Abstract:Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur merupakan permasalahan serius yang memerlukan perhatian dan penanganan komprehensif dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, keluarga, masyarakat, serta pemerintah.…
. Anak sebagai kelompok rentan sering kali menjadi korban karena keterbatasan pengetahuan, ketergantungan pada orang dewasa, serta adanya relasi kuasa yang tidak seimbang. Oleh karena itu, upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi dan penguatan kapasitas lingkungan sekolah menjadi sangat penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa, guru, serta orang tua di SMP St. Theresia Lauran mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, faktor risiko, serta strategi pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi kegiatan sosialisasi, diskusi kelompok, dan pelatihan interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta. Materi disampaikan menggunakan pendekatan partisipatif agar peserta dapat lebih mudah memahami dan menginternalisasi informasi yang diberikan. Selain itu, peserta juga diberikan simulasi sederhana mengenai cara mengenali situasi berisiko, menolak perlakuan yang tidak pantas, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila mengalami atau mengetahui adanya kasus kekerasan seksual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai tanda-tanda kekerasan seksual, langkah-langkah pencegahan, serta mekanisme pelaporan yang aman dan ramah anak. Guru dan orang tua juga menunjukkan sikap yang lebih responsif terhadap isu perlindungan anak. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah berkomitmen untuk memperkuat kebijakan perlindungan anak dengan membentuk tim respons kekerasan seksual dan menyusun prosedur penanganan kasus. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur secara berkelanjutan di tingkat lokal dan nasional berkelanjutan.
Abstract:Resort Aketajawe Lolobata di Kecamatan Oba merupakan salah satu kawasan pertanian yang didominasi oleh tanah sub-optimal. Tanah di wilayah ini umumnya memiliki kandungan bahan organik yang masih relatif sedikit. Kondisi…
ini dipengaruhi oleh kebiasaan petani yang masih mengandalkan penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis sebagai input utama dalam kegiatan budidaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai manfaat pupuk organik dan pestisida nabati sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Metode yang digunakan mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, serta praktik langsung pembuatan kompos dari limbah organik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat terkait fungsi pupuk organik, dampak negatif penggunaan pupuk kimia jangka panjang, serta pentingnya pestisida nabati dalam pengendalian hama yang lebih aman. Peserta mampu membuat kompos dengan komposisi yang tepat dan memahami cara aplikasi pestisida nabati. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran serta mendorong adopsi teknologi organik menuju sistem pertanian yang lebih sehat, berkelanjutan, dan sesuai dengan potensi lokal Resort Aketajawe Lolobata.
Abstract:Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Salah satu implementasi transformasi digital kesehatan di Indonesia adalah pemanfaatan aplikasi…
plikasi SatuSehat Mobile yang terintegrasi dengan sistem rekam medis elektronik. Namun, tingkat pengetahuan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mengenai peran rekam medis dan pemanfaatan aplikasi kesehatan digital masih relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai peran rekam medis sebagai penyedia informasi kesehatan serta pentingnya menjaga kerahasiaan data kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SMA PGRI 4 Denpasar dengan melibatkan 25 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi persiapan, pre-test, sosialisasi, edukasi menggunakan pendekatan Community Based Interactive Approach (CBIA), post-test, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup pengenalan rekam medis elektronik, kerahasiaan data kesehatan, manfaat rekam medis, risiko kebocoran data, serta pemanfaatan aplikasi SatuSehat Mobile. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan yang masih terbatas dengan nilai dominan pada rentang 6–7 dari skor maksimal 10. Setelah diberikan sosialisasi dan edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana seluruh peserta memperoleh nilai maksimal 10. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan digital, pemahaman tentang rekam medis, serta kesadaran siswa terhadap pentingnya perlindungan data kesehatan pribadi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi kesehatan digital di kalangan pelajar dan mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan secara optimal dalam mendukung transformasi digital kesehatan nasional.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pembelajaran pada santri, mengetahui faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis hasil dari strategi yang diterapkan…
di Madrasah Nurul Hidayah Kedawung Bojong Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama kepala madrasah dan guru. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pembelajaran dilakukan melalui perencanaan berbasis kebutuhan santri, pelaksanaan pembelajaran berbasis rutinitas harian, supervisi kolaboratif, pembinaan guru berkelanjutan, serta integrasi kurikulum formal dan diniyah. Program pembelajaran seperti pembiasaan membaca Al-Qur’an, metode pembelajaran aktif, dan kegiatan murojaah menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu. Faktor pendukung meliputi kompetensi dan komitmen guru, kepemimpinan kepala madrasah, budaya belajar santri, serta sistem manajemen internal. Adapun hambatan yang dihadapi adalah perbedaan kemampuan santri, keterbatasan sarana, serta tantangan integrasi kurikulum. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan santri, motivasi belajar, kinerja guru, serta hasil belajar santri yang lebih baik.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk sinergi budaya humanis Tzu Chi dan pendidikan akhlak dalam pembelajaran matematika, mengidentifikasi strategi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai humanis dan akhlak melalui…
i pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), serta mendeskripsikan tantangan implementasi beserta strategi penyelesaiannya pada konteks sekolah dasar multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif yang dilaksanakan di SD Tzu Chi Jakarta Utara. Informan penelitian terdiri atas guru matematika kelas VI, Kepala Departemen Matematika, dan peserta didik kelas VI yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang divalidasi dengan triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi budaya humanis dan pendidikan akhlak terwujud melalui konvergensi nilai Gan En dengan syukur, Zun Zhong dengan tasamuh, serta Ai Xin dengan mahabbah yang diimplementasikan secara inklusif dalam pembelajaran matematika berbasis RME. Strategi guru meliputi penyajian masalah kontekstual, proses matematisasi bertahap, diskusi kolaboratif, dan refleksi nilai sehingga pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman matematis, tetapi juga membentuk karakter humanis dan tanggung jawab sosial peserta didik. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan kompleksitas materi matematika, yang diatasi melalui perencanaan pembelajaran kolaboratif dan pengembangan activity sheet berbasis konteks nyata. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model integrasi budaya humanis, pendidikan akhlak, dan pembelajaran matematika berbasis RME pada sekolah dasar multikultural.
Abstract:Perundungan masih menjadi tantangan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak sehingga diperlukan implementasi program pencegahan yang dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan…
mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program anti-perundungan dalam mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak di SMPIT Citra Az Zahra Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas Kepala Sekolah, Kepala Unit Self Empowerment Citraz (SEC), dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program anti-perundungan dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang terintegrasi dalam Self Development Class berbasis pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman. Program ini meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai perundungan, menumbuhkan empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial, serta memperkuat budaya sekolah yang aman dan ramah anak. Keberhasilan program didukung oleh komitmen pimpinan, kolaborasi seluruh warga sekolah, serta dukungan orang tua dan pihak eksternal, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pengawasan perilaku peserta didik di luar sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan program anti-perundungan secara terpadu untuk mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Perang Ahzab berdasarkan kitab Fikih Sirah karya Zaid Az-Zaid serta menjelaskan relevansinya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di…
era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa kitab Fikih Sirah, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur akhlak Islam, Sirah Nabawiyah, dan penelitian pendidikan Islam yang relevan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dengan tahapan pengodean, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan makna pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zaid Az-Zaid mengonstruksi enam belas nilai pendidikan akhlak dari peristiwa Perang Ahzab, yaitu tawakal, syaja’ah, optimisme, musyawarah, tawadhu’, penghargaan terhadap pendapat, kontribusi sosial, keterbukaan berpikir, keteladanan, integritas, ta‘awun, tabayyun, menjaga lisan, husnuzan kepada Allah, ketenangan batin, dan keteladanan sahabiyah. Nilai-nilai tersebut selanjutnya dikelompokkan ke dalam empat tipologi utama, yaitu akhlak spiritual, akhlak sosial, akhlak intelektual, serta akhlak kepemimpinan dan keteladanan. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat bagi pembelajaran PAI kontemporer, terutama dalam penguatan karakter, resiliensi spiritual, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi sosial, serta pengembangan kepemimpinan peserta didik. Dengan demikian, Perang Ahzab dapat diposisikan sebagai sumber pendidikan akhlak yang kontekstual dan relevan bagi pengembangan pendidikan Islam masa kini.
Abstract:Pembentukan karakter religius peserta didik di era modern tidak cukup mengandalkan pembelajaran teks di kelas, melainkan membutuhkan ekosistem lingkungan berupa pembiasaan budaya yang konsisten. Penelitian ini bertujuan…
menganalisis manajemen budaya madrasah dalam pengembangan karakter religius peserta didik di MTs PP Darul Falach Candiroto, Temanggung. Menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, waka kesiswaan, dan pengurus pondok, serta didukung oleh observasi partisipatif dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen budaya madrasah diimplementasikan secara terstruktur melalui empat fungsi manajemen (POAC). Perencanaan dilakukan dengan menyelaraskan visi-misi; pengorganisasian diwujudkan melalui pembagian kerja wilayah madrasah formal dan asrama pesantren serta pelibatan organisasi santri (OSDA); pelaksanaan digerakkan lewat keteladanan harian warga madrasah dalam ritme jadwal ketat; dan pengawasan dijalankan melalui kontrol absensi ibadah serta instrumen Angket 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melalui tata kelola tersebut, indikator karakter religius (disiplin, kesadaran ibadah, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan kebersamaan) berhasil diinternalisasikan secara efektif melalui empat jalur pembiasaan, yaitu kegiatan rutin, spontan, terprogram, dan keteladanan pendidik sebagai role model. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi tata kelola formal dan nilai kepesantrenan mampu membentuk habituasi karakter religius siswa secara berkelanjutan.
Abstract:Pembelajaran fikih ibadah dalam Pendidikan Agama Islam tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman tentang hukum-hukum ibadah, tetapi juga membentuk kemampuan peserta didik dalam mengimplementasikannya secara konsisten dalam…
lam kehidupan sehari-hari. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara pemahaman fikih dan praktik ibadah, termasuk pada lembaga kaderisasi dai. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi fikih ibadah pada mahasiswa Sekolah Dai Hidayatullah (SDH), khususnya dalam praktik wudhu, shalat, dan puasa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa, ustadz pengampu fikih ibadah, serta pengelola program pembinaan keagamaan di SDH. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fikih ibadah di SDH dilaksanakan melalui integrasi pembelajaran formal, pembiasaan praktik keagamaan, dan pembinaan karakter dalam lingkungan pesantren yang religius. Perspektif fikih ibadah mahasiswa tergolong baik, ditandai dengan pemahaman terhadap tata cara ibadah sekaligus tujuan dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Implementasi fikih ibadah dalam praktik keagamaan sehari-hari juga tergolong baik, terutama pada ibadah yang didukung sistem pembinaan yang terstruktur, meskipun masih ditemukan variasi tingkat konsistensi antar mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi fikih ibadah dipengaruhi oleh integrasi pembelajaran, pembiasaan ibadah, keteladanan pendidik, dan lingkungan religius yang kondusif. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan pembelajaran fikih yang integratif untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik secara seimbang.
Abstract:Islamisasi Nusantara merupakan proses penyebaran Islam yang berlangsung secara damai, adaptif, dan mampu berintegrasi dengan budaya lokal. Keberhasilan tersebut ditopang oleh strategi dakwah yang memanfaatkan perdagangan,…
, perkawinan, pendidikan, tasawuf, kesenian, serta dukungan politik dan kekuasaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penyebaran Islam pada masa Islamisasi Nusantara serta merekonstruksi relevansinya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan komunikasi pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan pendekatan historis. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan berbagai sumber akademik yang relevan, kemudian dianalisis melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Islamisasi Nusantara didasarkan pada pendekatan damai dan persuasif, kemampuan adaptasi terhadap budaya lokal, keteladanan ulama, dukungan jaringan perdagangan dan pendidikan, serta peran elite politik. Nilai-nilai strategis berupa inklusivitas, moderasi, adaptabilitas, dan humanisme tetap relevan dalam konteks kontemporer. Rekonstruksi strategi penyebaran Islam pada era digital diwujudkan melalui dakwah kreatif berbasis media digital, transformasi pendidikan Islam ke platform daring, penguatan keteladanan melalui jejak digital, dan pengembangan jaringan dakwah virtual. Strategi tersebut berpotensi memperkuat dakwah Islam yang moderat, inklusif, dan efektif di era transformasi digital. Peningkatan akuntabilitas usaha. Namun demikian, implementasi AI masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, biaya teknologi, serta risiko keamanan dan privasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Artificial Intelligence memiliki potensi besar dalam mendukung akuntabilitas UMKM, tetapi keberhasilannya memerlukan peningkatan kapasitas digital, dukungan infrastruktur, dan tata kelola teknologi yang memadai.