Abstract:Abstract: Brands in SMEs consist of a set of factors, including marketability and market differentiation, brand awareness, relevance, culture, association, and equity. The most important thing to ask yourself when deciding…
ng whether this is the right time to change your brand is whether SMEs can leverage any of the factors above to make SME consumers happier. Rebranding is an excellent way to change the target market for SMEs. Sees rebranding as a solution to a new management change or internal problem. Rebranding takes time and effort so that change will happen. Rebranding is carried out for SMEs to stimulate growth, expand, increase profits, strengthen their workforce, and gain a competitive advantage. This rebranding training was carried out using a training method. Due to the pandemic, the activity organizers visited five artisans to avoid crowds. The rebranding training opened the insight of the craftsmen about the benefits of managing a product brand. The rebranding training for birdcage artisans in Dawuhanmangli Village gained an understanding of branding. As a result of this training, artisans began to open themselves to introduce their products directly to consumers without a broker like before. The Bird Cage craft center in Dawuhanmangli Village, north of the center of Jember City, is well known in Indonesia. The location is 24 km from Jember City. The Bird Cage of Dawuhanmangli Village is the reason for being a place of service because it has advantages and characteristics that have the opportunity to open new markets for the region's superior products.
Keywords: branding; smes; bird cage
Abstrak: Merek pada UMKM terdiri dari sekumpulan faktor, termasuk kemampuan pemasaran serta diferensiasi pasar, kesadaran merek, relevansi, budaya, asosiasi, dan ekuitas. Hal terpenting untuk ditanyakan pada diri sendiri saat memutuskan apakah ini waktu yang tepat untuk mengubah merek adalah apakah UMKM dapat meningkatkan salah satu faktor di atas untuk membuat konsumen UMKM lebih bahagia. Rebranding merupakan cara yang baik untuk mengubah target pasar UMKM. Melihat rebranding sebagai solusi untuk perubahan manajemen baru atau masalah internal. Rebranding membutuhkan waktu dan tenaga, sehingga perubahan akan terjadi. Rebranding dilakukan bagi UMKM untuk merangsang pertumbuhan, memperluas, meningkatkan laba, memperkuat tenaga kerjanya, dan mendapatkan keunggulan kompetitif. Pelatihan Rebranding ini dilakuan dengan metode pelatihan, dikarenakan pandemi, maka pelaksana kegiatan mendatangi 5 pengrajin untuk menghindari kerumuman. Pelatihan rebranding membuka wawasan para pengrajin tentang manfaat mengelola sebua brand sebuah produk. Hasil pelatihan rebranding pengrajin sangkar burung desa Dawuhan mangli mendapatkan pemahaman tentang branding. Dampak pelatihan ini pengrajin mulai mencoba membuka diri untuk mengenalkan produknya secara langsung kepada konsumen tanpa makelar seperti sebelumnya. Sentra kerajinan Sangkar Burung di desa Dawuhan mangli, wilayah utara pusat Kota Jember sudah dikenal luas di Indonesia.
Kata kunci: merek; umkm; sangkar burung
Abstract:Abstract: The school from home program implemented by all educational institutions during the COVID 19 pandemic forced all parties to adapt. This school from home program requires information technology as the medium so…
that the teaching and learning process continues. One of the challenges that arise from this distance learning method is the ability to operate information technology, especially applications used to support the online learning process. One of the activities to answer this challenge is to conduct training that directly practices how to operate an online learning support application. This training program attended by parents and students in the Sukodono District, Sidoarjo Regency. This training is carried out online due to a social restriction policy at the time of the training. The evaluation results and feedback from the training participants stated an increase in understanding of the operation of the applications being taught; besides, the participants indicated that the community needed similar training. However, the participants hope that the next training will be carried out offline to teach the participants step-by-step directly.
Keywords: Google Meet; Google Classroom; school from home; training; Zoom
Abstrak: Program belajar dari rumah yang dilaksanakan semua instansi pendidikan selama masa pandemi COVID 19, memaksa semua pihak yang terlibat untuk beradaptasi. Program belajar dari rumah ini membutuhkan teknologi informasi sebagai medianya agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Salah satu tantangan yang muncul dari metode belajar jarak jauh ini adalah kemampuan pengoperasian teknologi informasi terutama aplikasi-aplikasi yang digunakan untuk mendukung proses belajar daring. Salah satu kegiatan untuk menjawab tantangan ini adalah dengan mengadakan pelatihan yang langsung mempraktekkan cara peng-operasian pengoperasian aplikasi pendukung belajar daring. Pelatihan ini diikuti oleh para orang tua dan siswa di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Pelatihan ini dilaksanakan secara daring karena adanya kebijakan pem-batasan sosial pada saat pelatihan berlangsung. Hasil evaluasi dan timbal balik dari peserta pelatihan menyatakan bahwa terjadi peningkatan pemahaman terhadap pengoperasian aplikasi yang diajarkan, selain itu peserta menyatakna bahwa pelatihan sejenis dibutuhkan oleh masyarakat. Akan tetapi peserta berharap agar pelatihan selanjutnya dilaksanakan secara luring sehingga instruktur dapat mengajari peserta tahap demi tahap secara langsung.
Kata kunci: belajar dari rumah; google meet; Google Classroom; pelatihan; Zoom
Abstract:Abstract: Along development process of teaching activities in classroom has many challenges and demands. The increasing number information channels that can be accessed by students so that teacher often lags far behind the…
he updated information that has been received. Therefore teacher is forced to compensate by looking for various additional information. One of the learning strategies that has not been widely applied today is the e-learning strategy. Edmodo is a paid e-learning website that can be utilized teachers implementing learning strategies. But there are still many teachers who do not know and utilize it to fullest helping learning process in the classroom. The method used this training is lecture, discussion and direct practice. The lecture method and discussion are used to convey information relating the theories and benefits of applying edmodo. With direct practice, teachers will be more understanding in applying edmodo. It is expected that after this training, teachers are able compile learning materials in e-learning online so that teachers are not only fixated on conventional learning models. After that, the teacher can implement e-learning in the class he is teaching. Starting from listening material, making assignments given through assignments and online quizzes for the subjects they teach.
Keywords: Learning Strategy, e-Learning, Edmodo
Abstrak: Seiring perkembangan zaman proses kegiatan mengajar di kelas memiliki banyak tantangan dan tuntutan. Semakin banyaknya jalur informasi yang dapat diakses oleh siswa sehingga tidak jarang guru tertinggal jauh dari updatenya informasi yang sudah diterima oleh siswa. Oleh karena itu guru dipaksa harus mengimbanginya dengan mencari berbagai informasi tambahan. Salah satu strategi belajar yang belum banyak diterapkan saat ini adalah strategi belajar e-learning. Edmodo merupakan website e-learning tidak berbayar yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam menerapkan strategi belajar e-learning. Namun masih banyak guru yang belum mengetahui dan memanfaatkannya secara maksimal dalam membantu proses belajar mengajar di kelas. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu ceramah, diskusi dan praktek langsung. Metode ceramah dan diskusi digunakan untuk menyampaikan informasi yang berkaitan dengan teori-teori dan manfaat menerapkan edmodo. Dengan praktek langsung, guru-guru akan lebih memahami dalam menerapkan edmodo. Diharapkan setelah diadakan pelatihan ini, guru-guru SMA IT Plus Bazma Brilliant mampu menyusun materi pembelajaran secara e-learning online sehingga guru tidak hanya terpaku pada model pembelajaran konvensional saja. Setelah itu, guru dapat mengimplementasikan pembelajaran e-learning di dalam kelas yang diampunya. Mulai dari menguploud materi, membuat tugas yang diberikan melalui fitur assignment dan kuis online untuk mata pelajaran yang diajarnya.
Kata kunci: Strategi Belajar, e-Learning, Edmodo
Abstract:Abstract: The design of the 12 V amplifier module which was held at SMK Negeri 5 in the city of Tanjungbalai, received from 80 students whose dedication was conducted, more than 75 students successfully completed the 12…
V amplifier assembly project and the category was successful, and 3 students were only able to reinforce the transfer project. but it can not be lit and 2 more students can not finish to the end. The 12 V amplifier module design training aims to increase the capacity to increase the skills in the practicum field, especially in the field of audio video engineering which is pursued according to the existing majors. The subject matter in service at SMK 5 Tanjungblai, discussing the 12 volt amplifier work system, schematic designer to PCB board, testing electronic components using digital multitester and testing amplifiers using input from the mobile jack and oscilloscope.Keywords: 12 Volt Amplifier, Service, SMK 5 Tanjungbalai
Abstrak: Perancangan modul amplifier 12 Volt yang diadakan di SMK Negeri 5 kota tanjungbalai, mendapatai dari 80 siswa yang mengikuti pengabdian yang dilakukan, lebih dari 75 siswa berhasil menyelesikan project perakitan amplifier 12 V dan tergologn kategori berhasil, dan 3 siswa hanya mampu menyelesaikan project amplifier, tetapi tidak bisa menyala dan 2 siswa lagi tidak bisa menyelesaikan sampai akhir. Pelatihan perancangan modul amplifier 12 V, ini bertujuan untuk menambah kompetensi siswa untuk meningkatkan hardskill dibidang praktikum, khususnya dibidang produktif jurusan teknik audio video yang ditekuni sesuai jurusan yang diambil. Pokok bahasan dalam pengabdian di SMK Negeri 5 Tanjungblai, membahas tentang sistem kerja amplifier 12 volt, perancangan scematik ke board PCB , pengujian komponen elektronik dengan menggunakan multitester digital dan pengujian amplifier dengan menggunakan input dari jack handphone dan oscilloscope.
Kata Kunci: Amplifier 12 Volt, Pengabdian, SMK Negeri 5 Tanjungbalai
Abstract:Abstrak: Bentuk aplikasi dari serangkaian teori pendidikan yang telah dipelajari di dalam kampus tentunya akan lebih bermanfaat apabila teori-teori ilmu tersebut kita bagi kepada masyarakat. Kegiatan inilah yang disebut…
dengan pengabdian kita kepada masyarakat. Sebagai seorang akademisi baik dosen dan mahasiswa harus mampu bekerjasama dalam meujudkan Tri Darma perguruan tinggi dimana tempat kita membagi dan menimba ilmu pengetahuan. Pengabdian kepada masyarakat adalah tindakan nyata yang dapat kita lakukan untuk menambah wawasan masyarakat terhadap informasi yang akan kita bagikan, sehingga membawa kontribusi positif dalam masyarakat. Apalagi sekarang lagi hangat-hangatnya memperbincangkan tentang pemilihan kepala daerah, oleh karena itu penyuluhan tentang kepemimpinan dianggap perlu untuk di sosialisasikan kepada masyarakat. Harapan kedepannya adalah masyarakat mampu memilih pemimpin yang dapat menjadi contoh baik dalam setiap tindakan dan perkataannnya. Masyarakat diharapkan lebih hati-hati dalam memilih calon kepala daerah, tidak mudah terpengaruh citra dan kekuasaan yang dapat mendatangkan kerudian dalam masyarakat itu nantinya. Selain itu masyarakat tidak perlu takut terhadap tekanan yang mungkin saja datang untuk memaksa memilih jagoan mereka, masyarakat harus mendapatkan pencerahan tentang bagaimana hukum itu berlaku di kalangan masyarakat. Untuk itu selain membahas masalah kepemimpinan Universitas asahan juga bekerjasama dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum – Cakrawana Nusantara Indonesia untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang hukum, apa yang harus dilakukan masyarakat apabila tersangkut permasalahan hukum di lingkungannya, mengetahui hak dan kewajibannya dalam mentaati hukum tersebut. Harapan terbesarnya masyarakat di desa antara tidak tabu lagi terhadap permasalahan hukum, masyarakat desa antara berani untuk menghadapai permasalahan hukum yang mereka hadapi, masyarakat desa antara mampu memilih pemimpin yang tepat untuk memimpin daerah mereka.
Kata kunci: Kepemimpinan, Bantuan Hukum, Masyarakat Marginal
Abstract: The application form of a series of educational theories that have been studied on campus will certainly be more useful if the theories of science are shared for the community. This activity is called our devotion to the community. As an academic both lecturers and students should be able to work together in realizing Tri Darma college where we share and gain knowledge. Community service is a real action that we can do to increase society's insight into the information we will share, thus bringing a positive contribution to society. Especially now more warmly discussed about the election of regional heads, therefore counseling about leadership is considered necessary for the socialization to the community. The future expectation is that people are able to choose leaders who can be good examples in every action and perfomance. The community is expected to be more careful in choosing candidates for regional heads, not easily influenced by the image and power that can bring in the society later. In addition people should not be afraid of the pressures that might come to force their heroes, the public should get an enlightenment about how the law applies to the public. In addition to discussing the issue of leadership, the University of Asahan also cooperates with the Legal Aid Foundation - Cakrawana Nusantara Indonesia to provide an understanding to the public about the law, what should the community do when it comes to legal issues in its environment, knowing its rights and obligations in complying with the law. The greatest hope of the community in the village between no longer taboo on legal issues, the villagers between daring to face the legal problems they face, the villagers between able to choose the right leader to lead their area.
Keywords: Leadership, Legal Aid, Marginal Society
Abstract:Abstract: Existing IoT anomaly detection studies have achieved high classification performance, but most focus on accuracy and F1-score without explicitly controlling the false positive rate (FPR). In addition, many approaches…
oaches rely on a single detection perspective, limiting their operational reliability. To address this gap, this study proposes a hybrid anomaly detection framework integrating Long Short-Term Memory (LSTM), Shannon entropy, and autoencoder reconstruction error. Shannon entropy is incorporated as an additional feature, while LSTM and the autoencoder capture temporal and reconstruction characteristics. The resulting hybrid representation is processed by a constraint-based threshold selection mechanism that enforces FPR . Experiments on the TON-IoT and Edge-IIoTset datasets achieved average F1-scores of 0.9250 and 0.9934, while maintaining average FPR values of 0.0091 and 0.0714, respectively. Analysis of entropy distributions showed consistent differences between normal and anomalous traffic across both datasets, indicating that Shannon entropy provides discriminative information for anomaly detection. These results demonstrate strong detection performance with controlled false alarms, while ablation studies confirm the significant contribution of Shannon entropy to overall model performance.
Keywords: false positive rate; hybrid deep learning; Internet of Things; network anomaly detection; Shannon entropy
Abstrak: Penelitian deteksi anomali Internet of Things (IoT) telah menunjukkan performa klasifikasi yang tinggi, namun sebagian besar masih berfokus pada accuracy dan F1-score tanpa mengendalikan false positive rate (FPR) secara eksplisit. Selain itu, banyak pendekatan hanya memanfaatkan satu perspektif deteksi sehingga reliabilitas operasionalnya masih terbatas. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, penelitian ini mengusulkan kerangka deteksi anomali hybrid yang mengintegrasikan Long Short-Term Memory (LSTM), Shannon entropy, dan autoencoder reconstruction error. Shannon entropy digunakan sebagai fitur tambahan, sedangkan LSTM dan autoencoder menangkap karakteristik temporal dan deviasi rekonstruksi. Representasi hybrid yang dihasilkan kemudian diproses melalui mekanisme constraint-based threshold selection dengan batas FPR . Hasil pengujian pada dataset TON-IoT dan Edge-IIoTset menghasilkan F1-score rata-rata sebesar 0,9250 dan 0,9934, dengan FPR rata-rata sebesar 0,0091 dan 0,0714. Perbedaan nilai entropy yang konsisten antara trafik normal dan anomali pada kedua dataset menunjukkan bahwa Shannon entropy menyediakan informasi diskriminatif untuk deteksi anomali. Hasil tersebut menunjukkan performa deteksi yang kuat dengan false alarm yang terkendali, sementara studi ablasi mengonfirmasi kontribusi signifikan Shannon entropy terhadap performa model.
Kata kunci: deteksi anomali jaringan; false positive rate; hybrid deep learning; Internet of Things; Shannon entropy
Abstract:Abstract: Accurate forecasts of tea harvest production are important for workforce planning, factory operations, and marketing decisions, yet conventional estimation in plantations often relies on field experience and can…
n be biased and less adaptive to changing conditions. This study aims to develop a Random Forest Regression model to predict tea harvest production at the Bah Butong tea plantation using historical operational and climate-related data. The dataset consists of 60 monthly records (2020–2024) with six predictor variables: rainfall (mm), number of rainy days, pest level, weed level, number of harvested trees and land area. Data were split into 80% training (48 samples) and 20% testing (12 samples). Model hyperparameters were optimized using RandomizedSearchCV with RepeatedKFold cross-validation (5 folds, 3 repeats). The tuned model achieved MSE of 668,980,524.45, RMSE of 25,864.66 kg, MAE of 19,838.69 kg, and MAPE of 7.59% on the test set. The results indicate that the model can provide practical production estimates, with errors averaging about 7–8% of the actual production. Feature importance analysis shows that the number of harvested tea bushes and cultivated area contribute most to predictions. Future work should extend the historical period and incorporate time-based features (seasonality/lag) for improved forecasting.
Keywords: hyperparameter tuning; production prediction; random forest; regression; tea harvest
Abstrak: Perkiraan akurat produksi panen teh sangat penting untuk perencanaan tenaga kerja, operasional pabrik, dan keputusan pemasaran, namun estimasi konvensional di perkebunan seringkali bergantung pada pengalaman lapangan dan dapat bias serta kurang adaptif terhadap perubahan kondisi. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan model Regresi Random Forest untuk memprediksi produksi panen teh di perkebunan teh Bah Butong menggunakan data operasional dan data terkait iklim historis. Dataset terdiri dari 60 catatan bulanan (2020–2024) dengan enam variabel prediktor: curah hujan (mm), jumlah hari hujan, tingkat hama, tingkat gulma, jumlah pokok panen, dan luas lahan. Data dibagi menjadi 80% data pelatihan (48 sampel) dan 20% data pengujian (12 sampel). Parameter model dioptimalkan menggunakan RandomizedSearchCV dengan validasi silang RepeatedKFold (5 lipatan, 3 pengulangan). Model yang telah disempurnakan mencapai MSE sebesar 668.980.524,45, RMSE sebesar 25.864,66 kg, MAE sebesar 19.838,69 kg, dan MAPE sebesar 7,59% pada set data uji. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model dapat memberikan estimasi produksi yang praktis, dengan kesalahan rata-rata sekitar 7–8% dari produksi aktual. Analisis kepentingan fitur menunjukkan bahwa jumlah semak teh yang dipanen dan luas lahan budidaya paling berkontribusi pada prediksi. Pekerjaan selanjutnya harus memperpanjang periode historis dan menggabungkan fitur berbasis waktu (musiman/lag) untuk peramalan yang lebih baik.
Kata kunci: panen teh; prediksi produksi; random forest; regresi; tuning parameter
Abstract:Abstract: In the era of sensitive health data and frequent cyberattacks, securing electronic medical records (EMR) has become a critical challenge. This study proposes a hybrid encryption framework combining Affine and AES…
ES algorithms with an AI-based key management module to enhance EMR security while maintaining efficiency. A dataset of 1,000 simulated records was evaluated using five cryptographic configurations: Affine-only, AES-only, RSA-only, Affine–AES, and Affine–AES with AI. Performance was measured through encryption/decryption latency and ciphertext size, while security was assessed under brute-force, SQL injection, and phishing simulations. The AI decision tree for key generation was evaluated using accuracy, precision, recall, F1-score, and entropy metrics. Results show that the AI-enhanced hybrid method eliminates brute-force success, introduces only minor latency overhead, and generates high-entropy keys with reliability above 98%. These findings indicate that integrating AI-based dynamic key regeneration into hybrid encryption can improve EMR security while remaining practical for clinical and cloud-based healthcare systems. Future work should involve real clinical datasets and explore post-quantum cryptographic extensions.
Keywords: AI key management; attack resistance; encryption performance; electronic medical records; hybrid encryption
Abstrak: Di era meningkatnya sensitivitas data kesehatan dan maraknya serangan siber, perlindungan Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi tantangan penting. Penelitian ini mengusulkan kerangka enkripsi hibrida yang menggabungkan algoritma Affine dan AES dengan modul manajemen kunci berbasis AI untuk meningkatkan keamanan RME tanpa mengorbankan efisiensi. Dataset simulasi berisi 1.000 entri diuji menggunakan lima konfigurasi kriptografi: Affine-only, AES-only, RSA-only, Affine–AES, serta Affine–AES dengan AI. Performa diukur melalui latensi enkripsi/dekripsi dan ukuran ciphertext, sedangkan keamanan dievaluasi melalui simulasi serangan brute force, SQL injection, dan phishing. Model decision tree untuk manajemen kunci dinilai menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, F1-score, dan entropi. Hasil menunjukkan bahwa metode hibrida dengan AI menghilangkan keberhasilan brute force, menambah overhead latensi yang minimal, serta menghasilkan kunci berentropi tinggi dengan reliabilitas di atas 98%. Temuan ini menunjukkan bahwa regenerasi kunci dinamis berbasis AI dalam skema enkripsi hibrida dapat meningkatkan keamanan RME sekaligus tetap praktis untuk sistem klinis dan layanan kesehatan berbasis cloud. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan dataset klinis nyata dan mengeksplorasi kriptografi pascakuantum.
Kata kunci: enkripsi hibrida; ketahanan serangan; kinerja enkripsi; manajemen kunci berbasis AI; rekam medis elektronik
Abstract:Abstract: Secondary education plays an important role in shaping students' academic, social, and emotional skills and preparing them for further education or entering the workforce. One important aspect of education is the…
he application of discipline through sanctions for violations of school rules. SMA Negeri 1 Kisaran currently still uses a manual system in recording and imposing sanctions, which is prone to errors, data loss, and is less efficient in decision making. This study aims to propose the implementation of a decision support system based on the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method to determine more objective and transparent sanctions. The results of the application of the TOPSIS method in the process of determining objective sanctions for students at SMA Negeri 1 Kisaran are based on factors such as attendance, neatness, diligence, and student behavior, resulting in more accurate and systematic decisions. This study shows that the application of the TOPSIS method increases efficiency in determining sanctions for students and supports a fairer and data-based coaching process in schools.
Keywords: decision support system; discipline; sanctions; TOPSIS.
Abstrak: Pendidikan menengah memiliki peran penting dalam membentuk keterampilan akademik, sosial, dan emosional peserta didik serta mempersiapkan mereka untuk pendidikan lebih lanjut atau masuk ke dunia kerja. Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah penerapan disiplin melalui sanksi terhadap pelanggaran aturan sekolah. SMA Negeri 1 Kisaran saat ini masih menggunakan sistem manual dalam pencatatan dan pemberian sanksi, yang rentan terhadap kesalahan, kehilangan data, serta kurang efisien dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengusulkan penerapan sistem pendukung keputusan berbasis metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk menentukan sanksi yang lebih objektif dan transparan. Hasil dari penerapan metode TOPSIS dalam proses penentuan sanksi objektif pada peserta didik di SMA Negeri 1 Kisaran didasarkan pada faktor-faktor seperti kehadiran, kerapian, kerajinan, serta kelakuan siswa, sehingga menghasilkan keputusan yang lebih akurat dan sistematis. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan metode TOPSIS meningkatkan efisiensi dalam menentukan sanksi bagi siswa serta mendukung proses pembinaan yang lebih adil dan berbasis data di sekolah.
Kata kunci: kedisiplinan; sanksi; sistem pendukung keputusan; TOPSIS.
Abstract:Abstract: The advancement of network security faces growing challenges as cyberattacks become more sophisticated. Traditional rule-based systems struggle with zero-day attacks and obfuscation techniques. This study examines…
nes the development trends of AI-based algo-rithms, particularly machine learning and deep learning, in threat detection. A literature review evaluates AI-driven approaches, including support vector machines, random for-est, deep neural networks, convolutional neural networks, and reinforcement learning. Findings show that AI enhances detection accuracy, adaptability, and reduces false posi-tives. Machine learning efficiently classifies known attacks, while deep learning excels in identifying complex patterns such as distributed denial-of-service and advanced persis-tent threats. Unsupervised learning improves anomaly detection without labeled data. However, AI models require high-quality data, substantial computational resources, and remain vulnerable to adversarial attacks. Despite these challenges, AI provides a dynam-ic and adaptive security solution, surpassing traditional systems. Future research should enhance AI scalability and resilience for evolving cybersecurity threats.
Keywords: anomaly detection; artificial intelligence; deep learning; machine learning; network security
Abstrak: Perkembangan keamanan jaringan menghadapi tantangan yang semakin besar seiring meningkatnya kompleksitas serangan siber. Sistem berbasis aturan tradisional kesulitan mendeteksi zero-day attack dan teknik penyamaran. Penelitian ini mengkaji tren pengembangan algoritma berbasis AI, khususnya machine learning dan deep learning, dalam deteksi ancaman. Literature review mengevaluasi pendekatan berbasis AI, termasuk support vector machines, random forest, deep neural networks, convolutional neural networks, dan reinforcement learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI meningkatkan akurasi deteksi, adaptabilitas terhadap ancaman baru, serta mengurangi false positive. Machine learning efektif mengklasifikasikan serangan yang telah diketahui, sementara deep learning unggul dalam mengenali pola kompleks seperti distributed denial-of-service dan advanced persistent threats. Unsupervised learning meningkatkan deteksi anomali tanpa memerlukan data berlabel. Namun, AI masih bergantung pada data berkualitas tinggi, sumber daya komputasi besar, dan rentan terhadap adversarial attack. Meskipun demikian, AI menawarkan solusi keamanan yang lebih dinamis dan adaptif dibandingkan sistem tradisional. Penelitian selanjutnya perlu difokuskan pada peningkatan skalabilitas dan ketahanan AI dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
Kata kunci: deteksi anomali; jaringan keamanan; kecerdasan buatan; pembelajaran dalam; pembelajaran mesin