Search Articles & Publications

Showing 4947 articles found for "Pada"

PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MIOPIA TINGGI

Devi Susanti, Leni Novianti, Rizcita Prilia Melvani, M Fakhruddin, M. Hanafiah
Abstract: Studi yang dikerjakan oleh Holden menemukan bahwa prevalensi miopia global adalah 22,9% dan miopia tinggi 2,7% pada tahun 2000. Dalam dekade berikutnya, prevalensi miopia meningkat menjadi 28,3% dan miopia tinggi naik menjadi&#8230; njadi 4,0% pada tahun 2010. Prediksi untuk tahun 2050 menyatakan bahwa prevalensi miopia akan mencapai 49,8% dan miopia tinggi akan mencapai 9,8%. Selain itu, data dari WHO pada tahun 2010 mencatat bahwa prevalensi miopia global adalah 27% dan miopia tinggi adalah 2,8%. Berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya miopia pada pasien meliputi genetik dan pola hidup Miopia merupakan sebuah kelainan refraksi di mana, ketika mata tidak berakomodasi, sinar-sinar sejajar dari objek tertentu difokuskan bukan pada retina, melainkan di depannya.Tinjauan Pustaka: miopia merupakan sebuah kelainan refraksi di mana, ketika mata tidak berakomodasi, sinar-sinar sejajar dari objek tertentu difokuskan bukan pada retina, melainkan di depannya. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini, metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini sebanyak 56 responden. Hasil Penelitian : Setelah dianalisa dengan uji statistik chi-square dimana P = 0,05 diperoleh P Value =0,006 < 0,05 dan diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara faktor genetik dengan kejadian miopia tinggi di Optik Global Palembang. Setelah dianalisa dengan uji statistik chi-square dimana P = 0,05 diperoleh P Value = 0,03 < 0,05 dan diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola hidup dengan kejadian miopia tinggi di Optik Global Palembang. Kesimpulan : berdasarkan hasil dari uji chi square terdapat ada hubungan antara faktor genetik dan pola hidup terhadap terjadinya miopia tinggi pada pasien di Optik Global Palembang.

The PENERAPAN DLMS DAN EQUALIZER PADA AUDIO SOUND SYSTEM MASJID UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH JEMAAH MASJID BAITUL MUTTAQIN PISANGAN BONTANG

Tur, Turahyo, Arfittariah, Nur Imansyah, Abadi Nugroho, Rachmah Agus Putri, Sulaiman
Abstract: Audio feedback atau biasa di kenal dengan dengung, baik pada frekuensi rendah maupun pada frekuensi tinggi merupakan permasalahan serius pada tata suara di masjid. Audio feedback  yang terjadi di masjid dapat mengganggu&#8230; kekhusu’an jemaah saat sholat 5 waktu. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah jamaah  Masjid Baitul Muttaqin Pisangan terutama sholat 5 waktu, melalui penerapan Digital Loudspeaker Management System (DLMS) dan equalizer 31 kanal sebagai kontrol speaker monitor Imam. Peralatan ini digunakan untuk mengatasi masalah audio feedback, menjaga kestabilan level output dari audio mixer, dan meningkatkan kejernihan suara pada speaker utama maupun speaker monitor imam. Dalam implementasinya, fitur-fitur seperti digital equalizer, compressor, limiter, dan crossover pada DLMS dimanfaatkan secara optimal. Setting equalizer dilakukan mengikuti panduan vocal equalizer cheat sheet guna mengurangi frekuensi penyebab feedback. Dari hasil setting perangkat DLMS dan Equalizer di dapatkan hasil di masjid, audio feedback/ dengung sudah tidak terjadi lagi. Hal ini menyebabkan jemaah masjid yang sholat 5 waktu sudah tidak terganggu dengan suara dengung atau audio feedback. Hal ini meningkatkan kualitas ibadah jamaah masjid Baitul Muttaqin Pisangan.    

SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PENANGANAN PERTAMA PERAWATAN LUKA SEDERHANA, PEMBIDAIAN, DAN AMBULASI PADA SISWA SD NEGERI 2 BANDA ACEH PROVINSI ACEH

Putra, Yadi, Fauziah, Fauziah, Yusrika, Yusrika, Sakdah, Nurul, Bilo, Beny
Abstract: Perawatan luka merupakan cara pertolongan pertama dalam pencegahan infeksi dan permasalahan lanjut, dengan perawatan luka yang baik bisa mencegah terjadi trauma lanjutan, cara membersikan luka sangat penting diajarkan kepada&#8230; pada siswa biar ketika mendapatkan kasus cedera bisa melakukan perawatan luka secara mandiri, pembidaian ini efektif untuk mencegah dari efek yang negatif karena dengan pembidaian akan membantu tulang tidak tergesek dan meminimal terjadinya nyeri karena terkilir acara melakukan pembidaian yang tepat harus dipahami oleh siswa agar mudah dalam melakukannya di lingkungan sekolah, ambulasi merupakan proses memindahkan orang yang mengalami kecelakan terutama siswa sekolah. Namun hasil observasi banyak siswa yang belum memahami dan belum bisa melakukan cara perawatan luka, pembidaian dan ambulasi yang benar ini karena ini karena belum ada pelatihan pada siswa. Mitra dalam kegiatan ini adalah universitas Abulyatama dan SDN 2 Banda Aceh. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 50 siswa dan siswi. Media yang digunakan power point, proyektor, alat peraga, leaflet. Tahapkan kegiatan adalah pertama penyampaian materi, demonstrasi oleh tim dan dosen selanjutnya demonstrasi siswa di akhiri dengan sesi tanya jawab serta poto bersama. Hasil pengabdian didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap dalam melakukan pertolongan pertama pada siswa dan siswi jika terjadi kasus luka atau terkilir dan memahami bagaimana memindahkan temanya dari suatu tempat ke tempat yang lebih aman. Kesimpulan bahwa sosialiasi ini sangat baik untuk menangani keadaan kesehatan yang dialami pada saat itu. Kesimpulan kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak yang positif bagi guru dan siswa. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk melatih siswa agar bisa melakukan pertolongan pertama secara mandiri.

“ANAKHONHI DO HAMORAON DI AHU”: Suatu kajian tradisi budaya dan Kekristenan menurut Amsal 1:8 diperhadapkan dengan filosofi Batak Toba.

Pahala Jannen Simanjuntak, Magelhaens Sianipar
Abstract: Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan orang Batak pada umumnya, anak-anak adalah kekayaan (Hamoraon) bagi keluarga, termasuk masyarakat, gereja, bangsa, dan negara. Itulah sebabnya muncul filosofi "Anakhonhi do hamoraon&#8230; moraon di Ahu" (yang berarti "Anakku adalah kekayaan bagiku"). Ditinjau dari tradisi budaya dan Kristen, pepatah ini memiliki makna yang sangat dalam dan penuh kebijaksanaan. Dalam budaya Batak, mereka memiliki filosofi 3 H: Hamoraon (kekayaan), Hagabeon (keturunan), dan Hasangapon (kehormatan). Filosofi ini telah mengakar dalam kehidupan orang Batak sejak zaman dahulu hingga sekarang. Dalam teologi Kristen, anak-anak adalah karunia dan amanah dari Tuhan kepada orang tua di tengah keluarga. Menjual semua harta benda yang mereka miliki dilakukan asalkan anak-anak mereka bisa bersekolah. Ungkapan "Sude tano maraek dohot tano mahiang" (keluar dari tanah basah dan tanah kering) adalah ungkapan yang menjelaskan bagaimana orang Batak berjuang untuk anak-anaknya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kekayaan budaya dan tradisi Kristen bagi orang Batak mengenai filosofi: "Anakhonhi do hamoraon di ahu" dan Amsal 1:8, melalui studi pendapat para ahli dan Alkitab sebagai literatur penelitian.

STRATEGI MENINGKATKAN OMSET DENGAN DIGITAL MARKETING MELALUI VIDEO PENDEK DAN E-CATAOGUE SERTA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL BAGI UMKM

Denta Purnama, Yulia Nurendah
Abstract: Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) sebagai bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi bidang pengabdian, kegiatan yang dilakukan beruapa dalam bentuk pelatihan kewirausahaan kepada peserta UMKM kota Bogor. Masalah&#8230; lah dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang disampaikan peserta UMKM kota Bogor ini yaitu: 1). Para pelaku UMKM belum memahami pentingnya media sosial instagram dalam berkegiatan kewirausahaan, 2). Para pelaku UMKM belum mengoptimalisasi pemanfaat digital marketing khususnya media instagram untuk memperkenalkan produk kepada konsumen.

PENGUATAN EKOWISATA BAHARI BERBASIS KONSERVASI MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI SIDOASRI KABUPATEN MALANG

Luthfi, Oktiyas Muzaky, Yamindago, Ade, Dewi, Citra Satrya Utama, As’adi, M. Arif, Khurniawan, Dhira, Aliviyanti, Dian, Yanuar, Adi Tiya, A’yun, Qurrota, Isdianto, Andik
Abstract: Desa Sidoasri, Kabupaten Malang, memiliki potensi ekowisata bahari yang tinggi namun menghadapi tekanan ekologi dan kelembagaan lokal yang terbatas. Program ini bertujuan memberdayakan Pokmaswas dan masyarakat pesisir agar&#8230; ar bertransformasi dari pengguna pasif menjadi pengelola aktif ekowisata berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui survei awal, FGD, pelatihan Training Ecodiver (selam dasar, identifikasi biota, pemantauan terumbu, dokumentasi), sarasehan desa, pendampingan intensif, serta evaluasi formatif–sumatif. Hasil menunjukkan: (i) penilaian potensi wisata (panorama pantai, trekking, snorkeling–diving, canoeing, GT fishing) memperoleh skor tinggi pada keunikan ekosistem, keterkaitan antarhabitat, dan keterwakilan ekosistem pesisir; (ii) partisipasi, motivasi, dan kapasitas kelembagaan masyarakat meningkat, tercermin dari keterlibatan dalam pemantauan terumbu, pengelolaan homestay, promosi digital, serta penguatan rencana kerja Pokmaswas; (iii) jejaring komunitas–pemerintah–akademisi menguat dan membuka peluang tindak lanjut. Disimpulkan bahwa konservasi harus menjadi prasyarat pengembangan ekowisata, dengan paradigma “konservasi sebagai investasi” untuk menjaga daya tarik destinasi dan manfaat ekonomi lokal. Ke depan disarankan institusionalisasi SOP dan insentif konservasi, monitoring jangka panjang berbasis komunitas, perluasan kemitraan lintas sektor, serta integrasi adaptasi iklim dan pengendalian spesies invasif dalam paket ekowisata Sidoasri.

MANAJEMEN VISUAL DISCOURSE PADA BISNIS INDUSTRI EKONOMI KREATIF UMKM DESA SUKAJADI KEC. LEMAHSUGIH KAB. MAJALENGKA

Ardiansah, Dian, Setiawan, Wahdan Budi
Abstract: The seminar titled Visual Discourse in Marketing UMKM Products held in Sukajadi Village, Lemahsugih District, aimed to enhance local entrepreneurs’ understanding of visual communication strategies in product marketing. This&#8230; This initiative responded to the limited use of visual elements such as packaging design, symbols, and graphic narratives that reflect local identity and influence consumer perception. Through a participatory approach, participants were introduced to the basics of visual discourse, practiced culturally rooted design techniques, and simulated digital promotional content. Monitoring was conducted through direct observation and feedback, while evaluation involved pre-tests, post-tests, and analysis of participants’ design outputs. Results showed a significant improvement in visual literacy and readiness to redesign product packaging more effectively. The seminar laid a foundation for building a creative and context-sensitive UMKM ecosystem, where visual elements serve as key tools to strengthen product identity, cultural relevance, and market competitiveness.

EDUKASI DAN PEMBERDAYAAN IBU DALAM PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT UNTUK PENINGKATAN GIZI KELUARGA DI PEMUKIMAN NELAYAN DESA GLUMPANG SULU TIMU, ACEH UTARA

Zulkifli, Zulkifli, Rohana, Rohana, Adriani, Linda, Maulani, Juwita, Fitrayani, Fitrayani, Wahyuni, Wahyuni
Abstract: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di pemukiman nelayan Desa Glumpang Sulu Timu, Aceh Utara, dengan tema “Pemberdayaan Ibu dalam Pemanfaatan Lahan Sempit untuk Peningkatan Gizi Keluarga”. Latar belakang&#8230; akang kegiatan ini adalah permasalahan gizi masyarakat pesisir yang disebabkan rendahnya diversifikasi pangan, terbatasnya akses terhadap sayuran dan buah, serta minimnya pengetahuan mengenai gizi seimbang. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi, pelatihan teknik pertanian di lahan sempit (vertikultur, hidroponik sederhana, penanaman dalam pot/polybag), pendampingan lapangan, serta pembentukan kelompok swadaya ibu-ibu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 95% peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang gizi seimbang, 85% menguasai minimal dua teknik bercocok tanam, dan 75% berhasil memanfaatkan pekarangan sempit untuk menanam 4–6 jenis sayuran. Selain itu, terbentuk kelompok swadaya ibu-ibu bernama “KWT Sejahtera Glumpang Sulu Timu” yang berfungsi menjaga keberlanjutan praktik. Program ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta ketersediaan pangan lokal, sekaligus berkontribusi pada diversifikasi gizi keluarga dan kemandirian pangan rumah tangga.

AL-QUR’AN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PONDOK CABE UDIK (Pendekatan dan Praktik)

Ziyad Ulhaq, Samsul Ariyadi
Abstract: Penelitian ini mengkaji peran prinsip-prinsip Alquran dalam proses pemberdayaan masyarakat di Pondok Cabe Udik. Dengan mengintegrasikan analisis konten kitab suci Alquran dan data lapangan yang diperoleh selama periode Januari&#8230; anuari 2022 hingga Desember 2022, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi kontribusi yang diberikan oleh teks-teks keagamaan dalam membentuk kerangka kerja sosial dan ekonomi di wilayah tersebut. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, penekanan pada nilai-nilai Alquran seperti keadilan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial menjadi vital. Prinsip-prinsip ini tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Misalnya, melalui program berbasis komunitas yang merangkul visi pembangunan berkelanjutan, masyarakat di Pondok Cabe Udik telah berhasil mengimplementasikan proyek pengentasan kemiskinan yang align dengan ajaran Alquran. Melalui pendekatan partisipatif, penelitian ini juga mengungkap bagaimana masyarakat tempatan mengambil inspirasi dari ajaran Alquran dalam praktik kehidupan sehari-hari, menciptakan suasana saling membantu dan berbagi sumber daya. Misalnya, kelompok-kelompok masyarakat yang dibentuk untuk mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) didasari oleh kebersamaan yang diajarkan dalam ajaran Islam, yang mendukung individu dalam memperkuat kapasitas ekonomi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa teks-teks suci tidak hanya dibaca, tetapi juga diterapkan secara praktis, memberikan semangat kolektif untuk mencapai pertumbuhan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya berfokus pada analisis kandungan Alquran, tetapi juga menganalisis interaksi yang dinamis antara aspek keagamaan dan kehidupan masyarakat. Hasil dari kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi penelitian-penelitian selanjutnya serta bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan strategi pemberdayaan yang lebih efektif, berbasis padanilai-nilai spiritual yang terintegrasi dengan kebutuhan dan aspirasi lokal. 

EDUKASI PEMAHAMAN IMBUHAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA

Jasmine, Yusticia, Haikal, Muhammad Dava, Ernawati, Surni, Febrian, Alvin, Nirmala, Syahda, Mislan, Mislan, Dewi, Irma Nurmala
Abstract: Parents, especially mothers, have taught the ability to speak good and correct Indonesian since early childhood. However, many still do not understand affixes in Indonesian vocabulary. In the school environment, Indonesian&#8230; an is a mandatory subject that students must study at every grade level in elementary school. Affixes in a sentence can provide and change the meaning and function of the sentence and the type of sentence itself. Affixes are used and adjusted to the sentences or specific paragraphs used. The purpose of the community service conducted by the KKM 41group students of Universitas Bina Bangsa, is to convey the knowledge they have acquired at the campus. The method used in this service is to educate elementary school students about affixes to improve their Indonesian language skills. The result of this service is that the students have a better understanding of learning affixes and practice directly by taking a test to assess their knowledge, with the test results being excellent.