Search Articles & Publications

Showing 8840 articles found

DESCRIPTION OF POSTPARTUM EXERCISE FOR UTERINE INVOLUION IN Mrs. A WITH SPONTANEOUS POSTPARTUM IN SELAKAMBANG

Umu Nurul Azizah, Priyatin Sulistyowati, Wiwik Priyatin
Abstract: Background: Uterine involution is the process by which the uterus returns to its pre-pregnancy condition and weighs around 60 grams. This process begins immediately after the placenta is delivered due to contraction of the… he smooth muscles of the uterus, measurement of uterine involution and also by expulsion of the lochea. One way to treat uterine involution is through postpartum exercise to accelerate the decrease in the height of the uterine fundus. Objective: To determine the description of postpartum exercise on the speed of uterine involution in postpartum mothers. Method: This research is a type of qualitative research designed as a case study method. Results: After doing postpartum exercise for 7 days with a duration of 10- 15 minutes, the height of the uterine fundus can be reduced by 9 cm from 12 cm on the first day to 3 cm on the 7th day. Conclusion: postpartum exercise can influence the uterine involution process in postpartum mothers, and the speed of uterine involution in postpartum mothers who do exercise is fast

FAMILY NURSING CARE FOR Mr. S ON THE PATIENT TYPE II DIABETES MELLITUS WITH A FOCUS ON ACTION FOOT EXERCISES TO LOWER BLOOD SUGAR BLOOD AT THE PUBLIC HEALTH CENTER AREA MANDIRAJA I DISTRICT BANJARNEGARA

Pramudipta Fajar Sulaiman, Sudiarto, Wiwik Priyatin
Abstract: Background: Indonesia is currently facing a double burden of diseases, namely infectious diseases and non-communicable diseases, one of which is diabetes mellitus. Diabetes mellitus is a metabolic disorder with insufficient… ent insulin produced by the body. Objective: The purpose of this study was to carry out family nursing care with diabetes mellitus using foot exercises to reduce blood sugar levels during. Methods: The subject of this study was a patient with diabetes mellitus who focused on family nursing care foot exercises as a complementary therapy. The research was conducted in the Mandiraja 1 health center area of Banjarnegara district. This research uses descriptive methods in the form of case studies. Results: Case studies on Mr. S clients with diabetes mellitus, the results showed that foot exercises can reduce blood sugar levels during the 3 visits to do foot exercises a week. Conclusion: The conclusion of the family case of Mr. S as a patient with diabetes mellitus is that the problem is resolved as expected. After implementation for 3 visits, the evaluation results found that Mr. S family for the diagosa found. S's family for the diagosa found.

ANALYSIS OF DIFFERENTIATED LEARNING OF PANCASILA EDUCATION SUBJECTS AT UPT SPF SMP NEGERI 3 MAKASSAR

Muhlis, Muhlis, Hasnawi, Hasnawi Haris, Imam, Imam Suyitno, Najamuddin, Najamuddin
Abstract: In the implementation of the Independent Curriculum, we recognize the existence of a differentiated learning approach. Differentiated learning is a process of different learning treatments, both in terms of content, process,… ess, and product carried out by teachers according to the level of readiness, needs, and learning styles of each student. This study aims to analyze how Pancasila education subject teachers prepare and implement differentiated learning at the UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar. The number of informants in this study was 5 people consisting of 3 key informants and 2 additional informants. The data collection technique was by conducting observations, interviews and documentation. This research is a descriptive Qualitative study. The results of this study indicate that the way Pancasila education teachers prepare differentiated learning is: 1.1.) Making questions, compiling or preparing initial assessment instruments; 1.2.) Carrying out and analyzing initial assessments; and 1.3.) Making teaching modules. 2) The process of implementing differentiated learning is carried out by Pancasila education teachers, namely: 2.1.) Mapping or forming groups of students based on the results of the initial assessment; and 2.1.) Carrying out the differentiated learning process in terms of content, process, and product.

CHALLENGES AND SOLUTIONS IN EVALUATION OF ISLAMIC EDUCATION

Umar, Nuril Huda, Dina Hermina, Agustina Rahmi
Abstract: Islamic Education Evaluation has many challenges. The author lists three of them. The first is that each student has different needs and learning styles. The second is that not all teachers can carry out proper and objective… tive evaluation well. The third is cultural differences. This study aims to find out 1.identification of challenges in Islamic education evaluation 2.solutions to overcome challenges in Islamic education evaluation. This research uses qualitative-descriptive-literature method with data collection techniques including documentation such as books and journals. The author writes 3 (three) solutions to the 3 (three) challenges. The first is the suitability of the evaluation tool. Second is the standard for objectivity so as not to bias the evaluation. Third is a number of values related to cultural differences, namely tasamuh (tolerance), ta'awun (mutual help), and tawazun (harmony).

PERAN KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN GURU BERMUTU UNTUK MENDUKUNG VISI INDONESIA MAJU

Agustina Rahmi, Dwi Sogi Sri Redjeki, Melly Anggraini, Sabariah, Eshariayni, Andri Kurniawan
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Guru Bermutu untuk Mendukung Visi Indonesia Maju dan implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif… dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu: a) berusaha memahami dan mendengarkan kebutuhan dan keinginan warga sekolah, b) memberikan dukungan unutuk meningkatkan mutu guru dengan pendidikan, pelatihan dan pengembangan kemampuan, c) jika ada guru yang kesulitan maka kepala sekolah tidak segan untuk memberikan arahan, mentoring dan evaluasi yang disesuaikan dengan kemampuan guru dan d) kepala sekolah berusaha menciptakan suasana kebersamaan yang nyaman dan mendukung. Sedangkan, implementasi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu dengan: a) berpedoman dengan tujuan, visi dan misi yang ditetapkan, b) berusaha mendengarkan, mengakomodasi dan mengkomunikasi sesuai kebutuhan guru, dan c) kepala sekolah mendorong dalam peningkatan pendidikan, pelatihan dan kegiatan pertemuan dengan berkalaborasi.

IMPLEMENTASI METODE BAHASA ISYARAT HURUF HIJAIYAH DALAM PENINGKATAN BELAJAR BACA TULIS AL-QUR’AN (BTQ) BAGI SANTRIWATI TUNARUNGU DI PONDOK PESANTREN TAHFIZ DIFABEL BAZNAS (BAZIS) LEBAK BULUS

Balqish, Balqish Abiyyah Gholibah, Yayah, Yayah Nurmaliyah
Abstract: Penelitian ini mengkaji efektivitas metode pembelajaran bahasa isyarat di pesantren difabel, dengan fokus pada peningkatan kemampuan Baca Tulis Al-Quran (BTQ) bagi santri tunarungu. Studi dilakukan di Pondok Pesantren Tahfiz… hfiz Difabel KH. Ahmad Lutfi Fathullah BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta menggunakan metode kualitatif deskriptif dan observasi lapangan. Sumber data utama adalah wawancara dengan praktisi pembelajaran difabel tunarungu dan literatur terkait. Pembelajaran BTQ dengan metode bahasa isyarat huruf hijaiyah memerlukan pendekatan terstruktur dan komprehensif, termasuk pelatihan guru, RPP, dan media pembelajaran visual. Pelaksanaan mencakup sesi rutin dan prinsip interaksi langsung, visualisasi, dan keperagaan. Evaluasi dilakukan melalui Ujian Harian (UH), Penilaian Akhir Semester (PAS), dan observasi langsung. Faktor pendukung meliputi media pembelajaran visual interaktif dan pelatihan guru, sementara faktor penghambat termasuk keterbatasan media pembelajaran, latar belakang pendidikan guru, dan variasi tingkat ketunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan perencanaan matang dan dukungan berkelanjutan, metode ini dapat meningkatkan kemampuan BTQ santriwati tunarungu secara signifikan.

EDUKASI PEMBERANTASAN JENTIK – JENTIK NYAMUK PADA KELUARGA TN.H DENGAN POST DEMAM BERDARAH DI DESA PETIR

Fina Triyaningsih, Wiwik Priyatin
Abstract: Latar Belakang :Menurut survei yang dilakukan peneliti pada tanggal 7 November 2022 berupa wawancara dengan Ketua RT Desa Petir, diperoleh data bahwa warga Desa Petir masih kurang pengetahuannya tentang pemberantasan nyamuk… muk dan fooging juga jarang. Selesai. Berdasarkan survei yang dilakukan peneliti pada tanggal 8 November 2022 berupa wawancara dengan Bidan Desa Petir untuk kasus DBD di Desa Petir, terdapat sekitar 10 kasus DBD dalam 1 tahun terakhir. rendah, masih banyak sampah berserakan, kurangnya promosi kesehatan di lingkungan sekitar dan pelaksanaan fooging yang masih belum efektif. Tujuan :Mengetahui perilaku, setelah diberikan edukasi pengetahuan tentang pemberantasan jentik nyamuk pada keluarga Pak H Pasca DBD di Desa Petir. Metode :Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bantuan kategori media lembar pengetahuan dan lembar observasi. Hasil :Tingkat pengetahuan meningkat dari tidak tahu menjadi mampu menerapkan dan kategori pengetahuan meningkat dari kurang (skor 0-4) menjadi baik (skor 11-15). Kesimpulan :Dengan melakukan pendidikan dapat mengubah pengetahuan, sikap, dan tindakan individu, keluarga, dan masyarakat . Kata Kunci: Keluarga, Pasca DBD, Edukasi Pemberantasan Jentik Nyamuk

TINJAUAN WAKTU PENYEDIAAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT JALAN BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI RS X KOTA PURBALINGGA

Khiqmatun Nazilah, Khusnul Khotimah Arum Nur Cahyanti, Ilham Rahmansyah
Abstract: Waktu penyediaan rekam medis rawat jalan sangat penting untuk mempercepat pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien agar tidak terjadi antrian yang panjang pada saat penerimaan pasien rawat jalan. waktu penyediaan… rekam medis rawat jalans esuai dengan SPM yaitu ≤ 10 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu penyediaan rekam medis rawat jalan dan rata-rata lama waktu nya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. sampel penelitian ini adalah 44 berkas rekam medis pasien rawat jalan pada bulan Mei 2024. Dari 44 berkas rekam penyediaan 10 menit yaitu berjumlah 13 berkas rekam medis (30%) dan 10 menit yaitu berjumlah 31 berkas rekam medis (70%). Dan rata-rata lama waktu penyediaannya yaitu 13 menit atau 10 menit. Kesimpulan: Lama waktu penyediaan berkas rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit X di Purbalingga bervariasi antara ≤10 hingga 10 menit.   Kata Kunci : Kelengkapan Dokumen, Rekam Medis, Rumah Sakit

GAMBARAN PENERAPAN SIMRS PADA BAGIAN PELAPORAN INTERNAL DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL 5M DI RUMAH SAKIT X

Olivia Ratna Julianggi, Wiwik Priyatin, Khusnul Khotimah Arum Nur Cahyanti
Abstract: Laporan internal memuat catatan dan atau rekaman kegiatan yang telah diselesaikan atau dikerjakan oleh pihak manajemen rumah sakit. Pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu kepada masyarakat, rumah sakit memerlukan dukungan… ngan input yang bermutu juga sehingga akan menghasilkan output yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penerapan SIMRS pada bagian pelaporan internal dengan menggunakan pendekatan model 5M di Rumah Sakit X. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan unsur man, money, material, machine, methode melalui analisis kualitatif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini untuk unsur man sudah sesuai, untuk unsur money sudah terdapat anggaran operasional tetapi belum terlaksana untuk anggaran pelatihan, untuk unsur materials ketersediaan bahan-bahan sudah cukup memadai, unsur machine sudah terdapat mesin pendukung dalam pengelolaan, dan untuk unsur  methode terdapat SOP untuk kegiatan pelaporan, tetapi belum terdapat SOP khusus untuk kegiatan pelaporan internal.   Kata kunci: 5M, Pelaporan, Pelaporan internal, SIMRS

SIMULASI SISTEM KONTROL YAW TURBIN ANGIN DENGAN LQR DAN SIMULINK

Pradhana, Candra, Martha Fitriani, Indah, Zamzami, M. Ana, Zamzami, M. Rizal Akbar
Abstract: LQR diimplementasikan pada kontrol yaw untuk turbin angin dengan bantuan Matlab dan Simulink untuk mensimulasikan hasil dari sistem kontrol yang telah didesain. Fokus dalam penelitian ini adalah kontrol posisi dan kecepatan… tan dari motor/turbin terhadap input referensi. Dari persamaan diferensial akan diperoleh matriks A,B,C, D yang akan digunakan untuk kontrol posisi dan kecepatan sudut. Solusi dari LQR dilakukan dengan Matlab sehingga didapat nilai Gain yang akan digunakan dalam Simulink. Hasil Simulasi menunjukkan bahwa posisi sudut mengalami osilasi dalam selang waktu tertentu hingga mencapai nilai referensi awal, berbeda dengan kecepatan sudut yang mencapai kondisi steady state setelah diterapkan LQR.