Search Articles & Publications

Showing 2589 articles found for "Sebagai"

PENGARUH POSITIF DAN NEGATIF MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL, PSIKOLOGIS, DAN PERILAKU REMAJA YANG TIDAK TERBIASA DENGAN TEKNOLOGI SOSIAL MEDIA

Nathasya Manafe, Ongki Bani, Novantri Kelendonu, Relis Roku Wag, Okma Feoh, Yenry Anastasia Pelondou
Abstract: Dampak positif dan negatif dari media sosial terhadap perkembangan sosial, psikologis, dan perilaku remaja yang belum terbiasa dengan teknologi media sosial. Di era digital ini, cara berinteraksi sosial telah berubah, terutama… rutama bagi remaja yang dibesarkan di tengah kemajuan teknologi yang cepat. Namun, tidak semua remaja beradaptasi dengan cara yang sama terhadap teknologi ini. Remaja yang masih asing dengan media sosial mungkin mengalami tantangan tersendiri saat menjelajahi dunia digital. Di sisi positif, media sosial dapat berfungsi sebagai alat untuk memperluas jaringan sosial, mendorong pembelajaran, dan membantu dalam pengembangan jati diri. Mereka dapat menemukan komunitas yang memiliki minat serupa, bertukar informasi, dan mengekspresikan kreativitas mereka. Namun, ada juga sisi negatif yang signifikan. Terpapar konten yang tidak pantas, mengalami cyberbullying, membandingkan diri secara sosial yang merugikan, dan risiko kecanduan bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan perilaku remaja. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap sekelompok remaja yang diidentifikasi kurang akrab dengan media sosial. Temuan studi ini menunjukkan bahwa remaja dalam kelompok ini lebih rentan terhadap dampak negatif dari media sosial, seperti kecemasan sosial dan penurunan rasa percaya diri, disebabkan oleh kurangnya keterampilan digital dan strategi menghadapinya yang efektif. Di sisi lain, beberapa remaja berhasil memanfaatkan media sosial secara positif untuk keperluan pendidikan atau pengembangan keterampilan, meskipun dengan pengawasan yang lebih ketat. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan literasi digital yang menyeluruh dan dukungan psikososial bagi remaja, terutama bagi mereka yang kurang familiar dengan teknologi, untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko dari penggunaan media sosial.

MEMBANGUN JATI DIRI BANGSA SINERGI ANTARA KEARIFAN LOKAL DAN PANCASILA DALAM PENDIDIKAN KAUM MUDA

Nelci Halla, Ignasius Febryanto Ipi Dawan, Theodora Antonia Jawa Wain
Abstract: Pancasila sebagai dasar negara Indonesia bukan hanya fondasi ideologis, tetapi juga pedoman moral dan spiritual bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam era globalisasi yang sarat dengan arus modernisasi dan budaya… luar, nilai nilai pancasila seringkali mengalami degradasi dalam kehidupan kaum muda. Oleh karena itu, perlu dilakukan revitalisasi nilai nilai pancasila melalui sinergi dengan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Artiel ini membahas pentingnya sinergi antara pancasila dan kearifan lokal dalam membangun jati diri bangsa melalui pendidikan kaum muda. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis literatur dan studi kasus. Hasil pembahasan menunjukan bahwa integrasi nilai-niai lokal seperti gotong royong, musyawarah, toleransi dan tanggung jawab sosial dalam pendidikan dapat memperkuat pemahaman pancasila di kalangan generasi muda. Dengan demikian, pendidikan berbasis kearifan lokal dan pancasila dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter bangsa yang kuat, berakar pada budaya, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

DIALOG ANTARA SPIRITUALITAS HENDRIKUS LEVEN DAN SPIRITUALITAS KEHIDUPAN: PERSPEKTIF TEOLOGIS

Fravita Harati Leton, Apolonaris BataTeron, Nelci Halla
Abstract: Artikel ini menganalisis dialog antara spiritualitas Hendrikus Leven dan spiritualitas kehidupan dalam konteks teologi Katolik. Hendrikus Leven, seorang imam Katolik Belanda (192-2000), dikenal karena pendekatannya yang… mengintegrasi iman dengan kenyataan sehari-hari. Spiritualitas kehidupan, di sisi lain, merujuk pada praktik spiritual yang menekankan pengalaman hidup manusia sebagai sarana pertemuan dengan Tuhan. Melalui perspektif teologis Katolik, artikel ini mengeksplorasi kesamaan, perbedaan, dan sinergi keduanya, dengan dukungan dari ajaran Gereja seperti Katekismus Gereja Katolik dan ensiklik kepausan. Temuan menunjukan bahwa dialog ini memperkuat integrasi antara kontemplasi pribadi dan aksi duniawi, mendorong spiritualitas yang holistik dan relevan dengan tantangan modern.

MENCIPTAKAN KEHIDUPAN SEIMBANG DENGAN SPIRITUALITAS LEVEN

Niswah Eka, Maria Yuni Ayu Welo, Elisabeth Putri Sogen, Agnes Widyatriz Barek Badin
Abstract: :  Keseimbangan hidup merupakan kondisi ideal yang diupayakan banyak individu di tengah dinamika modern yang penuh tekanan, tuntutan sosial, serta perubahan nilai yang cepat. Artikel ini mengkaji konsep Spiritualitas Leven… ven sebagai pendekatan komprehensif dalam menciptakan kehidupan yang seimbang secara fisik, emosional, mental, sosial, dan spiritual. Spiritualitas Leven dipahami sebagai kesadaran mendalam akan makna hidup, hubungan harmonis dengan diri sendiri, sesama, alam, serta dimensi transenden yang diyakini sebagai sumber nilai dan kedamaian batin. Melalui pembahasan teoritis dan refleksi praktis, artikel ini menyoroti bagaimana integrasi spiritualitas dalam rutinitas harian dapat meningkatkan kualitas kesadaran diri, ketenangan batin, kecerdasan emosional, serta kemampuan adaptasi terhadap tantangan hidup. Berbagai prinsip kunci seperti penerimaan diri, rasa syukur, mindfulness, kepedulian, dan pencarian makna dibahas sebagai fondasi untuk membangun keseimbangan hidup yang berkelanjutan. Selain itu, artikel ini menelusuri peran komunitas, budaya, dan lingkungan dalam mendukung pertumbuhan spiritual seseorang. Dengan menggabungkan perspektif psikologi positif, etika, dan nilai-nilai spiritual. Spiritualitas Leven menawarkan jalan bagi individu untuk menemukan harmoni antara pencapaian material dan kedamaian batin. Pada akhirnya, artikel ini menegaskan bahwa penguatan spiritualitas bukan hanya kebutuhan personal, tetapi juga kontribusi kolektif dalam membangun masyarakat yang lebih humanis, berempati, dan berkesadaran tinggi. Dengan demikian, penerapan Spiritualitas Leven Diharapkan dapat menjadi strategi transformatif untuk menciptakan kehidupan yang lebih bermakna, seimbang, dan penuh keberkahan.

ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN PLATFORM DAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN UMKM KULINER DI KABUPATEN BANDUNG

Riyandi, Asep Zulkifli Achmad
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemanfaatan platform digital dan strategi pemasaran digital dalam meningkatkan volume penjualan UMKM kuliner di Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan… kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga UMKM, yaitu Kopi Lembah Cimanong, Dan’Steak, dan D’Blas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta didukung oleh analisis SWOT dan triangulasi data untuk memastikan keabsahan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga UMKM telah memanfaatkan platform digital seperti media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran, namun pemanfaatannya belum optimal. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan literasi digital, sumber daya manusia, waktu pengelolaan, serta pemahaman terhadap strategi pemasaran digital yang terintegrasi. Meskipun demikian, penerapan konten digital, interaksi dengan konsumen, dan konsistensi pemasaran digital terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan volume penjualan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pemanfaatan platform digital dan penerapan strategi pemasaran digital yang terencana berperan penting dalam meningkatkan volume penjualan UMKM kuliner.

PERJALANAN SPIRITUALITAS HENRICUS LEVEN DAN SPIRITUAL KEHIDUPAN MANUSIA

Donatus Daga, Adrianus Tolan Kayan, Nelci Halla
Abstract: Artikel ini mengangkat dan mengkaji secara mendalam perjalanan spiritualitas Henricus Leven, seorang tokoh yang dikenal memiliki kedalaman refleksi batin, ketekunan dalam pencarian makna hidup, serta kemampuan untuk memadukan… dukan pengalaman spiritual dengan tantangan realitas modern.Spiritualitas dalam pandangan Henricus Leven tidak hanya berkaitan dengan ritual keagamaan atau praktik ibadah, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan manusia: hubungan dengan Tuhan, sesama, alam, serta kehidupan batin yang paling personal. Leven melihat spiritualitas sebagai sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan proses pengenalan diri, pergulatan, keheningan, kesadaran, dan transformasi. Ia memandang bahwa setiap manusia memiliki panggilan untuk menemukan Tuhan dalam pengalaman sehari-hari, baik melalui keberhasilan maupun kegagalan, melalui kebahagiaan maupun penderitaan. Pemahaman ini membuat spiritualitas menjadi sesuatu yang dekat, membumi, dan dapat dialami oleh siapa pun.Dalam artikel ini, dilakukan kajian mendalam mengenai bagaimana perjalanan spiritualitas dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Spiritualitas tidak hanya memperkaya kehidupan religius seseorang tetapi juga membentuk karakter, etika, pola pikir, dan cara manusia memaknai hidup. Spiritualitas berperan sebagai fondasi moral dan emosional yang menguatkan manusia ketika menghadapi kesulitan, tekanan hidup, kekecewaan, serta perubahan zaman. Selain itu, artikel ini juga mengangkat pandangan para ahli tentang definisi spiritualitas yang semakin berkembang seiring perubahan paradigma ilmu pengetahuan modern. Para ahli melihat spiritualitas sebagai pencarian makna, hubungan pribadi dengan yang transenden, dimensi terdalam manusia, serta kesadaran akan tujuan hidup.

ENERGI KEHIDUPAN PRAKTIK SPIRITUAL HENRIKUS LEVEN DALAM RUTINITAS SEHARI-HARI

Nelci Halla, Gamaliel Jiran .T. Koten, Elisabeth Prada Wato, Petronela Irene Letor
Abstract: Artikel ini membahas makna energi kehidupan dalam praktik spiritual Henriks Leven dan bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari. Energi kehidupan dipahami sebagai kekuatan batin yang membantu… seseorang mencapai ketenangan, kesadaran, dan keseimbangan dalam menjalani aktivitas harian. Henriks Leven menekankan bahwa spiritualitas tidak harus diwujudkan melalui ritual formal, tetapi dapat hidup melalui tindakan sederhana seperti bernafas sadar, bekerja dengan fokus, menjaga hubungan yang harmonis, dan merawat diri secara penuh kesadaran. Dengan mengintegrasikan praktik-praktik ini ke dalam kegiatan sehari-hari, seseorang dapat membangun kualitas hidup yang lebih bermakna, damai, dan selaras dengan lingkungan sekitarnya. Artikel ini menguraikan bagaimana pemahaman spiritualitas menurut Leven dapat membantu individu memperkuat ketenangan batin serta membentuk rutinitas yang sehat, positif, dan penuh kesadaran.

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PELANGGAN PADA TOKO ONLINE SHOPEE MIDDLEHIGH CLOTHS

Zidane Wildansyah Setiawan, Wentri Merdiani
Abstract: Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan perilaku konsumen dalam melakukan pembelian produk fashion, khususnya melalui platform e-commerce seperti Shopee. Persaingan bisnis fashion online yang semakin ketat membuat… buat kualitas produk dan citra merek menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Middlehigh Clothes sebagai brand lokal berbasis streetwear menghadapi tantangan dalam memperkuat citra merek serta memastikan konsistensi kualitas produknya agar mampu bersaing dengan kompetitor.             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan citra merek terhadap keputusan pembelian pelanggan pada Shopee Middlehigh Clothes, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 97 responden yang merupakan pelanggan Shopee Middlehigh Clothes. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji t, uji F, serta koefisien determinasi.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Citra merek juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, kualitas produk dan citra merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pelanggan.             Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kualitas produk yang konsisten serta citra merek yang positif merupakan faktor utama yang mampu meningkatkan keputusan pembelian konsumen pada Shopee Middlehigh Clothes.

PENDIDIKAN KARAKTER DAN ETIKA DALAM PENDIDIKAN

Evania Kristanti Yaku Danga, Gralesia Tenti Septiwita Sobeukum, Grace Imanuela Bili Katoda, Erdin Edward Fatuli, Gayus Bere
Abstract: Pendidikan karakter dan etika adalah elemen krusial dalammenciptakan generasi yang tidak hanya berhasil dalam bidangakademik, tetapi juga memiliki moralitas dan kepribadianyang kuat. Penelitian ini menerapkan metode studi… i literaturuntuk mengeksplorasi pentingnya integrasi pendidikankarakter dan etika di dalam lingkungan pendidikan,Temuandari penelitian tersebut menunjukkan bahwa tujuanpendidikan karakter adalah untuk menanamkan nilai-nilaimoral seperti tanggung jawab, kejujuran, disiplin, dan empati.Di sisi lain, etika berfungsi sebagai panduan perilaku yangmengatur hubungan di dalam lingkungan belajar. Penerapankarakter dan etika terlihat dalam perilaku siswa danmahasiswa di berbagai kegiatan akademik maupun sosial,seperti menghargai dosen dan teman, menghindari tindakanyang tidak etis, bekerja sama, serta berpartisipasi dalamkegiatan masyarakat. Namun, implementasi pendidikankarakter dan etika menghadapi banyak tantangan, termasukdampak negatif dari media sosial, kurangnya teladan dariorang dewasa, perbedaan nilai antarbudaya, serta lemahnyapembiasaan dan pengawasan lingkungan. Meskipun begitu,pendidikan karakter dan etika membawa pengaruh positifyang besar bagi perkembangan mahasiswa, sepertimembangun rasa tanggung jawab, meningkatkan rasa percayadiri, memperkuat keterampilan sosial, serta menumbuhkankepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Karena itu,kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangatpenting untuk menciptakan suatu lingkungan pendidikan yangetis dan berkarakter, demi menyiapkan generasi yangberintegritas dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

SOCIAL ETHICS AND DEVIANT BEHAVIOR: A SOCIAL PSYCHOLOGICAL REVIEW OF THE PHENOMENON OF BULLYING

Sonia Armeliana Mnir, Sisilia Susana Naklui, Sonia, Sumari Novika Manao, Susanti Tabun, Thimotius Nau, Tirsa Tapatab, Yenry Anastasia Pellondou
Abstract: Bullying merupakan bentuk perilaku menyimpang yang melanggar etika sosial dan menimbulkan dampak serius terhadap korban, pelaku, maupun lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena bullying dari perspektif… pektif psikologi sosial dengan fokus pada pelanggaran etika sosial yang mendasarinya. Menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji 21 sumber akademik terkini (publikasi 2023-2025) termasuk jurnal ilmiah, laporan pengabdian kepada masyarakat, dan hasil penelitian empiris tentang bullying di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan manifestasi dari lemahnya internalisasi nilai-nilai etika sosial seperti empati, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama. Faktor-faktor penyebabnya meliputi lingkungan keluarga yang tidak harmonis, pengaruh teman sebaya yang negatif, paparan media massa, lemahnya sistem sekolah, dan ketimpangan status sosial. Dampak psikologis yang ditimbulkan mencakup kecemasan (34,72%), rendah diri (27,46%), depresi (22,28%), hingga trauma berkepanjangan (15,54%). Penelitian di MTs Negeri Ambon menunjukkan bullying verbal (35,75%) sebagai bentuk yang paling dominan. Pencegahan bullying memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan penguatan etika komunikasi, pendidikan karakter berbasis nilai moral, dan kolaborasi multipihak antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Integrasi teori psikologi sosial seperti Social Learning Theory, Teori Perkembangan Moral Kohlberg, Teori Asosiasi Diferensial, dan Teori Identitas Sosial menjadi landasan penting dalam merancang strategi intervensi yang efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman etika sosial yang kuat menjadi fondasi penting dalam mencegah perilaku menyimpang dan menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan harmonis.