Search Articles & Publications

Showing 105 articles found for "Bermakna"

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING BERORIENTASI HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DAN KETERAMPILAN ABAD KE-21 PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN DUKUHMENCEK 04

Mufidatur Rizqiya Permana, Dwi Cahyani, Erma Fatmawati, Mu'alimin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran IPAS… di SDN Dukuhmencek 04. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menggali secara mendalam proses pembelajaran, interaksi, serta pengalaman guru dan siswa dalam penerapan model tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL melalui proyek pembuatan pop-up book kearifan lokal mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna, serta mendorong berkembangnya keterampilan HOTS dan kompetensi abad ke-21 (4C), yaitu berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Siswa terlibat secara langsung dalam proses merancang, menyusun, dan mempresentasikan produk, sehingga pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi simultan antara PjBL, HOTS, dan keterampilan abad ke-21 dalam konteks pembelajaran IPAS berbasis kearifan lokal, serta penggunaan pendekatan kualitatif untuk mengungkap proses implementasi secara nyata di kelas. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkaya kajian pembelajaran abad ke-21 dan secara praktis memberikan panduan bagi guru dalam merancang pembelajaran inovatif, kontekstual, dan berbasis proyek di sekolah dasar.

EKSPLORASI MEDIA SENSORIK BERBASIS TEKSTUR DALAM MENSTIMULASI MOTORIK HALUS ANAK USIA 4 SAMPAI 5 TAHUN

Andepi Daryana, Marwah Triyati, Enih Hartiani, Siti Aminah, Nurul Fahimah
Abstract: Perkembangan motorik halus pada anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kesiapan belajar dan kemandirian dalam aktivitas akademik maupun kehidupan sehari-hari. Pengalaman sensorik berbasis tekstur dipandang memiliki… i potensi dalam memperkuat koordinasi otot-otot kecil melalui aktivitas manipulatif yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk implementasi, proses pelaksanaan, dan dampak penggunaan media sensorik berbasis tekstur dalam menstimulasi motorik halus anak usia empat sampai lima tahun di PAUD Plmboyan 3 Karawang Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksploratif. Subjek penelitian adalah anak usia empat sampai lima tahun, dengan informan guru kelas dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media tekstur melalui tahap pengenalan, eksplorasi bebas, dan kegiatan terarah secara konsisten meningkatkan koordinasi jari, ketepatan gerak manipulatif, serta keberanian anak dalam mengeksplorasi permukaan yang beragam. Peran guru yang memberikan pendampingan proporsional turut memperkuat efektivitas stimulasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa variasi tekstur dapat diposisikan sebagai komponen pedagogis dalam pembelajaran multisensori, sekaligus menjadi rujukan praktis bagi guru PAUD dalam merancang kegiatan yang mendukung perkembangan motorik halus secara sistematis.

MEMBANGUN LANDASAN SPIRITUALITAS MELALUI PEMIKIRAN HENDRIKUS LEVEN

Agnes Afoan Golan Nubatonis, Leornadus Baama Tobin, Nelcy Hala
Abstract: Penelitian ini menganalisis landasan kehidupan berdasarkan pemikiran Mgr. Henricus Leven, SVD, seorang tokoh penting dalam sejarah gereja dan pendidikan di Indonesia, khususnya Flores Timur. Fokus kajian ini terletak pada… a bagaimana prinsip-prinsip spiritualitas dan visi serta misi kemanusiaan Leven dapat menjadi landasan etis dan moral dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Melalui pendekatan kuantitatif dengan analisis tekstual terhadap tulisan dan biografi terkait pemikiran Leven, penelitian ini mengidentifikasi nilai-nilai fundamental seperti pelayanan, dan ketaatan kreatif sebagai pilar utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Leven menekankan pentingnya pengembangan diri yang utuh, tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara afektif dan psikomotorik, yang terwujud dalam tindakan nyata yang bertanggung jawab dan melayani sesama. Pemikiran ini relevan dalam konteks kehidupan modern yang sering kali dihadapkan pada krisis makna dan etika, dengan menawarkan kerangka kerja kehidupan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan yang luas dan spiritualitas yang mendalam. Artikel ini juga menyoroti relevansi pemikiran Leven bagi pendidikan, kehidupan sosial, dan pengembangan pribadi pada era modern yang ditandai oleh fragmentasi nilai, tekanan psikologis, dan krisis eksistensial. Dengan mengintegrasikan refleksi diri, pengolahan pengalaman hidup, serta keterbukaan terhadap transendensi, spiritualitas menurut Leven dapat menjadi dasar yang kuat bagi pembentukan karakter, keseimbangan batin, dan kualitas hidup yang lebih bermakna. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun landasan spiritualitas kehidupan sebagai bagian integral dari perkembangan manusia secara holistik.

SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN

Hermanus Hamu Tukan, Sholahudin Alahyudi Hasan, Marianus Septian
Abstract: Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berbagai tradisi, spiritualitas selalu menjadi… i sumber kekuatan, pemaknaan, dan inspirasi yang tidak hanya hadir dalam ruang-ruang religius, tetapi mewarnai seluruh dinamika kehidupan manusia. Spiritualitas bukanlah sekadar konsep teoretis, melainkan suatu proses yang hidup, aktif, dan terus berkembang sesuai dengan pengalaman individu. Setiap manusia menjalani perjalanan spiritual yang unik, dan perjalanan itu hanya dapat dipahami melalui refleksi mendalam terhadap pengalaman hidup sehari-hari. Kehidupan manusia pada dasarnya merupakan perjalanan panjang yang memuat berbagai dinamika: kesuksesan dan kegagalan, sukacita dan duka, keteguhan dan keraguan, pertumbuhan dan kejatuhan. Dalam dinamika tersebut, spiritualitas hadir sebagai dasar nilai yang menuntun seseorang untuk bertanya, memahami, dan menghayati makna terdalam dari setiap pengalaman hidup. Spiritualitas kehidupan bukanlah sesuatu yang bersifat statis, tetapi berkembang dalam proses yang panjang seiring dengan pertumbuhan kesadaran manusia terhadap tujuan hidupnya. Melalui setiap pengalaman, manusia menemukan petunjuk baru, hikmah baru, dan pemahaman baru yang membawa dirinya menuju kedewasaan spiritual yang semakin utuh. Dalam konteks spiritualitas kehidupan, karya dan keteladanan seorang tokoh seperti Hendrikus Leven menjadi sangat penting untuk dikaji karena hidupnya mencerminkan perjalanan spiritual yang kaya, mendalam, dan inspiratif. Hendrikus Leven bukan hanya dikenal sebagai pribadi yang tekun dalam karya pelayanan, tetapi juga sebagai sosok yang menjadikan setiap langkah hidupnya sebagai ungkapan konkret dari spiritualitas yang matang. Karya-karyanya bukan sekadar kegiatan atau tugas formal, tetapi merupakan bentuk nyata dari penghayatan spiritualitas: pelayanan yang tulus, cinta kasih yang diwujudkan tanpa syarat, kerendahan hati yang mempengaruhi cara ia berelasi, serta kesederhanaan hidup yang menjadi cerminan kedalaman batinnya. Karena itu, perjalanan hidup Hendrikus Leven merupakan contoh nyata bagaimana spiritualitas dapat menjadi kekuatan utama yang membentuk karakter, sikap, pilihan hidup, serta komitmen dalam pelayanan. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menganalisis spiritualitas kehidupan sebagai sebuah perjalanan, dengan merujuk khusus pada karya dan pengabdian Hendrikus Leven. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini menguraikan konsep dasar spiritualitas, makna kehidupan, dinamika perjalanan spiritual, dan relevansinya dalam kehidupan manusia modern. Selanjutnya, kajian ini menelusuri bagaimana nilai-nilai spiritualitas seperti cinta kasih, kesederhanaan, kerendahan hati, syukur, pengampunan, keteguhan, dan harapan tercermin secara nyata dalam setiap aspek karya Hendrikus Leven. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan bukanlah satu peristiwa yang terjadi sesekali, melainkan rangkaian perjalanan panjang yang terus berkembang melalui segala pengalaman hidup, sebagaimana tampak jelas dalam perjalanan Hendrikus Leven. Melalui penelitian dan refleksi ini, ditemukan bahwa spiritualitas kehidupan hanya dapat dipahami secara mendalam ketika manusia menjalaninya sebagai sebuah proses yang menyentuh seluruh aspek hidup: pikiran, perasaan, perilaku, relasi, dan karya. Spiritualitas bukan hanya soal ritual, tetapi tentang cara manusia memberi makna pada setiap langkah hidupnya. Hendrikus Leven menjadi gambaran nyata bahwa spiritualitas yang sejati selalu mengalir ke dalam tindakan nyata: pelayanan kepada sesama, komitmen pada kebaikan, kesediaan berkorban, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, serta ketekunan dalam menjalani panggilan hidup. Lewat karya-karyanya, ia memperlihatkan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang tidak hanya memperkaya batin pribadi, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi masyarakat dan lingkungan tempat ia berkarya. Kajian ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang manusia di dunia. Setiap pengalaman hidup mengajarkan sesuatu yang membentuk kedalaman batin. Setiap perjuangan menguatkan karakter. Setiap pelayanan membuka ruang baru bagi pertumbuhan iman. Dalam perspektif ini, spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan menuju kedewasaan manusia secara menyeluruh: kedewasaan iman, kedewasaan moral, kedewasaan emosional, dan kedewasaan sosial. Melalui perjalanan tersebut, manusia semakin memahami bahwa hidup bukan hanya tentang pencapaian materi atau status, melainkan tentang bagaimana ia dapat menjadi pribadi yang bermakna bagi sesama. Karya Hendrikus Leven menjadi inspirasi bahwa perjalanan spiritualitas adalah perjalanan untuk mencintai, mengampuni, melayani, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan demikian, abstrak ini menegaskan bahwa spiritualitas kehidupan merupakan perjalanan yang bertolak dari pengalaman konkret manusia dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelayanan. Karya Hendrikus Leven menjadi contoh bahwa spiritualitas bukan hanya urusan batin, melainkan juga urusan tindakan nyata yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa spiritualitas kehidupan adalah proses panjang yang mengintegrasikan nilai, pengalaman, refleksi, dan tindakan sehingga membentuk kesatuan hidup yang penuh makna. Perjalanan ini mengarah pada kedalaman hubungan dengan Tuhan dan sesama, serta pada komitmen untuk menjalani hidup dengan cinta kasih, kerendahan hati, dan pengabdian yang tulus.

MENCIPTAKAN KEHIDUPAN SEIMBANG DENGAN SPIRITUALITAS LEVEN

Niswah Eka, Maria Yuni Ayu Welo, Elisabeth Putri Sogen, Agnes Widyatriz Barek Badin
Abstract: :  Keseimbangan hidup merupakan kondisi ideal yang diupayakan banyak individu di tengah dinamika modern yang penuh tekanan, tuntutan sosial, serta perubahan nilai yang cepat. Artikel ini mengkaji konsep Spiritualitas Leven… ven sebagai pendekatan komprehensif dalam menciptakan kehidupan yang seimbang secara fisik, emosional, mental, sosial, dan spiritual. Spiritualitas Leven dipahami sebagai kesadaran mendalam akan makna hidup, hubungan harmonis dengan diri sendiri, sesama, alam, serta dimensi transenden yang diyakini sebagai sumber nilai dan kedamaian batin. Melalui pembahasan teoritis dan refleksi praktis, artikel ini menyoroti bagaimana integrasi spiritualitas dalam rutinitas harian dapat meningkatkan kualitas kesadaran diri, ketenangan batin, kecerdasan emosional, serta kemampuan adaptasi terhadap tantangan hidup. Berbagai prinsip kunci seperti penerimaan diri, rasa syukur, mindfulness, kepedulian, dan pencarian makna dibahas sebagai fondasi untuk membangun keseimbangan hidup yang berkelanjutan. Selain itu, artikel ini menelusuri peran komunitas, budaya, dan lingkungan dalam mendukung pertumbuhan spiritual seseorang. Dengan menggabungkan perspektif psikologi positif, etika, dan nilai-nilai spiritual. Spiritualitas Leven menawarkan jalan bagi individu untuk menemukan harmoni antara pencapaian material dan kedamaian batin. Pada akhirnya, artikel ini menegaskan bahwa penguatan spiritualitas bukan hanya kebutuhan personal, tetapi juga kontribusi kolektif dalam membangun masyarakat yang lebih humanis, berempati, dan berkesadaran tinggi. Dengan demikian, penerapan Spiritualitas Leven Diharapkan dapat menjadi strategi transformatif untuk menciptakan kehidupan yang lebih bermakna, seimbang, dan penuh keberkahan.

ENERGI KEHIDUPAN PRAKTIK SPIRITUAL HENRIKUS LEVEN DALAM RUTINITAS SEHARI-HARI

Nelci Halla, Gamaliel Jiran .T. Koten, Elisabeth Prada Wato, Petronela Irene Letor
Abstract: Artikel ini membahas makna energi kehidupan dalam praktik spiritual Henriks Leven dan bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari. Energi kehidupan dipahami sebagai kekuatan batin yang membantu… seseorang mencapai ketenangan, kesadaran, dan keseimbangan dalam menjalani aktivitas harian. Henriks Leven menekankan bahwa spiritualitas tidak harus diwujudkan melalui ritual formal, tetapi dapat hidup melalui tindakan sederhana seperti bernafas sadar, bekerja dengan fokus, menjaga hubungan yang harmonis, dan merawat diri secara penuh kesadaran. Dengan mengintegrasikan praktik-praktik ini ke dalam kegiatan sehari-hari, seseorang dapat membangun kualitas hidup yang lebih bermakna, damai, dan selaras dengan lingkungan sekitarnya. Artikel ini menguraikan bagaimana pemahaman spiritualitas menurut Leven dapat membantu individu memperkuat ketenangan batin serta membentuk rutinitas yang sehat, positif, dan penuh kesadaran.

PENGARUH GAYA HIDUP DAN CITRA MERK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHION HIJAB UMAMA (Studi Kasus: Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi)

Aurellya, Adinda Rifa, Kencana, Umaira Sinta, Mulyani, Rema
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak gaya hidup dan citra merek pada keputusan pembelian produk fashion hijab merek Umama di kalangan mahasiswa Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi. Dalam industri fashion yang berkembang… mbang pesat, perilaku konsumen memainkan peran krusial bagi kesuksesan merek. Gaya hidup, yang mencerminkan aktivitas, minat, dan pandangan pribadi, serta citra merek sebagai gambaran persepsi konsumen, diidentifikasi sebagai pendorong utama dalam proses pembelian produk fashion. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa gaya hidup memberikan pengaruh positif dan bermakna terhadap keputusan pembelian hijab Umama. Demikian pula, citra merek terbukti berdampak positif dan signifikan, di mana persepsi yang baik mengenai kualitas, desain, dan reputasi merek mampu meningkatkan minat beli mahasiswa. Secara bersama-sama, gaya hidup dan citra merek berkontribusi sebesar 68,9% terhadap keputusan pembelian, menunjukkan bahwa pilihan konsumen dipengaruhi oleh interaksi antara aspek psikologis, sosial, dan persepsi superioritas merek. Temuan ini menawarkan saran bagi pelaku industri fashion untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dengan lebih memahami pola hidup konsumen serta membentuk citra merek yang kokoh dan sesuai konteks.

PENGARUH TESTIMONI DAN RATING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN TIKTOK SHOP (STUDI KASUS : KONSUMEN DI SUKABUMI)

Sindi Lestari, Oktavia Siswanto, Tiara, Juliansyah, Eris
Abstract: Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji bagaimana ulasan pelanggan dan skor penilaian mempengaruhi pilihan konsumen saat berbelanja di TikTok Shop di wilayah Sukabumi. Kemajuan perdagangan elektronik yang menyatu dengan… n platform media sosial telah membentuk pola baru dalam perilaku pembeli, di mana komentar pengguna dan nilai produk menjadi faktor utama yang dipertimbangkan sebelum transaksi. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rencana asosiatif. Sebanyak 97 partisipan dipilih berdasarkan rumus Cochran. Informasi diperoleh melalui angket dengan skala Likert, lalu diproses melalui pemeriksaan kualitas data, pengujian asumsi klasik, dan analisis regresi linier ganda untuk melihat dampak masing-masing variabel. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa ulasan pelanggan memberikan efek positif dan bermakna pada keputusan membeli. Hal ini terlihat dari koefisien 0,665 dengan tingkat signifikansi 0,000 yang menandakan bahwa ulasan yang lebih baik akan semakin mendorong konsumen untuk berbelanja. Di sisi lain, skor penilaian juga terbukti berdampak positif dan signifikan. Koefisien 0,746 dengan signifikansi 0,000 menunjukkan bahwa penilaian tinggi dapat memperkuat kepercayaan pembeli terhadap mutu barang dan mendorong mereka untuk membeli. Secara bersama-sama, kedua faktor ini menjelaskan 63,5% perubahan dalam keputusan pembelian, seperti yang tercermin dalam nilai R Square. Temuan ini mempertegas bahwa ulasan dan skor penilaian adalah elemen penting dalam proses evaluasi konsumen sebelum membeli barang di TikTok Shop. Oleh karena itu, para pengusaha disarankan untuk memperbaiki standar pelayanan, mengatur ulasan dengan baik, dan menjaga kualitas produk agar mendapatkan penilaian positif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan minat beli konsumen.

PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PERMATA IMAN 1 MALANG

Dea Kaffah Amelia, Eny Nur Aisyah, Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis anak usia dini usia 5–6 tahun di TK Permata Iman I Malang. Penelitian menggunakan pendekatan… ndekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen Pretest–Posttest Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 40 anak yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar ceklis keterampilan berpikir kritis yang mencakup indikator analisis, inferensi, evaluasi, dan pengaturan diri. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat dan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata keterampilan berpikir kritis pada kedua kelompok, dengan peningkatan yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan PBL mampu memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis anak usia dini. Dengan demikian, PBL dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang bermakna dalam pembelajaran kecakapan hidup di PAUD.

PENGARUH INFLUENCER DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA PRODUK FASHION LOKAL DI KOTA SUKABUMI

Majid, Abdul, Farhan Maulana, Ahmad, Zainuddin Hamidi, Dendi
Abstract: Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dampak influencer dan citra merek pada pilihan pembelian konsumen terhadap produk fashion asli di Sukabumi. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, studi… ini melibatkan 97 responden yang dipilih melalui sampling purposive, yakni mereka yang aktif di media sosial dan familiar dengan produk fashion lokal. Data dikumpulkan lewat kuesioner skala Likert yang sudah divalidasi dan diuji reliabilitasnya, lalu diolah menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Temuan menunjukkan bahwa influencer memiliki efek positif dan bermakna pada keputusan beli, di mana konten, kepercayaan, dan cara berkomunikasi mereka dapat memicu ketertarikan serta kepercayaan konsumen untuk memilih produk fashion lokal. Citra merek juga terbukti memberikan dampak positif dan signifikan, sehingga reputasi merek yang solid dan stabil bisa meningkatkan pandangan tentang kualitas serta membangun kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut. Secara bersama-sama, kedua faktor ini secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian dengan kontribusi 66,4%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar penelitian. Hasil ini menyoroti perlunya taktik pemasaran yang melibatkan influencer, didukung oleh citra merek yang baik, agar pengusaha fashion lokal bisa meningkatkan persaingan dan memperkuat minat beli konsumen di zaman pemasaran digital.