Abstract:Sampah, terutama plastik, menjadi masalah serius di Desa Simalanggang. Banyak warga yang belum mengetahui bahwa sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama, hingga ratusan tahun, untuk terurai. Oleh karena itu, tim…
pengabdi melakukan program pemasangan papan edukasi “Waktu Sampah Terurai” di lokasi strategis dekat kantor wali nagari. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mudah dipahami dan menyadarkan masyarakat tentang dampak jangka panjang dari sampah mereka. Papan ini menampilkan waktu penguraian berbagai jenis sampah seperti plastik dan buah. Hasilnya, warga menjadi lebih tahu dan tersadar, yang merupakan langkah awal untuk mengubah kebiasaan membuang sampah. Kesimpulannya, papan ini terbukti efektif sebagai media penyadar yang sederhana. Untuk hasil yang maksimal, kegiatan ini perlu dilanjutkan dengan program nyata seperti pemilahan sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai oleh seluruh masyarakat.an.
Abstract:Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan implementasi fundamental dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan akan motivasi dan disiplin yang kuat bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan…
uruan (SMK), khususnya yang mengambil jurusan Akuntansi, sebagai persiapan penting untuk memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan. PKM ini dilaksanakan melalui sesi sosialisasi interaktif yang melibatkan siswa kelas XII Akuntansi di SMKN 3 Karawang, dengan menggunakan metode presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam antusiasme dan pemahaman peserta mengenai prinsip-prinsip akuntansi, prospek karier, dan etika profesi. Lebih lanjut, kegiatan ini berhasil membina kemitraan kolaboratif antara universitas dan sekolah, sekaligus meningkatkan keterampilan sosial tim mahasiswa pelaksana. Kesimpulannya, sosialisasi ini terbukti menjadi media yang efektif untuk transfer pengetahuan dan motivasi. Disarankan agar inisiatif serupa dikembangkan secara berkelanjutan dan diperluas cakupannya untuk memaksimalkan dampak positifnya.
Abstract:Penulisan esai beasiswa menuntut kemampuan literasi argumentatif yang tidak hanya menyusun informasi, tetapi juga membangun identitas akademik secara meyakinkan. Banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memulai cerita,…
erita, menyusun alur yang runtut, serta merumuskan tujuan studi dan kontribusi secara persuasif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penguatan literasi argumentatif melalui retorika naratif dalam penulisan esai Bahasa Indonesia bagi mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung analisis kuantitatif sederhana. Data diperoleh melalui Google Form yang diisi peserta pelatihan penulisan esai beasiswa, berupa skala penilaian diri terhadap pemahaman esai persuasif dan kemampuan retorika, serta jawaban naratif mengenai pengalaman hidup yang dianggap mewakili diri, bagian tersulit dalam menulis esai, dan kesan terhadap kegiatan. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk memetakan kecenderungan persepsi literasi argumentatif, sedangkan data naratif dianalisis melalui pengkodean etos, pathos, dan logos, penemuan tema-tema konstruksi identitas, dan interpretasi kontekstual. Hasil penelitian diharapkan memotret pola cara mahasiswa menampilkan identitas akademiknya dalam esai, strategi retorika yang paling dominan digunakan, serta aspek-aspek kemampuan menulis yang masih membutuhkan penguatan. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan modul pelatihan penulisan esai berbasis retorika naratif dalam konteks Pendidikan Bahasa Indonesia.
Abstract:Penguatan kapasitas manajerial kelompok pembudidaya ikan sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap keberhasilan dan keberlanjutan usaha perikanan. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial…
ial Kelompok Pembudidaya Ikan di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu. Permasalahan yang dihadapi kelompok meliputi lemahnya perencanaan usaha, pencatatan keuangan, serta administrasi kelompok. Kegiatan dilakukan melalui observasi kebutuhan, pelatihan manajemen usaha perikanan, penyusunan rencana produksi, pelatihan pembukuan sederhana, dan pendampingan penerapan di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam merancang rencana usaha, melakukan pencatatan keuangan yang sistematis, dan mengelola produksi secara lebih efisien. Program ini memberikan kontribusi pada penguatan kapasitas organisasi dan peningkatan efektivitas usaha budidaya ikan di Desa Ponoragan.
Abstract:Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai peran strategis Kawasan Indonesia Timur dalam pencapaian Visi Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini mengintegrasikan kerangka RPJPN…
PJPN 2025–2045, tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), serta prinsip‐prinsip sustainable management untuk mendorong aksi nyata berbasis potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Oktober 2025 di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, dalam rangka MACRO FEST 2025, dan melibatkan 72 peserta dari masyarakat umum. Rangkaian kegiatan mencakup paparan materi, diskusi interaktif, serta evaluasi pre–post yang terdiri dari 10 butir pengetahuan dan 5 butir sikap/niat berbasis skala Likert. Materi menyoroti potensi unggulan Indonesia Timur, seperti sektor perikanan di Maluku, pengembangan energi terbarukan di wilayah kepulauan (studi kasus Sumba), serta tata kelola berkelanjutan dalam hilirisasi nikel. Hasil awal secara deskriptif menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta serta penguatan niat untuk melakukan aksi konkret dalam 30–60 hari. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi dengan penguatan mekanisme pendampingan tindak lanjut agar komitmen peserta dapat berkelanjutan.
Abstract:Sosialisasi keadilan gender dalam perspektif Islam menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda, khususnya dalam organisasi pelajar berbasis keagamaan seperti IPNU–IPPNU. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan…
aan sosialisasi gender pada LAKMUD PAC IPNU IPPNU Kecamatan Tulis, mengevaluasi pemahaman peserta, serta menganalisis perubahan pemahaman tersebut melalui pendekatan nilai-nilai Islam. Metode pengabdian menggunakan pendekatan participatory education melalui penyampaian materi interaktif, debat pro kontra berbasis studi kasus, dan sesi tanya jawab reflektif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi lapangan, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan partisipasi tinggi sejak sesi pembukaan, dengan respons aktif terhadap pemaparan materi yang mencakup konsep gender, nilai qirānah, serta fakta sosial mengenai bias gender. Sesi debat menjadi bagian paling dinamis dan transformatif, di mana peserta mampu menyusun argumen kritis, meninjau ulang asumsi budaya, dan membedakan nilai agama dari konstruksi sosial. Observasi menunjukkan bahwa sosialisasi ini meningkatkan keterbukaan berpikir, kemampuan analisis, dan kesadaran peserta terhadap pentingnya keadilan dalam relasi sosial. Peserta juga menunjukkan perubahan sikap dalam menghargai perbedaan, menghindari stereotip, serta memahami bahwa ketidakadilan gender banyak bersumber dari budaya, bukan ajaran Islam. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat pemahaman gender berbasis nilai keislaman dan memberikan model sosialisasi yang efektif untuk diterapkan dalam kegiatan kaderisasi organisasi pemuda Islam.
Abstract:Perkembangan zaman saat ini membawa peluang besar dalam kemajuan era digital namun kemajuan ini membawa dampak tantangan dalam akhlak remaja dikarenakan era digital ini memberikan peluang akses tanpa batas jika tidak digunakan…
igunakan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukannya stategi pendidikan yang mampu menyeimbangkan pemanfaatan era digital dan penguatan nilai syari’at agama. Maka dengan ini diperlukannya pengabdian yang berpokus pada internalisasi ajaran agama yang bersumber dari Al- Qur’an Hadits sebagai landasan pembinaan akhlak remaja. Pengabdian ini dilakukan dengan menginternalisasikan nilai kandungan Al- Qur’an Hadits, Kajian, serta pembiasan kegiatan agama dan akhlak dalam kehidupan sehari hari. Dengan demikian, pengabdian ini bertujuan sebagai nilai-nilai Al- Qur’an Hadits bukan hanya sekedar pembinaan iman namun juga sebagai pondasi akhlak remaja dari dampak negatif era digitalisasi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskritif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwasanya mereka mulai meneladani serta mengamalkan makna ayat Al- Qur’an dan Hadits dalam membentuk akhlak remaja pada SMA
Abstract:Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) merupakan bagian dari transformasi sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menjamin kesetaraan dan mutu pelayanan bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kurangnya…
urangnya pemahaman masyarakat terhadap kebijakan KRIS menjadi tantangan dalam implementasinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai konsep dan manfaat KRIS, serta menyampaikan 12 kriteria fasilitas rawat inap yang ditetapkan pemerintah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, dari 69% peserta berada pada kategori pengetahuan cukup sebelum sosialisasi menjadi 89% peserta dalam kategori pengetahuan baik setelah kegiatan. Hasil ini menunjukkan bahwa sosialisasi KRIS mampu meningkatkan pemahaman masyarakat secara efektif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung keberhasilan implementasi KRIS di masyarakat.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan remaja masjid dalam membangun model bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Melalui program pelatihan dan pendampingan…
ndampingan intensif, para remaja Masjid Al-Mukhlisin Desa Tembung diberikan pemahaman tentang konsep dasar wirausaha syariah, etika bisnis Islami, dan cara mengembangkan usaha tanpa melanggar ketentuan syariah. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi bisnis, dan pendampingan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai prinsip bisnis syariah serta munculnya ide-ide usaha halal yang siap dikembangkan secara berkelanjutan.
Abstract:Audio feedback atau biasa di kenal dengan dengung, baik pada frekuensi rendah maupun pada frekuensi tinggi merupakan permasalahan serius pada tata suara di masjid. Audio feedback yang terjadi di masjid dapat mengganggu…
kekhusu’an jemaah saat sholat 5 waktu. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah jamaah Masjid Baitul Muttaqin Pisangan terutama sholat 5 waktu, melalui penerapan Digital Loudspeaker Management System (DLMS) dan equalizer 31 kanal sebagai kontrol speaker monitor Imam. Peralatan ini digunakan untuk mengatasi masalah audio feedback, menjaga kestabilan level output dari audio mixer, dan meningkatkan kejernihan suara pada speaker utama maupun speaker monitor imam. Dalam implementasinya, fitur-fitur seperti digital equalizer, compressor, limiter, dan crossover pada DLMS dimanfaatkan secara optimal. Setting equalizer dilakukan mengikuti panduan vocal equalizer cheat sheet guna mengurangi frekuensi penyebab feedback. Dari hasil setting perangkat DLMS dan Equalizer di dapatkan hasil di masjid, audio feedback/ dengung sudah tidak terjadi lagi. Hal ini menyebabkan jemaah masjid yang sholat 5 waktu sudah tidak terganggu dengan suara dengung atau audio feedback. Hal ini meningkatkan kualitas ibadah jamaah masjid Baitul Muttaqin Pisangan.