Search Articles & Publications

Showing 1731 articles found for "Antar"

INTEGRASI TERAPI AL-QURAN DALAM PENGOBATAN ISLAM: SEJARAH, EFEKTIVITAS, DAN TANTANGAN DI DUNIA MEDIS

Al Indunissy, Nuruddin, Fitrianti, Novariza, Isdianto, Andik
Abstract: Terapi Al-Quran telah diakui secara luas sebagai metode komplementer dalam pengobatan Islam yang memberikan manfaat psikologis dan fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tinjauan literatur yang komprehensif… f mengenai peran terapi Al-Quran dalam praktik medis modern, dengan menyoroti efektivitas, tantangan, serta potensi integrasinya ke dalam sistem kesehatan konvensional. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis artikel jurnal yang telah ditelaah sejawat serta prosiding konferensi dari database seperti Scopus dan Google Scholar. Temuan menunjukkan bahwa terapi Al-Quran berperan penting dalam mengurangi stres, meningkatkan kesejahteraan emosional, serta berfungsi sebagai pendekatan penyembuhan spiritual. Namun, meskipun memiliki manfaat yang menjanjikan, tantangan masih ada dalam hal validasi ilmiah dan penerimaannya di komunitas medis. Banyak profesional kesehatan mempertanyakan dasar empiris terapi ini karena kurangnya uji klinis yang terstandarisasi. Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai penggunaannya sebagai metode utama dibandingkan sebagai terapi pelengkap. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi interdisipliner antara ilmuwan medis dan ulama guna menjembatani kesenjangan antara praktik penyembuhan berbasis keimanan dan berbasis bukti. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi aplikasinya dalam berbagai kondisi medis dan psikologis guna memastikan integrasinya ke dalam pendekatan kesehatan holistik.

PENGOBATAN ISLAM BERDASARKAN HADIS: KAJIAN AKADEMIK TENTANG METODE PENYEMBUHAN NABI MUHAMMAD

Isdianto, Andik, Al Indunissy, Nuruddin, Fitrianti, Novariza
Abstract: Pengobatan Islam memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ, yang mencakup berbagai metode penyembuhan seperti ruqyah syar'iyyah, hijamah (bekam), gurah sunnah, konsumsi madu, habbatussauda, air zamzam, dan kurma.… urma. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode pengobatan Islam berdasarkan hadis dalam konteks kesehatan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis sumber-sumber hadis yang relevan dan membandingkannya dengan penelitian medis kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak metode pengobatan Islam memiliki dasar ilmiah yang kuat. Bekam terbukti meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi peradangan, madu memiliki sifat antibakteri yang mendukung penyembuhan luka, serta habbatussauda menunjukkan efek anti-inflamasi dan imunomodulator. Selain itu, gurah sunnah dikombinasikan dengan habbatussauda dapat membantu membersihkan saluran pernapasan, terutama dalam kasus sinusitis dan rinitis alergi. Meskipun demikian, tantangan utama dalam integrasi metode ini ke dalam praktik medis modern adalah kurangnya penelitian berbasis bukti klinis yang lebih luas. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk validasi ilmiah dan integrasi metode pengobatan Islam ke dalam pendekatan kesehatan yang lebih holistik. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi kesehatan, dan ulama dalam mengembangkan standar medis berbasis sunnah yang dapat diterima secara ilmiah.

ANALYSIS OF THE EFFECT OF TOTAL MOISTURE (TM), ASH CONTENT (ASH), AND TOTAL SULFUR (TS) ON THE GROSS CALORIFIC VALUE OF COAL SEAM 16 AT PT UNGGUL NUSANTARA

Suratno, Suratno, Sandan, Stephani, Andin, Selma Ayu
Abstract: This study aims to analyze the relationship and influence of coal quality parameters which include Total Moisture (TM), Ash Content (ASH), and Total Sulfur (TS) on Gross Calorific Value (GCV). The data used in this study… is data from laboratory tests on 23 samples of Run Of Mine (ROM) coal at seam 16 at PT Unggul Nusantara, North Barito Regency, Central Kalimantan. Data analysis was performed statistically using the help of SPSS software through Pearson correlation test and multiple linear regression analysis.  The results of the correlation test showed that simultaneously, the TM, ASH, and TS parameters had a very strong relationship with the GCV value with a correlation coefficient (R) of 0.893 and contributed an influence of 76.5%. Partially, Ash Content (ASH) had a very strong negative relationship (r = -0.881) and had a significant effect on calorie values (p = 0.000). Each 1% increase in ash content would decrease the GCV value by 68.249 Kcal/Kg. Meanwhile, Total Moisture had a significant positive relationship by simple correlation (r = 0.506, p = 0.014), but showed no partial significant effect in multiple regression models (p = 0.364). Total Sulfur was  found to have a very weak negative relationship (r = -0.182) and had no significant effect on GCV values (p = 0.406). This study concludes that Ash Content is the most dominant parameter that affects the reduction of the caloric value of coal seam 16 at PT Unggul Nusantara.

THE EFFECT OF WORK LIFE BALANCE AND JOB SATISFACTION ON TURNOVER INTENTION OF NON ASN WITH RESILIENCE AS A MODERATOR VARIABLE

Andi Ricardy Purba, Syahrizal Bin Muhammad Syafii
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguji pengaruh work life balance dan kepuasan kerja terhadap turnover intention pegawai Non ASN Kabupaten Banyuasin. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui… ahui seberapa besar peran resiliensi dalam memoderasi hubungan antara work life balance dan kepuasan kerja terhadap turnover intention. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk memberikan gambaran empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi niat pegawai Non ASN dalam meninggalkan pekerjaan. The purpose of this study is to analyze and test the influence of work life balance and job satisfaction on the turnover intention of Non-ASN employees in Banyuasin Regency. In addition, this study aims to find out how much role resilience plays in moderating the relationship between work life balance and job satisfaction to turnover intention. This study is also intended to provide an empirical picture of the factors that affect the intention of Non-ASN employees in leaving their jobs. The results of the research are expected to be a basis for consideration for the Banyuasin Regency Government in formulating policies that improve the welfare, loyalty, and stability of the performance of Non-ASN employees. This study uses a quantitative approach with a type of causal associative research. With a population of 6,120 Non-ASN employees and an error rate of 5%, the number of samples needed is 376 respondents. Data analysis was carried out using the help of SmartPLS statistical software. Based on the results of the study, Work Life Balance and Job Satisfaction have a negative and significant effect on the Turnover Intention of Non-ASN employees in Banyuasin Regency. The better the work-life balance and the higher the job satisfaction, the lower the employee's intention to leave. Job satisfaction is the most dominant factor. In addition, resilience acts as a moderator that strengthens the negative influence of the two variables, so that it is able to suppress the tendency of turnover intention more effectively  

CRIMINAL RESPONSIBILITY OF CHILDREN IN BRAWLS THAT RESULTED IN DEATH IN REVIEW OF LAW NUMBER 35 OF 2014 (STUDY OF DECISION PN TANJUNG KARANG NUMBER 11/PID.SUS-ANAK/2025/PN TJK)

Benny Karya Limantara, Carissa Novira Putri
Abstract: Student brawls involving children remain a recurring social phenomenon in Indonesia and frequently result in serious criminal offenses, including those causing death. Children as perpetrators of criminal acts occupy a special… ecial position within the criminal justice system; therefore, their criminal liability cannot be equated with that of adults. This study aims to analyze the criminal liability of children involved in brawls resulting in death and to examine the application of legal provisions in the Decision of the Tanjung Karang District Court based on the Child Protection Act and the Juvenile Criminal Justice System. The research employs normative juridical and empirical juridical approaches through the study of statutory regulations, analysis of court decisions, and interviews with law enforcement officers. The data were analyzed qualitatively to describe the implementation of juvenile criminal law. The findings indicate that child offenders may still be held criminally liable while observing the principle of the best interest of the child. Judges consider both juridical and non-juridical aspects, including the child’s role in the offense, age, psychological condition, and social inquiry reports, resulting in sanctions that emphasize rehabilitation rather than retribution. This study concludes that the application of juvenile criminal law in cases of brawls resulting in death is in accordance with prevailing legal provisions; however, improvements in the quality of case handling by law enforcement agencies are still necessary to ensure balanced and sustainable child protection and justice for victims.

THE EFFECT OF WORK INVOLVEMENT, JOB SATISFACTION, AND WORK MOTIVATION ON EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT. AJS INDORAYA NUSANTARA IN BALIKPAPAN.

Ovigeria Subroto Sinaga, Nurhidayah Syafiah
Abstract: The topic of this research is Human Resources. This study aims to determine the effect of job engagement (X1), job satisfaction (X2), and work motivation (X3) on employee performance (Y) at PT. AJS Indoraya Nusantara in… Balikpapan. Data were collected using a questionnaire administered to all 34 employees. The analysis tool used was multiple linear regression with the help of SPSS software.All questions were found to be valid and reliable. A multiple regression analysis was then conducted, and the results showed that X1, X2, and X3 had a significant effect, both partially and simultaneously. From the resulting regression equation, Y = 5.528 + 0.475 X1 + 0.278 X2 + 0.225 X3, it can be seen that the independent variable, work engagement (X1), is the most influential variable on employee performance (Y) compared to job satisfaction (X2) and work motivation (X3).

DEVELOPMENT OF A B2B MARKET PENETRATION STRATEGY FOR ANTARES EAZY CCTV PRODUCTS AT PT TELKOM INDONESIA

Zamaludin Abdulah, Putu Nina Madiawati, Arry Widodo
Abstract: The CCTV industry continues to grow rapidly and is projected to reach a global market value of USD 75 billion by 2025. Amid strong competition from international players such as Hikvision and Dahua, PT Telkom Indonesia seeks… eeks to strengthen the position of its Antares Eazy CCTV product in the B2B market. This study analyzes the determinants of Purchase Intention toward Antares Eazy using the PLS-SEM approach, focusing on Service Quality, product quality, Pricing, Trust, and Brand Awareness as a moderating variable. Data were collected from 47 companies that use or potentially use CCTV solutions. The findings demonstrate that Service Quality, product quality, and Pricing exert significant effects on Trust, which subsequently influences Purchase Intention. Brand Awareness reinforces this relationship. The findings highlight the need for improved after-sales service, product enhancement, and more competitive Pricing strategies to strengthen Antares Eazy’s competitiveness in the B2B CCTV market.

COMPARISON OF ERYTHROCYTE SEDIMENTATION RATE (ESR) VALUES USING EDTA AND 3.8% SODIUM CITRATE ANTICOAGULANTS

Supriyanto, Eka Evan, Ismawatie, Emma, Maulani, Yulita
Abstract: Laju Sedimentasi Eritrosit (LED) merupakan salah satu pemeriksaan hematologi yang banyak digunakan sebagai indikator nonspesifik untuk mendeteksi peradangan atau penyakit tertentu. Jenis antikoagulan yang digunakan dalam&#8230; sampel darah dapat memengaruhi hasil LED. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai LED antara sampel darah vena yang menggunakan antikoagulan Asam Etilendiamintetraasetat (EDTA) dan antikoagulan natrium sitrat 3,8%. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling yang melibatkan 33 responden di Laboratorium Patologi Klinik Politeknik Indonusa Surakarta. LED diukur menggunakan metode Westergren standar, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai LED rata-rata pada sampel dengan antikoagulan EDTA adalah 18 mm/jam, sedangkan pada sampel dengan natrium sitrat 3,8% memiliki nilai rata-rata 14 mm/jam. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p = 0,000; p < 0,05), sehingga menunjukkan bahwa jenis antikoagulan berpengaruh secara bermakna terhadap hasil LED. Secara keseluruhan, EDTA cenderung menghasilkan nilai LED yang lebih tinggi dibandingkan dengan natrium sitrat 3,8%. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan antikoagulan dalam pengujian LED dan menekankan perlunya standardisasi dalam praktik laboratorium. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk membandingkan antikoagulan lain dan mengevaluasi metode LED otomatis guna mendapatkan wawasan yang lebih komprehensif.

QUALIFICATIONS OF THE SPIRITUAL INTEGRITY OF JESUS’ LEADERSHIP IN THE GOSPEL OF MATTHEW: IMPLICATIONS FOR CHRISTIAN LEADERSHIP IN INDONESIA

Waruwu, Elianus, Sihotang, Korintus, Paimon, Edi, Jacky, Jacky
Abstract: Penelitian ini menyoroti krisis integritas kepemimpinan yang melanda Indonesia dan gereja, yang kerap dipengaruhi oleh adopsi model kepemimpinan sekuler yang pragmatis serta mengabaikan spiritualitas Alkitabiah. Walaupun&#8230; keteladanan Yesus menjadi acuan utama, kajian teologis khusus tentang integritas spiritual kepemimpinan-Nya dalam Injil Matius masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis integritas spiritual Yesus dalam Injil Matius serta menggali implikasinya bagi kepemimpinan Kristen di Indonesia, khususnya bagi guru Pendidikan Agama Kristen dan pemimpin gereja. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur serta eksegesis historis-gramatikal dan teologis terhadap Injil Matius. Hasil penelitian mendefinisikan integritas secara holistik sebagai kesatuan identitas diri, keaslian hidup, keberanian moral, kedekatan dengan Allah, dan kompetensi praktis. Integritas ini berakar pada relasi dengan Allah dan menuntut keselarasan antara perkataan, tindakan, serta kehendak-Nya. Kepemimpinan Kristen dipahami bukan sekadar kapasitas manusiawi atau posisi, melainkan panggilan ilahi yang menuntut visi rohani, integritas, dan pelayanan kasih. Empat kualifikasi integritas kepemimpinan Yesus yang ditemukan adalah: (1) Kepemimpinan melalui kehidupan doa yang tekun sebagai dasar ketergantungan total pada Allah dan ketaatan kepada kehendak-Nya; (2) Kepemimpinan sesuai tuntunan Roh Kudus sebagai sumber wibawa dan kuasa yang bersumber dari pengurapan ilahi; (3) kepemimpinan berdasarkan kebenaran firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi, sumber kebenaran, inspirasi, hikmat, dan pendoman kehidpan; dan (4) kepemimpinan berkarakter ilahi yang nyata melalui kasih agape, kerendahan hati, belas kasihan, kejujuran, ketulusan, serta penolakan terhadap kemunafikan. Kesimpulannya, integritas kerohanian merupakan pilar fundamental yang menyatukan kedalaman spiritualitas dengan kredibilitas praktis, sekaligus memberikan kerangka teologis yang kokoh untuk membangun kepemimpinan Kristen yang otentik dan transformatif di tengah krisis integritas.

OVERVIEW OF THE PERCENTAGE OF ACCURACY IN CODING PNEUMONIA DIAGNOSES BASED ON ICD-10 ACCORDING TO PNPK 2023 AT THE UDAYANA TYPE II HOSPITAL IN DENPASAR CITY

Sang Gede Ary Yoga Pratama, Nurul Faidah, I Gusti Agung Ngurah Putra Pradnyantara
Abstract: The accuracy of disease diagnosis coding is an important indicator in the management of medical records and health service claims. This study aims to determine the percentage of accuracy in coding pneumonia diagnoses based&#8230; ed on ICD-10 according to the 2023 National Medical Practice Guidelines (PNPK) at Udayana Hospital II in Denpasar. The research method used was quantitative descriptive with a total sampling approach of 72 medical records of pneumonia patients during the period from October 1, 2024, to December 31, 2024. The research instrument was a checklist for assessing the accuracy of diagnosis codes based on the provisions of ICD-10 and PNPK Pneumonia 2023. The results showed that 51 files (70.8%) were coded accurately, while 21 files (29.2%) were coded inaccurately. The inaccuracy in coding was due to a lack of supporting tests, such as microbiological tests, as well as the excessive workload of the coders. These findings indicate the need for an analysis of coders' workload to measure the effectiveness and efficiency of their tasks, time management, and priorities. This study is expected to serve as evaluation material to improve the quality of service and efficiency of hospital administration.