Abstract:Dunia pendidikan saat ini, khususnya di abad ke-21 , membutuhkan cara belajar yang peka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan , teknologi, dan berbagai kondisi dunia. Selain itu , cara belajar ini harus bisa mengembangkan kemampuan…
emampuan berpikir kritis, kreatif , berkolaborasi , dan mudah menyesuaikan diri pada diri siswa . Di Indonesia, situasi ini semakin rumit karena kurikulum yang sering berganti dan pengaruh pandemi COVID-19 yang menciptakan ketidakmerataan dalam kesempatan belajar serta penurunan kualitas pengajaran. Untuk menjawab permasalahan tersebut , pemerintah memperkenalkan Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya pemikiran mendalam , pembelajaran yang berpusat pada siswa, pembelajaran yang disesuaikan , serta pembentukan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini didedikasikan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada jenjang sekolah dasar melalui wawasan literatur . Kajian ini akan membedah cara penerapannya , faktor -faktor penentu keberhasilan, serta kendala-kendala yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka membawa dampak yang baik, termasuk kemajuan yang lebih pesat dalam pembelajaran , pemanfaatan cara yang lebih sesuai dengan keadaan , serta peningkatan keterlibatan dan semangat belajar siswa. Guru pun mendapatkan ruang lebih luas untuk berkreasi dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. Namun demikian, penerapan kurikulum ini masih terkendala oleh beberapa hal , seperti pemahaman guru yang belum menyeluruh , tantangan dalam melakukan asesmen awal dan pembelajaran yang beragam , serta keterbatasan sarana dan prasarana di beberapa sekolah. Keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kemampuan guru, dukungan dari pimpinan sekolah, dan ketersediaan sumber daya yang cukup . Maka dari itu, perlu adanya kerja sama yang baik antara pemerintah, pihak sekolah, dan para guru untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, memperkokoh dukungan fasilitas, serta menjamin adanya kebijakan yang berkesinambungan agar implementasi Kurikulum Merdeka bisa berjalan maksimal dan merata.
Abstract:Transformasi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia menjadi lebih cepat, instan, dan berbasis platform. Fenomena ini melahirkan konsep “Konsumen 5.0”, yaitu konsumen yang hidup dalam ekosistem digital…
tal yang terintegrasi dengan teknologi cerdas seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, dan platform e-commerce/fintech. Di sisi lain, risiko konsumen semakin kompleks, mulai dari penipuan online, kebocoran data, produk tidak sesuai deskripsi, hingga manipulasi informasi melalui algoritma dan iklan digital. Dalam konteks ini, perlindungan konsumen tidak lagi hanya bersifat represif melalui penegakan hukum, tetapi juga preventif melalui komunikasi dan edukasi yang efektif. Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) memiliki peran strategis sebagai lembaga yang memberikan saran dan rekomendasi kepada pemerintah serta menerima pengaduan masyarakat terkait perlindungan konsumen. Artikel ini bertujuan menganalisis peran BPKN RI dalam melindungi Konsumen 5.0 melalui pendekatan komunikasi dan edukasi. Metode yang digunakan adalah kajian literatur berbasis yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan analisis dokumen, meliputi UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dokumen BPKN, serta literatur terkait komunikasi publik dan literasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa BPKN RI telah mengembangkan berbagai inisiatif komunikasi dan edukasi, seperti website resmi, media sosial, kampanye publik, dan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital masyarakat, perkembangan teknologi yang sangat cepat, dan keterbatasan regulasi masih menjadi hambatan. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan strategi komunikasi dan edukasi berbasis digital sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan daya kritis Konsumen 5.0. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan komunikasi digital, peningkatan program edukasi konsumen, perluasan jangkauan sosialisasi, serta penguatan peran BPKN dalam kebijakan nasional perlindungan konsumen di era digital.
Abstract:Penelitian ini membahas tentang manajemen guru dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMA Negeri 4 Palopo. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa serta bagaimana peran guru dalam mengelola…
ngelola proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan minat belajar siswa di sekolah. Minat belajar merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran karena dapat memengaruhi keaktifan dan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa di SMA Negeri 4 Palopo. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran mengenai kondisi minat belajar siswa serta bagaimana manajemen guru dalam mengelola pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa di SMA Negeri 4 Palopo masih bervariasi. Manajemen guru dalam meningkatkan minat belajar siswa dilakukan melalui perencanaan pembelajaran yang baik, pelaksanaan pembelajaran dengan metode yang bervariasi, serta evaluasi pembelajaran untuk melihat perkembangan belajar siswa. Selain itu, guru juga berperan sebagai motivator dan fasilitator dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk serta langkah-langkah implementasi manajemen mutu terpadu (Total Quality Management/TQM) dalam pelayanan administrasi di SMP Negeri 8 Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan…
endekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, staf administrasi, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TQM telah berjalan dengan baik melalui pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna, penerapan SOP yang jelas, serta keterlibatan aktif seluruh stakeholder. Proses implementasi dilakukan melalui siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act) yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Secara keseluruhan, pelayanan administrasi di sekolah ini dinilai efektif, terstruktur, dan mampu meningkatkan kepuasan pengguna layanan.
Abstract:Penelitian dilakukan dengan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha kopi. Analisis data dilakukan melalui tahap pengolahan…
engolahan data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan, sehingga memberikan gambaran yang terstruktur dan mendalam mengenai praktik pengelolaan keuangan pada usaha tersebut. Fokus penelitian meliputi pemahaman literasi keuangan, kesadaran terhadap nilai uang dan risiko utang, serta penerapan perilaku keuangan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi dalam tingkat literasi keuangan pelaku usaha kopi. Sebagian informan telah menyadari pentingnya pencatatan transaksi dan pengaturan arus kas, serta perencanaan penggunaan keuntungan, sementara sebagian lainnya masih menggunakan metode tradisional dan pencatatan belum dilakukan secara konsisten. Pada aspek kesadaran keuangan, pelaku usaha menunjukkan sikap menghargai nilai uang, berhati-hati dalam mengambil utang, serta melakukan upaya menabung dan menetapkan tujuan keuangan jangka pendek maupun panjang, meskipun penerapannya belum sepenuhnya optimal. Sedangkan pada aspek perilaku keuangan, Sebagian pelaku usaha sudah melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha, mengendalikan pengeluaran, serta menyediakan dana cadangan, namun masih terdapat keterbatasan dalam perencanaan keuangan yang sistematis dan berkelanjutan.
Ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi dan kesadaran keuangan sangat diperlukan guna memperkuat perilaku pengelolaan keuangan pelaku bisnis kopi secara lebih terstruktur. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan program edukasi dan pendampingan keuangan bagi pelaku usaha kopi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu laporan keuangan Telkom…
om sedangkan yang menjadi sampel adalah tahun 2013 sampai dengan 2022. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan rasio keuangan. Hasil penelitian berdasarkan analisis rasio likuiditas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas Telkom belum efisien dalam mengelola asset dan ekuitas yang dimiliki untuk meningkatkan penjualan, memperoleh laba maksimal serta mampu membayar hutang jangka pendek. Jika dilihat dari rasio solvabilitas Telkom mampu untuk membayar hutang jangka panjang dengan asset dan ekuitas yang dimilikinya. Telkom lebih baik jika dibandingkan dengan rata – rata industri perusahaan telekomunikasi dan berpotensi dapat berkembang di masa yang akan datang.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan pada Klinik Marisa yang berlokasi di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, serta mengidentifikasi aspek layanan yang paling berkaitan dengan kualitas layanan…
ayanan berdasarkan persepsi pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan SERVQUAL yang meliputi lima dimensi, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy, serta didukung dengan analisis SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan secara umum dinilai baik, terutama pada dimensi Tangibles, Assurance, dan Empathy, dimana fasilitas klinik dinilai bersih dan cukup nyaman, staf berpenampilan rapi serta mampu memberikan penjelasan prosedur dengan jelas sehingga menumbuhkan rasa percaya pelanggan. Namun demikian, pada dimensi Reliability dan Responsiveness ma sih ditemukan kendala berupa ketidaktepatan waktu pelayanan, keterlambatan kehadiran dokter sesuai jadwal, serta lambatnya respons komunikasi kepada pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aspek layanan yang paling berkaitan dengan kualitas layanan adalah keandalan dan daya tanggap staf dalam memberikan pelayanan. Berdasarkan analisis SWOT, strategi yang direkomendasikan adalah strategi WO (Weakness-Opportunity) dan WT (Weakness-Threat), yaitu dengan meminimalkan kelemahan internal melalui perbaikan manajemen jadwal dan peningkatan respons komunikasi untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan layanan kecantikan, serta meningkatkan konsistensi operasional dan standar pelayanan guna mengurangi dampak persaingan dan menjaga loyalitas pelanggan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak klinik dalam meningkatkan kualitas layanan
Abstract:Perkembangan motorik halus pada anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kesiapan belajar dan kemandirian dalam aktivitas akademik maupun kehidupan sehari-hari. Pengalaman sensorik berbasis tekstur dipandang memiliki…
i potensi dalam memperkuat koordinasi otot-otot kecil melalui aktivitas manipulatif yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk implementasi, proses pelaksanaan, dan dampak penggunaan media sensorik berbasis tekstur dalam menstimulasi motorik halus anak usia empat sampai lima tahun di PAUD Plmboyan 3 Karawang Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksploratif. Subjek penelitian adalah anak usia empat sampai lima tahun, dengan informan guru kelas dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media tekstur melalui tahap pengenalan, eksplorasi bebas, dan kegiatan terarah secara konsisten meningkatkan koordinasi jari, ketepatan gerak manipulatif, serta keberanian anak dalam mengeksplorasi permukaan yang beragam. Peran guru yang memberikan pendampingan proporsional turut memperkuat efektivitas stimulasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa variasi tekstur dapat diposisikan sebagai komponen pedagogis dalam pembelajaran multisensori, sekaligus menjadi rujukan praktis bagi guru PAUD dalam merancang kegiatan yang mendukung perkembangan motorik halus secara sistematis.
Abstract:Pelayanan publik merupakan kewajiban pemerintah dan institusi pendidikan tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kinerja pegawai menjadi faktor utama dalam menjamin kualitas…
layanan yang efisien, responsif, dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Rektorat Universitas Pattimura. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengacu pada indikator kinerja menurut Mahsun, yaitu produktivitas, responsivitas, dan akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai telah memberikan pelayanan yang cukup baik, ditandai dengan kecepatan, ketepatan, keterbukaan terhadap aspirasi stakeholder, dan penggunaan teknologi penunjang seperti SIAKAD. Meski demikian, terdapat hambatan berupa keterbatasan SDM, kendala teknis jaringan, dan disiplin kerja yang belum konsisten. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kompetensi, disiplin, serta inovasi pelayanan agar kualitas layanan publik dapat meningkat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan intensitas media sosial terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Ekonomi Pembangunan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Metode yang digunakan adalah…
lah kuantitatif dengan teknik stratified random sampling pada 61 responden, dan data dikumpulkan melalui kuesioner skala likert. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS 25. Hasilnya menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan, dengan nilai t hitung -0,545 dan signifikansi 0,588 > 0,05, serta koefisien regresi -0,141. Sebaliknya, intensitas media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif, dengan nilai t hitung 5,687 dan signifikansi 0,000 < 0,05, serta koefisien regresi 1,231. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan, dengan R square sebesar 37,6%. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan keuangan, mahasiswa harus memiliki kontrol diri yang kuat terhadap pengaruh media sosial agar tidak terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku.