Abstract:Latar belakang : Hipertensi merupakan suatu kondisi yang meningkatkan risiko penyakit tergantung pada peningkatan nilai sistolik dan diastolik yang merupakan pemicu utama terjadinya gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal.…
jal. Penderita tekanan darah tinggi sering kali tidak memperlihatkan tanda apa pun sehingga “Silent Killer” menjadi sebutan untuk tekanan darah tinggi. Jus mentimun dengan kandungan kalium, kalsium, magnesium, fosfor dan air yang tinggi sehingga mampu menurunkan tekanan darah Tujuan : Untuk meningkatkan pengetahuan tentang Gambaran Pemberian Jus Mentimun Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Hipertensi Grade I Di Wilayah Puskesmas Kejobong”. Metode Penelitian : Rancangan penelitian pada karya tulis ilmiah ini yaitu menggunakan rancangan penelitian studi kasus. Pada karya tulis ilmiah ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu mendeskripsikan gambaran pemberian jus mentimun dalam menurukan tekanan darah pada penderita hipertensi grade I di wilayah puskesmas Kejobong. Hasil :Selama pemberian jus mentimun 1x7 hari rata-rata tekanan darah awal 147/90mmHg turun menjadi 145/88mmHg. Kesimpulan : Pemberian jus mentimun setiap harinya dengan dosis pemberian 200cc/hari mampu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Abstract:Permainan tradisional adalah aktivitas rekreasi atau hiburan yang telah ada dan dimainkan oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Permainan ini biasanya diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya…
ya dan merupakan bagian integral dari kehidupan budaya suatu komunitas. Berbeda dengan permainan modern yang mungkin melibatkan teknologi atau peralatan canggih, permainan tradisional seringkali menggunakan alat atau benda sederhana yang tersedia di sekitar masyarakat pada masa tersebut. Permainan lokal merujuk kepada berbagai jenis permainan yangtumbuh dan berkembang di suatu daerah atau komunitas tertentu. Permainan ini sering kali mencerminkan budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat setempat
Pembinaan permainan tradisional pada siswa SDN Handil Bakti, bertujuannya untuk dapat mengatasi tantangan utama, yaitu kurangnya minat dan pengetahuan siswa terhadap permainan tradisional. Dengan Pemberian edukasi tentang nilai-nilai budaya permainan tradisional serta penyelengaraan demontrasi permainnan tradisional sehingga dapat menjadi jembatan untuk membangun rasa bangga terhadap budaya lokal,dan dapat memahami dan menghargai keunikan budaya tradisional Indonesia sehingga menumbuhkan minat anak-anak pada permainan tradisioanal dan mempertahankan kelestarian permainan tradisional Indonesia.
keberhasilan pembinaan menunjukkan bahwa siswa merasakan manfaat yang signifikan dari kegiatan ini. Sebelum pelatihan, beberapa siswa merasa bahwa pembinaan ini hanya cukup bermanfaat, sementara sebagian besar merasa sangat bermanfaat. Setelah kegiatan selesai, hampir seluruh siswa merasa bahwa pembinaan ini sangat bermanfaat bagi mereka, baik dari segi keterampilan, pengetahuan, maupun pemahaman budaya. 70% siswa merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, dengan 85% siswa merasakan manfaat yang signifikan setelah mengikuti pelatihan.
Abstract:Kelainan refraksi adalah kondisi yang disebabkan oleh kelainan dalam panjang sumbu (axial length) atau kelainan daya refraksi media. Kelainan refraksi yang tidak terkoreksi adalah salah satu penyebab yang paling umum dari…
i gangguan penglihatan. Astigmatisme (mata silinder) adalah kondisi di mana kekuatan refraksi kornea atau lensa bervariasi karena perubahan bentuk permukaan sehingga cahaya jatuh di dua titik di depan retina. Kondisi ini menyebabkan penderita harus memutar mata sehingga efek lubang jarum dapat dilihat. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara faktor genetik dan penggunaan gadget terhadap kejadian astigmatisme di Optik Reka Jaya Palembang Tahun 2024. Metode Penelitian : Dalam Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen yaitu faktor genetik dan penggunaan gadget dan variabel dependen yaitu astigmatisme. Hasil Penelitian : Dari data bivariat diperoleh dari 48 responden terdapat 33 responden (68,8%) mengalami astigmatisme dan 15 responden (31,3%) tidak mengalami astigmatisme. Diperoleh 31 responden (64,6%) mengalami astigmatisme berdasarkan faktor genetik sedangkan 17 responden (35,4%) bukan berdasarkan faktor genetik. Diperoleh 32 responden (66,7%) mengalami astigmatisme berdasarkan penggunaan gadget yang buruk sedangkan 16 responden (33,3%) penggunaan gadget yang baik. Kesimpulan : Berdasarkan Analisa data yang dilakukan diperoleh Kesimpulan bahwa ada hubungan yang bermakna antara faktor genetik dan penggunaan gadget secara simultan dengan kejadian astigmatisme. Hasil uji statistik chi-square tentang hubungan faktor genetik dengan kejadian astigmatisme didapatkan nilai p-value 0,006 dan Hasil uji statistik chi-square tentang hubungan penggunaan gadget dengan kejadian astigmatisme didapatkan nilai p-value 0,021.
Abstract:Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada dan terjadi di sekeliling proses pendidikan itu berlangsung yang terdiri dari masyarakat beserta lingkungan yang ada disekitarnya. Semua keadaan lingkungan tersebut berperan…
rperan dan memberikan kontribusi terhadap proses peningkatan kualitas pendidikan dan atau kualitas lulusan pendidikan. Perhatian manajer pendidikan/Top Manajemen (Kepala Sekolah) seharusnya adalah berupaya untuk mengintegrasikan sumber-sumber pendidikan dan memanfaatkannya secara optimal mungkin, sehingga semua sumber tersebut memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Salah satu sumber yang perlu dikelola adalah lingkungan masyarakat atau orang tua murid, termasuk stakeholders. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah: Mengapa Manajemen Pendidikan perlu Menangani Masyarakat (perlu Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat), secara optimal baik orang tua murid, stakeholders, tokoh masyarakat maupun institusi yang ada di lingkungan sekolah. fokus tersebut diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut yaitu: Bagaimanakah Prosedur Pelaksanaan Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat di SMK PGRI 2 Sidoarjo serta Bagaimanakah proses Promosi Sekolah Kepada Masyarakat di SMK PGRI 2 Sidoarjo
Abstract:Kualitas tidur bayi dapat dilihat dari cara bayi tidur, jika tidak baik maka akan terganggu seperti bayi akan menangis. Bayi yang mengalami hal tersebut dapat ditingkatkan dengan pijat bayi, yang memiliki banyak manfaat…
yaitu seperti meningkatkan daya tahan tubuh, merangsang fungsi dari pencernaan, meningkatkan kualitas tidur, mengatasi sakit perut. Melalui penggunaan taktik ceramah, diskusi, dan presentasi, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dan ibu tentang pijat bayi dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas tidur bayi baru lahir. Media yang digunakan adalah power point, booklet, dan phantom bayi. Sebanyak 12 kader dan sembilan ibu berpartisipasi dalam tiga pertemuan ini. Saebanyak 2 ibu tidak dapat dievaluasi karena mereka tidak terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan kader (dari skor rata-rata 76,67 menjadi 84,5), dan kemampuan kader (dari skor rata-rata 89,91 menjadi 94,75), menurut temuan penelitian. Selain itu, pengetahuan ibu juga mengalami peningkatan, dari rata-rata 73,4 menjadi 85,67, dan tingkat kompetensi mereka meningkat dari 85,89 menjadi 96. Kesimpulannya yaitu ibu dan kader dapat mempelajari lebih lanjut tentang metode pijat bayi sehingga mereka dapat memberikan perawatan terbaik kepada bayi mereka.
Abstract:Kabupaten Indragiri Hilir adalah daerah yang mengandalkan sektor perkebunan, khususnya kelapa, sebagai dasar ekonominya. Namun, pengelolaan limbah sabut kelapa sebagai salah satu produk turunan belum dapat dimanfaatkan secara…
ecara optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi kelapa dan mengurangi dampak negatif lingkungan, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau mengadakan penyuluhan dan pelatihan pembuatan keset berbahan dasar limbah sabut kelapa di SMPN 2 Batang Tuaka, Desa Sungai Luar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengolah limbah kelapa menjadi produk yang berguna serta ramah lingkungan. Melalui pelatihan ini, siswa-siswi diharapkan mampu mengolah sabut kelapa menjadi keset yang berkualitas, yang tidak hanya membantu mengurangi limbah tetapi juga meningkatkan kreativitas siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa-siswi memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan limbah sabut kelapa, yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan mendukung ekonomi berkelanjutan di Desa Sungai Luar.
Abstract:Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui implementasi metode diskusi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan untuk mengetahui pemanfaatan metode diskusi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library…
ary research) dengan pengumpulan data yang dilakukan dengan menelaah teori-teori, pendapat, dan pokok pikiran yang terdapat dalam media cetak seperti buku, jurnal, dan majalah. Metode diskusi akan menunjukan interaksi para peserta didik seperti, berani bertanya serta mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, sehingga kondisi pembelajaran di kelas menjadi lebih efektif dan para peserta didik akan lebih berpikir kritis dalam berdiskusi. Penggunaan metode diskusi ini dapat menunjukan pengaruh yang signifikan, yaitu para peserta didik menjadi lebih aktif, sehingga pendidik dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik.
Abstract:Dalam mengatasi dan mengurangi kasus gizi buruk di Kota Pekanbaru, dinas kesehatan telah melakukan berbagai upaya dalam kasus gizi buruk ini, sehingga agar dapat mencapai target hingga dibawah1%. Adapun bentuk dari tindakan…
kan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dalam mengenai kasus gizi buruk. Selain dengan tindakan-tindakan yang telah dilakukan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru terus melakukan kerjasama seoptimal mungkin dengan instansi-instansi terkait yang berkaitan dalam penanganan kasus gizi buruk ini, seperti dengan puskesmas, kader di setiap daerah, maupun dengan kecamatan. Sehingga kasus gizi buruk ini selalu dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan nantinya akan dapat mengurangi kasus gizi buruk yang ada di Kota Pekanbaru. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan menjelaskan implementasi program gizi masyarakat sudah terpenuhi dengan baik dan hambatan-hambatannya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dan kuantitatif. Adapun populasid an sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Kesehatan Dinkes Pekanbaru, Kepala Seksi Gizi Masyarakat, Kepala Pusekesmas tiga orang, Pegawai Dinas Sebanyak dua orang dan orang tua bayi yang terkena Gizi buruk. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Implementasi Program Perbaikan Gizi Masyarakat Oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru belum terimplementasi sepenuhnya. Hal ini dapat dilihat dari dalam perencanaan kegiatan yang telah dibuat tidak semua kegiatan mendapat anggaran baik itu APBD maupun APBN, karena keterbatasan anggaran yang ada dan lebih memgutamakan penganggaran untuk kegiatan yang direncanakan dapat lebih cepat menurunkan gizi buruk sehingga pelaksanaan perbaikan gizi untuk Kota Pakanbaru dapat menurun jumlah kasus gizi buruknya, adanya beberapa posyandu yang tidak aktif, hal ini menandakan masih kurangnya peran kader untuk membantu mensukseskan jalannya program ini. Hambatannya yaitu anggaran yang kurang, Kualitas pelayanan posyandu yang tidak aktif dan peran masyarakat yang tidak aktif.
Abstract:Keindahan alam menjadikan daya tarik utama pada wisata indonesia. Hal itu memberikan keunggulan berupa kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya ialah pegunungan. Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan…
n jumlah pegunungan berapi mencapai 400 bahkan 100 diantaranya masuk kategori aktif. Dengan banyaknya jumlah pegunungan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara vulkanis yang sebagian besar masyarakatnya bekerja pada sektor pariwisata. Salah satunya adalah Gunung Rinjani yang berada di Pulau Lombok. Optimalisasi pemanfaatan gunung berapi sebagai objek wisata ini berpotensi besar untuk dikembangkan dikarenakan tingginya minat dalam mendaki hingga 75%. Berdasarkan data tahun 2023 dari April hingga Desember total pendaki mencapai 62.486 yang terdiri atas pendaki lokal maupun mancanegara. Masalah yang sering dialami pendaki adalah keadaan kesehatan. Pada tahun 2020 merupakan presentase kecelakaan terbesar hingga 0,093% dimana 0,012% disebabkan oleh kasus kesehatan ditambah juga permasalahan lainnya seperti rawan pendaki hilang atau tersesat dan sulitnya evakuasi oleh tim SAR. Berdasarkan permasalahan tersebut, kami memiliki inovasi Smowatch yaitu jam pintar berbasis sistem lora (long range) terintegrasi iot sebagai teknologi navigasi dan explorer search and rescue di gunung Rinjani. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan merancang teknologi navigasi yang akan membantu pendaki ketika berada dalam keadaan darurat selama berada di Gunung Rinjani. Smowatch dibuat dalam bentuk jam tangan guna mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) point ke 9.
Abstract:Pendidikan inklusif merupakan salah satu wujud perbaikan sistem pendidikan di Indonesia, dengan tujuan agar semua anak dapat memperoleh pendidikan tanpa adanya perbedaan baik fisik maupun psikis. Pendidikan sekolah dasar…
merupakan pendidikan pada tingkat paling dasar bagi anak-anak rentan berusia 7 hingga 12 tahun. Penelitian ini dilakukan di SD Muhammadiyah 2 Socah Bangkalan. Pendidikan inklusif di Indonesia belum bisa dikatakan terlaksana dengan baik karena pada kenyataannya banyak anak penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama dengan anak lainnya. Fasilitas merupakan salah satu penunjang keberhasilan pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan inklusif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fasilitas terhadap keberhasilan pendidikan inklusif pada anak hidrosefalus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan hasil penelitian dengan lebih jelas. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kurangnya pelatihan bagi guru pendidikan inklusif dapat menjadi penghambat keberhasilan program pendidikan inklusif, dan kurangnya subsidi dana dan fasilitas dapat memperlambat bimbingan yang diberikan kepada anak penderita hidrosefalus. Disimpulkan bahwa pendanaan, fasilitas yang memadai dan pelatihan bagi guru penting untuk mendukung keberhasilan program pendidikan inklusif di Indonesia.
Kata Kunci: Sekolah Dasar, Pendidikan Inklusif, Hidrosefalus