Search Articles & Publications

Showing 232 articles found for "Sekitar"

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DENGAN FOKUS TINDAKAN LATIHAN

Fauzi Hendrawan, Fida Dyah Puspasari, Sudiarto
Abstract: Latar Belakang: Menurut laporan Riskesdas (2018), jumlah individu dengan gangguan jiwa berat atau psikosis diperkirakan mencapai sekitar 450 ribu jiwa. Prevalensi gangguan jiwa skizofrenia (per 1000 rumah tangga) cenderung… ng lebih tinggi di daerah pedesaan (7,0%) dibandingkan dengan di perkotaan (6,4%). Isolasi sosial adalah salah satu diagnosa keperawatan yang diberikan kepada klien yang menunjukkan perilaku menyendiri, cenderung menarik diri dari interaksi sosial, dan menolak untuk berinteraksi dengan orang lain. Efek dari isolasi sosial dapat menyebabkan halusinasi. Latihan berkenalan adalah sebuah intervensi untuk membantu pasien mengembangkan keterampilan sosial dasar, sehingga pasien dapat mulai berinteraksi kembali dengan lingkungan sosialnya, dan mengurangi tanda dan gejala isolasi sosial, serta mengendalikan kondisi tersebut sehingga akumulasi isolasi sosial dapat berkurang. Tujuan: Mengetahui gambaran asuhan keperawatan pasien gangguan isolasi sosial: menarik diri dengan fokus tindakan latihan berkenalan. Metode: Deskriptif yang tujuannya untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan isolasi sosial: menarik diri dengan fokus tindakan latihan berkenalan. Hasil: Latihan berkenalan dapat menurunkan tanda dan gejala isolasi sosial. Hal ini dikarenakan sebelum diberikan intervensi terdapat 13 gejala yang muncul kepada Nn. B, kemudian setelah diberikan intervensi selama 6 hari didapatkan penurunan 11 gejala yang muncul pada Nn. B, sehingga hanya tersisa 2 tanda dan gejala yang masih muncul pada Nn. B. Kesimpulan: Latihan berkenalan dapat menurunkan tanda dan gejala isolasi sosial. Kata Kunci : Asuhan keperawatan, isolasi sosial, latihan berkenalan.

GAMBARAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN SALAM UNTUK MENURUNKAN ASAM URAT PADA Tn. R DENGAN GOUT ARTHRITIS DI DESA DATAR KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS

Miftah Hermansyah, Dwi Astuti, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Latar Belakang : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa angka kejadian arthritis gout adalah sekitar 1% sampai 4% pada populasi umum. Di beberapa negara, prevalensinya dapat meningkat hingga 10% pada pria dan… 6% pada wanita berusia di atas 80 tahun. Insiden gout tahunan adalah 2,68 per 1000 orang. Asam urat adalah suatu penyakit yang penyababnya dikarenakan tidak normalnya metabolisme purin (hiperurisemia). Gejala khas penyakit asam urat adalah nyeri sendi yang menyebabkan peradangan pada sendi. Tanaman salam merupakan tanaman obat yang bekerja mengatasi hiperurisemia untuk menurunkan kadar asam urat. Kandungan pada daun salam antara lain tanin, alkaloid, flavonoid, dan minyak atsiri. Tujuan : Menggambarkan pemberian rebusan daun salam untuk menurunkan asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil : Setelah 7 hari pertemuan, kadar asam urat pasien menurun dari 8,8 mg/dl menjadi 8,6 mg/dl. Kesimpulan : Pemberian rebusan daun salam dapat menurunkan asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Kata kunci: Daun Salam; Gout Arthritis;  Lansia

GAMBARAN PEMBERIAN JUS MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS) DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI DI DESA PAGERANDONG KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA

Naila Hidayah, Eko Julianto, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Istilah pembunuh diam-diam berlaku untuk hipertensi karena tidak menunjukan tanda-tanda. Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik melebihi nilai normal yaitu diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya melebihi 90 mmHg.… mHg. Di Indonesia sekitar 427.218 kasus kematian diakibatkan oleh hipertensi. Salah satu pengobatan hipertensi dapat dilakukan dengan cara terapi non farmakologis atau tanpa menggunakan obat yaitu dengan pemberian jus mentimun. Mentimun memiliki sifat diuretik karena tingginya kandungan mineral, sehingga dapat mengurangi tekanan darah dan meningkatkan frekuensi buang air kecil. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Menggambarkan pemberian jus mentimun (cucumis sativus) dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terdapat penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan pemberian jus mentimun pada pagi dan sore hari dengan dosis 200 cc selama 3 hari dengan nilai pre 158/102 mmHg dan nilai post 139/81 mmHg. Jus mentimun dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.   Kata kunci: Hipertensi, Jus Mentimun.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN FOKUS TINDAKAN TERAPI MUSIK DI RSJD Dr. RM. SOEDJARWADI KLATEN

Amalia Anggun Pramesti, Sudiarto, Wiwik Priyatin
Abstract: Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018), di Indonesia, penderita skizofrenia sekitar 6,7% dari 282,654 penduduk. Satu ciri khas skizofrenia adalah halusinasi sensori, salah satunya pada sensori pendengaran.… ran. Halusinasi pendengaran biasa mendengar suara-suara tetapi orang lain tidak mendengar. Apabila halusinasi tidak ditangani dengan baik, maka dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan diri pasien sendiri, orang lain, juga lingkungan sekitar. Salah satu cara untuk menurunkan halusinasi pendengaran yaitu dengan terapi musik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien gangguan persepsi sensori hausinasi pendengaran dengan fokus tindakan terapi musik. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Hasil setelah dilakukan terapi musik klasik ini diberikan selama 2 kali sehari (pagi, siang) dengan durasi 10-15 menit selama 3 hari dengan menggunakan MP3 dan headset frekuensi halusinasi menurun. Didapatkan kesimpulan terapi musik klasik dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran. Kata Kunci : Halusinasi, Musik, Skizofrenia

GAMBARAN PEMBERIAN REBUSAN DAUN SELEDRI PADA LANSIA Ny.M DENGAN HIPERTENSI DI DESA DATAR WILAYAH PUSKESMAS SUMBANG I KABUPATEN BANYUMAS

Laora Windari, Dwi Astuti, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Latar belakang: Gaya hidup modern bisa meningkatkan tingkat stress, kebiasaan merokok, serta mengkonsumsi minuman berakohol serta kopi yang berlebihan, bisa menyebabkan berbagai penyakit, termauk hipertensi. Pravelensi hipertensi… ipertensi di usia lanjut masih cukup tinggi, 40% dengan angka kematian sekitar 65 tahun. Angka kejadian hipertensi lebih banyak pada wanita 37% dan laki-laki 28%. Hipertensi tidak dapaat dipulihkan sepenuhnya, namun dapat diatur dengan pengawasan Kesehatan yang teratur. Seledri adalah salah satu contoh bentuk pengobatan herbal yang digunakan dalam menangani kasus hipertensi. Tujuan: Menggambarkan manfaat pemberian rebusan daun seledri dalam menurunkan tekanan darah pada lansia yang mempunyai hipertensi. Metode:  Menggunakan metode studi kasus dengan responden yang memiliki tekanan darah sistolik 140/90mmHg dan tekanan darah diastolic 159/99mmHg dengan hipertensi Stadium I. Hasil: Terdapat penurunan tekanan darah pada lansia dengan pemberian rebusan daun seledri sebanyak 200cc di pagi dan sore hari selama 5 hari dengan hasil pre 153/75mmHg dan nilai post 146/79mmHg. Kesimpulan: Rebusan daun seledri dapat menurunkan tekanan darah pada lansia.     Kata kunci: Daun Seledri., Hipertensi., Lansia 

IMPLEMENTATION OF P5 "MINI GARDEN CERIA" AS AN EFFORT TO STRENGTHEN CONCERN FOR THE NATURAL ENVIRONMENT AND RESPONSIBILITY OF STUDENTS AT KINDERGARTEN CERIA EDULOKA

Rahma Dwi Marta, Dessy Syofiyanti, Serli Hasmita, Ulfa Yunita
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program "Mini Garden Ceria" di Taman Kanak - Kanak Ceria Eduloka sebagai upaya menguatkan kepedulian terhadap alam sekitar dan tanggung jawab siswa. Penelitian ini menggunakan… unakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Aktivitas dalam program ini meliputi pengukuran luas lahan, menghitung biji, mengenal bangun datar dan bangun ruang pada benda benda sekitar, mengukur pertumbuhan tanaman menggunakan penggaris, mengisi media tanam dengan tanah sambil menghitung berapa sekop tanah yang dimasukkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep Matematika dasar, seperti pengukuran dan perhitungan sederhana, sekaligus membangun karakter positif berupa kepedulian lingkungan dan rasa tanggung jawab serta melibatkan siswa secara aktif, mulai dari menanam, menyiram, hingga merawat tanaman di area sekolah. Program ini efektif dalam meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan, yang ditunjukkan oleh meningkatnya kesadaran mereka terhadap pentingnya menjaga tanaman dan kebersihan taman. Selain itu, tanggung jawab siswa terbentuk melalui tugas merawat tanaman secara bergilir, yang juga berdampak positif pada perilaku mereka di rumah, seperti mulai menyiram tanaman secara mandiri. Dengan demikian, implementasi P5 "Mini Garden Ceria" di TK Ceria Eduloka berhasil mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman untuk membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan dan bertanggung jawab.

PEMBINAAN PERMAINAN TRADITIONAL PADA SISWA HANDIL BAKTI

Kasanrawali, Andi, Hengki, Bonita Amaliah, Endang Pratiwi
Abstract: Permainan tradisional adalah aktivitas rekreasi atau hiburan yang telah ada dan dimainkan oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Permainan ini biasanya diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya… ya dan merupakan bagian integral dari kehidupan budaya suatu komunitas. Berbeda dengan permainan modern yang mungkin melibatkan teknologi atau peralatan canggih, permainan tradisional seringkali menggunakan alat atau benda sederhana yang tersedia di sekitar masyarakat pada masa tersebut. Permainan lokal merujuk kepada berbagai jenis permainan yangtumbuh dan berkembang di suatu daerah atau komunitas tertentu. Permainan ini sering kali mencerminkan budaya, tradisi, dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat setempat Pembinaan permainan tradisional pada siswa SDN Handil Bakti, bertujuannya untuk dapat mengatasi tantangan utama, yaitu kurangnya minat dan pengetahuan siswa terhadap permainan tradisional. Dengan Pemberian edukasi tentang nilai-nilai budaya permainan tradisional serta penyelengaraan demontrasi permainnan tradisional sehingga dapat menjadi jembatan untuk membangun rasa bangga terhadap budaya lokal,dan dapat memahami dan menghargai keunikan budaya tradisional Indonesia sehingga menumbuhkan minat anak-anak pada permainan tradisioanal dan mempertahankan kelestarian permainan tradisional Indonesia. keberhasilan pembinaan menunjukkan bahwa siswa merasakan manfaat yang signifikan dari kegiatan ini. Sebelum pelatihan, beberapa siswa merasa bahwa pembinaan ini hanya cukup bermanfaat, sementara sebagian besar merasa sangat bermanfaat. Setelah kegiatan selesai, hampir seluruh siswa merasa bahwa pembinaan ini sangat bermanfaat bagi mereka, baik dari segi keterampilan, pengetahuan, maupun pemahaman budaya. 70% siswa merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, dengan 85% siswa merasakan manfaat yang signifikan setelah mengikuti pelatihan.

PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DI SMK PGRI 2 SIDOARJO

Rahman, Muhammad Afifi, Satunggale Kurniawan
Abstract: Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada dan terjadi di sekeliling proses pendidikan itu berlangsung yang terdiri dari masyarakat beserta lingkungan yang ada disekitarnya. Semua keadaan lingkungan tersebut berperan… rperan dan memberikan kontribusi terhadap proses peningkatan kualitas pendidikan dan atau kualitas lulusan pendidikan. Perhatian manajer pendidikan/Top Manajemen (Kepala Sekolah) seharusnya adalah berupaya untuk mengintegrasikan sumber-sumber pendidikan dan memanfaatkannya secara optimal mungkin, sehingga semua sumber tersebut memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Salah satu sumber yang perlu dikelola adalah lingkungan masyarakat atau orang tua murid, termasuk stakeholders. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah: Mengapa Manajemen Pendidikan perlu Menangani Masyarakat (perlu Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat), secara optimal baik orang tua murid, stakeholders, tokoh masyarakat maupun institusi yang ada di lingkungan sekolah. fokus tersebut diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut yaitu: Bagaimanakah Prosedur Pelaksanaan Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat di SMK PGRI 2 Sidoarjo serta Bagaimanakah proses Promosi Sekolah Kepada Masyarakat di SMK PGRI 2 Sidoarjo

BRIKET SEBAGAI PRODUK LOKAL SERTA PENINGKATAN MUTU UMKM MELALUI PELATIHAN DIGITAL MARKETING DI KELURAHAN ENOK

Pajar, Putri Yasmin, Umardi, Desinta, Setiawan, Faddli, Fiddini, Hayati, Selvianingsih, Intan, Juliana, Juliana, Syahirah, Farhana, Rifai, Kholifah Taufiq, Nst, Aldefri, Safi’i, Akmal Ibnu
Abstract: Mengadakan sosialisasi briket bertujuan untuk menyadarkan masyarakat mengenai pengelolaan limbah yang berpotensi sebagai sumber energi. Untuk masyarakat Kelurahan Enok sendiri belum terlihat pengolahan hasil alam yang tersedia… rsedia guna dijadikan energi biomassa, padahal banyak hal yang dapat diinovasikan dari bahan alam yang nantinya dapat berpotensi sebagai produk lokal jangka panjang masyarakat Kelurahan Enok. Dengan adanya produk lokal yang telah tersedia tujuan berikutnya ialah bagaimana cara memasarkannya. Masyarakat hanya bisa memasarkan produk mereka di sekitar lingkungan Kelurahan Enok. Agar setiap pelaku UMKM di Kelurahan Enok dapat mengerti bagaimana cara branding suatu produk serta memperluas jangkauan pasar. Dengan adanya produk lokal Biomassa, peningkatan mutu UMKM melalui sosialisasi dan pelatihan design product untuk pelaku UMKM (PKK) di daerah Enok. Pertama, tahap pembuatan produk Biomassa yang dilaksanakan pada minggu ketiga. Kedua, tahap persiapan yang dilaksanakan pada minggu kelima. Ketiga, minggu yang sama tahap penyusunan materi dan menyiapkan segala bahan keperluan dalam melaksanakan pelatihan desain digital marketing pada produk lokal. Keempat, pada minggu yang sama tahap terakhir pelaksanaan pelatihan digital marketing. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pelaku UMKM sangat antusisas mengikuti kegiatan sosialisasi pembuatan produk yang sebelumnya tidak terfikirkan oleh masyarakat yang bisa menjadi inovasi baru serta semangat dalam pelaksanaan pelatihan digital marketing.

PROGRAM PENGADAAN FASILITAS AIR BERSIH DI WISMA MAHASISWA WATER SANITATION PROCUREMENT PROGRAM AT A STUDENTHOUSE

Pradana, Mahir, Wardhana, Aditya, Fakhri, Mahendra
Abstract: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini secara umum untuk membangun sinergitas kemitraan sebagai perwujudan visi dan misi Universitas Telkom dengan masyarakat sekitar. Secara khusus, tujuan pengabdian masyarakat ini untuk… tuk penguatan fasilitas air bersih melalui pengembangan sistem pipa air PDAM di lingkungan wisma mahasiswa Latimodjong, Bandung. Artikel ini membahas tentang upaya pengadaan fasilitas air bersih sebagai bagian dari proyek pengabdian masyarakat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas air bersih bagi penghuni di wisma tersebut. Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan, desain teknis, serta implementasi infrastruktur yang sesuai dengan kondisi lokal dan keberlanjutan lingkungan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam ketersediaan air bersih dan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi yang baik. Dengan demikian, artikel ini memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan infrastruktur dasar yang vital. Output dari kegiatan ini antara lain berupa pelatihan/bimbingan teknis (bimtek), pembuatan prototipe sistem/proses, dokumen standar operasi, dan pembentukan/penguatan rekomendasi kepada pemerintah daerah.  Kata kunci: fasilitas air bersih, pengabdian Masyarakat, BIMTEK