dan dialog di tengah kebisingan informasi; sementara semangat misioner meneguhkan kepemimpinan rohani yang inkarnatif, dekat dengan umat, dan transformatif. Artikel ini menyimpulkan bahwa spiritualitas Leven bukan sekadar warisan historis, melainkan kerangka praksis yang dapat memberi arah bagi pendidikan, pastoral, dan pembentukan karakter di era sekarang. Implikasi praktisnya mencakup pengembangan habitus hening-reflektif, pelayanan berkeadilan sosial, dan kepemimpinan berbasis kedekatan serta pengharapan.
Abstract:Penelitian ini membahas pemikiran Hendrikus Leven dan kontribusinya terhadap pemahaman tentang makna kehidupan manusia. Hendrikus Leven dikenal sebagai tokoh yang menekankan pentingnya kesadaran diri, tanggung jawab moral,…
l, dan nilai kemanusiaan dalam menjalani kehidupan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, kajian ini menganalisis gagasan-gagasan Leven mengenai hubungan antara manusia, lingkungan, dan Tuhan sebagai dasar pembentukan makna hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Leven memberikan pandangan mendalam tentang pentingnya refleksi diri, empati, dan keterlibatan sosial sebagai bagian dari proses memahami kehidupan. Kontribusinya membantu memperkaya wawasan filsafat modern, khususnya dalam memahami eksistensi dan tujuan hidup manusia di tengah perubahan zaman.
Abstract:Penelitian ini membahas tentang makna spiritualitas yang tercermin dalam kemampuan kepemimpinan dan pelayanan misioner Mgr. Henricus Leven, SVD, seorang tokoh penting dalam sejarah misi Katolik di Flores Timur, Nusa Tenggara…
gara Timur. Fokus utama tulisan ini adalah bagaimana nilai-nilai spiritual seperti kesederhanaan, kasih terhadap sesama, dan semangat pelayanan kepada kaum kecil menjadi dasar kemampuan dan karya-karya beliau. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan analisis isi terhadap berbagai sumber sekunder berupa berita daring, tulisan biografis, dan refleksi sejarah karya Leven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas bukan hanya menjadi unsur batin, tetapi menjadi fondasi yang mengarahkan kemampuan seseorang dalam pelayanan dan kepemimpinan. Melalui integrasi iman dan tindakan nyata, Henricus Leven menunjukkan bahwa spiritualitas sejati selalu menuntun manusia untuk melayani, membangun, dan mengasihi tanpa batas.
Abstract:Artikel ini membahas spiritualitas dan panggilan hidup dengan merujuk pada pemikiran Hendrikus Leven, seorang tokoh yang menekankan keterpaduan antara dimensi batin, tindakan nyata, serta relasi manusia dengan Tuhan dan…
sesama.Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana spiritualitas bukan hanya pengalaman pribadi, tetapi juga sebuah proses terus-menerus untuk menemukan dan menghayati panggilan hidup secara otentik. Metode penulisan menggunakan kajian literatur kualitatif terhadap karya-karya dan refleksi dalam konteks spiritualitas kristiani.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa spiritualitas Henricus Leven menekankan integrasi: kesadaran diri, keterbukaan pada rahmat Tuhan, relasi dengan sesama, serta komitmen terhadap pelayanan. Panggilan hidup dalam konteks ini dipahami sebagai perjalanan pertumbuhan, bukan keputusan sesaat. Artikel ini menegaskan bahwa spiritualitas yang sehat akan berdampak pada kualitas panggilan, pelayanan, serta kehidupan sehari-hari seseorang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi visi spiritualitas Mgr. Henricus Leven, SVD (1883–1953), Vikaris Apostolik Kepulauan Sunda Kecil sekaligus pendiri Kongregasi Pengikut Yesus (CIJ), dengan model spiritualitas…
ritualitas terintegrasi kontemporer. Spiritualitas modern dipahami sebagai pencarian makna, tujuan, dan koneksi transenden yang mengintegrasikan dimensi psikologis, sosial, dan eksistensial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif historis-hermeneutik dengan analisis dokumen dan kajian literatur. Data diperoleh dari arsip gereja, biografi, serta literatur akademik tentang spiritualitas terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep integrasi berlandaskan nilai integritas, dengan tujuan menciptakan persatuan dan kesejahteraan. Spiritualitas, menurut para ahli, merupakan pengalaman hidup yang menghubungkan iman, nilai, dan praksis sehari-hari. Dalam konteks historis, Henricus Leven mewujudkan spiritualitas terintegrasi melalui kepemimpinan berakar pada iman, pelayanan tanpa pamrih, keberanian menghadapi penderitaan, serta pembinaan komunitas religius pribumi. Nilai-nilai spiritualitas Leven relevan dengan kerangka spiritualitas modern yang holistik dan inklusif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis refleksi spiritualitas dalam hidup Hendrikus Leven dengan fokus pada pemaknaan salib dan relevansinya terhadap kehidupan rohani sehari-hari. Pendekatan kualitatif digunakan untuk…
uk menggali pengalaman spiritual dan interpretasi personal Hendrikus mengenai salib sebagai simbol pengorbanan, harapan, dan transformasi hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna salib dalam hidup Hendrikus tidak hanya dipahami sebagai simbol religius, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang menuntunnya dalam menghadapi penderitaan, membangun relasi dengan Tuhan, serta menghayati panggilan pelayanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya spiritualitas salib dalam membentuk karakter Kristiani yang autentik, tangguh, dan penuh pengharapan. Lebih jauh, penelitian ini menemukan bahwa penghayatan spiritualitas salib mendorong Hendrikus untuk mengembangkan sikap kerendahan hati, kepekaan terhadap sesama, serta keteguhan hati dalam menjalani pergumulan batin maupun tantangan hidup. Spiritualitas salib baginya menjadi sumber kekuatan moral dan motivasi untuk terus memperbarui diri dalam terang kasih Kristus. Temuan ini menegaskan bahwa spiritualitas salib memiliki peran penting dalam membentuk karakter Kristiani yang autentik, tangguh, penuh pengharapan, serta mampu memaknai penderitaan bukan sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam kasih dan pelayanan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman teologis tentang peran salib dalam proses pendewasaan iman dan pembentukan spiritualitas personal.
Abstract:Penelitian ini menganalisis implementasi Model Pembelajaran ASYIK (Aman, Senang, Yakin, Inovatif, Kreatif) dan Model ATIK (Amati, Tiru, Kerjakan) dalam meningkatkan partisipasi aktif anak usia dini melalui pendekatan kualitatif…
litatif studi literatur. Temuan kajian menunjukkan bahwa Model ASYIK berperan strategis dalam menstimulasi dimensi afektif melalui penciptaan ekosistem belajar yang kondusif, di mana penggunaan instrumen reward dan yel-yel secara efektif memitigasi kecemasan instruksional serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Sementara itu, Model ATIK menyediakan kerangka kerja metodologis sistematis yang mengakomodasi kebutuhan eksplorasi sensorik dan motorik anak melalui tahapan belajar berbasis pengalaman (experiential learning). Sinergi antara aspek emosional pada model ASYIK dan struktur kognitif pada model ATIK menghasilkan paradigma pembelajaran holistik yang tidak hanya meningkatkan keterlibatan kinestetik dan literasi numerasi, tetapi juga memperkuat kesiapan mental (school readiness) anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya. Secara teoretis, integrasi kedua model inovatif ini menegaskan pentingnya reposisi peran pendidik sebagai desainer pengalaman yang mampu menyelaraskan stimulasi pedagogis dengan karakteristik perkembangan alamiah anak pada masa golden age.