Abstract:Dengan menganalisis Kitab Akhlak Lil Banin karya Syekh Umar bin Ahmad Baraja, penelitian ini membahas betapa pentingnya pendidikan moral bagi anak-anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan nilai-nilai akhlak yang…
g terkandung di dalamnya, dan mengevaluasi bagaimana relevansinya dengan tantangan pendidikan Islam saat ini. Data diperoleh dari teks kitab dan didukung oleh literatur ilmiah lainnya. Studi pustaka digunakan sebagai metode dalam penelitian ini, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa kitab itu mengajarkan nilai-nilai moral seperti tanggung jawab, kejujuran, dan penghormatan terhadap orang tua, guru, dan Masyarakat. Nilai-nilai ini disampaikan melalui cerita pendek yang mudah dipahami anak-anak. Kesimpulannya, Kitab ini masih sangat relevan untuk digunakan sebagai pedoman dalam mendidik karakter anak di zaman sekarang. Kitab-kitab ini dapat membantu pembentukan moral anak sejak usia dini, terutama dalam menghadapi dampak negatif dari media digital dan lingkungan. Menurut penelitian ini, isi kitab dapat digunakan dalam pembelajaran keluarga dan sekolah dengan cara yang menyenangkan dan komunikatif.
Abstract:Artikel ini membahas hubungan antara dosa dan kesehatan mental dalam perspektif Islam, serta bagaimana taubat dan dzikir berperan sebagai mekanisme penyembuhan psikospiritual. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana…
ana perbuatan dosa dapat memicu gangguan mental seperti kecemasan, stres, hingga depresi, serta bagaimana Islam menawarkan solusi terapeutik yang komprehensif melalui pendekatan spiritual. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dengan analisis tematik terhadap ayat Al-Qur'an, hadis, dan hasil riset kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa ibadah seperti shalat, dzikir, dan tilawah Al-Qur’an berdampak positif secara psikologis maupun fisiologis, seperti menurunnya hormon stres (kortisol) dan meningkatnya ketenangan jiwa. Temuan ini mendukung integrasi pendekatan psikospiritual berbasis Islam dalam konseling dan dakwah sebagai bentuk respons terhadap krisis kesehatan mental di masyarakat Muslim. Kesimpulannya, dosa tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga mental, sehingga diperlukan terapi yang menggabungkan introspeksi keimanan dan dukungan psikologis. Kajian ini merekomendasikan pelatihan dai dan konselor berbasis psikospiritual, serta literasi publik tentang penyembuhan Qur’ani untuk mendukung kesehatan mental umat
Abstract:Puasa Ramadan tidak hanya merupakan kewajiban ibadah dalam Islam, tetapi juga menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental melalui pendekatan biologis, psikologis, dan spiritual. Artikel ini bertujuan menelaah…
elaah secara sistematis literatur ilmiah terkini mengenai pengaruh puasa Ramadan terhadap stres, kecemasan, suasana hati, dan kesejahteraan psikologis. Metode yang digunakan adalah kajian literatur tematik-naratif dengan pendekatan kualitatif terhadap artikel ilmiah dari tahun 2015–2025 yang diakses melalui Scopus, PubMed, Google Scholar, dan sumber keislaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa puasa Ramadan selama 29–30 hari mendorong adaptasi psikofisiologis, seperti penurunan kadar hormon kortisol, stabilisasi serotonin dan dopamin, serta peningkatan kualitas tidur dan regulasi emosi. Spiritualitas Islam yang terwujud melalui ibadah seperti tarawih, tadarus, dan zikir meningkatkan kesadaran diri dan ketahanan mental. Selain itu, interaksi sosial saat buka puasa bersama dan aktivitas amal memberikan dampak positif terhadap kesehatan jiwa dan rasa keterhubungan sosial. Meskipun demikian, respons terhadap puasa dapat bervariasi, terutama pada individu dengan gangguan mental berat. Oleh karena itu, dukungan komunitas dan pendekatan klinis berbasis nilai Islam menjadi penting. Temuan ini menegaskan bahwa puasa Ramadan dapat menjadi pendekatan psikospiritual yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental umat Muslim.
Abstract:Shalat sebagai ibadah utama dalam Islam tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga manfaat psikologis yang signifikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas shalat dalam mengurangi stres dan mendukung kesehatan…
hatan mental melalui pendekatan studi literatur. Kajian terhadap berbagai publikasi ilmiah menunjukkan bahwa praktik shalat memengaruhi aktivitas otak, meningkatkan kadar hormon serotonin dan dopamin, serta memperkuat regulasi emosi dan ketahanan psikologis. Aktivasi area otak seperti medial prefrontal cortex dan precuneus selama shalat mengindikasikan keterlibatan fungsi kognitif, empati, dan refleksi diri. Aspek sosial dari shalat berjamaah turut membentuk dukungan emosional dan rasa keterhubungan, yang berkontribusi pada kesejahteraan mental. Hasil kajian ini mengonfirmasi bahwa keteraturan dan kekhusyukan dalam shalat berdampak positif terhadap kondisi psikologis individu, menjadikannya sebagai praktik terapi psikospiritual yang potensial dalam manajemen stres. Dengan demikian, praktik shalat layak dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari intervensi kesehatan mental modern, terutama dalam konteks masyarakat Muslim yang menjunjung tinggi nilai spiritual. Temuan ini menguatkan urgensi integrasi spiritualitas Islam ke dalam praktik kesehatan mental modern guna membangun pendekatan yang lebih holistik, kontekstual, dan sesuai dengan keyakinan masyarakat Muslim
Abstract:Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi informasi keagamaan, terutama di kalangan generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat konsumsi konten dakwah digital…
l dan kesejahteraan spiritual siswa generasi Z, serta menganalisis hubungan di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner terhadap 25 mahasiswa yang aktif mengakses media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden secara rutin mengakses konten dakwah digital, terutama melalui YouTube, Instagram, dan TikTok. Mahasiswa menilai konten dakwah digital tidak hanya memperluas akses terhadap ilmu agama, tetapi juga menjadi sumber spiritual yang inspiratif, relevan, dan menenangkan. Tingkat kesejahteraan spiritual mereka juga tinggi, ditandai dengan kedekatan dengan Tuhan, ketenangan batin, dan makna hidup. Temuan ini selaras dengan teori Kegunaan dan Kepuasan, di mana media digunakan untuk memenuhi kebutuhan spiritual secara aktif. Penelitian ini menekankan pentingnya kualitas konten dakwah serta peran figur ustadz yang otentik dalam membangun spiritualitas digital yang sehat dan bermakna.
Abstract:Undang-Undang Perkawinan (UUP) merupakan salah satu produk hukum pemerintah Indonesia yang mengikat secara hukum bagi seluruh warga negara. Akan tetapi, dalam praktiknya, banyak masyarakat yang mengabaikan kewenangannya…
dan menganggap kepatuhan terhadap UUP bukanlah sebagai kewajiban agama, melainkan sekadar kewajiban perdata. Persepsi ini menimbulkan masalah kepatuhan hukum, khususnya di kalangan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan kembali bahwa kepatuhan terhadap UU Perkawinan memiliki akar yang kuat dalam ajaran Islam, khususnya dalam kerangka kepatuhan kepada ulil amri (penguasa), sebagaimana disebutkan dalam ayat Al-Qur'an Surat An-Nisa [4]:59 dan [4]:83. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan analisis isi, dengan fokus pada literatur primer dan sekunder yang terkait dengan hukum Islam dan peraturan-undangan nasional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa UUP, sebagai hasil ijtihad pemerintah, merupakan suatu bentuk konteks kolektif (ijma') yang mengikat secara hukum dan agama. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap UUP harus dilihat sebagai bagian dari kewajiban yang lebih luas yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menaati Allah, Rasul-Nya, dan para penguasa. Implikasi dari penelitian ini menggarisbawahi perlunya meningkatkan kesadaran bahwa hukum negara yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam harus dilihat tidak hanya sebagai persyaratan administratif tetapi sebagai bagian dari pengabdian kepada agama.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kepemimpinan Rasulullah SAW sebagai model kepemimpinan ideal dalam Islam dan relevansinya dalam konteks modern. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian…
an ini mengkaji sumber-sumber otentik seperti Al-Qur'an, hadis, dan literatur sejarah Islam untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip fundamental kepemimpinan Rasulullah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Rasulullah SAW berlandaskan pada tujuh karakteristik utama: Sidq (kejujuran dan integritas), Amanah (tanggung jawab dan kredibilitas), Fathanah (kecerdasan dan kebijaksanaan), Tabligh (komunikasi efektif dan transparan), keadilan, kesabaran, serta kasih sayang dan empati. Prinsip-prinsip ini tidak hanya menjadi landasan dalam membangun masyarakat Islam pada masa Rasulullah, tetapi juga memiliki relevansi yang signifikan dalam konteks kepemimpinan modern di berbagai bidang. Implementasi nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah dalam era globalisasi memiliki potensi untuk menciptakan pemimpin yang berintegritas, bertanggung jawab, dan efektif dalam membangun organisasi dan masyarakat yang harmonis. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tokoh kontemporer yang telah menerapkan prinsip-prinsip tersebut serta strategi praktis untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Abstract:Strategi dan kebijakan manajemen dalam mengoptimalkan penggunaan media sosial bagi remaja, dengan fokus pada penciptaan lingkungan digital yang aman dan produktif. penulisan ini didorong oleh meningkatnya penggunaan media…
a sosial di kalangan remaja dan tantangan yang muncul, seperti cyberbullying, kecanduan digital, serta penyebaran informasi yang salah. Penulisan ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang efektif dan kebijakan yang mendukung penggunaan media sosial secara positif. Metodologi yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode studi kepustakaan, yang melibatkan studi literature, seperti buku, jurnal, dan teori-teori terkait dengan permasalahan yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen yang efektif perlu melibatkan perencanaan konten yang relevan, pemahaman mendalam tentang audiens remaja, serta pengawasan terhadap dampak penggunaan media sosial. Selain itu, kebijakan yang diusulkan bertujuan untuk memberdayakan remaja dalam mengekspresikan diri secara positif sambil mengedukasi mereka tentang tanggung jawab digital. penerapan metode library research memberikan kebebasan kepada remaja untuk mengekspresikan diri sambil mengedukasi mereka tentang tanggung jawab dalam berinteraksi di dunia maya. Strategi dan kebijakan yang dirumuskan tidak hanya bertujuan untuk meminimalkan risiko, tetapi juga untuk memberdayakan remaja agar dapat memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk pengembangan diri dan komunikasi positif.
Abstract:Pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual…
tual yang terkandung dalam Al-Qur'an ke dalam berbagai aspek kurikulum pendidikan, mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam konteks manajemen kurikulum, integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dapat memperkuat pengembangan kompetensi peserta didik yang selaras dengan kebutuhan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai religius. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research, yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur terkait guna mengeksplorasi konsep pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an, pentingnya pendidikan karakter dalam kurikulum, model integrasi berbasis Al-Qur'an, serta peran guru dalam implementasinya. Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an berkontribusi pada pembentukan moral peserta didik. Selain itu, guru sebagai agen utama pendidikan memiliki peran sentral dalam memastikan implementasi nilai-nilai tersebut secara efektif. Guru bertindak sebagai teladan, motivator, dan inspirator yang mencerminkan nilai-nilai Qur'ani dalam perilaku, ucapan, dan tindakan. Mereka juga bertugas mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam materi ajar dan menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter Islami. Selain itu, guru bertindak sebagai evaluator untuk memantau perkembangan karakter siswa serta memberikan umpan balik untuk perbaikan.
Abstract:Islamic Religious Education (IRE) in the modern era is often trapped in an approach that is overly textual, dogmatic, and focused solely on legal aspects (fiqh) and rituals. This results in the marginalisation of the metaphysical…
aphysical dimensions of Islam—such as the concept of divinity (uluhiyah), the nature of humanity, the unseen world, the purpose of creation, and the spiritual relationship with Allah—which are in fact the foundation of the meaning and intrinsic motivation of all religious teachings. Without the internalisation of these metaphysical values, religious education risks becoming formalistic and unable to respond to existential challenges and spiritual crises amid the onslaught of materialism and secularisation in the modern world. This article aims to analyse the urgency and strategies for internalising metaphysical values within the framework of contemporary Islamic Religious Education, as well as to formulate an approach model relevant to the modern era. This study uses a qualitative method with a philosophical-analytical library research approach. Data were collected from primary sources such as the Qur'an, Hadith, and the works of classical and contemporary Islamic thinkers on education and metaphysics. The analysis was conducted hermeneutically and deductively to develop a conceptual framework. The analysis shows that the internalisation of metaphysical values in PAI is crucial for: (1) building a holistic Islamic worldview, (2) developing a deep spiritual awareness (ihsan), (3) providing a solid moral foundation that transcends positive law, and (4) creating mental-spiritual resilience in facing modern complexities. To achieve this, it is necessary to reorient the PAI curriculum to integrate metaphysical elements through an interdisciplinary approach (linking it to science, psychology, and philosophy), reflective and contemplative learning methods (such as tadabbur and tafakkur), and the use of digital technology as a medium for creative spiritual exploration.