Abstract:Abstract: The selection process of sub-district Panwaslu members in Bawaslu Asahan Regency often lacks transparency and objectivity, leading to dissatisfaction and reduced public trust. The absence of clear criteria and…
weighting further complicates the process, making it less fair and less suited to field needs. To address this, a web-based Decision Support System (DSS) was developed using the TOPSIS method. The study focused on five sub-districts with the highest number of registered voters: Air Batu, Air Joman, Kisaran Barat, Kisaran Timur, and Pulau Rakyat. Selection criteria included understanding of vision and mission, motivation, integrity, supervisory experience, knowledge of local wisdom, and communication and teamwork skills. Data were collected through interviews, documentation, and questionnaires to obtain candidate scores. The DSS processed the data objectively and produced rankings based on preference values. Results showed that Syahputra from Air Batu achieved the highest score (1000) and ranked first. System testing with the black box method confirmed all features functioned properly. This DSS improves efficiency, accuracy, and transparency, offering Bawaslu a reliable technological solution for selecting competent and high-integrity Panwaslu members.
Keywords: DSS; TOPSIS; bawaslu; sub-district election supervisory commitee; selection
Abstrak: Kurangnya transparansi dan objektivitas dalam seleksi anggota Panwaslu Kecamatan di Bawaslu Kabupaten Asahan menimbulkan ketidakpuasan dan menurunkan kepercayaan publik. Selain itu, belum adanya sistem terstruktur dalam menentukan kriteria serta bobot penilaian menyebabkan proses seleksi kurang adil dan sulit menyesuaikan kebutuhan lapangan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini merancang dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web dengan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Penelitian dilakukan pada lima kecamatan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbanyak, yaitu Air Batu, Air Joman, Kisaran Barat, Kisaran Timur, dan Pulau Rakyat. Kriteria yang digunakan meliputi pemahaman visi-misi, motivasi, integritas, pengalaman pengawasan pemilu, pengetahuan kearifan lokal, serta kemampuan komunikasi dan kerja sama. Data kandidat diperoleh melalui wawancara, studi dokumentasi, dan kuesioner yang kemudian diolah oleh sistem untuk menghasilkan peringkat secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan Syahputra dari Kecamatan Air Batu memperoleh nilai tertinggi sebesar 1000 dan ditetapkan sebagai kandidat terbaik. Pengujian dengan metode black box membuktikan seluruh fitur berjalan sesuai fungsi. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi seleksi, serta menjadi solusi teknologi bagi Bawaslu dalam menentukan anggota Panwaslu yang kompeten dan berintegritas.
Kata kunci: SPK; TOPSIS; bawaslu; panwaslu kecamatan; seleksi
Abstract:Abstract: Student satisfaction with teacher performance plays a crucial role in improving the quality of education. Teacher performance evaluation is necessary to understand how well teaching meets student expectations.…
This study evaluates student satisfaction with teacher performance at MAS Alwashliyah Petatal using the COmplex PRoportional ASsessment (COPRAS) method, which effectively handles multi-criteria comparisons objectively. Data were collected through questionnaires completed by 66 out of 209 students (31.58% response rate), assessing 16 teachers based on four competency aspects: pedagogical, personality, social, and professional, with 12 sub-criteria. Despite the low participation rate, the data remained representative based on response distribution analysis. The results indicate that the COPRAS method accurately ranks teacher performance, with teacher Lia Novia, S.Pd achieving the highest satisfaction score (100%). These findings can be integrated into school policies, such as annual teacher evaluations and teacher development programs. The implementation of this evaluation system can also serve as a basis for designing teacher training that better aligns with student needs. Thus, the COPRAS method not only helps schools assess teacher performance more objectively but also supports more effective decision-making to enhance teaching quality and overall student satisfaction.
Keywords: COPRAS; evaluation; decision support system, student satisfaction; teacher performance
Abstrak: Kepuasan siswa terhadap kinerja guru berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Evaluasi kinerja guru diperlukan untuk memahami sejauh mana pengajaran memenuhi harapan siswa. Penelitian ini mengevaluasi tingkat kepuasan siswa terhadap kinerja guru di MAS Alwashliyah Petatal menggunakan metode COmplex PRoportional ASsessment (COPRAS), yang mampu menangani perbandingan multi-kriteria secara objektif. Data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh 66 dari 209 siswa (tingkat respons 31,58%), menilai 16 guru berdasarkan empat aspek kompetensi, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, dengan 12 sub-kriteria. Meskipun partisipasi rendah, data tetap representatif berdasarkan analisis distribusi jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode COPRAS memberikan pemeringkatan kinerja guru secara akurat, di mana guru Lia Novia, S.Pd memperoleh nilai kepuasan tertinggi (100%). Hasil ini dapat diintegrasikan dalam kebijakan sekolah, seperti evaluasi tahunan guru dan program pengembangan tenaga pendidik. Implementasi sistem evaluasi ini juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan pelatihan guru yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian, metode COPRAS tidak hanya membantu sekolah dalam menilai kinerja guru secara lebih objektif tetapi juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan mutu pengajaran dan kepuasan siswa.
Kata kunci: COPRAS; evaluasi; kepuasan siswa; kinerja guru; sistem pendukung keputusan
Abstract:Abstract: PERUMDA Air Minum Tirta Silaupiasa is a Regionally-Owned Enterprise (BUMD) that provides clean water and drinking water services for the people of Asahan Regency, this company requires competent workers in the…
field of Data Analyst to support the management and analysis of company data. However, the recruitment process which is still conventional often faces obstacles in selecting candidates who truly match the company's needs. To overcome this problem, this study proposes the implementation of a Decision Support System using the Profile Matching method to improve accuracy and is used to compare candidate profiles with established competency standards, allowing the system to provide rankings based on the level of suitability of candidates with the required criteria. The results of this study indicate that the use of Profile Matching-based DSS can help companies in selecting competent candidates in the field of data analyst more effectively and efficiently. There are 7 alternatives that will be selected using 6 criteria, the candidates who get the highest scores are in alternatives and , namely Muhammad Maulana Rais and Aulia Kadri Pratiwi, S.A.P with a total score of 5.85. So that leaders can make decisions based on the results of calculations that have been obtained through the designed system.
Keywords: PERUMDA air minum tirta silaupiasa; decision support systems; profile matching; candidate recruitment; data analyst.
Abstrak: PERUMDA Air Minum Tirta Silaupiasa merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menyediakan layanan air bersih dan air minum bagi masyarakat kabupaten asahan, perusahaan ini membutuhkan tenaga kerja yang kompeten di bidang Data Analyst untuk mendukung pengelolaan dan analisis data perusahaan. Namun, proses rekrutmen yang masih bersifat konvensional sering kali menghadapi kendala dalam menyeleksi kandidat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini mengusulkan penerapan Sistem Pendukung Keputusan dengan menggunakan metode Profile Matching guna meningkatkan akurasi dan digunakan untuk membandingkan profil kandidat dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan, sehingga memungkinkan sistem memberikan peringkat berdasarkan tingkat kesesuaian kandidat dengan kriteria yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan SPK berbasis Profile Matching dapat membantu perusahaan dalam memilih kandidat yang kompeten di bidang data analyst secara lebih efektif dan efisien. Terdapat 7 alternatif yang akan di seleksi dengan menggunakan 6 kriteria, kandidat yang mendapatkan nilai terbesar ada pada alternatif dan yaitu Muhammad Maulana Rais dan Aulia kadri Pratiwi, S.A.P dengan nilai total 5,85. Sehingga pimpinan dapat mengambil keputusan berdasarkan hasil perhitungan yang sudah didapatkan melalui sistem yang dirancang.
Kata kunci: PERUMDA air minum tirta silaupiasa; sistem pendukung keputusan; profile matching; rekrutmen kandidat; data analyst
Abstract:Abstract: The distribution of police logistics involves various locations with differing needs, making the decision-making process highly complex. Manual decision-making often faces challenges, such as numerous factors or…
r criteria that need to be considered, including the distance to the location, the level of logistic needs, the number of personnel at the location, and the availability of logistics in the warehouse. Additionally, difficulties frequently arise in determining priority locations during emergencies or disasters, as well as vulnerabilities to subjective errors due to human limitations in analyzing complex data. Another issue is the unequal allocation of logistics, where some locations receive more logistics than needed, while others experience shortages. A Decision Support System (DSS) is a computer-based system designed to assist decision-makers in analyzing data, evaluating various alternatives, and providing recommendations. DSS aims to simplify the decision-making process to make it more effective. Various methods are used in the decision-making process, one of which is the Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) method. This system aims to reduce subjectivity, increase efficiency, and ensure a more equitable allocation of logistics based on needs. It is expected that this DSS can serve as a solution that facilitates faster, more accurate, and transparent decision-making.
Keywords: decision support system; moora; logistics
Abstrak: Distribusi logistik kepolisian melibatkan berbagai lokasi dengan kebutuhan yang berbeda-beda, yang membuat pengambilan keputusan menjadi sangat kompleks. Pengambilan keputusan secara manual sering kali menghadapi tantangan, seperti banyaknya faktor atau kriteria yang harus dipertimbangkan, misalnya jarak lokasi, tingkat kebutuhan logistik, jumlah personel di lokasi, dan ketersediaan logistik di gudang. Selain itu, sering kali ada kesulitan dalam menentukan prioritas lokasi yang harus didahulukan dalam situasi darurat atau bencana, serta adanya kerentanannya terhadap kesalahan subjektif akibat keterbatasan manusia dalam menganalisis data yang kompleks.Permasalahan lain yang muncul adalah ketidakmerataan alokasi logistik, di mana beberapa lokasi menerima logistik melebihi kebutuhan, sementara lokasi lain mengalami kekurangan. Sistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mendukung pengambil keputusan dalam menganalisis data, menilai berbagai alternatif, dan memberikan rekomendasi. SPK bertujuan untuk mempermudah proses pengambilan keputusan agar lebih efektif. Terdapat berbagai metode yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, salah satunya adalah metode Multi Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA). Sistem ini bertujuan mengurangi subjektivitas, meningkatkan efisiensi, dan memastikan alokasi logistik yang lebih merata berdasarkan kebutuhan. Diharapkan, SPK ini dapat menjadi solusi yang mampu memberikan pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan transparan.
Kata kunci: sistem penunjang keputusan; MOORA; logistik
Abstract:Abstract: This study discusses the application of the Just In Time (JIT) method and web-based raw material management at PT Sumber Nelayan Indonesia, a company engaged in shrimp paste production. The main problem faced by…
y the company is the instability of raw material inventory, which leads to stock buildup, increased storage costs, and inefficiencies in the production process. The JIT method is integrated into a web-based Supply Chain Management (SCM) system to improve inventory management efficiency by minimizing the amount of raw materials that are not needed, reducing waste, and ensuring the availability of raw materials according to actual needs. The results show that the implementation of web-based JIT and SCM improves real-time stock monitoring, which improves inventory-related planning and decision-making. Additionally, the system strengthens communication between companies and suppliers, speeds up response to changes in demand, and ensures timely delivery of raw materials, reducing potential delays in the production process. Thus, the implementation of the JIT method in web-based raw material management at PT Sumber Nelayan Indonesia has succeeded in improving operational efficiency and reducing inventory costs.
Keywords:. just in time (jit); inventory management; supply chain management (scm); stock management; shrimp paste production
Abstrak: Penelitian ini membahas penerapan metode Just In Time (JIT) dan manajemen bahan baku berbasis web di PT. Sumber Nelayan Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang produksi terasi. Masalah utama yang dihadapi perusahaan adalah ketidakstabilan persediaan bahan baku, yang menyebabkan penumpukan stok, peningkatan biaya penyimpanan, dan inefisiensi dalam proses produksi. Metode JIT diintegrasikan ke dalam sistem Supply Chain Management (SCM) berbasis web untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan dengan meminimalkan jumlah bahan baku yang tidak diperlukan, mengurangi pemborosan, dan memastikan ketersediaan bahan baku sesuai dengan kebutuhan aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan JIT dan SCM berbasis web meningkatkan pemantauan stok secara real-time, yang memperbaiki perencanaan dan pengambilan keputusan terkait persediaan. Selain itu, sistem ini memperkuat komunikasi antara perusahaan dan pemasok, mempercepat respons terhadap perubahan permintaan, dan memastikan pengiriman bahan baku tepat waktu, sehingga mengurangi potensi keterlambatan dalam proses produksi. Dengan demikian, implementasi metode JIT dalam manajemen bahan baku berbasis web di PT. Sumber Nelayan Indonesia berhasil meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya persediaan.
Kata kunci: just in time (jit); manajemen persediaan; supply chain management (scm); pengelolaan stok; produksi terasi
Abstract:Abstract: Roemah Donat Lezat carries out many sales transactions every day because the prices are affordable and the flavors and toppings are increasingly varied, this affects the supply of raw materials at Roemah Donat…
Lezat In managing raw material inventory, you must ensure sufficient inventory for sales, minimizing the time and costs required. So far, the owner of Roemah Donat Lezat does not have a method for anticipating how much supply of basic ingredients there is and only predicts without clear and precise calculations, therefore, sometimes Roemah Donat Lezat takes too little stock even though customer needs at the time the trend is increasing, causing no fulfilling customer requests and sometimes taking too much stock even though customer demand is decreasing resulting in losses, therefore Roemah Donat Lezat always finds it difficult and confused to estimate stock supplies for the following month To overcome the problems above, the author provides a solution using method comparison forecasting calculations, because it can provide a deeper and more detailed understanding of the advantages, weaknesses and relative performance of the two methods used to achieve a goal or solve a problem The method used is Single Exponential Smoothing, which is forecasting used for the short term or usually only for the next month Single Moving Average is a technique for calculating the average of a number from the latest actual values, updated as new values available for use in forecasting in subsequent periods.
Keywords: single exponential smoothing-single moving average; forecasting; roemah donat lezat; raw materials; inventory
Abstrak: Roemah Donat Lezat setiap harinya banyak melakukan transaksi penjualan karena harga terjangkau dan semakin bervariasi rasa dan topping, hal ini mempengaruhi persediaan bahan baku jika ada di Roemah Donat Lezat Dalam pengelolaan persediaan bahan baku harus memastikan persediaan jika cukup dalam penjualan, meminimalkan waktu dan biaya jika dibutuhkan.Selama ini pemilik Roemah Donat Lezat tidak memiliki metode dalam mengantisipasi seberapa banyak persediaan bahan-bahan pokok dan hanya memprediksi tanpa adanya perhitungan jika jelas dan tepat maka dari itu, terkadang Roemah Donat Lezat terlalu sedikit mengambil stok padahal kebutuhan pelanggan waktu trend itu sedang meningkat menyebabkan tidak terpenuhinya permintaan pelanggan dan kadang-kadang juga cenderung mengambil terlalu banyak stok meskipun permintaan Pelanggan sedang mengalami penurunan sehingga mengalami kerugian, Sehingga Roemah Donat Lezat selalu menghadapi kesulitan dan kebingungan dalam memperkirakan persediaan stok di bulan berikutnya. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu dengan memanfaatkan perhitungan peramalan komparasi metode, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan rinci mengenai kelebihan, kekurangan, serta kinerja relatif dari dua metode yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan atau menyelesaikan masalah. Metode yang dibandingkan adalah Single Exponential Smoothing dan Single Moving Average.
Kata kunci: single exponential smoothing-single moving average; peramalan; roemah donat lezat; bahan baku; persediaan
Abstract:Abstract: SMK Negeri 3 Perhotelan dan Tata Boga in Tanjung Balai, North Sumatra, under the Ministry of Education and Culture, aims to provide quality education through Industrial Work Practice (PRAKERIN). However, the school…
hool faces challenges in selecting PRAKERIN locations related to costs, distance, and the imbalance between the number of available placements and students. To address this, the study uses the Simple Additive Weighting (SAW) method to design a decision support system. This method assigns weights based on specific criteria for each alternative, through steps such as determining criteria, assigning weights, rating suitability, normalization, and final normalization. The goal of the study is to assist SMK Negeri 3 Tanjungbalai in selecting PRAKERIN locations that meet the established criteria and ranking the alternatives based on those criteria. This way, the school can choose the most suitable PRAKERIN placements for its students. The results of system testing using the SAW method show the top 10 alternatives out of 16 available options, with the highest values as recommendations: A15 (1,000), A14 (0,896), A16 (0,813), A10 (0.718), A13 (0.729), A3 (0.708), A11 (0.698), A4 (0.25), A2 (0.604) dan A10 (0,594).The alternatives with the highest values are considered the most suitable and are prioritized as recommended PRAKERIN locations.
Keywords: industrial practice; saw; spk; smk
Abstrak: SMK Negeri 3 Perhotelan dan Tata Boga di Tanjung Balai, Sumatera Utara, yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bertujuan memberikan pendidikan berkualitas melalui Praktek Kerja Industri (PRAKERIN). Namun, sekolah menghadapi tantangan dalam pemilihan tempat PRAKERIN terkait biaya, jarak, dan ketidakseimbangan antara jumlah tempat dan siswa. Untuk mengatasi hal ini, penelitian menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk merancang sistem pendukung keputusan. Metode ini memberikan bobot berdasarkan kriteria tertentu pada setiap alternatif, melalui langkah-langkah penentuan kriteria, pemberian bobot, penilaian kecocokan, normalisasi, dan normalisasi akhir. Tujuan penelitian adalah untuk membantu SMK Negeri 3 Tanjungbalai dalam memilih tempat PRAKERIN yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dan meranking alternatif berdasarkan kriteria tersebut. Dengan demikian, sekolah dapat memilih tempat PRAKERIN yang paling sesuai dengan kebutuhan siswa. Hasil uji sistem menggunakan metode SAW menunjukkan 10 alternatif teratas dari 16 yang tersedia, dengan nilai tertinggi sebagai rekomendasi: A15 (1,000), A14 (0,896), A16 (0,813), A10 (0.718), A13 (0.729), A3 (0.708), A11 (0.698), A4 (0.25), A2 (0.604) dan A10 (0,594). Alternatif dengan nilai tertinggi dianggap paling sesuai dan diprioritaskan sebagai rekomendasi tempat PRAKERIN.
Kata kunci: prakerin; saw; spk; smk
Abstract:Abstract: This research focuses on the analysis and design of a cattle disease detection system using the Forward Chaining technique. This system aims to help farmers identify various diseases in cattle quickly and accurately,…
ately, which can ultimately improve livestock health and livestock productivity. In developing this system, the Forward Chaining technique is used as the main inference method. This method was chosen because of its ability to produce conclusions based on available facts in stages, so it is very suitable for expert system applications that require repeated and complex decision-making processes. This research begins with a system requirements analysis that includes identification of common types of cattle diseases, associated symptoms, as well as the knowledge and rules required for the diagnosis process. Next, system design is carried out which includes creating a knowledge base, inference engine, and user interface. The result of this research is a prototype expert system for diagnosing cattle diseases which has been tested and shows satisfactory performance in detecting various cattle diseases based on the symptoms entered. With this system, it is hoped that farmers can more quickly take appropriate action against diseases that attack their livestock, so that they can minimize losses and increase the efficiency of livestock businesses.
Keywords: analysis; expert system; forward chaining; cattle disease; website.
Abstrak: Penelitian ini berfokus pada analisis dan perancangan sistem deteksi penyakit sapi menggunakan teknik Forward Chaining. Sistem ini bertujuan untuk membantu peternak dalam mengidentifikasi berbagai penyakit pada sapi secara cepat dan akurat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan ternak dan produktivitas peternakan. Dalam pengembangan sistem ini, teknik Forward Chaining digunakan sebagai metode inferensi utama. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam menghasilkan kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang tersedia secara bertahap, sehingga sangat cocok untuk aplikasi sistem pakar yang memerlukan proses pengambilan keputusan berulang dan kompleks. Penelitian ini dimulai dengan analisis kebutuhan sistem yang mencakup identifikasi jenis-jenis penyakit sapi yang umum, gejala-gejala yang terkait, serta pengetahuan dan aturan yang diperlukan untuk proses deteksi. Selanjutnya, dilakukan perancangan sistem yang mencakup pembuatan basis pengetahuan, mesin inferensi, dan antarmuka pengguna. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototipe sistem pakar deteksi penyakit sapi yang telah diuji dan menunjukkan kinerja yang memuaskan dalam mendeteksi berbagai penyakit sapi berdasarkan gejala-gejala yang dimasukkan. Dengan sistem ini, diharapkan peternak dapat lebih cepat dalam mengambil tindakan yang tepat terhadap penyakit yang menyerang ternaknya, sehingga dapat meminimalisir kerugian dan meningkatkan efisiensi usaha peternakan.
Kata kunci: analisis; sistem pakar; forward chaining; penyakit sapi; website
Abstract:Abstract: Bismillah Ponsel in Kisaran Kota faces challenges in managing internet voucher stock due to inefficient manual recording and limited active period. To overcome this problem, the application of the Single Moving…
Average (SMA) forecasting method is proposed to predict stock needs based on historical data. Thus, business owners can manage stock more optimally, avoid shortages or excess inventory, and improve business efficiency and finances. The results of the application of the SMA method show the prediction of voucher stock needs for April and May with fairly good Mean Absolute Percentage Error (MAPE) accuracy. For IM3 vouchers, the stock predictions for each month are 244 and 244.5 (MAPE 8.21%). Axis vouchers as many as 798 (MAPE 5.02%), XL as many as 713 and 724.5 (MAPE 5.02%), Telkomsel as many as 942 and 951 (MAPE 3.23%), Tri as many as 490 and 491 (MAPE 7.94%), and Smartfren as many as 656 and 664 (MAPE 5.38%). With quite high accuracy, the SMA method has proven to be able to predict sales quickly and accurately, help provide stock according to needs, and increase the operational efficiency of Bismillah Ponsel.
Keywords: inventory; management; sales; forecasting; single moving average (SMA).
Abstrak: Bismillah Ponsel di Kisaran Kota menghadapi tantangan dalam pengelolaan stok voucher internet akibat pencatatan manual yang tidak efisien dan masa aktif terbatas. Untuk mengatasi masalah ini, diusulkan penerapan metode peramalan Single Moving Average (SMA) guna memprediksi kebutuhan stok berdasarkan data historis. Dengan demikian, pemilik usaha dapat mengelola stok lebih optimal, menghindari kekurangan atau kelebihan persediaan, serta meningkatkan efisiensi dan keuangan bisnis.Hasil penerapan metode SMA menunjukkan prediksi kebutuhan stok voucher untuk April dan Mei dengan akurasi Mean Absolute Percentage Error (MAPE) yang cukup baik. Untuk voucher IM3, prediksi stok masing-masing bulan adalah 244 dan 244,5 (MAPE 8,21%). Voucher Axis sebanyak 798 (MAPE 5,02%), XL sebanyak 713 dan 724,5 (MAPE 5,02%), Telkomsel sebanyak 942 dan 951 (MAPE 3,23%), Tri sebanyak 490 dan 491 (MAPE 7,94%), serta Smartfren sebanyak 656 dan 664 (MAPE 5,38%). Dengan akurasi yang cukup tinggi, metode SMA terbukti mampu meramalkan penjualan secara cepat dan akurat, membantu penyediaan stok sesuai kebutuhan, serta meningkatkan efisiensi operasional Bismillah Ponsel.
Kata Kunci: manajemen; persediaan; peramalan; penjualan; single moving average (SMA
Abstract:Abstract: The development of Information and Communication Technology has transformed various aspects of life, including business. Amid increasing competition, maintaining customer loyalty has become a top priority. Customer…
stomer Relationship Management (CRM) is a strategy that
focuses on maintaining good relationships with customers. This study examines the
implementation of CRM in the sales of pesticides and vegetable seeds at UD. Bersama, located
in Punggulan Village, Asahan Regency. UD. Bersama faces challenges such as manual
promotion, error-prone transaction recording, and limited customer reach. Product sales are
unstable each month. To address these issues, a web-based sales system was designed at
https://udbersamatani.online/, enabling online purchases, discounts, live chat, and free shipping
services. The implementation results show that this system facilitates data processing and report
generation for the admin. Consumers can quickly order products, interact via live chat, and obtain
real-time product information. The application of CRM at UD. Together has proven effective in
managing and analyzing data, meeting customer needs, and increasing sales. This system
improves service and eases transactions for customers, potentially enhancing customer loyalty
and satisfaction.
Keywords: information technology; crm; pesticides; vegetable seeds; customer loyalty
Abstrak: Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah mengubah berbagai aspek
kehidupan, termasuk bisnis. Di tengah persaingan yang semakin ketat, menjaga loyalitas
pelanggan menjadi prioritas utama. Customer Relationship Management (CRM) adalah strategi
yang fokus pada hubungan baik dengan pelanggan. Penelitian ini mengkaji implementasi CRM
dalam penjualan pestisida dan bibit sayuran di UD. Bersama, Desa Punggulan, Kabupaten
Asahan. UD. Bersama menghadapi kendala promosi manual, pencatatan transaksi yang rentan
kesalahan, dan jangkauan pelanggan terbatas. Penjualan produk tidak stabil setiap bulan. Untuk
mengatasi masalah ini, dirancang sistem penjualan berbasis web di https://udbersamatani.online/,
yang memungkinkan pembelian online, diskon, live chat, dan layanan pengiriman gratis. Hasil
implementasi menunjukkan sistem ini memudahkan admin dalam pengolahan data dan
penyusunan laporan. Konsumen dapat memesan produk dengan cepat, berinteraksi melalui live
chat, dan mendapatkan informasi produk secara real-time. Penerapan CRM di UD. Bersama
terbukti efektif dalam mengelola dan menganalisis data, memenuhi kebutuhan pelanggan, serta
meningkatkan penjualan. Sistem ini meningkatkan pelayanan dan mempermudah transaksi bagi
pelanggan, sehingga berpotensi meningkatkan loyalitas dan kepuasan pelanggan.
Kata kunci: teknologi informasi; crm; pestisida; bibit sayuran; loyalitas pelanggan