Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran Geografi di kelas XI SMA Negeri 12 Medan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui…
pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru mata pelajaran Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru memanfaatkan berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, pelaksanaan evaluasi masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kemampuan analisis siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas sekolah (laboratorium SIG, peta tematik, jaringan internet), serta belum adanya standar baku dari Kemendikbud terkait komposisi soal berdasarkan level kognitif. Selain itu, penerapan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa turut memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi diperlukan untuk mendukung evaluasi pembelajaran Geografi yang lebih efektif, terstandar, dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Abstract:Artikel ini membahas implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan melalui telaah pustaka terhadap literatur akademik yang terbit pada periode 2018–2025. Kajian ini dilakukan untuk menjawab kesenjangan antara tujuan…
uan ideal pendidikan berlandaskan Pancasila dan praktik implementasinya di berbagai lembaga pendidikan. Metode penelitian menggunakan analisis isi dan sintesis tematik terhadap buku, artikel jurnal, serta dokumen kebijakan nasional terkait pendidikan nilai dan Profil Pelajar Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi nilai Pancasila memerlukan pendekatan multidimensional yang meliputi integrasi dalam kurikulum, peran transformasional guru, budaya sekolah yang mendukung pembiasaan nilai, serta dukungan kebijakan struktural. Di samping itu, ditemukan berbagai hambatan seperti rendahnya pemahaman guru terhadap pendidikan nilai, lemahnya instrumen evaluasi karakter, pengaruh budaya digital, serta ketidakkonsistenan kebijakan. Kajian ini menegaskan perlunya strategi penguatan berupa peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan model pembelajaran berbasis nilai, evaluasi karakter yang komprehensif, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Simpulan dari kajian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dan berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan nilai berlandaskan Pancasila yang relevan dengan tantangan era globalisasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kampus terhadap penghayatan mahasiswa terhadap ideologi Pancasila di Universitas Negeri Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif…
siatif dan teknik survei melalui penyebaran angket kepada 50 mahasiswa sebagai sampel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji t, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kampus berpengaruh secara signifikan terhadap penghayatan mahasiswa terhadap Pancasila, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,001 (< 0,05). Koefisien korelasi sebesar 0,714 menunjukkan hubungan kuat dan positif antara kedua variabel. Temuan ini menegaskan bahwa semakin kondusif lingkungan kampus, semakin tinggi tingkat penghayatan mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, penguatan budaya akademik, interaksi sosial, dan kegiatan kemahasiswaan menjadi aspek penting dalam meningkatkan internalisasi nilai-nilai kebangsaan di perguruan tinggi.
Abstract:Pemahaman siswa terhadap sejarah lahirnya Pancasila merupakan fondasi dalam pembentukan karakter kebangsaan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan masih rendahnya pemahaman siswa akibat model pembelajaran yang cenderung…
konvensional dan minim inovasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi model pembelajaran nilai-nilai Pancasila yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang sejarah Pancasila serta membentuk karakter jujur dan sikap kebangsaan lainnya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengintegrasikan temuan dari tiga jurnal relevan—penggunaan media audio visual, pembelajaran nilai berbasis Pancasila, dan pembentukan karakter jujur melalui Pendidikan Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode interaktif, media audio visual, serta pendekatan kontekstual mampu meningkatkan pemahaman historis siswa, partisipasi belajar, serta penginternalisasian nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini mempertegas pentingnya penguatan pedagogi, teknologi pembelajaran, dan keteladanan guru dalam pendidikan Pancasila.
Abstract:Penelitian ini mengkaji pengalaman hidup guru-guru Madrasah Ibtidaiyah di Pekalongan, Lampung Timur dalam mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesional melalui penerapan pembelajaran mendalam (deep learning). Dengan…
menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif, penelitian ini berupaya menangkap makna subjektif dan dinamika praktik mengajar yang dialami para guru dalam konteks perubahan kurikulum, tuntutan profesionalisme, dan kebutuhan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan langkah-langkah reduksi fenomenologis berdasarkan Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam mendorong guru untuk berefleksi secara kritis, merancang pembelajaran berbasis pemahaman konseptual, serta meningkatkan kemampuan profesional melalui kolaborasi dan pengembangan diri. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman mengajar yang autentik, ditopang oleh pemahaman pedagogik yang matang, menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan kompetensi guru dan implikasi praktis bagi pengembangan program pelatihan guru berbasis pengalaman.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Self-Directed Learning (SDL) pada materi fluida dinamis terhadap hasil belajar siswa kelas XI. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya…
a kemandirian dan hasil belajar siswa ketika mempelajari konsep-konsep fisika yang bersifat abstrak, khususnya fluida dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas XI SMA yang dipilih secara purposive, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran SDL dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda yang telah divalidasi oleh ahli dan diuji reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, serta uji-t untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antar kelas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran SDL dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Siswa pada kelas eksperimen memperoleh rata-rata hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Self-Directed Learning (SDL) berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada materi fluida dinamis di kelas XI.
Abstract:Penelitian ini menganalisis faktor-faktor pemicu radikalisme pada remaja serta dampaknya terhadap demokrasi di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur, penelitian ini menelaah sumber dari jurnal…
nal dan buku. Hasil kajian menunjukkan bahwa radikalisme remaja dipicu oleh beberapa faktor utama, yaitu ideologis, psikologis (krisis identitas), sosial-budaya (diskriminasi, eksklusivitas budaya), ekonomi (ketidakadilan dan kesenjangan), serta pengaruh media digital. Fenomena ini berdampak serius pada demokrasi, antara lain terkikisnya nilai toleransi, ancaman terhadap kebebasan beragama, meningkatnya polarisasi sosial, melemahnya partisipasi politik sehat, hingga berkurangnya kepercayaan publik terhadap institusi demokratis. Penelitian ini menegaskan bahwa radikalisme remaja bukanlah masalah individu semata, melainkan persoalan kolektif yang mengancam keberlanjutan demokrasi. Oleh karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara sinergis melalui peran keluarga, pendidikan, pemerintah, media, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan generasi muda.
Abstract:Berdasarkan temuan penelitian yang dipublikasikan selama lima tahun terakhir (2020–2025), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas berbagai pendekatan pembelajaran dalam pembelajaran matematika.…
tematika. Data yang dikumpulkan dari delapan artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan membahas penerapan metode Problem Based Learning (PBL), Realistic Mathematics Education (RME), Cooperative Learning, Blended Learning, dan Team Assisted Individualization (TAI) dalam pembelajaran matematika di berbagai jenjang pendidikan. Studi ini menggunakan metode studi literatur deskriptif-komparatif dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang berbeda memiliki fitur dan keunggulan yang unik. Pendidikan matematika realistik (RME) meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematis siswa, sedangkan model masalah dasar belajar (PBL) efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan pemahaman konseptual siswa. Pembelajaran kooperatif, yang melibatkan kerja kelompok dan interaksi sosial, terbukti meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Blended learning, di sisi lain, lebih fleksibel dan meningkatkan hasil belajar.
Abstract:Korupsi masih menjadi masalah besar di Indonesia yang tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga moral, sosial, dan budaya. Fenomena ini menunjukkan adanya kegagalan dalam pembentukan karakter bangsa yang berintegritas.…
egritas. Oleh karena itu, diperlukan strategi pencegahan yang efektif melalui jalur pendidikan, khususnya pendidikan anti korupsi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi pendidikan anti korupsi dalam membentuk karakter generasi muda, mengidentifikasi tantangan implementasi di sekolah maupun perguruan tinggi, serta menganalisis strategi pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan keadilan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket online (Google Form) yang disebarkan kepada mahasiswa dan siswa sebagai representasi generasi muda. Analisis data dilakukan dengan pendekatan statistik deskriptif serta interpretasi kualitatif dari jawaban terbuka responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai pendidikan anti korupsi sebagai aspek yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Indikator kejujuran dan kepedulian sosial memperoleh persentase tertinggi (masing-masing 80%), diikuti oleh disiplin, tanggung jawab, dan keadilan. Temuan ini menegaskan adanya kesadaran kolektif generasi muda mengenai urgensi pendidikan anti korupsi, meskipun masih terdapat sebagian kecil responden yang belum menempatkan disiplin dan tanggung jawab sebagai prioritas. Dengan demikian, pendidikan anti korupsi terbukti berperan signifikan sebagai instrumen strategis dalam membangun generasi berintegritas, serta perlu diimplementasikan secara sistematis, berkesinambungan, dan berbasis nilai Pancasila, agama, serta budaya bangsa.
Abstract:Indonesia sedang memasuki fase bonus demografi yang memberikan peluang besar sekaligus tantangan bagi pembangunan nasional. Namun, masih terdapat kesenjangan keterampilan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan…
industri yang dapat menghambat pemanfaatan peluang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi adaptasi mahasiswa Universitas Negeri Medan dalam menyongsong bonus demografi, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menelaah keterampilan, peran organisasi, dan kewirausahaan sebagai bentuk kesiapan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 15 mahasiswa FMIPA UNIMED yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui angket terbuka Google Form dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melakukan adaptasi melalui peningkatan literasi digital, penguasaan bahasa asing, pengembangan soft skills, serta keterlibatan dalam organisasi, seminar, magang, dan kewirausahaan. Tantangan yang dihadapi mencakup persaingan kerja, keterbatasan lapangan pekerjaan, kesenjangan keterampilan, serta kendala internal seperti manajemen waktu dan kesehatan mental. Keterampilan abad 21 berupa kombinasi hard skills dan soft skills dinilai sebagai bekal utama, sedangkan organisasi kampus dan kewirausahaan berperan penting dalam menyiapkan mahasiswa agar mampu bersaing sekaligus menciptakan lapangan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Negeri Medan memiliki kesadaran adaptif yang tinggi, meskipun masih diperlukan perluasan penelitian dengan lingkup yang lebih besar untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.