Search Articles & Publications

Showing 4974 articles found for "Hasil"

Analisis Determinan Keterlambatan Literasi Dasar pada Siswa Sekolah Dasar

Nayala Intani Parasdika, ARUM, FEBRIANA ARUM SUSILOWATI, Lisna, Lisna Wati Dewi, Indah, Indah Silvianingrum, Luthfa Nugraheni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan literasi khususnya kemampuan membaca, pada siswa kelas IV SD 5 Bae. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik observasi,… ervasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, membedakan bunyi (fonem), membaca kata secara lancar, serta memahami isi bacaan. Faktor penyebab keterlambatan literasi berasal dari aspek internal siswa seperti rendahnya kemampuan fonologis dan minimnya motivasi membaca, serta faktor eksternal seperti kurangnya pendampingan orang tua, minimnya lingkungan literasi di rumah, dan metode pembelajaran membaca yang masih tradisional. Selain itu, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik turut memengaruhi rendahnya minat baca siswa. Berdasarkan temuan ini, diperlukan upaya pendampingan membaca secara individual, pembiasaan literasi di sekolah, peningkatan peran orang tua, serta penggunaan metode dan media pembelajaran yang variatif agar kemampuan literasi dasar siswa dapat meningkat secara optimal.

ANALISIS KENDALA GURU GEOGRAFI DALAM MELAKSANAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN ABAD 21 DI SMA ERIA MEDAN

Nazwa Amelia Putri, Pinta Yosepin Turnip, Ovimena Simbolon
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis kendala yang dihadapi guru Geografi di SMA Swasta Eria Medan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran abad ke-21 yang mengintegrasikan prinsip Higher Order Thinking Skills (HOTs) dan… Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, serta telaah dokumen perangkat evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi secara terencana dan sesuai kurikulum, mencakup penilaian formatif, sumatif, sikap, dan keterampilan. Namun, penerapan soal HOTs masih terbatas karena rendahnya kemampuan analisis siswa, kurangnya pelatihan guru, serta minimnya sarana teknologi pendukung. Evaluasi berbasis TPACK mulai diterapkan melalui Google Form dan platform digital lain, tetapi belum optimal akibat keterbatasan jaringan dan fasilitas sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana digital, serta kolaborasi MGMP untuk memperkuat implementasi evaluasi sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Analisis Perancangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Abad ke-21 (HOTS dan TPACK) sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman dan Pengalaman Lapangan Mahasiswa Calon Guru

Siti Hajar Sahari, Nur Holila Nasution, Joni Tua Pasaribu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Adapun tujuan penelitian ini  yaitu bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan  pembelajaran pada evaluasi pelajaran Geografi di sekolah MAN 2 MODEL MEDAN. Didalam penelitian kami melakukan… kan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru pada mata pelajaran Geografi. Adapun hasil dari penelitian yang kami dapat yaitu yang  menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru juga memanfaatkan beberapa berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, juga guru evaluasi ini juga masih ada beberapa menghadapi masalah/kendala.Adapun masalah atau kendala yang sering dihadapi guru yaitu seperti: Keterbatasan Kompetensi Digital dan Pedagogik, Kurangnya Pelatihan Profesional, Minimnya Fasilitas Sekolah, Resistensi terhadap Perubahan, Waktu yang Terbatas.Selain itu, ada juga beberapa penerapan soal yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa yang selalu memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Jadi penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menghadapi kendala harus memerlukan pendukung untuk evaluasi pembelajaran Geografi, supaya dapat lebih efektif, terstandar, dan relevan dalam evaluasi pembelajaran abad ke-21 berbasis HOTS dan TPACK.

Analisis Kendala Yang Dihadapi Guru Dalam Melaksanakan Evaluasi Pembelajaran Geografi Di Kelas XI Di SMA N 12 Medan

Aisyah Dwi Ramadhani, Silvia Novelina Simanullang, Tungunedo Manalu, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran Geografi di kelas XI SMA Negeri 12 Medan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui… pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru mata pelajaran Geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru memanfaatkan berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, pelaksanaan evaluasi masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kemampuan analisis siswa yang rendah, keterbatasan fasilitas sekolah (laboratorium SIG, peta tematik, jaringan internet), serta belum adanya standar baku dari Kemendikbud terkait komposisi soal berdasarkan level kognitif. Selain itu, penerapan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa turut memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi diperlukan untuk mendukung evaluasi pembelajaran Geografi yang lebih efektif, terstandar, dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.

ANALISIS KENDALA DAN SOLUSI GURU GEOGRAFI DALAM PELAKSANANN EVALUASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 11 MEDAN

Rizky Ahmadani, Amanda Anggraini, Juni Paramita Nababan, Nurmala Berutu, Eka Suci Anja Kusumawati
Abstract: dilakukan guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Geografi di SMA Negeri 11 Medan. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen pembelajaran dengan narasumber utama Ibu Nurbaiti Panggabean, S.Pd, penelitian… litian ini menemukan bahwa proses evaluasi mencakup tiga aspek utama yaitu penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi secara sistematis dan berkesinambungan, namun masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam perencanaan instrumen penilaian, pelaksanaan observasi lapangan, dan penilaian autentik. Kendala tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, fasilitas pembelajaran, serta perbedaan kemampuan siswa. Guru menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi kendala tersebut, antara lain peningkatan kompetensi melalui MGMP, penerapan teknologi seperti Google Form dan Quizizz, penilaian proyek berbasis autentik, serta penggunaan rubrik penilaian yang lebih objektif. Selain itu, guru mulai mengintegrasikan pendekatan HOTS dan TPACK dalam evaluasi, meskipun masih pada tahap awal. Hasil evaluasi juga dimanfaatkan untuk memberikan umpan balik, perbaikan metode pembelajaran, dan penentuan tindak lanjut akademik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi evaluasi masih membutuhkan dukungan sistemik dari sekolah, seperti penguatan fasilitas digital, pengembangan bank soal HOTS, peningkatan literasi data guru, dan penyediaan waktu khusus untuk refleksi pedagogik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi pembelajaran Geografi akan lebih efektif apabila didukung oleh kompetensi guru, fasilitas memadai, serta sistem kolaboratif yang berkelanjutan..

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia: Tinjauan Teoretis dan Rekomendasi Integratif

Gultom, Ezra Patrecia, Ebi Sepania Sipayung, Friska Rodayana Tambunan, Chelsea Natalia Panjaitan, Jaya Damanik
Abstract: Artikel ini membahas implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan melalui telaah pustaka terhadap literatur akademik yang terbit pada periode 2018–2025. Kajian ini dilakukan untuk menjawab kesenjangan antara tujuan… uan ideal pendidikan berlandaskan Pancasila dan praktik implementasinya di berbagai lembaga pendidikan. Metode penelitian menggunakan analisis isi dan sintesis tematik terhadap buku, artikel jurnal, serta dokumen kebijakan nasional terkait pendidikan nilai dan Profil Pelajar Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi nilai Pancasila memerlukan pendekatan multidimensional yang meliputi integrasi dalam kurikulum, peran transformasional guru, budaya sekolah yang mendukung pembiasaan nilai, serta dukungan kebijakan struktural. Di samping itu, ditemukan berbagai hambatan seperti rendahnya pemahaman guru terhadap pendidikan nilai, lemahnya instrumen evaluasi karakter, pengaruh budaya digital, serta ketidakkonsistenan kebijakan. Kajian ini menegaskan perlunya strategi penguatan berupa peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan model pembelajaran berbasis nilai, evaluasi karakter yang komprehensif, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Simpulan dari kajian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dan berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan nilai berlandaskan Pancasila yang relevan dengan tantangan era globalisasi.

Analisis Tingkat Pemahaman Mahasiswa mengenai Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK

Inna Umi Fadillah, Julia Agnesia Harianja, Wan Saskia Putri, M. A. Jaya Damanik
Abstract: Pancasila sebagai dasar negara sekaligus landasan moral memiliki peran penting dalam mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) agar tetap selaras dengan nilai etika, kemanusiaan, dan kesejahteraan bangsa.… angsa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi modern, pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila menjadi aspek yang penting untuk memastikan penggunaan IPTEK berjalan secara bijak dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman mahasiswa mengenai Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 50 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert 1–5 dengan 14 pernyataan yang dianalisis melalui klasifikasi skor menjadi tiga kategori tingkat pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi sebanyak 42 orang, kategori sedang sebanyak 8 orang, dan tidak ada responden pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman mahasiswa mengenai Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK berada pada kategori baik hingga sangat baik. Hal ini mencerminkan efektivitas pendidikan Pancasila di perguruan tinggi dalam menanamkan nilai moral dan etika dalam pemanfaatan IPTEK. Meskipun demikian, masih diperlukan penguatan pembelajaran kontekstual dan aplikatif agar seluruh mahasiswa mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara lebih komprehensif dalam menghadapi tantangan teknologi di era digital.

Pengaruh Lingkungan Kampus terhadap Penghayatan Mahasiswa terhadap Ideologi Pancasila

Chrisinta Yuli Yanti Simanjuntak, Nehemia Elovani P. Br. Tarigan, Fatmawati Waruwu, Tresia Simorangkir, Jaya Damanik
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kampus terhadap penghayatan mahasiswa terhadap ideologi Pancasila di Universitas Negeri Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif&#8230; siatif dan teknik survei melalui penyebaran angket kepada 50 mahasiswa sebagai sampel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji t, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kampus berpengaruh secara signifikan terhadap penghayatan mahasiswa terhadap Pancasila, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,001 (< 0,05). Koefisien korelasi sebesar 0,714 menunjukkan hubungan kuat dan positif antara kedua variabel. Temuan ini menegaskan bahwa semakin kondusif lingkungan kampus, semakin tinggi tingkat penghayatan mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, penguatan budaya akademik, interaksi sosial, dan kegiatan kemahasiswaan menjadi aspek penting dalam meningkatkan internalisasi nilai-nilai kebangsaan di perguruan tinggi.

Implementasi Pembelajaran Nilai-Nilai Pancasila untuk Meningkatkan Pemahaman Sejarah Lahirnya Pancasila dan Karakter Peserta Didik Sekolah Menengah

Goodwill Lumbantobing, Fery Sinabutar, Sabam Isay Sianipar, Jaya Damanik
Abstract: Pemahaman siswa terhadap sejarah lahirnya Pancasila merupakan fondasi dalam pembentukan karakter kebangsaan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan masih rendahnya pemahaman siswa akibat model pembelajaran yang cenderung&#8230; konvensional dan minim inovasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi model pembelajaran nilai-nilai Pancasila yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang sejarah Pancasila serta membentuk karakter jujur dan sikap kebangsaan lainnya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengintegrasikan temuan dari tiga jurnal relevan—penggunaan media audio visual, pembelajaran nilai berbasis Pancasila, dan pembentukan karakter jujur melalui Pendidikan Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode interaktif, media audio visual, serta pendekatan kontekstual mampu meningkatkan pemahaman historis siswa, partisipasi belajar, serta penginternalisasian nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini mempertegas pentingnya penguatan pedagogi, teknologi pembelajaran, dan keteladanan guru dalam pendidikan Pancasila.

Lived Experiences Guru Madrasah dalam Mengembangkan Kompetensi Pedagogik dan Profesional melalui Pembelajaran Mendalam

Puspa Meilina, Anita
Abstract: Penelitian ini mengkaji pengalaman hidup guru-guru Madrasah Ibtidaiyah di Pekalongan, Lampung Timur dalam mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesional melalui penerapan pembelajaran mendalam (deep learning). Dengan&#8230; menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif, penelitian ini berupaya menangkap makna subjektif dan dinamika praktik mengajar yang dialami para guru dalam konteks perubahan kurikulum, tuntutan profesionalisme, dan kebutuhan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan langkah-langkah reduksi fenomenologis berdasarkan Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam mendorong guru untuk berefleksi secara kritis, merancang pembelajaran berbasis pemahaman konseptual, serta meningkatkan kemampuan profesional melalui kolaborasi dan pengembangan diri. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman mengajar yang autentik, ditopang oleh pemahaman pedagogik yang matang, menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan kompetensi guru dan implikasi praktis bagi pengembangan program pelatihan guru berbasis pengalaman.