Search Articles & Publications

Showing 1836 articles found for "Memberikan"

PERBEDAAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA GENERAL ANESTESI TIVA DAN SPINAL ANESTESI: STUDI DESKRIPSI

Kholiqin, Nur, Handayani, Rahmaya Nova, Suryani, Roro Lintang
Abstract: Di dunia yang sempurna, anestesi umum akan memberikan sejumlah manfaat, termasuk induksi yang tenang, hilangnya kesadaran yang diperkirakan, keadaan intraoperatif yang stabil, efek samping yang sedikit, serta pemulihan refleks&#8230; efleks dan keterampilan motorik yang cepat dan tanpa rasa sakit. Sejak diperkenalkan pada praktik klinis, anestesi umum telah berevolusi dan berubah secara signifikan, bersama dengan anestesi intravena total (TIVA), kami menetapkan untuk membandingkan Mean Arterial Pressure (MAP) anestesi spinal dengan TIVA anestesi umum. Sebuah studi kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif adalah teknik analisis yang dipilih. Empat puluh orang berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai bagian dari metode total sampling. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa 28 pasien, atau 70% dari total pasien, termasuk dalam kelompok usia 19-45 tahun. Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 27 (67,5%) pasien. Berdasarkan jenis pembedahan mayorits bedah umum sebanyak 22 (55%) pasien. Bredasarkan durasi pemebedahan mayoritas < 1 jam  sebesar 22 (55%) pasien. Dan berdasarkan status fisik ASA mayoritas 24 (60%) pasien semua dari  jumlah responden  40 pasien.Berdasarkan tingkat MAP dapat diketahui bahwa mayoritas pasien pada  general anestesi TIVA mengalami tingkat MAP mayoritas nilai maximum  120 terdapat responden 8 (20%) repondendengan persentase sebesar 100%. Berdasarkan spinal anestesi tingkat MAP mayoritas nilai rata-rata 85,83 terdapat responden 15 (37,5%) dengan  menunjukkan bahwa mayoritas pasien dengan pembiusan general anestesi dan spinal anestesi tidak mengalami perubahan MAP atau perubahan hemodinamik yang segnifikan di rumah sakit dedy jaya. Tingkat Mean Arterial Pressure (MAP) berdasarkan sebelum dilakukan pembiusan dan sesuadah pembiusan Sebelum dilakukan pembiusan Variabel MAP dari reponden 40 didapatkan nilai standar deviasi 13,190 lebih kecil dari pada mean yaitu 87.65 artinya sebaran data semakin mendekatin nilai mean. Nilai maksimum dan minimum dari variabel ini adalah 48 dan 108.

EDUKASI KADER DAN IBU TENTANG PIJAT BAYI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR BAYI

Fitriani, Murniati, Murniati, Cahyaningrum, Etika Dewi
Abstract: Kualitas tidur bayi dapat dilihat dari cara bayi tidur, jika tidak baik maka akan terganggu seperti bayi akan menangis. Bayi yang mengalami hal tersebut dapat ditingkatkan dengan pijat bayi, yang memiliki banyak manfaat&#8230; yaitu seperti meningkatkan daya tahan tubuh, merangsang fungsi dari pencernaan, meningkatkan kualitas tidur, mengatasi sakit perut. Melalui penggunaan taktik ceramah, diskusi, dan presentasi, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dan ibu tentang pijat bayi dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas tidur bayi baru lahir. Media yang digunakan adalah power point, booklet, dan phantom bayi. Sebanyak 12 kader dan sembilan ibu berpartisipasi dalam tiga pertemuan ini. Saebanyak 2 ibu tidak dapat dievaluasi karena mereka tidak terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan kader (dari skor rata-rata 76,67 menjadi 84,5), dan kemampuan kader (dari skor rata-rata 89,91 menjadi 94,75), menurut temuan penelitian. Selain itu, pengetahuan ibu juga mengalami peningkatan, dari rata-rata 73,4 menjadi 85,67, dan tingkat kompetensi mereka meningkat dari 85,89 menjadi 96. Kesimpulannya yaitu ibu dan kader dapat mempelajari lebih lanjut tentang metode pijat bayi sehingga mereka dapat memberikan perawatan terbaik kepada bayi mereka.

PENERAPAN TERAPI MUROTTAL AL-FATIHAH UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGRAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA

Ramadani, Kuatin, Sundari , Ririn Isma, Rahmawati, Arni Nur
Abstract: Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya&#8230; ngnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan     internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat  tentang lingkungan  tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.

PENGARUH GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Rizkia Arifah, Bunaya, Maknun, Lu’luil
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk membahas pengaruh gadget terhadap perkembangan anak usia dini. Melalui metode studi literatur, artikel ini akan fokus menganalisis dampak positif dan negatif penggunaan gadget pada aspek kognitif,&#8230; tif, fisik, emosional, dan sosial anak. Hasil menunjukkan bahwa gadget dapat memberikan manfaat edukasi dan stimulasi perkembangan jika digunakan secara tepat, namun juga berisiko menimbulkan masalah seperti kecanduan, kurangnya aktivitas fisik, dan hambatan interaksi sosial jika tidak dikontrol. Faktor-faktor yang mempengaruhi dampak gadget meliputi durasi penggunaan, jenis konten, pengawasan orang tua, serta usia dan tahap perkembangan anak. Penelitian ini menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing penggunaan gadget pada anak usia dini untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk mendukung perkembangan anak usia dini.

MENDORONG KREATIVITAS ANAK MELALUI PEMBELAJARAN SENI DALAM SEKOLAH DASAR

ilmi Yunianti, Naila, Maknun, Lu’luil
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mendorong kreativitas anak melalui pendidikan seni dalam sekolah dasar. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif menggunakan desain studi yang memanfaatkan berbagai sumber&#8230; r yang relevan, Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni di sekolah dasar dapat sangat efektif dalam meningkatkan kreativitas anak. Berbagai teknik dan metode pembelajaran seni, seperti kolase, menggambar, dan seni, dapat digunakan untuk mendorong kreativitas anak dan membantu mereka dalam meraih prestasi dan menyebarkan minat dan bakat mereka. Dan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi guru dan sekolah dalam meningkatkan kreativitas anak melalui pendidikan seni, Pendidikan seni memiliki potensi besar untuk meningkatkan kreativitas anak dalam sekolah dasar.

EDUKASI KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMUNAL: MELINDUNGI WARISAN BUDAYA MELALUI IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI

Yatini, Yatini, Ideham, Mis Joni, Puspitaningtyas, Ratih Dwi Anggraini
Abstract: Edukasi KIK di Desa Kutai Lama dilakukan karena adanya potensi adanya Kekayaan Intelektual Komunal yang belum terlindungi. Upaya inventarisasi KIK sebagai langkah defensive, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala,&#8230; endala, diantaranya belum optimalnya peranan dari masyarakat dan sinergi institusi.  Tujuan edukasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya upaya identifikasi dan inventarisasi KIK sebagai upaya melindungi warisan budaya di Desa Kutai lama, dengan harapan dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan melawan hukum terhadap warisan budaya dan masyarakat juga dapat memanfaatkan KIK sebagai sarana peningkatan nilai ekonomis di Desa Kutai Lama. Edukasi dilaksanakan di Kantor Desa Kutai Lama pada tanggal, 20 Mei 2024 dihadiri 27 peserta. Tahapan edukasi yang dilaksanakan: 1) Kunjungan awal memperkenalkan kepada jajaran Kelurahan tentang KIK; 2) menyampaikan materi terkait KIK kepada masyarakat; 3) melakukan identifikasi dengan memberikan formulir tentang  kegiatan usaha masyarakat. Kegiatan secara keseluruhan berjalan sesuai target. Kegiatan awal dalam pengenalan edukasi ini, diperlukan tindaklanjut pendampingan identifikasi KIK pada kegiatan abdimas berikutnya.  

IDENTIFIKASI LAYANAN KHUSUS DAN STRATEGI EFEKTIF DALAM PENDIDIKAN ANAK TUNA GRAHITA

Yanti, Novi, Ulfa, Sukriya, Syarovina, Alfi, Ainiya, Dwi Qurrotul, Siswoyo, Andika Adinanda
Abstract: Identifikasi Layanan Khusus dan Strategi Efektif dalam Pendidikan Anak Tuna Grahita diteliti untuk memahami tantangan dan pendekatan yang berhasil dalam konteks pendidikan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi&#8230; ifikasi layanan pendidikan yang ada dan strategi yang terbukti efektif dalam meningkatkan pembelajaran dan integrasi sosial anak tuna grahita. Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara mendalam dengan  guru pengajar siswa tunagrahita, observasi sistematis dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya yang terbatas dan kurangnya adaptasi kurikulum menjadi tantangan utama dalam pendidikan khusus, namun strategi seperti pendekatan individualisasi dan dukungan sosial yang kuat telah terbukti efektif dan guru perlu memberikan layanan dan strategi yang terbaik untuk mengetahui kebutuhan anak tuna grahita dalam pendidikan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman dan praktik pendidikan khusus yang lebih baik bagi anak-anak tuna grahita.

INOVASI MESIN PENGOLAHAN PAVING BLOCK DARI SAMPAH PLASTIK GUNA MEWUJUDKAN GREEN ECONOMY DALAM SDGs 2030

Wulida, Siti Nursipa, Khosyiati, Nur Evirda, Yusuf, Arya, Biworo, Muhamad, Andrian, Sultan Hulio
Abstract: Indonesia merupakan negara kepulauan dengan populasi penduduk mencapai lebih dari 270 juta jiwa. Peningkatan jumlah penduduk berdampak pada meningkatnya produksi sampah setiap tahun. Masalah sampah plastik, terutama dari&#8230; barang sekali pakai yang menjadi isu krusial selama 15 tahun terakhir. Provinsi Nusa Tenggara Barat tepatnya di Lombok, bergantung pada sektor pariwisata terutama pantai. Namun perkembangan pariwisata ini memicu masalah sampah di kawasan pantai khususnya sampah plastik. Sampah plastik yang sulit terurai mengancam ekosistem laut dan menurunkan daya tarik wisatawan. Penulis mengusulkan inovasi mesin Macoving sebagai solusi untuk mengatasi masalah sampah plastik di kawasan pantai Lombok. Mesin ini mampu mengolah sampah plastik menjadi paving block bernilai ekonomis, menawarkan solusi ramah lingkungan, dan membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi pustaka relevan. Paving block ini dijual lebih murah dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bisa mengelola sampah. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah, mencegah kerusakan lingkungan, dan mendukung ekonomi hijau. Hal ini sejalan dengan fokus Indonesia pada transisi energi baru terbarukan dan pembangunan berkelanjutan guna mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

INOVASI JAM PINTAR TERINTEGRASI IoT SEBAGAI TEKNOLOGI NAVIGASI SEARCH AND RESCUE DI GUNUNG RINJANI

Khosyiati, Nur Evirda, Wulida, Siti Nursipa, Yusuf, Arya, Biworo, Muhamad, Andrian, Sultan Hulio
Abstract: Keindahan alam menjadikan daya tarik utama pada wisata indonesia. Hal itu memberikan keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya ialah pegunungan. Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan&#8230; n jumlah pegunungan berapi mencapai 400 bahkan 100 diantaranya masuk kategori aktif. Dengan banyaknya jumlah pegunungan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara vulkanis yang sebagian besar masyarakatnya bekerja pada sektor pariwisata. Salah satunya adalah Gunung Rinjani yang berada di Pulau Lombok. Optimalisasi pemanfaatan gunung berapi sebagai objek wisata ini berpotensi besar untuk dikembangkan dikarenakan tingginya minat dalam mendaki hingga 75%. Berdasarkan data tahun 2023 dari April hingga Desember total pendaki mencapai 62.486 yang terdiri atas pendaki lokal maupun mancanegara. Masalah yang sering dialami pendaki adalah keadaan kesehatan. Pada tahun 2020 merupakan presentase kecelakaan terbesar hingga 0,093% dimana 0,012% disebabkan oleh kasus kesehatan ditambah juga permasalahan lainnya seperti rawan pendaki hilang atau tersesat dan sulitnya evakuasi oleh tim SAR. Berdasarkan permasalahan tersebut, kami memiliki inovasi Smowatch yaitu jam pintar berbasis sistem lora (long range) terintegrasi iot sebagai teknologi navigasi dan explorer search and rescue di gunung Rinjani. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan merancang teknologi navigasi yang akan membantu pendaki ketika berada dalam keadaan darurat selama berada di Gunung Rinjani. Smowatch dibuat dalam bentuk jam tangan guna mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) point ke 9.

DAMPAK KONSUMSI ZAT GIZI MIKRO TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI

Khotimah, Khusnul
Abstract: Anemia merupakan kondisi kekurangan kadar hemoglobin dalam darah yang menjadi permasalahan utama gizi di Indonesia, terutama disebabkan oleh defisiensi zat besi. Kondisi ini memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap&#8230; ap remaja, termasuk menurunkan konsentrasi belajar, mengurangi kemampuan untuk mengikuti aktivitas di sekolah, serta melemahkan daya tahan tubuh. Khususnya pada remaja perempuan, anemia meningkatkan risiko terhadap komplikasi serius seperti anemia selama kehamilan, perdarahan, kelainan bawaan pada bayi, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), dan stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara konsumsi zat gizi mikro dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dan desain deskriptif analitik dengan melibatkan 30 remaja putri sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dirancang untuk mengumpulkan data tentang jenis, frekuensi, dan jumlah asupan makanan serta kebiasaan diet responden. Selain itu, dilakukan pengukuran kadar Hemoglobin (Hb) untuk menentukan kejadian anemia. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p = 0,001) antara tingkat konsumsi zat gizi mikro dan kejadian anemia pada remaja putri. Hal ini menegaskan pentingnya asupan gizi mikro yang memadai dalam pencegahan anemia di kalangan remaja putri. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap anemia pada remaja putri, serta memberikan dasar bagi pengembangan intervensi gizi yang lebih efektif untuk mengurangi prevalensi anemia di Indonesia.