Search Articles & Publications

Showing 5713 articles found for "Dalam"

CLUSTERING ROTATIONAL CHURN OF TELECOMMUNICATIONS CUSTOMERS USING A DATA-CENTRICAI APPROACH

Muttaqin, Widang, Lydia, Maya Silvi, Fahmi, Fahmi
Abstract: Abstract: In the current era of very fast technological development, customer churn is a serious challenge, especially in the competitive telecommunications industry. Churn refers to customers who stop using a service or… move to another provider, and can be categorized into three types: Active Churn, Passive Churn, and Rotational Churn. Rotational Churn, which is difficult to predict be- cause the reasons for stopping are unclear, is the main focus of this research. This research aims to group Rotational Churn customers using a Data-Centric AI approach. This approach emphasizes improving data quality through Confident Learning and Synthetic Data before being applied to the K-Means clustering algorithm. The data used in this research is customer churn data from one telecommunications company during 2023. The research results show that customer grouping using the K-Means algorithm can provide deep insight into the characteristics of customer churn. The application of Data-Centric AI is proven to be able to increase the accuracy of clustering models, which ultimately helps compa- nies optimize programs and services to minimize churn and retain customers.       Keywords: data-centric AI; clustering; K-means     Abstrak: Dalam era perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, churn pelanggan menjadi tantangan serius, terutama dalam industri telekomunikasi yang sangat kompetitif. Churn mengacu pada pelanggan yang berhenti menggunakan layanan atau beralih ke penyedia lain, dan dapat dikategorikan menjadi tiga jenis: Churn Aktif, Churn Pasif, dan Churn Rotasional. Churn Rotasional, yang sulit diprediksi karena alasan penghentian layanan tidak jelas, menjadi fokus utama penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan pelanggan Churn Rotasional menggunakan pendekatan Data-Centric AI. Pendekatan ini menekankan pada peningkatan kualitas data melalui Confident Learning dan Synthetic Data sebelum diterapkan ke algoritma K-Means clustering. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data churn pelanggan dari satu perusahaan telekomunikasi selama tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokan pelanggan menggunakan algoritma K-Means dapat memberikan wawasan mendalam tentang karakteristik churn pelanggan. Penerapan Data-Centric AI terbukti mampu meningkatkan akurasi model klastering, yang pada akhirnya membantu perusahaan mengoptimalkan program dan layanan untuk meminimalkan churn serta mempertahankan pelanggan.   Kata kunci: data-Centric AI; klasterisasi; K-means  

TOWARDS SPATIAL INFORMATION SYSTEM ADOPTION USING EXTENDED TAM AND IS SUCCESS MODEL

Anjani, Heni, Inan, Dedi I., Juita, Ratna, Sanglise, Marlinda
Abstract: Abstract: By leveraging digital technology, Laporkitong enhances transparency and accountability, as well as facilitates public participation in the oversight and enforcement processes related to land use and natural resource… ource management. The Laporkitong website functions as an online reporting application aimed at documenting instances of spatial planning violations in the West Papua Province. The lack of public knowledge about the Laporkitong application has led to numerous issues. Therefore, an analysis of the adoption of the Laporkitong application is necessary. This study aims to investigate the influence of Perceived Quality, Perceived Control, and Perceived Ease of Use factors as determinants of the residents' willingness to use the Laporkitong application, employing the Technology Acceptance Model (TAM) and DeLone and McLean IS Success (IS D&M) theories. As many as 160 valid respondents are gathered based purposive sampling technique and evaluated using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results inform that all seven hypotheses are accepted with the R-square of the intention to use is 0.273 indicationg 27.3% variance of the model can determine the outcome. Further discussion and conclusion regarding the implication of theoretical and practical contribution are also discussed.             Keywords: laporkitong; perceived control; perceived ease of use; perceived quality; technology acceptance model   Abstrak: Dengan memanfaatkan teknologi digital, Laporkitong meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta memfasilitasi partisipasi publik dalam proses pengawasan dan penegakan terkait penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam. Website Laporkitong berfungsi sebagai aplikasi pelaporan online yang bertujuan untuk mendokumentasikan pelanggaran perencanaan tata ruang di Provinsi Papua Barat. Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap aplikasi Laporkitong menyebabkan banyak permasalahan. Maka dari itu perlu dilakukan analisis mengenai adopsi pada aplikasi Laporkitong. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh faktor Kualitas yang Dirasakan, Kendali yang Dirasakan, dan Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan sebagai penentu keinginan penduduk untuk menggunakan aplikasi Laporkitong, dengan menggunakan Model Penerimaan Teknologi (TAM) dan teori Kesuksesan Sistem Informasi (IS D&M) DeLone dan McLean. Sebanyak 160 responden valid dikumpulkan berdasarkan teknik purposive sampling dan dievaluasi menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa semua tujuh hipotesis diterima dengan R-square niat untuk menggunakan adalah 0,273, menunjukkan bahwa 27,3% variasi model dapat menentukan hasilnya. Diskusi lebih lanjut dan kesimpulan mengenai implikasi kontribusi teoritis dan praktis juga dibahas.   Kata kunci: laporkitong; pengendalian yang dirasakan; kemudahan penggunaan yang dirasakan; kualitas yang dirasakan; model penerimaan teknologi  

APPLICATION OF WEBQUAL AND END-USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS) IN ANALYZING INFORMATION CONTENT MEASUREMENT

Suryadi, Agus, Febrianti, Eka Lia, Sikumbang, Alex Sandri
Abstract: Abstract: Information content that meets user needs is an important aspect of a website. Quality testing, especially for sites that have never been tested, is necessary to ensure effectiveness. This research uses observation… tion techniques, questionnaires, and literature studies related to the Webqual method and the End-User Computing Satisfaction (EUCS) variable. The variables used include Usability, Information Quality, Service Interaction Quality, User Satisfaction, and Content. The Webqual model is applied in this research through a questionnaire, which produces various data from respondents. The data is then processed and analyzed to produce accurate statistical data. From this research, the results of the questionnaire show that Service Interaction Quality has a low percentage, namely 72.72% (X3.2), where the full percentage is 100%. Apart from that, User Satisfaction also has a low percentage, namely 70.90% (Y.1). This shows that the Quality of Service Interaction has less than a positive effect on User Satisfaction. Therefore, improvements are needed in the Quality of Service Interaction section on the PT Yudo Indonesia website so that User Satisfaction also increases, especially in the aspects of security and meeting user needs.   Keywords: EUCS; website quality; webqual   Abstrak: Konten informasi yang memenuhi kebutuhan pengguna adalah aspek penting dari sebuah situs web. Uji kualitas, terutama untuk situs yang belum pernah diuji, diperlukan untuk memastikan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, kuesioner, dan studi literatur terkait metode Webqual dan variabel End-User Computing Satisfaction (EUCS). Variabel yang digunakan antara lain Usability (Kualitas Kegunaan), Information Quality (Kualitas Informasi), Service Interaction Quality (Kualitas Interaksi Layanan), User Satisfaction (Kepuasan Pengguna), dan Content (Konten). Model Webqual diterapkan dalam penelitian ini melalui kuesioner, yang menghasilkan berbagai data dari responden. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk menghasilkan data statistik yang akurat. Dari penelitian ini, hasil kuesioner menunjukkan bahwa Service Interaction Quality (Kualitas Interaksi Layanan) memiliki persentase yang rendah, yaitu 72,72% (X3.2), di mana persentase penuhnya adalah 100%. Selain itu, User Satisfaction (Kepuasan Pengguna) juga memiliki persentase rendah, yaitu 70,90% (Y.1). Hal ini menunjukkan bahwa Kualitas Interaksi Layanan kurang berpengaruh positif terhadap Kepuasan Pengguna. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pada bagian Kualitas Interaksi Layanan di situs web PT Yudo Indonesia agar Kepuasan Pengguna juga meningkat, terutama pada aspek keamanan dan pemenuhan kebutuhan pengguna.   Kata kunci: EUCS; kualitas website; webqual  

ANALYSIS OF ACQUIRE AND IMPLEMENT OF LIBRARY INFORMATION SYSTEM USING COBIT 4.1 FRAMEWORK

Magdalena, Hilyah
Abstract: Abstract: College libraries are built and designed based on the needs of the academic community to support learning, research, and community service. Management of higher education institutions in Indonesia refers to Organizing… anizing libraries in Indonesia is regulated in National Library Director Regulation No. 13 of 2017. College libraries currently use information technology to support operations. To assess the alignment of a university's goal of providing a library that complies with information technology regulations and management, library management needs to be audited. At the ISB Atma Luhur library, audits were carried out using the COBIT 4.1 framework. especially in the Acquire and Implement (AI) domain. The AI domain is a domain that assesses whether plans have been successfully acquired and implemented. This research uses interview and questionnaire methods as primary data source data collection media. The respondents involved were the head of the library and the ISB Atma Luhur library staff. The results of data processing show that the AI domain is at 2,754 with a maturity level of 3-Define Process. Of the 7 control objectives under the AI domain, AI4 Anable Operation and Use is the highest control objective with 3.28. Meanwhile, the lowest control objective is AI2 Acquire and maintain application software with 2.50.             Keywords: acquire and implement COBIT 4.1; college library ; information systems audit.     Abstrak: Perpustakaan perguruan tinggi dibangun dan dirancang berdasarkan kebutuhan civitas akademika untuk menunjang pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia mengacu pada Penyelenggaraan perpustakaan di Indonesia diatur dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017. Perpustakaan perguruan tinggi saat ini sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang operasionalnya. Untuk menilai keselarasan tujuan perguruan tinggi dalam menyediakan perpustakaan yang sesuai dengan regulasi dan pengelolaan teknologi informasi, maka pengelolaan perpustakaan perlu dilakukan audit. Pada perpustakaan ISB Atma Luhur, audit dilakukan dengan menggunakan framework COBIT 4.1. khususnya di domain Acquire and Implement (AI). Domain AI adalah domain yang menilai apakah rencana telah berhasil diperoleh dan diterapkan. Audit sistem informasi perpustakaan ini bertujuan untuk menilai keselarasan rencana dan akuisisi impelentasi sistem untuk meningkatkan layanan perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan angket sebagai media pengumpulan data sumber data primer. Responden yang terlibat adalah kepala perpustakaan dan staf perpustakaan ISB Atma Luhur. Hasil pengolahan data menunjukkan domain AI berada pada angka 2.754 dengan tingkat kematangan 3-Define Process. Dari 7 tujuan pengendalian dalam domain AI, AI4 Anable Operation and Use merupakan tujuan pengendalian tertinggi dengan nilai 3,28. Sedangkan tujuan pengendalian terendah adalah AI2 Memperoleh dan memelihara perangkat lunak aplikasi dengan nilai 2,50.   Kata kunci: acquire and implement COBIT 4.1.; audit sistem informasi; perpustakaan perguruan tinggi.

EVALUATING LABORATORY WEBSITE USABILITY THROUGH THE SYSTEM USABILITY SCALE (SUS)

Ma'wa, Safarah Putri, Damayanti, Friska, Etruly, Niki
Abstract: Abstract: The Manual Drawing Laboratory and Computer Laboratory of the Furniture Design Study Program are some of the infrastructures used to support learning and practicum in the Polytechnic of Furniture Industry and Wood… od Processing. Services at these two laboratories utilize the Laboratory website which can be accessed publicly via the address https://labdesainfurnitur.poltek-furnitur.ac.id/, in which the purpose of developing the website is to simplify the process for stakeholders to access information regarding practicum activities conducted in the laboratories. Ease of access to this information needs to be evaluated, especially related to usability on the website. The evaluation of the laboratory website's usability is performed using the System Usability Scale (SUS) method, which provides a structured approach to measuring the effectiveness and user experience of the website. It is hoped to obtain a representation of the user's experience of the function and appearance of the laboratory website as advice on what features might be developed to improve the services. According to the results of data processing from 44 respondents, the average SUS score was 59.32. Based on this score, the Acceptability Range category is still in the marginal range, meaning there are still several things that need to be corrected or improved so the website can help in the daily operational activities of the laboratory.             Keywords: laboratory; SUS; usability; user; website     Abstrak: Laboratorium Gambar dan Laboratorium Komputer Program Studi Desain Furnitur merupakan sarana penunjang praktikum di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu. Pelayanan pada kedua laboratorium ini telah memanfaatkan website yang dapat diakses secara publik melalui alamat https://labdesainfurnitur.poltek-furnitur.ac.id/, pemanfaatan website bertujuan untuk memudahkan para pengguna dalam memperoleh informasi seputar kegiatan praktikum di laboratorium di setiap waktu. Adanya pemanfaatan teknologi informasi tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui kegunaan website bagi para pengguna serta sebagai masukan untuk pengelola laboratorium dalam mengembangkan website di masa mendatang. Evaluasi website laboratorium dilakukan dengan metode System Usability Scale (SUS). Melalui evaluasi kegunaan pada website laboratorium diharapkan diperoleh representasi pengalaman pengguna terhadap fungsi dan tampilan website laboratorium dan diperoleh saran fitur-fitur yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan di laboratorium. Data yang diperoleh sebanyak 44 responden menghasilkan skor SUS dengan rata-rata 59,32. Berdasarkan skor tersebut, rentang akseptabilitas website masih berada pada rentang marginal, sehingga masih ada beberapa fitur yang perlu ditingkatkan agar website dapat membantu kegiatan operasional laboratorium sehari-hari.   Kata kunci: kegunaan; laboratorium; pengguna; SUS; website

DESIGNING TAX ME SERVICE APPLICATIONS IN TAX CONSULTING

Joosten, Joosten, Halim, Fandi, Arianto, Jennifer, Yulinda, Cindy
Abstract: Abstract: "Tax Me" is an application engaged in tax consulting services that is run through a mobile platform. The problems that are often faced by the public, especially taxpayers, are difficulties in choosing reliable… and trusted tax consultants because many tax consultants embezzle money and slow down the tax reporting process, as well as the lack of knowledge of taxpayers about all tax regulations, a complicated and frequently changing tax system, and also there are still negative public assumptions about taxes such as corruption in taxes that have been paid by taxpayers.  The "Tax Me" application was developed using the System Development Life Cycle (SDLC) system development methodology. This application was developed as a forum for tax consulting services in collaboration with the Directorate General of Taxes (DGT) institution which is able to provide transparent and reliable tax consulting services. "Tax Me" is expected to be able to provide education to taxpayers, overcome taxpayers' concerns about the tax calculation and reporting process as well as in choosing a tax consultant who can be trusted. In addition, several features of the "Tax Me" application such as: NPWP, Tax Calculation, Tax Consultation, Report & Check Annual Tax Return, E-Billing & Pay Tax, Tax Reminder and Tax Article.             Keywords: directorate general of taxes (DJP); tax; tax me; taxpayer     Abstrak: “Tax Me” adalah aplikasi yang bergerak pada bidang pelayanan konsultasi pajak yang dijalankan melalui platform mobile. Masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat khususnya Wajib Pajak adalah kesulitan dalam memilih konsultan pajak yang dapat diandalkan dan dipercaya karena banyak konsultan pajak yang menggelapkan uang dan memperlambat proses pelaporan pajak, serta kurangnya pengetahuan Wajib Pajak mengenai segala peraturan perpajakan, sistem perpajakan yang rumit dan sering berubah, dan juga masih ada anggapan negatif masyarakat tentang pajak seperti korupsi atas pajak yang telah dibayarkan oleh Wajib Pajak. Aplikasi “Tax Me” dikembangkan dengan menggunakan metodologi pengembangan sistem System Development Life Cycle (SDLC). Aplikasi ini dikembangkan sebagai wadah layanan konsultasi perpajakan yang bekerja sama dengan lembaga Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang mampu memberikan layanan konsultasi perpajakan yang transparan dan terpercaya. “Tax Me” diharapkan mampu memberikan edukasi kepada Wajib Pajak, mengatasi kekhawatiran Wajib Pajak terhadap proses perhitungan dan pelaporan pajak juga dalam memilih konsultan pajak yang dapat di percaya. Disamping itu, beberapa fitur dari aplikasi “Tax Me” seperti: NPWP, Hitung Pajak, Konsultasi Pajak, Lapor & Periksa SPT Tahunan, E-Billing & Bayar Pajak, Pengingat Pajak dan Artikel Pajak.   Kata kunci: direktorat jenderal pajak (DJP); pajak; tax me; wajib pajak  

LITERATURE REVIEW OF THE APPLICATION FRAMEWORK IN THE ENTERPRISE ARCHITECTURE OF SECONDARY SCHOOLS

Lubis, Rivaldi, Panjaitan, Erwin Setiawan
Abstract: Abstract: The widespread use of information and communication technology (ICT) has enhanced effectiveness and quality in management, research, and education at educational institutions. In this digital age, secondary schools… ools are required to improve operational efficiency and educational strategies through the use of information technology. Therefore, the implementation of an enterprise architecture (EA) framework is crucial to ensure a strategic alignment between educational goals and technology. However, before implementing the framework, schools must evaluate various factors that influence the suitability and effectiveness of EA, including current technology needs, staff competencies, existing infrastructure conditions, and other factors. This study gathers and analyzes data from related studies, and the results indicate the importance of understanding EA principles to optimize academic and administrative processes. By considering variables in the selection of the EA framework, evaluating school readiness, and identifying existing challenges, this research aims to assist secondary schools in effectively implementing EA. The expected outcome of this research provides theoretical support for the adoption of EA, thus facilitating more efficient strategic and operational planning in secondary schools.       Keywords: enterprise architecture; framework; information and communication technology; secondary school.    Abstrak: Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara luas telah meningkatkan efektivitas dan kualitas dalam manajemen, penelitian, dan pendidikan di institusi pendidikan. Di era digital ini, sekolah menengah dituntut untuk meningkatkan efisiensi operasional dan strategi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, penerapan framework arsitektur enterprise (EA) menjadi penting untuk memastikan aliansi strategis antara tujuan pendidikan dan teknologi. Namun, sebelum penerapan framework dilakukan, sekolah harus mengevaluasi berbagai faktor yang mempengaruhi kesesuaian dan efektivitas EA, termasuk kebutuhan teknologi terkini, kompetensi staf, kondisi infrastruktur yang ada, dan faktor lainnya. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data dari studi terkait, hasilnya menunjukkan bahwa pentingnya pemahaman tentang prinsip-prinsip EA untuk mengoptimalkan proses akademik dan administratif. Dengan mempertimbangkan variabel-variabel dalam pemilihan framework EA, evaluasi kesiapan sekolah, dan identifikasi tantangan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah menengah dalam mengimplementasikan EA secara efektif. Diharapkan hasil dari penelitian ini memberikan kontribusi teoretis yang mendukung pengadopsian EA, sehingga memfasilitasi perencanaan strategis dan operasional yang lebih efisien di sekolah menengah. Kata kunci:arsitektur enterprise; framework; sekolah menengah; teknologi informasi dan komunikasi.  

ANALYSIS OF SOFTWARE QUALITY USING THE FURPS+ MODEL

Puspita, Safriya Murni, Ardhani, Alvina Waihda, Retnaningrum, Dea Ayu, Firmansyah, Afreza Restu, Rolliawati, Dwi
Abstract: Abstract: Software quality analysis is essential to ensure applications are reliable, efficient, and meet user needs. The FURPS+ model (Functionality, Usability, Reliability, Performance, Supportability, plus) provides a… comprehensive framework for evaluating software quality. This study analyzes the implementation of Software Quality Assurance (SQA) in the SKEK UINSA application, a Learning Management System (LMS) designed to record extracurricular activities of UINSA students. With 100 respondents (lecturers, students, and alumni), the research employs a quantitative approach to examine both functional and non-functional aspects. The results show that functionality and usability aspects scored an average of 71%, reliability 66%, performance 61%, supportability 79%, and additional factors (plus) 64%. Overall, the SKEK UINSA application demonstrates good quality in terms of functionality, ease of use, performance, and flexibility.   Keywords: FURPS+; Reliability; SKEK; Validity; Quantitative Method     Abstrak: Analisis kualitas perangkat lunak penting untuk memastikan aplikasi andal, efisien, dan sesuai kebutuhan pengguna. Model FURPS+ (Functionality, Usability, Reliability, Performance, Supportability, plus) menawarkan kerangka komprehensif untuk evaluasi kualitas perangkat lunak. Penelitian ini menganalisis penerapan Software Quality Assurance (SQA) pada aplikasi SKEK UINSA, aplikasi semacam LMS (Learning Management System) untuk mencatat kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa UINSA. Dengan 100 responden (dosen, mahasiswa, dan alumni), penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengkaji aspek fungsional dan non-fungsional. Hasilnya, aspek functionality dan usability memiliki persentase rata-rata 71%, reliability 66%, performance 61%, supportability 79%, dan faktor tambahan (plus) 64%. Secara keseluruhan, aplikasi SKEK UINSA menunjukkan kualitas baik dalam fungsi, kemudahan penggunaan, kinerja, dan fleksibilitas.   Kata kunci: FURPS+;  Metode Kuantitatif ; SKEK; Validitas; Reliabilitas

REDESIGN GOLEK BIS APPLICATION USING UCD (USER CENTERED DESIGN) APPROACH

Prasetya, Dhika Adi Prasetya, Purwati, Yuli, Suliswaningsih, Suliswaningsih
Abstract: Abstract: In the current digital era, transportation booking applications have become an integral part of people's daily lives. One of the preferred applications is the Suroboyo Bus Booking Application (GOBIS). GOBIS is… a platform dedicated specifically to accessing Suroboyo Bus transportation services. However, with the advancement of technology and changing user needs, the GOBIS application also needs to be adjusted to remain relevant and meet expectations. Many users have complained about the application's ambiguous interface, unclear colors, and other issues. Therefore, a redesign of this application is necessary. This study employs the User-Centered Design (UCD) method and SUS testing to obtain a new design that can be implemented. The results show a significant improvement in application usability, with the average SUS score from users after the redesign process reaching 82.25, rated as "good" with a "B" grade. Comparing it to the usability score of the previous version, which only reached 57.25 with a "poor" rating and a "D" grade, indicates a substantial improvement. Thus, the new design demonstrates a significant improvement in usability compared to the previous version.             Keywords: redesign; GOBIS aplication; user interface; UCD; system usability scale   Abstrak: Dalam era digital saat ini, aplikasi pemesanan transportasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu pilihan utama yang sering digunakan adalah Aplikasi Golek Bis (GOBIS) Suroboyo Bus. GOBIS dirancang khusus sebagai platform untuk mengakses moda transportasi Suroboyo Bus. Namun, sejalan dengan kemajuan teknologi dan evolusi kebutuhan pengguna, perlu penyesuaian agar aplikasi Golek Bis tetap relevan dan memuaskan pengguna. Banyak pengguna mengeluhkan tentang antarmuka aplikasi yang kurang jelas, warna yang ambigu, dan masalah lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan redesain aplikasi ini. Penelitian ini menerapkan metode UCD dan mengujikan SUS untuk mendapatkan desain baru yang lebih baik. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kegunaan aplikasi, dengan nilai rata-rata skor SUS pengguna setelah proses redesain mencapai 82.25, dinilai sebagai "good" dengan peringkat "B". Perbandingannya dengan nilai kegunaan versi sebelumnya yang hanya mencapai 57.25 dengan penilaian "poor" dan peringkat "D" menunjukkan peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu, desain baru menunjukkan perbaikan yang berarti dalam hal kegunaan dibandingkan dengan versi sebelumnya.   Kata kunci: redesign; aplikasi GOBIS; user interface; UCD; system usability scale

IMPLEMENTATION OF THE PREFERENCE SELECTION INDEX (PSI) METHOD IN COURIER PARTNER RECRUITMENT

Wardana, Aji, Putri, Raissa Amanda
Abstract: Abstract: One of the keys to the success of a company or agency in achieving certain goals is the workforce. However, finding the ideal partner that suits the needs of the organization or agency is difficult. Therefore,… the selection of suitable potential partners is very important in order to be able to recruit partners who are competent in their fields and meet the company's expectations and meet all stages carried out by the organization. The Preference Selection Index method is the method used in selecting employees. The option that returns the highest Preference Index value after all criteria and alternatives have been calculated is the best option, or options selected. Based on research findings, Andreyanto Wijaya's alternative is the best alternative to be chosen as the company's partner with the highest score, which is 0.95346. Keywords: decision support system; PSI; recruitment; partner   Abstrak: Salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan atau instansi dalam mencapai tujuan tertentu adalah tenaga kerjanya. Namun, menemukan Mitra ideal yang sesuai dengan kebutuhan organisasi atau instansi memang sulit. Oleh karena itu, pemilihan calon Mitra yang sesuai sangatlah penting agar dapat merekrut mitra yang berkompeten di bidangnya dan memenuhi harapan perusahaan serta memenuhi seluruh tahapan yang dilakukan oleh organisasi. Metode Preference Selection Index adalah metode yang digunakan dalam menseleksi pegawai. Pilihan yang menghasilkan nilai Indeks Preferensi tertinggi setelah semua kriteria dan alternatif dihitung adalah pilihan terbaik, atau pilihan yang terpilih. Berdasarkan temuan penelitian, alternatif Andreyanto Wijaya merupakan alternatif terbaik untuk dipilih menjadi mitra untuk perusahaan dengan skor tertinggi yaitu 0,95346.   Kata Kunci : sistem pendukung keputusan; PSI; rekrutmen; mitra