Abstract:This study aims to examine the effect of implementing the Sam'iyah Syafawiyah method based on a communicative approach on students' self-confidence in speaking Arabic through a library research approach. The study employs…
s a qualitative method with a systematic literature review, analyzing and synthesizing scientific sources including books, international and national journals, articles, proceedings, and relevant research findings. Data sources were obtained from scientific databases such as Google Scholar, JSTOR, ScienceDirect, ERIC, and national digital repositories. The findings consistently demonstrate that the Sam'iyah Syafawiyah method integrated with the communicative approach has a positive and significant influence on students' self-confidence in speaking Arabic. This effect operates through four main mechanisms: (1) repetitive drilling builds mastery experience; (2) native speaker audio models provide vicarious experience; (3) the communicative approach reduces affective filters; and (4) intensive practice promotes automaticity in Arabic speech production. This study concludes that the integration of both methods constitutes an effective and recommended pedagogical strategy for improving self-confidence in Arabic speaking.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan metode Sam'iyah Syafawiyah berbasis pendekatan komunikatif terhadap kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara bahasa Arab melalui pendekatan library research (studi kepustakaan). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan kajian literatur sistematis, yakni menganalisis dan mensintesis berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal nasional dan internasional, artikel, prosiding, dan hasil penelitian yang relevan. Sumber data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah seperti Google Scholar, JSTOR, ScienceDirect, ERIC, dan repositori digital nasional. Hasil kajian secara konsisten menunjukkan bahwa metode Sam'iyah Syafawiyah yang diintegrasikan dengan pendekatan komunikatif memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara bahasa Arab. Pengaruh ini bekerja melalui empat mekanisme utama: (1) latihan drill berulang membangun mastery experience; (2) model audio native speaker memberikan vicarious experience; (3) pendekatan komunikatif menurunkan filter afektif; dan (4) latihan intensif mendorong otomatisasi produksi ujaran bahasa Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kedua metode tersebut merupakan strategi pedagogis yang efektif dan direkomendasikan untuk meningkatkan kepercayaan diri berbicara bahasa Arab.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman kalimat thayyibah melalui media flashcard pada anak usia 5–6 tahun di PAUDQ Al Kamal Kota Bekasi. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK)…
(PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 9 anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media flashcard dilakukan melalui kegiatan pembuka, inti, dan penutup yang melibatkan penggunaan gambar konkret, permainan edukatif, serta praktik langsung sesuai dengan situasi kehidupan sehari-hari anak. Penggunaan media flashcard terbukti dapat meningkatkan pemahaman kalimat thayyibah yang mencakup aspek pemahaman makna, penggunaan kalimat thayyibah sesuai konteks, dan konsistensi pengucapan. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase pemahaman anak dari 35% pada tahap prapenelitian menjadi 61% pada siklus I dan meningkat menjadi 90% pada siklus II. Dengan demikian, media flashcard efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman kalimat thayyibah pada anak usia dini di PAUDQ Al Kamal Kota Bekasi.
Abstract:This article aims to examine the strengthening of the bi’ah lughawiyah (Arabic language environment) through madrasah management in supporting the effectiveness of Arabic language learning. This study employs a library research…
research method with a descriptive-qualitative approach by collecting data from various literature sources such as books, scientific journals, articles, and documents relevant to Islamic educational management and Arabic language learning. The results of the study indicate that the success of establishing a bi’ah lughawiyah is influenced by the role of madrasah management, which includes planning language programs, organizing language activities, implementing Arabic language habituation, and continuously evaluating the programs. In addition, the support of madrasah principals, teachers, and the educational environment are important factors in creating an active and communicative language atmosphere. Strengthening the bi’ah lughawiyah not only improves students’ Arabic language skills but also forms an Islamic academic culture within the madrasah environment. Therefore, well-directed and systematic madrasah management becomes one of the main keys to optimizing Arabic language learning in the era of contemporary education
Abstract:Money politics, referred to as "the mother of corruption," is a major and frequent problem in Indonesia’s direct leadership succession processes. Voter choice is not merely a procedure; the electoral process is an important…
rtant instrument to correct, assess, evaluate, and improve the administration of government. If vote-buying is allowed to continue, its impact can be significant and even harm the state or regions. Candidates who win through vote-buying have the potential to maintain power in an unhealthy manner.
This study aims to analyze the role of the Election Supervisory Agency (Bawaslu) of Tanimbar Islands Regency in efforts to prevent vote-buying during the 2024 Regional Head Election. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through interviews, observations, and documentation. Findings indicate that Bawaslu implemented various preventive strategies, such as public outreach, vulnerability mapping, and anti–vote-buying patrols. However, several constraints were identified, including limited human resources, difficult and remote geographic conditions, and a local political culture that remains tolerant of vote-buying transactions. This study recommends increasing community participation, utilizing technology in oversight activities, and strengthening cross-institutional collaboration to make efforts to prevent vote-buying more effective.
Abstract:Studi ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi guru dalam membentuk karakter siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di era digital saat ini. Ini juga bertujuan untuk menemukan cara-cara yang bisa digunakan untuk mengatasi…
ngatasi perubahan yang dibawa oleh teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informasi ini dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, makalah ilmiah, dan referensi penting lainnya yang berhubungan dengan pendidikan karakter dan perkembangan teknologi digital dalam pendidikan. Metode pengumpulan data melibatkan pemeriksaan berbagai dokumen. Ini dilakukan dengan membaca, memahami, dan menganalisis berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan besar bagi para guru dalam membimbing karakter siswa MI. Tantangan-tantangan ini meliputi penggunaan gadget yang berlebihan, kurangnya perhatian siswa terhadap belajar, sedikitnya interaksi sosial secara langsung, dampak buruk dari media sosial, dan kurangnya bimbingan dari orang tua tentang bagaimana anak-anak menggunakan teknologi digital. Selain itu, kemajuan teknologi mempengaruhi bagaimana sikap siswa dan karakter mereka. Ini termasuk masalah seperti kurangnya disiplin, menggunakan bahasa yang tidak baik, dan kecenderungan untuk meniru perilaku negatif yang terlihat di internet dan media sosial. Ketika menghadapi tantangan ini, guru sangat penting karena mereka mendidik, membimbing, menjadi panutan, dan mengawasi untuk membantu siswa menggunakan teknologi dengan bijak. Guru dapat menggunakan beberapa cara, seperti memanfaatkan alat belajar digital, mengajarkan nilai-nilai karakter dengan memberikan contoh, membiasakan siswa dengan kebiasaan baik, mengamati cara siswa menggunakan perangkat mereka, dan bekerja sama dengan orang tua untuk memantau penggunaan teknologi oleh siswa. Jadi, mengajarkan karakter di era digital saat ini harus dilakukan secara rutin, agar siswa dapat memanfaatkan teknologi dengan cara yang baik sambil tetap menjaga nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengatasi kendala pembelajaran PJOK di sekolah dasar dengan keterbatasan fasilitas sebagai upaya mengisi gap riset yang telah diidentifikasi sebelumnya. Penelitian…
elitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru, kendala pembelajaran, dan tingkat efektivitasnya merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dalam pelaksanaan pembelajaran PJOK. Dari sisi strategi, guru mampu menerapkan pendekatan adaptif melalui modifikasi alat sederhana, penggunaan metode berbasis permainan, serta pengelolaan kelas yang fleksibel. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga pembelajaran tetap aktif dan bermakna meskipun fasilitas terbatas. Namun, terdapat kendala signifikan yang dihadapi guru, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kurangnya variasi metode. Kendala tersebut tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga mempengaruhi motivasi dan perkembangan keterampilan motorik siswa. Meskipun demikian, strategi yang diterapkan guru menunjukkan efektivitas yang cukup baik, ditandai dengan meningkatnya partisipasi siswa, pemahaman konsep dasar, serta pengelolaan pembelajaran yang lebih efisien dan kondusif. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas dan kemampuan adaptasi guru menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas pembelajaran PJOK di tengah keterbatasan fasilitas. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model strategi adaptif yang dapat dijadikan rujukan bagi guru dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di sekolah dasar.
Abstract:Pelaksanaan kebijakan pemasyarakatan dalam pemenuhan hak pelayanan kesehatan warga binaan dengan HIV/AIDS masih menghadapi persoalan mendasar yang bersifat menyeluruh. Meskipun Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan…
emasyarakatan secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga binaan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara dengan standar nasional, realitas di lapangan menunjukkan bahwa keterbatasan tenaga medis, lemahnya sosialisasi regulasi kepada pelaksana di level operasional, prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya disesuaikan dengan regulasi terbaru, serta melemahnya jejaring pendampingan dari lembaga swadaya masyarakat menjadi hambatan nyata dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pemasyarakatan dalam pemenuhan hak pelayanan kesehatan warga binaan dengan HIV/AIDS di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap 13 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi telah berjalan, namun belum optimal, dengan dimensi disposisi menjadi kekuatan utama, sementara keterbatasan tenaga medis dan kesenjangan sosialisasi regulasi menjadi hambatan paling kritis. Melalui empat dimensi Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, penelitian ini mengidentifikasi celah sekaligus kekuatan dalam pelaksanaan kebijakan agar warga binaan dengan HIV/AIDS dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang manusiawi dan bermartabat.
Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan, HIV/AIDS, Implementasi Kebijakan, Pemasyarakatan.
The implementation of correctional policy faces ongoing systemic obstacles in fulfilling the health service rights of inmates with HIV/AIDS. Despite Law Number 22 of 2022 on Corrections mandating equivalent health services for inmates, practical challenges persist, including a shortage of medical personnel, inadequate dissemination of regulations, misaligned bureaucratic procedures, and limited support from non-governmental organizations. This study argues that these barriers significantly hinder the realization of humane and dignified health services for inmates with HIV/AIDS. Using George C. Edwards III's policy implementation model, the study examines these issues at the Class IIA Narcotics Correctional Institution in Jakarta. Employing a descriptive qualitative approach, it draws on in-depth interviews, field observations, and document analysis with 13 informants. Findings indicate that while policy implementation is underway, it is not yet fully optimal; disposition emerges as a strength, but medical resource limitations and weak regulatory communication remain significant barriers. Through Edwards III’s four dimensions—communication, resources, disposition, and bureaucratic structure—the study identifies gaps and strengths to guide more effective health service delivery for inmates with HIV/AIDS.
Keywords: Health service, HIV/AIDS, Policy Implementation, Prisoner
Abstract:Lesson Plan (RPP) is an important component in the learning process that functions as a guide for teachers in conducting teaching and learning activities. This study aims to analyze Social Studies (IPS) lesson plans in the…
the 2013 Curriculum and the simplified lesson
plans, as well as to examine the differences, strengths, and weaknesses of both in
supporting the learning process. This research employs a descriptive qualitative approach
using a library research method and comparative analysis. Data were obtained from
official documents, books, and relevant scientific journals. The results show that the 2013
Curriculum lesson plan has complete, detailed, and systematic components, providing
structured guidance for teaching, but it tends to be complex and burdens teachers
administratively. Meanwhile, the simplified lesson plan only consists of three main
components, namely learning objectives, learning activities, and assessment, making it
more flexible, practical, and efficient. In Social Studies learning, the simplified lesson
plan is considered more relevant as it accommodates contextual and student-centered
learning. However, the effectiveness of the simplified lesson plan highly depends on
teachers’ pedagogical competence in designing and implementing learning activities.
Therefore, teachers’ skills and creativity are required to ensure that the simplified lesson
plan can optimally achieve learning objectives.
Abstract:This research aims to conduct a theoretical comparative analysis between Transformational Leadership and Servant Leadership models in the context of quality improvement in Islamic educational institutions. As a library research,…
esearch, this article synthesizes various contemporary management literatures and Islamic leadership treasures to find the most effective leadership model for educational institution development. The results show that transformational leadership is crucial in accelerating vision, innovation, and organizational culture change oriented towards quality (itqan). On the other hand, servant leadership provides a foundation for strengthening teamwork through a service-oriented approach (khidmah) and empathy, which is aligned with prophetic values. The conclusion of this study emphasizes that the synergy between transformational vision and a service-oriented spirit is the key to building a sustainable quality culture in Islamic educational institutions, where leaders are able to encourage organizational achievement while maintaining internal team harmony through the spirit of ukhuwah and ta’awun.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak gaya hidup dan citra merek pada keputusan pembelian produk fashion hijab merek Umama di kalangan mahasiswa Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi. Dalam industri fashion yang berkembang…
mbang pesat, perilaku konsumen memainkan peran krusial bagi kesuksesan merek. Gaya hidup, yang mencerminkan aktivitas, minat, dan pandangan pribadi, serta citra merek sebagai gambaran persepsi konsumen, diidentifikasi sebagai pendorong utama dalam proses pembelian produk fashion. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa gaya hidup memberikan pengaruh positif dan bermakna terhadap keputusan pembelian hijab Umama. Demikian pula, citra merek terbukti berdampak positif dan signifikan, di mana persepsi yang baik mengenai kualitas, desain, dan reputasi merek mampu meningkatkan minat beli mahasiswa. Secara bersama-sama, gaya hidup dan citra merek berkontribusi sebesar 68,9% terhadap keputusan pembelian, menunjukkan bahwa pilihan konsumen dipengaruhi oleh interaksi antara aspek psikologis, sosial, dan persepsi superioritas merek. Temuan ini menawarkan saran bagi pelaku industri fashion untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dengan lebih memahami pola hidup konsumen serta membentuk citra merek yang kokoh dan sesuai konteks.