Abstract:Pertumbuhan pesat industri transportasi maritim menyebabkan peningkatan volume data transaksi yang signifikan, sehingga menimbulkan tantangan bagi perusahaan dalam mengelola dan memanfaatkan informasi untuk pengambilan keputusan…
eputusan eksekutif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Eksekutif (EIS) pada SeaPass guna mengevaluasi kinerja penjualan tiket kapal. Sistem ini memanfaatkan teknik visualisasi data yang dikombinasikan dengan mekanisme penelusuran dua tingkat, sehingga memungkinkan analisis data secara hierarkis dari ringkasan eksekutif hingga detail operasional. Pengembangan sistem dilakukan melalui siklus hidup terstruktur, diawali dengan analisis kebutuhan eksekutif dan dilanjutkan dengan perancangan prototipe UI/UX menggunakan Figma. Implementasi sistem menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript pada sisi front-end, serta MySQL sebagai basis data. Pengujian fungsional dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan keandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EIS mampu mengintegrasikan data jadwal, informasi kapal, dan data penumpang ke dalam dasbor interaktif. Fitur penelusuran dua tingkat membantu eksekutif mengidentifikasi tren penjualan, anomali operasional, dan perubahan pasar secara real-time, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan strategis.
Abstract:Studi ini menganalisis pengaruh Total Debt Ratio (TDR) dan Receivable Turnover (RTO) terhadap Return on Equity (ROE) pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2025.…
021-2025. Kesenjangan penelitian (gap) yang diangkat ialah fluktuasi tajam profitabilitas sektor pascapandemi di tengah kenaikan beban utang dan tekanan pengelolaan piutang, yang belum dijelaskan secara konsisten oleh studi terdahulu. Pendekatan kuantitatif asosiatif diterapkan pada data sekunder laporan keuangan tahunan auditan. Melalui purposive sampling, diperoleh 12 perusahaan dengan 60 observasi firm-year, dianalisis dengan regresi linier berganda setelah transformasi akar kuadrat guna memenuhi asumsi normalitas. Hasil menunjukkan TDR tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap ROE, sedangkan RTO berpengaruh signifikan positif secara parsial. Secara simultan, TDR dan RTO berpengaruh signifikan terhadap ROE dengan kontribusi (Adjusted R Square) sejumlah 14,0%. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi penagihan piutang, bukan semata struktur utang, lebih menentukan profitabilitas ekuitas pada sektor ini.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kinerja UMKM dengan Pengendalian Internal sebagai variabel mediasi pada UMKM sektor kuliner di…
Kabupaten Gresik. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pengujian Pengendalian Internal sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara Sistem Informasi Akuntansi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kinerja UMKM pada sektor kuliner di Kabupaten Gresik, mengingat hasil penelitian terdahulu masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Data diperoleh dari 84 responden melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengendalian Internal. Pemanfaatan Teknologi Informasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM serta Pengendalian Internal. Sementara itu, Pengendalian Internal tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja UMKM dan tidak mampu memediasi pengaruh sistem informasi akuntansi maupun pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja usaha. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya dilakukan pada UMKM sektor kuliner di Kabupaten Gresik sehingga hasil penelitian belum tentu dapat digeneralisasikan pada UMKM di sektor usaha maupun wilayah lainnya. Selain itu, penelitian dilaksanakan dalam waktu yang relatif terbatas.
Abstract:Desa Ketandan memiliki potensi ekonomi lokal pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta wisata. Namun, pemanfaatan potensi tersebut belum terintegrasi secara optimal dengan…
an pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kegiatan pengabdian ini bertujuan memetakan potensi desa secara partisipatif, mengidentifikasi permasalahan BUMDes, dan merumuskan peluang usaha yang relevan melalui Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan dilaksanakan pada 29 Juli 2026 di Balai Desa Ketandan dan dihadiri 32 peserta yang berasal dari unsur perangkat desa, pengurus BUMDes, ketua RW, dan masyarakat. Sebanyak 31 peserta memiliki data pre-test dan post test berpasangan lengkap untuk dianalisis. Pelaksanaan kegiatan meliputi diseminasi informasi melalui infografis dan website pemetaan potensi desa, diskusi kelompok terarah, pemetaan partisipatif, presentasi hasil kelompok, serta evaluasi secara deskriptif. Hasil FGD mengidentifikasi lima sektor potensi utama dan empat kelompok permasalahan BUMDes, yaitu komunikasi dan koordinasi, kelembagaan dan tata kelola, pendanaan, serta manajemen risiko. Rata-rata nilai evaluasi meningkat dari 91,83 menjadi 93,98 atau sebesar 2,15 poin (2,34%). Kegiatan juga menghasilkan website dan infografis pemetaan potensi desa sebagai media informasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. FGD terutama berperan sebagai sarana validasi, konsolidasi informasi, dan perumusan arah pengembangan potensi desa secara kolaboratif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja pegawai pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo yang dilihat dari lima indikator, yaitu prestasi kerja, kedisiplinan, kerja sama, keterampilan,…
dan tanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang pegawai yang dipilih secara purposive. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo secara umum telah berjalan dengan baik. Pada indikator prestasi kerja, pegawai tergolong sangat baik karena mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target, kualitas, dan batas waktu yang telah ditentukan serta melakukan koordinasi dengan atasan ketika menghadapi kendala. Pada indikator kedisiplinan, secara umum sudah cukup baik karena peraturan dan sanksi telah diterapkan, namun masih ditemukan beberapa pegawai yang datang terlambat, menunda pekerjaan, dan kurang mematuhi ketentuan jam kerja. Pada indikator kerja sama, telah terjalin dengan baik melalui koordinasi, komunikasi, dan saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan secara tim. Pada indikator keterampilan, pegawai tergolong baik dalam menggunakan kemampuan dan pengetahuan untuk menyelesaikan pekerjaan serta didukung dengan kegiatan pengembangan kompetensi seperti bimbingan teknis, pendidikan dan pelatihan, serta workshop. Sementara itu, pada indikator tanggung jawab, pegawai tergolong cukup baik dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, meskipun masih terdapat beberapa pegawai yang menunda pekerjaan. Dengan demikian, kinerja pegawai pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo telah berjalan dengan baik, namun aspek kedisiplinan dan tanggung jawab masih perlu ditingkatkan melalui evaluasi dan pengawasan secara berkelanjutan agar pelaksanaan tugas dapat semakin optimal.
Abstract:Pengelolaan adminsitrasi dan pencatatan transaksi operasional pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner sering menghadapi kendala akibat kebiasaan sistem manual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang,…
, mengimplementasikan, dan mengevaluasi pengembangan aplikasi sistem informasi administrasi dan e-kasir berbasis desktop pada UMKM Warung Nasi Bu Dedah yang berlokasi di Kadungora, Kabupaten Garut. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan Microsoft Visual FoxPro 9.0 dengan menerapkan metode pengembangan sistem Prototype. Metode ini mencakup lima tahapan utama: komunikasi perancangan cepat, perancangan awal, pembuatan prototypr, serta evaluasi dan perbaikan. Sistem dirancang untuk mengelola 63 variasi menu kuliner, mengakomodasi pilihan layanan Dine In dan Take Away, metode pembayaran Tunai dan QRIS, serta mengintegrasikan manajemen stok, pencatatan riwayat transaksi, laporan penjualan periodik otomatis, hingga backup basis data. Pepngujian aplikasi dilakukan dengan metode Black Box Testing dan menunjukan hasil bahwa seluruh fitur fungsional berjalan sesuai spesifikasi (100% valid). Penerapan aplikasi ini berhasil meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan, mengeliminiasi kesalahan perhitungan manual, mempercepat penyusunan laporan penjualan harian, serta menyediakan kualitas informasi manajemen yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan pengelola usaha.
Abstract:This descriptive qualitative research analyzes the effectiveness of policy implementation on handling vagrants and beggars at the Social Affairs and Community Empowerment Office of Gorontalo City. Four indicators from George…
orge C. Edward III's policy implementation theory—communication, resources, disposition, and bureaucratic structure—are employed as the analytical framework. Field data obtained through observation, interviews, and documentation were systematically analyzed using the data condensation, display, and conclusion drawing model of Miles, Huberman, and Saldana. The findings indicate that the policy implementation on handling vagrants and beggars at the Social Affairs and Community Empowerment Office of Gorontalo City has been running fairly well but has not yet been optimal. In the communication aspect, coordination among implementers has been functioning well; however, information dissemination to target groups and the general public remains suboptimal. In the resources aspect, policy implementation has been supported by human resources, authority, and facilities, yet is still constrained by limited personnel and underutilized facilities and databases. In the disposition aspect, officials demonstrate commitment, responsibility, and a professional attitude in implementing the policy; however, guidance programs have not been able to reach all vagrants and beggars on a sustainable basis. In the bureaucratic structure aspect, policy implementation has been supported by Standard Operating Procedures (SOPs), clear task distribution, and inter-division coordination; nevertheless, SOP implementation in the field still needs optimization to ensure services reach all target groups. Based on these findings, the Social Affairs and Community Empowerment Office of Gorontalo City needs to enhance communication and socialization to target groups, strengthen human resources and supporting facilities, optimize guidance and empowerment programs, and improve inter-agency coordination so that the policy implementation on handling vagrants and beggars can be more effective in improving social welfare.
Abstract:This study aims to improve children's singing ability through the use of video-based learning in second-grade students at SDN 6 Kabila, Bone Bolango Regency. The research problem identified was the low singing ability of…
students due to the lack of engaging learning media. Video-based learning was employed to help students understand pitch, rhythm, and lyrics, thereby enhancing their confidence, interest, and singing skills in music education. This study adopted a Classroom Action Research (CAR) design following the Kemmis and McTaggart spiral model, conducted in two cycles (Cycle I with two meetings and Cycle II with one meeting). The subjects were 21 second-grade students (9 males and 12 females). Data collection techniques included observation, tests (performance assessments), interviews, and documentation. Data were analyzed descriptively to determine improvements in students' singing ability across four indicators: pitch accuracy, rhythmic accuracy, lyric mastery, and expression with self-confidence. The results showed that students' initial singing ability was low, with only 28% achieving the minimum mastery criterion (KKM). After implementing video-based learning, students' mastery increased to 43% in Cycle I Meeting I, 62% in Cycle I Meeting II, and 90% in Cycle II Meeting I. Teacher activity improved from 60% (adequate) to 96% (excellent), and student activity increased from 59% (adequate) to 96% (excellent). These findings demonstrate that video-based learning effectively improves children's singing ability, confidence, and active participation in music education at the elementary school level.
Abstract:This study aims to improve children's singing ability through the use of video-based learning in second-grade students at SDN 6 Kabila, Bone Bolango Regency. The research problem identified was the low singing ability of…
students due to the lack of engaging learning media. Video-based learning was employed to help students understand pitch, rhythm, and lyrics, thereby enhancing their confidence, interest, and singing skills in music education. This study adopted a Classroom Action Research (CAR) design following the Kemmis and McTaggart spiral model, conducted in two cycles (Cycle I with two meetings and Cycle II with one meeting). The subjects were 21 second-grade students (9 males and 12 females). Data collection techniques included observation, tests (performance assessments), interviews, and documentation. Data were analyzed descriptively to determine improvements in students' singing ability across four indicators: pitch accuracy, rhythmic accuracy, lyric mastery, and expression with self-confidence. The results showed that students' initial singing ability was low, with only 28% achieving the minimum mastery criterion (KKM). After implementing video-based learning, students' mastery increased to 43% in Cycle I Meeting I, 62% in Cycle I Meeting II, and 90% in Cycle II Meeting I. Teacher activity improved from 60% (adequate) to 96% (excellent), and student activity increased from 59% (adequate) to 96% (excellent). These findings demonstrate that video-based learning effectively improves children's singing ability, confidence, and active participation in music education at the elementary school level.
Abstract:This study is motivated by a fundamental problem concerning how the character-education values contained in the book of Akhlāq Lil Banīn can be implemented consistently and meaningfully within Arabic language learning, amid…
amid an intense schedule, a diversity of methods, and the gap between the readiness of learners and educators in the boarding environment. This study aims to analyze and describe the implementation of character-education values from the book of Akhlāq Lil Banīn in Arabic language learning activities at the MBS Al Mujahidin Islamic Boarding School, Gunungkidul, Yogyakarta. The method used is qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation; informants were selected by purposive sampling, and data analysis comprised data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the implementation of character values takes place integratively, intensively, and contextually through a combination of formal school activities and non-formal dormitory activities such as mufrodat, hiwar, muhadhoroh, qirā’ah, muḥādatsah, and integrated Arabic learning. These activities not only develop linguistic competence but also serve as a medium for internalizing religious, disciplinary, responsibility, and social-care values through habituation and role modeling. Challenges were also found in the form of differing prior abilities among learners, a dense activity schedule, and the dynamic assignment of educators, all of which affect the absorption and internalization of values. It is concluded that the success of Akhlāq Lil Banīn-based character education depends heavily on pedagogical adaptation, differentiated learning, and management of the activity rhythm.