Search Articles & Publications

Showing 1639 articles found for "Ratu"

ISLAMIC DIGITAL FAMILY RESILIENCE FRAMEWORK: MENGINTEGRASIKAN SYARIAH, GENDER, DAN LITERASI DIGITAL UNTUK KETAHANAN KELUARGA MUSLIM DI NTB

Lalu Ibnurusd Al Hafied, Nikmahtullah, Dahlia Hidayati
Abstract: Fenomena perceraian di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun 2024 mencatat 6.674–6.946 kasus perceraian menurut Badan Pusat Statistik. Mayoritas gugatan… n berasal dari pihak istri, dipicu oleh interaksi digital yang tidak terkendali melalui media sosial dan diperparah oleh norma patriarkal yang masih dominan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media sosial terhadap dinamika keluarga Muslim di NTB, menafsirkan ulang konsep keluarga Islami dengan perspektif gender, serta menawarkan model ketahanan keluarga digital berbasis syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif-konseptual dengan analisis literatur sekunder periode 2020–2025 yang bersumber dari laporan BPS, dokumen pengadilan agama, jurnal bereputasi, serta penelitian lokal terkait pernikahan dini dan perceraian di NTB. Analisis dilakukan melalui content analysis tematik dengan identifikasi tema, pengkodean NVivo, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berkontribusi pada 25–40% kasus perceraian melalui perselingkuhan virtual, distraksi komunikasi, dan eksposur gaya hidup ideal, sementara norma patriarkal meningkatkan kerentanan perempuan, tercermin dari dominasi gugatan cerai oleh istri. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian menawarkan Islamic Digital Family Resilience Framework dengan tiga pilar utama: reinterpretasi syariah berperspektif gender, literasi digital Islami, dan dakwah digital sensitif gender. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dalam memperkaya kajian Islam kontemporer mengenai keluarga, gender, dan digitalisasi, serta secara praktis menjadi acuan bagi Kementerian Agama, pengadilan agama, dan organisasi keagamaan dalam merumuskan strategi ketahanan keluarga Muslim yang relevan dengan konteks NTB.

RUQYAH SYAR’IYYAH SEBAGAI AMALAN HARIAN MUSLIM: TINJAUAN NASKAH KEISLAMAN DAN KESEHATAN

Isdianto, Andik, Al Indunissy, Nuruddin, Fitrianti, Novariza, Arif, Abdul Hamid
Abstract: Artikel ini membahas ruqyah syar’iyyah sebagai praktik pengobatan spiritual dalam Islam yang berperan dalam mendukung kesehatan fisik dan mental. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan landasan normatif ruqyah syar’iyyah… r’iyyah serta efek psikospiritual dan fisiknya dalam konteks kesehatan jiwa-raga. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka, artikel ini menganalisis literatur terkait ruqyah, termasuk teori dasar dan penelitian terkini. Hasilnya menunjukkan bahwa ruqyah syar’iyyah berfungsi sebagai religious coping yang membantu mengelola stres, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan ketenangan batin, yang pada gilirannya memperbaiki kualitas tidur dan menurunkan ketegangan fisik. Selain itu, praktik ini mendukung perilaku sehat dan memfasilitasi perawatan medis konvensional. Namun, penting untuk menegaskan bahwa ruqyah tidak dapat menggantikan pengobatan medis, tetapi berfungsi sebagai terapi komplementer. Artikel ini memberikan kontribusi ilmiah dengan menekankan urgensi ruqyah sebagai amalan harian yang sah dalam kerangka kesehatan jiwa-raga, serta pentingnya integrasi spiritual dan medis dalam pengobatan.

EDUPRENEURSHIP SEBAGAI STRATEGI PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN KREATIVITAS WIRAUSAHA ISLAMI

Minatu Dhorifah, Dewi Fatimah Azzahra, Padmisari Kumara, Lestari, Reva Indah, Ferida Rahmawati
Abstract: Rendahnya minat untuk berwirausaha di kalangan anak muda menimbulkan kebutuhan akan pendidikan yang dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan mulai dari usia dini, bukan sekadar sebagai tambahan keterampilan tetapi juga sebagai… ai bagian dari pengembangan karakter. Artikel ini membahas peran edupreneurship sebagai metode pendidikan dalam menciptakan kreativitas wirausaha Islami dengan pendekatan kajian pustaka. Analisis akan berfokus pada pengertian edupreneurship, integrasi nilai-nilai Islam dalam kewirausahaan, serta cara yang dapat digunakan untuk menilai kreativitas wirausaha di sekolah. Kajian literatur dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai sumber akademis untuk memperkirakan kekuatan dan kelemahan penerapan program edupreneurship, termasuk dalam hal kurikulum, desain pembelajaran, kegiatan praktik seperti bazar sekolah, pembuatan produk, pemasaran digital, serta penerapan alat untuk mengembangkan kreativitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa edupreneurship memiliki potensi besar untuk meningkatkan kreativitas wirausaha Islami jika diintegrasikan ke semua mata pelajaran, dijalankan secara teratur, dan didukung oleh alat evaluasi yang jelas. Tanpa dukungan tersebut, klaim keberhasilan dalam membentuk kreativitas bersifat deskriptif dan sulit untuk digeneralisasi. Sebagai kesimpulan, penguatan edupreneurship harus diarahkan pada pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis bukti agar dapat secara efektif membentuk generasi wirausaha Islami yang kreatif, beretika, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Abstrak dibuat dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Abstrak memuat secara singkat tentang latar belakang, tujuan, metode penelitian, hasil penelitian, dan kesimpulan penelitian. Abstrak berisi maksimum 250 kata, spasi tunggal ditulis dengan huruf miring (Italic) bagi abstrak Bahasa Inggris. Di bawah abstrak dicantumkan kata kunci yang terdiri atas maksimum enam kata, dimana kata pertama adalah yang terpenting. Abstrak dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari bahasa Inggris. Editor berhak untuk mengedit abstrak demi alasan kejelasan isi abstrak.

PERAN YAYASAN REHAB HATI DALAM INTEGRASI RUQYAH SYAR’IYYAH DAN KESEHATAN MENTAL: TINJAUAN NASKAH KEISLAMAN DAN EVIDENSI ILMIAH

Al Indunissy, Nuruddin, Isdianto, Andik, Fitrianti, Novariza
Abstract: Penelitian ini mengeksplorasi integrasi metode penyembuhan spiritual dan ilmiah dalam "7 Rahasia Penyembuhan Al-Qur'an" oleh Rehab Hati Foundation. Pendekatan holistik ini menggabungkan elemen spiritual dengan praktik ilmiah… miah untuk meningkatkan proses penyembuhan. (1) Masalah dan Tujuan: Meskipun praktik penyembuhan spiritual seperti ruqyah syar'iyyah dan konsumsi obat-obatan Nabi seperti habbatussauda dan madu banyak digunakan, studi ilmiah mengenai efikasinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengisi kekosongan ini dengan mengkaji efek terapeutik mereka dan potensi integrasi ke dalam medis modern. (2) Metode: Studi deskriptif kualitatif dilakukan, melibatkan tinjauan literatur dan analisis konten untuk menilai dampak terapi spiritual ini terhadap kesehatan fisik dan mental, menggunakan sumber dari database seperti Google Scholar dan ResearchGate. (3) Hasil dan Pembahasan: Temuan menunjukkan bahwa bacaan Al-Qur'an dan praktik obat Nabi secara signifikan mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Praktik seperti ruqyah tidak hanya memberikan kelegaan spiritual tetapi juga memiliki dampak positif pada kesehatan fisik, berfungsi sebagai pengobatan pelengkap dalam praktik medis modern. (4) Kesimpulan dan Saran: Studi ini mengonfirmasi efek positif dari kombinasi pendekatan penyembuhan spiritual dan ilmiah. Penelitian ini merekomendasikan penggabungan metode-metode ini ke dalam pengobatan holistik untuk meningkatkan perawatan pasien, serta menyarankan penelitian empiris lebih lanjut untuk memperkuat efektivitasnya.

TERAPI ISLAM KOMPLEMENTER UNTUK KARDIOVASKULAR: PENGARUH BEKAM DAN RUQYAH TERHADAP TEKANAN DARAH, DETAK JANTUNG, DAN HRV

Isdianto, Andik, Al Indunissy, Nuruddin, Fitrianti, Novariza, Widada, Wahyudi, Fajariadi, Thry Harry, Arif, Abdul Hamid
Abstract: Artikel ini mengkaji efektivitas terapi bekam (hijamah) dan ruqyah terhadap regulasi tekanan darah dan detak jantung serta peluang sinerginya dalam praktik klinis. Tujuan penelitian adalah menilai bukti fisiologis–psikologis… ologis kedua terapi dan merumuskan rekomendasi aplikatif yang selaras dengan tata laksana medis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terstruktur terhadap literatur ilmiah (kedokteran komplementer, kardiovaskular, psiko-fisiologi) dan sumber-sumber primer pengobatan Islam (Al-Qur’an, hadis) dengan pendekatan interpretatif-komparatif. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa bekam memberikan efek hemodinamik langsung berupa peningkatan perfusi, penurunan resistensi vaskular perifer, penurunan tekanan darah sistolik–diastolik, serta perbaikan variabilitas denyut jantung (HRV). Ruqyah terutama bekerja melalui reduksi stres dan pergeseran otonom ke arah parasimpatis, yang tercermin pada penurunan kecemasan, detak jantung, dan tekanan darah serta peningkatan HRV. Integrasi ruqyah sebelum bekam secara rasional berpotensi memberi efek aditif pada sumbu neuro–kardio–endokrin, sekaligus menurunkan respons stres prosedural. Simpulan: bekam dan ruqyah layak diposisikan sebagai terapi komplementer yang aman dan terjangkau untuk membantu pengendalian hipertensi dan stabilitas denyut, dengan perhatian pada seleksi pasien, kontraindikasi, asepsis, dan monitoring vital. Saran: perlunya standardisasi protokol (titik, durasi, “dosis” cawan; durasi dan materi ruqyah) serta uji acak terkontrol jangka panjang dengan luaran klinis, metrik HRV, dan biomarker stres untuk memperkuat validitas dan panduan praktik.

MENELISIK ADAB DALAM IBADAH: DIMENSI SPIRITUAL DAN ETIKA DALAM THAHARAH, SHALAT, ZAKAT, PUASA, DAN HAJI

Manzilah Syahidaturrahma, Amna Mauliza, Siti Masyithoh
Abstract: Worship in Islam is not merely the performance of rituals, but also reflects ethical and spiritual values embodied through etiquette. Without etiquette, worship can lose its inner meaning and fail to bring about spiritual… l and social transformation. Etiquette is a reflection of a deep understanding of the purpose of worship and a servant's closeness to his Lord. It balances the physical and spiritual dimensions, as well as the formal and substantial aspects of every religious practice. This article aims to examine in depth the role of etiquette in perfecting the performance of the five main acts of worship in Islam, namely thaharah, prayer, zakat, fasting, and hajj. This research uses a qualitative descriptive method based on literature review. Data sources include the Qur'an and Hadith of the Prophet SAW, classical literature such as Riyadhus Shalihin and Ihya Ulumuddin, as well as contemporary references such as Tafsir Al-Azhar and scientific studies published in 2020 and beyond. The findings reveal that etiquette plays a crucial role in all forms of worship: purity reinforces both physical and spiritual cleanliness, prayer cultivates spiritual devotion and discipline, zakat instills social awareness and empathy, fasting trains patience and self-control, while the pilgrimage teaches orderliness, humility, and tolerance within the framework of global Islamic interaction. Adab is not merely etiquette but the essence that gives worship meaning and broad impact. Adab also serves as a tool for self-transformation toward becoming an outstanding Muslim in moral, spiritual, and social aspects in the modern era.  

MEMAHAMI AKHLAK DALAM KEHIDUPAN RUMAH TANGGA DAN MORALITAS BUDAYA MODERN

Naila Ilmi Yunianti, Fazilatunnisa, Siti Masyithoh
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep akhlak dalam kehidupan rumah tangga dan relevansinya dengan moralitas budaya modern. Menggunakan metode studi literatur dan penelitian kepustakaan, penelitian ini mengkaji… ji berbagai sumber primer dan sekunder yang berkaitan dengan akhlak Islami, nilai-nilai keluarga, dan dinamika moralitas dalam konteks modernisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlak dalam rumah tangga memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter individu dan stabilitas sosial. Namun tantangan moralitas budaya modern seperti individualisme, materialisme, dan pergeseran nilai-nilai tradisional menciptakan kompleksitas dalam penerapan akhlak rumah tangga. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi nilai-nilai akhlak klasik dengan adaptasi terhadap realitas modern dapat menjadi solusi dalam membangun keharmonisan keluarga yang berkelanjutan. Kesimpulan penelitian menekankan perlunya revitalisasi akhlak rumah tangga sebagai fondasi moral dalam menghadapi dinamika budaya kontemporer.  

INTEGRASI PSIKIATRI MODERN DAN SPIRITUALITAS ISLAM UNTUK PENANGANAN GANGGUAN BIPOLAR PADA KOMUNITAS MUSLIM INDONESIA

Isdianto, Andik, Al Indunissy, Nuruddin, Fitrianti, Novariza
Abstract: Gangguan bipolar menjadi tantangan serius di masyarakat Muslim Indonesia karena masih banyak disalahpahami, distigmatisasi, dan jarang mendapat penanganan optimal. Artikel ini bertujuan menelaah literatur tentang integrasi… si psikiatri modern dan spiritualitas Islam—termasuk Islamic counseling dan mental health integration—dalam penanganan bipolar, serta menganalisis peluang dan hambatannya pada konteks komunitas Muslim Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif reflektif melalui telaah jurnal ilmiah dan sumber keislaman terbaru. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi model perawatan—meliputi kolaborasi agama-medis, Islamic therapy, edukasi komunitas, dan penguatan Muslim community health—dapat meningkatkan efektivitas penanganan, memperkuat resiliensi psikologis, mengurangi stigma, dan mendorong pemulihan komprehensif bagi pasien bipolar. Namun, integrasi ini masih menghadapi hambatan berupa stigma sosial, rendahnya literasi masyarakat, serta kesenjangan komunikasi antara tenaga kesehatan dan pemuka agama. Peluang besar dapat dioptimalkan melalui pelatihan konselor dan ustadz kesehatan jiwa, program edukasi berbasis masjid, serta kebijakan publik yang mendukung. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi psikiatri modern dan spiritualitas Islam, khususnya melalui Islamic counseling dan community-based intervention, dapat memperbaiki kualitas layanan kesehatan jiwa, meningkatkan kualitas hidup, serta menciptakan model layanan yang lebih holistik, inklusif, dan adaptif terhadap nilai budaya serta keagamaan di Indonesia.

NILAI-NILAI ADAB MURID DAN GURU MENURUT PEMIKIRAN KH. HASYIM ASY’ARI

Buana, Aisha Putri, Masyithoh, Siti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai adab dalam hubungan murid dan guru menurut pemikiran KH. Hasyim Asy’ari. Metode yang digunakan yatu dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi… udi pustaka, di mana data didapat dari beberapa literatur yang relevan, seperti jurnal ilmiah dan buku biografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. Hasyi Asy’ari memberikan perhatian besar terhadap pentingnya adab dalam proses Pendidikan. Adab murid meliputi sikap hormat kepada guru, kesungguhan dalam menuntut ilmu, etika dalam berperilaku, serta ketawadhuan, Di sisi lain, guru memilikki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan yang baik. Penekanan terhadap nilai-nilai adab ini menjadi teladan yang baik. Penekanan terhadap nilai-nilai adab ini menjadi landasan untuk menciptakan proses pembelajaran yang bermakna dan bermartabat, serta memperkuat karaketr spiritual dalam dunia Pendidikan.

MENAFSIRKAN AL-QUR'AN DALAM KONTEKS RITUAL SLAMETAN BULAN SURO DI YOGYAKARTA: SEBUAH EKSPLORASI ETNOGRAFI INTEGRASI ISLAM-JAWA

Samsul Ariyadi
Abstract: Penelitian ini mengkaji pendekatan interpretatif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an terpilih yang dianggap relevan dengan ritual Slametan selama bulan Suro di Yogyakarta. Dengan menggunakan metode etnografi kualitatif dengan pendekatan… endekatan deskripsi mendalam (Geertz), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana peserta ritual, pemimpin masyarakat, dan tokoh agama menegosiasikan dan mengubah makna ritual dalam matriks budaya Islam-Jawa. Data dikumpulkan selama studi lapangan tiga bulan pada tahun 2023 dari lima belas informan kunci yang dikenal karena peran mereka sebagai pemelihara masyarakat dan ulama. Berdasarkan tinjauan ekstensif literatur internasional kontemporer (n≥25), penelitian ini menunjukkan proses akulturasi dan reinterpretasi simbolik yang sedang berlangsung yang menjembatani kepercayaan tradisional Jawa dengan ajaran Islam. Temuan tersebut menyoroti fungsi ganda ritual untuk menjaga ikatan komunal dan membentuk identitas agama dalam konteks budaya-hibrida yang terus berkembang. Makalah ini diakhiri dengan menawarkan perspektif baru untuk mengintegrasikan elemen budaya dalam strategi proselitisasi agama dan dakwah kultural.