Abstract:Konsep manajemen pengorganisasian dalam pendidikan Islam memiliki signifikansi fundamental dalam mengembangkan sistem pendidikan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep manajemen pengorganisasian…
ngorganisasian pendidikan Islam melalui analisis komprehensif hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research (penelitian kepustakaan) dan content analysis. Sumber data primer adalah kitab-kitab hadis standar seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, dan kitab hadis mu'tabar lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, klasifikasi, dan analisis hadis-hadis yang berkaitan dengan manajemen pengorganisasian pendidikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi Muhammad SAW mengandung prinsip-prinsip manajemen pengorganisasian yang komprehensif, meliputi aspek kepemimpinan, pembagian tugas, koordinasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa konsep manajemen dalam hadis menekankan profesionalisme, transparansi, musyawarah, dan pengembangan potensi individual dalam kerangka organisasi pendidikan Islam.Kontribusi penelitian ini memberikan perspektif baru dalam memahami konsep manajemen pendidikan Islam berdasarkan sumber normatif hadis, sekaligus menawarkan model pengorganisasian yang berbasis pada nilai-nilai profetik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan manajemen pendidikan Islam dan memberikan landasan konseptual bagi praktisi pendidikan dalam mengembangkan sistem manajemen yang efektif dan berkarakter.
Abstract:This study aims to assess the effectiveness of educational management in developing students' character. The research method employed is a survey, which involves collecting data through questionnaires distributed to students…
ents and teachers in selected schools. The sample consists of students and teachers from a specific vocational high school. The findings indicate that effective educational management has a significant positive impact on character development among students. Key factors such as school leadership, communication patterns between teachers and students, and support from the school environment play important roles in shaping character. The implications of this research highlight the importance of effective educational management in character formation and the crucial roles of school leaders and teachers in creating a conducive educational environment. These findings can serve as a reference for schools and educational stakeholders to enhance programs and activities aimed at improving students' character development. Overall, the research results regarding the effectiveness of educational management in character development provide important conclusions that are essential for advancing character education in Indonesia and improving the quality of school management.
Abstract:Strategi dan praktik manajemen madrasah yang bermutu dan efektif dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan library reseach yang berkaitan dengan manajemen…
men pendidikan, termasuk buku, artikel, dan laporan penelitian. Hasil studi menunjukkan bahwa peningkatan kualitas guru melalui pelatihan rutin, serta peningkatan partisipasi orang tua dalam kegiatan madrasah, merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Selain itu, pengembangan kurikulum yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan siswa serta peningkatan fasilitas dan sumber daya juga sangat penting. Madrasah perlu melakukan evaluasi berkala terhadap kurikulum yang diterapkan untuk memastikan kesesuaiannya dengan perkembangan zaman. Praktik manajemen kesiswaan yang baik, termasuk melibatkan siswa dalam pengambilan keputusan terkait kegiatan ekstrakurikuler, meningkatkan rasa tanggung jawab mereka kepada pendidikan. Kerjasama dengan masyarakat juga menjadi aspek krusial dalam manajemen madrasah. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti alumni dan komunitas lokal, dapat memberikan dukungan tambahan bagi program pendidikan. Dengan menerapkan strategi-strategi ini secara konsisten, madrasah dapat mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi dan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global di masa depan.
Abstract:Kepala madrasah memegang peran penting dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik melalui berbagai upaya strategis dengan mengimplementasikannya pada berbagai pembinaan tenaga pendidik. Dalam pembinaan kompetensi tenaga pendidik,…
didik, kepala madrasah berperan melalui pengembangan standar profesional, pengujian kompetensi, pelatihan berkelanjutan, evaluasi periodik, dan penegakan kode etik. Faktor pendukung implementasi ini meliputi latar belakang pendidikan Tenaga Pendidik, kerja tim yang solid, serta kesadaran profesional Tenaga Pendidik. Sebaliknya, hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan sarana prasarana, minimnya anggaran, dan pengambilan kebijakan yang kurang optimal. Melalui pendekatan library research, guna mengeksplorasi dan menganalisis implementasi peran kepala madrasah dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik. Hasil penelitian menekankan pentingnya kepemimpinan kepala madrasah yang efektif untuk menciptakan tenaga pendidik berkualitas yang mampu menunjang peningkatan mutu pendidikan madrasah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya manajemen pembiayaan pada madrasah. Hal ini dikarenakan manajemen pembiayaan merupakan proses pengelolaan dan pengaturan sumber daya keuangan untuk mendukung kegiatan…
tan pendidikan secara efektif dan efisien, menjamin kelancaran dan keberhasilan proses pendidikan, serta memungkinkan terciptanya akses pendidikan yang lebih adil bagi seluruh siswa. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis literatur terkait.hasil dari penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembiayaan penting bagi madrasah,karena dapat mendukung keberlangsungan operasional madrasah, meningkatkan kualitas pendidikan madrasah,serta dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas pada administrasi pembiayaan madrasah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dalam memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Teknologi AR mampu menghadirkan visualisasi interaktif…
teraktif yang mempermudah mahasiswa memahami konsep abstrak berbasis nilai-nilai Islam, meningkatkan motivasi belajar, dan mendukung pembelajaran yang lebih inovatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AR ke dalam kurikulum, pelatihan pendidik, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi strategi efektif untuk memaksimalkan manfaat AR. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi teknis pendidik, penerapan AR berpotensi meningkatkan mutu pembelajaran bagi mahasiswa MPI, menciptakan lulusan yang kompeten, serta relevan dengan kebutuhan era digital.
Abstract:Pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual…
tual yang terkandung dalam Al-Qur'an ke dalam berbagai aspek kurikulum pendidikan, mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam konteks manajemen kurikulum, integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dapat memperkuat pengembangan kompetensi peserta didik yang selaras dengan kebutuhan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai religius. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research, yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur terkait guna mengeksplorasi konsep pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an, pentingnya pendidikan karakter dalam kurikulum, model integrasi berbasis Al-Qur'an, serta peran guru dalam implementasinya. Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an berkontribusi pada pembentukan moral peserta didik. Selain itu, guru sebagai agen utama pendidikan memiliki peran sentral dalam memastikan implementasi nilai-nilai tersebut secara efektif. Guru bertindak sebagai teladan, motivator, dan inspirator yang mencerminkan nilai-nilai Qur'ani dalam perilaku, ucapan, dan tindakan. Mereka juga bertugas mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam materi ajar dan menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter Islami. Selain itu, guru bertindak sebagai evaluator untuk memantau perkembangan karakter siswa serta memberikan umpan balik untuk perbaikan.
Abstract:Penelitian ini membahas pengaruh kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pendidikan terhadap efektivitas pembelajaran mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di STAI Nurul Falah Air Molek. Dengan menggunakan pendekatan…
ekatan kuantitatif melalui pengumpulan data kuesioner, penelitian ini melibatkan 100 mahasiswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi berbasis AI meningkatkan efektivitas pembelajaran secara signifikan. Sebanyak 90% mahasiswa pada kelompok eksperimen merasa bahwa metode berbasis AI lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional yang hanya mencapai 83%. Selain itu, teknologi berbasis AI mempermudah akses materi tambahan, meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran, serta memberikan tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan literasi digital menjadi perhatian dalam implementasinya. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan infrastruktur, peningkatan literasi digital, dan penyusunan kebijakan pendukung untuk mendukung adopsi AI dalam pendidikan tinggi.
Abstract:This study aims to evaluate the implementation of Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) learning in strengthening students’ religious moderation at SMP Islam Terpadu Bangkinang. Religious moderation is…
is conceptualized as a religious attitude that emphasizes balance, tolerance, justice, and respect for diversity, which are essential values in maintaining social harmony within pluralistic societies. In the Indonesian educational context, Islamic Religious Education plays a strategic role not only in developing students’ religious knowledge but also in shaping moderate religious attitudes that prevent intolerance and extremism. Therefore, systematic evaluation of PAI learning is crucial to ensure that religious moderation values are effectively internalized by students.
This study employs a qualitative approach with an evaluative research design to comprehensively examine how religious moderation values are integrated into PAI learning. The evaluation focuses on three main aspects: learning planning, learning implementation, and learning evaluation. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with Islamic Religious Education teachers and students, and documentation analysis of learning instruments such as lesson plans, syllabi, and assessment tools. These data collection techniques were employed to obtain an in-depth understanding of instructional practices, teacher–student interactions, and assessment strategies related to the cultivation of religious moderation values. Data analysis was conducted using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing to ensure systematic and credible findings.
The findings reveal that PAI learning at SMP Islam Terpadu Bangkinang has integrated religious moderation values into learning objectives and instructional planning. Teachers explicitly formulate learning goals that emphasize tolerance, balance, and mutual respect, while learning materials are contextualized to students’ social realities. During the learning implementation stage, teachers apply dialogical and participatory teaching methods, such as discussions and case-based learning, to encourage students to critically reflect on religious issues and social diversity. These approaches provide students with opportunities to understand differing perspectives and develop moderate religious attitudes in a reflective and respectful manner.
However, the study also identifies several challenges in the implementation of religious moderation-based learning. The use of contextual and innovative instructional methods remains limited, and learning activities tend to rely on conventional approaches. Moreover, the evaluation of religious moderation attitudes has not yet been conducted systematically. Assessment instruments primarily focus on cognitive achievement, while affective and attitudinal dimensions—such as tolerance, openness, and balanced religious behavior—are not comprehensively measured using structured indicators or rubrics. This limitation affects the accuracy of evaluating students’ overall development of religious moderation.
This study concludes that continuous and systematic evaluation of Islamic Religious Education learning is essential to enhance the effectiveness of strengthening religious moderation among students. The development of more comprehensive, contextual, and sustainable assessment instruments is necessary to holistically measure students’ cognitive, affective, and behavioral dimensions. In addition, the adoption of more dynamic and participatory instructional strategies is recommended to support deeper internalization of religious moderation values. The findings of this study contribute to the discourse on Islamic education and religious moderation by providing empirical insights into evaluative practices at the secondary school level and offering practical implications for improving PAI learning in pluralistic educational settings.
Abstract:This study examines strategies for integrating spiritual values and character education based on local wisdom in East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia. NTT has a unique socio-cultural characteristic in which Christian and…
Catholic values have been deeply inculturated into indigenous traditions and customary practices. This qualitative research aims to formulate a model of character education that remains firmly rooted in local cultural foundations (indigenous knowledge) rather than being detached from them. The findings indicate that local concepts such as Moat Gede (Sikka), Suu/Woe (Ngada/Ende), and Loke Nggerang (Manggarai) can function as effective instruments for cultivating noble moral character. The study concludes that the formation of youth character in NTT will achieve optimal outcomes when educational institutions are able to carry out a meaningful “reconciliation” between religious dogma, the formal curriculum, and customary ethical values.