Abstract:Abstract: Today's highly competitive trade competition requires business owners to be able to create products and services that are cheaper, better and faster so that they can satisfy consumers. UD. Hastin is a distributor…
or of cooking oil located on Jl. Lt. Gen. Suprapto No. 16 Tanjung Balai – Asahan, North Sumatra. Cooking oil is a very high demand household product. Therefore, it is necessary to have good stock control so that there is no shortage or excess of stock. The problems faced by UD. Hastin currently has limitations in controlling inventory because it is still done manually, which causes slow and inefficient performance. The purpose of this research is to design a Supply Chain Management at UD. Hastin uses the PHP programming language and MySQL database by implementing a web-based system that will make it easier to manage oil supplies. The method used in this research is a qualitative method with literature and field studies. The conclusion, the E-SCM was built at UD. Hastin can avoid shortages and excess stock due to better management, smoother communication with suppliers, and information on UD. Hastin's stock items can be known in real-time. The product resulting from this research is the Stock Management Information System at UD. Hastin.
Keywords: edible oil; E-SCM; suppliers; supply
Abstrak: Persaingan dagang yang sangat kompetitif saat ini menuntut pemilik usaha untuk dapat menciptakan produk dan jasa yang murah, lebih baik dan lebih cepat sehingga bisa memuaskan konsumen. UD. Hastin merupakan distributor minyak makan yang berlokasi di Jl. Letjend. Suprapto No. 16 Tanjung Balai – Asahan, Sumatera Utara. Minyak makan merupakan produk rumah tangga yang sangat tinggi permintaanya. Oleh karenanya perlu pengendalian stok yang baik agar tidak kekurangan dan atau kelebihan stok. Permasalahan yang dihadapi oleh UD. Hastin saat ini adalah keterbatasan dalam mengontrol stok persediaan karena masih dilakukan secara manual, yang menyebabkan kinerja yang lambat dan kurang efisien. Tujuan dari penelitian untuk merancang Supply Chain Management pada UD. Hastin menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL dengan menerapkan sistem berbasis web yang akan mempermudah dalam pengelolaan persediaan minyak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan studi pustaka dan studi lapangan. Kesimpulannya E-SCM yang dibangun di UD.Hastin mampu menggindari kekurangan dan kelebihan stok karena pengelolaanya yang lebih baik, komunikasi dengan supplier lebih lancer dan informasi stok barang UD.Hastin bisa diketahui secara real time. Dan Produk yang dihasilkan adalah Sistem Informasi Pengelolaan Stok Barang pada UD. Hastin.
Kata kunci: E-SCM; minyak makan; persediaan; supplier
Abstract:Abstract: Posyandu as a container for health assistance carried out at the Puskesmas, the implementation is carried out in the sub-district / RW and managed by the village midwife. The problem that occurs is not having a…
system that can accurately provide information related to the location of posyandu spread across the Asahan area in the form of a digital map, managed posyandu data is still not enough to inform the location of the intended posyandu. With the GIS, it is hoped that it will provide information regarding the location of the posyandu in the Asahan area which can make it easier and save time for puskesmas officers and the health office in finding posyandu locations, and can monitor the development of the number of under-fives who are malnourished. This study uses a qualitative method by explaining the analysis based on observation and documentation related to posyandu. The research results obtained, the application of geographic information systems to determine the location of posyandu and display posyandu information easily and accurately in Asahan District. With this concluded, the application built can facilitate the Health Service in searching for Posyandu locations in Asahan District.
Keywordss: geographic information system; posyandu; Information System
Abstrak: Posyandu sebagai wadah bantuan kesehatan yang di laksanakan di Puskesmas, pelaksanaannya dilakukan di kelurahan/RW dan di kelola oleh Bidan Desa. Permasalahan yang terjadi belum mempunyai sistem yang dapat memberikan informasi terkait lokasi posyandu yang tersebar di wilayah Asahan dengan akurat dalam bentuk peta digita, data posyandu dikelola masih belum cukup menginformasikan titik lokasi posyandu yang dituju. Dengan adanya SIG ini diharapkan memberikan informasi mengenai lokasi posyandu di wilayah Asahan yang dapat mempermudah serta menghemat waktu bagi petugas puskesmas dan dinas kesehatan dalam mencari titik lokasi posyandu, dan dapat memantau perkembangan jumlah balita yang kurang gizi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menjelaskan analisis berdasarkan obsevasi dan dokumentasi berkaitan dengan posyandu. Hasil penelitian yang didapatkan, penerapan sistem informasi geografis untuk mengetahui lokasi posyandu dan menampilkan informasi posyandu dengan mudah dan akurat di Kabupaten Asahan. Dengan ini disimpulkan, aplikasi yang dibangun dapat mempermudah Dinas Kesehatan dalam melakukan pencarian lokasi posyandu di Kabupaten Asahan.
Kata Kunci: sistem informasi geografis; posyandu; sistem informasi
Abstract:Abstract: The design of Smart Village Enterprise Architecture for village government systems serves to support sustainability in facilitating the creation of Good Governance in a Village Government. One significant role…
in achieving Good Governance in a village is Education. Education plays a crucial role in enhancing and developing Good Governance and the SDGs values of a village. The conducted research focuses on the design of Enterprise Architecture of the Smart Village concept, with a focus on Village Services' dimension that specifically targets Education Services in a village in the Special Region of Yogyakarta. The research method utilized the TOGAF ADM 9.2 framework. The focus domain in this study includes the preliminary phase, architecture vision, business architecture, data architecture, application architecture, technology architecture, opportunities and solutions, and migration planning for the Education service in the Pagerharjo Village Government. The research result is an Enterprise Architecture blueprint as a solution to the issues that occur in the Education service in the Pagerharjo Village Government, along with an IT Roadmap as a reference for the village government in project development. It is hoped that the recommendations provided can enhance the Education services offered by the Pagerharjo village, thereby aiding the Pagerharjo Village Government in improving its score for the fourth SDGs, Quality Education.
Keywords: Enterprise Architecture, Smart Village, SDGs, TOGAF ADM 9.2.
Abstrak: Perancangan Enterprise Architecture Smart Village pada sistem pemerintahan Desa befungsi mendukung sustainability dalam membantu terciptanya Good Governance di suatu Pemerintahan Desa. Salah satu peranan penting terciptanya Good Governance di suatu Desa adalah Pendidikan. Pendidikan memiliki peran penting dalam peningkatan maupun pembangunan Good Governance dan nilai SDGs Desa. Penelitian yang dilakukan berfokus pada perancangan Enterprise Architecture konsep Smart Village dimensi Village Services yang berfokus pada Education Services di Desa Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan framework TOGAF ADM 9.2. Fokus domain yang diambil dalam penelitian ini mencakup fase preliminary phase, architecture vision, arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi, opportunities and solutions, dan migration planning pada layanan Pendidikan di Pemerintahan Desa Pagerharjo. Hasil dari penelitian yang dilakukan berupa blueprint Enterprise Architecture sebagai solusi dari permasalahan yang terjadi pada layanan Pendidikan di Pemerintahan Desa Pagerharjo serta IT Roadmap sebagai acuan Pemerintah Desa dalam melakukan pengembangan proyek. Diharapkan, rekomendasi yang diberikan dapat meningkatkan layanan Pendidikan yang disediakan oleh Desa Pagerharjo, sehingga mampu membantu Pemerintah Desa Pagerharjo meningkatkan score nilai SDGs ke-empat, Pendidikan yang Berkualitas.
Kata kunci: Enterprise Architecture, Smart Village, SDGs, TOGAF ADM 9.2
Abstract:Abstract: Madrasah Diniyah Takmiliyah as an Islamic educational institution which is under the auspices of the Ministry of Religion. The problem that has occurred so far is that it is difficult to obtain information about…
t facilities and mapping regarding the locations of MDTA schools that are spread across Asahan, still using a manual system in providing information on MDTA schools. The purpose of this research is to build a geographic information system application that can help the community find the location of MDTA schools in Asahan District, obtain information about MDTA facilities, can assist in adding data on MDTA school locations, and update data on MDTA schools. This study uses a qualitative research method by explaining more about the analysis related to MDTA, data collection techniques through observation and documentation. Based on the research results obtained, the application of a geographic information system to determine the location of MDTA can display information and points of location of MDTA in Asahan District easily and accurately. So that it can be concluded, the geographic information system that was built can make it easier for the Ministry of Religion and the community to search for information on MDTA locations in Asahan District.
Keywords: geographic information system; madrasah diniyah takmiliyah; information system.
Abstrak : Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai lembaga pendidikan islam yang dinaungin Kementrian Agama. Permasalahan yang terjadi selama ini sulit mendapatkan informasi mengenai fasilitas dan pemetaan mengenai lokasi sekolah MDTA yang tersebar di Asahan, masih menggunakan sistem manual dalam memberi informasi sekolah MDTA. Tujuan penelitian ini membangun aplikasi sistem informasi geografis dapat membantu masyarakat dalam mencari lokasi sekolah MDTA di Kabupaten Asahan, mendapatkan informasi mengenai fasilitas MDTA , dapat membantu dalam menambahkan data lokasi-lokasi sekolah MDTA, serta melakukan update data mengenai sekolah MDTA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan lebih menjelaskan analisis berkaitan dengan MDTA, teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penerapan sistem informasi geografis untuk mengetahui lokasi MDTA dapat menampilkan informasi dan titik lokasi MDTA di Kabupaten Asahan dengan mudah dan akurat. Sehingga dapat disimpulkan, sistem informasi geografis yang dibangun dapat mempermudah Kementrian Agama dan masyarakat dalam melakukan pencarian informasi lokasi MDTA di Kabupaten Asahan.
Kata kunci: sistem informasi geografis; madrasah diniyah takmiliyah; sistem informasi
Abstract:Abstract: The current development of information technology has had an impact on all fields, including the health sector. Many activities that were previously carried out conventionally or manually can now be carried out…
with the help of technology. Computers that were previously only used to process data now provide many services, applications, and programs that can help facilitate human activities. One of them is the Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) method, which is a support system method that has been widely used to provide accurate and efficient results. This study aims to build a decision support system for choosing healthy toddlers and elderly at the Petatal Health Center, Talawi District, Asahan Regency. So far, the process of selecting healthy toddlers and elderly is done conventionally, without the help of applications or computer programs. So the time needed is longer and the results are also less objective. The calculation process uses the MAUT method with an alternative of 13 toddlers and 15 elderly. The criteria used are body weight, nutritional status, potassium content, protein content, and carbohydrate content. Assessment weight 1-5. The results are 3 Toddlers with the highest total score Laila (17) Putri Sundar (14.25) and Tiara with a score of 12.25. The three people with the highest scores for healthy elderly are Rini Dewi with a score of 17, Joni with a score of 14.25, and Bejo Asmo with a value of 12.25.
Keywords: decision support system; MAUT; multi atribute utility theory; SPK
Abstrak: Perkembangan Teknologi informasi saat ini telah berdampak pada semua bidang, termasuk bidang kesehatan. Banyak kegiatan yang awalnya dilakukan secara konvensional atau manual kini dapat dilakukan dengan bantuan teknologi. Komputer yang tadinya hanya digunakan untuk mengolah data kini menyediakan banyak layanan, aplikasi dan program yang dapat membantu mempermudah kegiatan manusia. Salah satunya adalah metode Multi Atribute Utility Theory (MAUT) yang merupakan salah satu metode sistem pendukung yang telah banyak digunakan untuk memberikan hasil yang akurat dan efisien. Penelitian ini bertujuan membangun sistem pendukung keputusan pemilihan Balita dan Lansia Sehat di Puskesmas Petatal Kecamatan Talawi Kabupaten Asahan, selama ini proses pemilihan balita dan lansia sehat dilakukan secara konvensional, tanpa menggunakan bantuan aplikasi atau program computer. Sehingga waktu yang dibutuhkan lebih lama serta hasilnya juga kurang objektif. Proses perhitungan menggunakan Metode MAUT dengan alternative 13 Balita dan 15 lansia .Kriteria yang digunakan Berat Badan, Status Gizi, Kandungan Kalium, Kandungan protein dan kandungan karbohidrat. Bobot penilaian 1-5. Hasil adalah 3 Balita dengan total nilai tertinggi Laila (17) Putri Sundar (14,25) dan Tiara dengan nilai 12,25. Tiga orang dengan nilai tertinggi untuk Lansia sehat adalah Rini dewi dengan nilai 17, Joni dengan nilai 14,25 dan Bejo Asmo dengan nilai 12,25.
Kata kunci: multi atribute utility theory; MAUT; sistem pendukung keputusan; SPK
Abstract:Abstract: In this study, it is intended to design and build a tenses learning application using Android-based smart phone media. This learning application will adopt several LTSA components which are one of the IEEE standards.…
dards. The system built focuses on the delivery of tenses learning materials as part of the overall learning process. The method used in this research is the waterfall method. For modeling the system to be built, UML is used. After the system model is formed, it is then implemented into the Java programming language and exported into an apk that can be installed on Android-based smart phones. Tests were carried out on android version 5.0 using the AVD contained in the eclips application. In testing all systems can run well according to the UML modeling design.
Keywords: android; LTSA; modeling; tenses; UML
Abstrak: Dalam penelitian ini bermaksud untuk membuat rancangan dan membangun sebuah aplikasi pembelajaran tenses dengan menggunakan media smart phone berbasis android. Aplikasi pembelajaran ini akan mengadopsi bebearapa komponen LTSA yang merupakan salah satu standar IEEE. Sistem yang dibangun berfokus pada tersampainya materi pembelajaran tensis sebagai bagian dari proses belajar keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode waterfall. Untuk pemodelan sistem yang akan dibangun digunakan UML. Setelah model sistem terbentuk, kemudian diimplementasikan ke dalam bahasa pemprograman java dan di export menjadi sebuah apk yang dapat diinstal pada smart phone berbasis android. Pengujian dilakukan pada android versi 5.0 dengan menggunakan AVD yang terdapat pada aplikasi eclips. Dalam pengujian semua sistem dapat berjalan dengan baik sesuai dengan rancangan pemodelan UML.
Kata kunci: android; LTSA; pemodelan; tenses; UML
Abstract:Abstract: This study discusses the delivery information system for the minimarket 212 Mart. Minimarket 212 Mart is a modern retail business. The purpose of this research is to simplify and shorten the process of computerized…
ized goods distribution services to prevent data input errors, reduce disappointment due to customer service errors, expedite, and simplify service procedures between operational goods owners, and make it easier for the owner to receive a summary of shipping information. The research method used is the waterfall model. The problem with ordering goods is that customers are still using Whatsapp and those who order are still in the local area, not far from the mini market, thereby reducing sales. In addition, standard writing instruments are still used to record the delivery and receipt of goods. When delivering goods, customers buy directly from the convenience store, and it is difficult for customers to track the location of the goods ordered. Therefore, it must be built and designed with a software system that facilitates transportation registration, the processing of sales invoices, and the preparation of reports. Program design modeling applies to data flow diagrams and entity relationship diagrams. The software used is the PHP programming language and the MySQL database. The research artificial achieved are a web-based goods delivery service system that must overcome the problems that exist in goods delivery services at 212 Mart Serang-Banten Minimarket.
Keywords: Information System, Delivery Service, Waterfall, Web
Abstrak: Penelitian ini membahas sistem informasi pengiriman barang minimarket 212 Mart. Minimarket 212 Mart merupakan salah satu usaha ritel modern. Maksud dari riset ini adalah untuk mempermudah dan mempersingkat proses pelayanan pendistribusian barang secara terkomputerisasi untuk mencegah terjadinya kesalahan input data, mengurangi kekecewaan akibat kekeliruan pelayanan atas pelanggan dan melancarkan serta mempermudah prosedur servis antar operasional pemilik barang serta memudahkan owner menerima ringkasan informasi pengiriman. Metode riset yang dipakai adalah model waterfall. Kendala pemesanan barang masih menggunakan Whatsapp, pelanggan yang memesan masih berada di area lokal yang tidak jauh dari mini market, sehingga mengurangi penjualan. Selain itu, alat tulis standar masih digunakan untuk mencatat pengiriman dan penerimaan barang. Saat mengirimkan barang, pelanggan membeli langsung dari minimarket, dan sulit bagi pelanggan untuk melacak lokasi barang yang dipesan. Oleh sebab itu, harus dibangun dan merancang sistem perangkat lunak yang memudahkan pendaftaran pengangkutan, pengerjaan faktur penjualan, dan penyusunan laporan. Pemodelan desain program menerapkan Data Flow Diagram dan Entity Relationship Diagram. Perangkat lunak yang dipergunakan adalah bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Artifisial penelitian yang dicapai merupakan sistem layanan pengiriman barang berbasis web yang harus melampaui permasalahan yang ada pada layanan pengiriman barang di minimarket 212 Mart Serang-Banten.
Kata kunci: Sistem Informasi, Delivery Service, Waterfall, Web
Abstract:Abstract : In building community economic independence, each year DISKOPDAGIN provides micro business loans sourced from the Asahan Regency Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) funds which aim to help strengthen…
n capital for micro business actors. However, in providing micro business credit, certain conditions or criteria are required so that the DISKOPDAGIN can determine whether the customer receiving the micro business loan is eligible to receive credit or not. The problem that is often faced by the Department of Industry and Trade at this time is the difficulty in making decisions to determine recipients of micro business loans. The purpose of this research is to facilitate the Department of Industry and Trade in selecting micro business credit customers. The Simple Additive Weighting (SAW) method in this study aims to select the best alternative from a number of alternatives to be used based on specified criteria. The results of this study are micro business credit decision support systems, where the application of this system shows that the results of the ranking process with the SAW method are the same if calculated manually. The calculation uses 7 criteria where the highest alternative is the Asmah alternative (A7) with a preference value of 1.
Keywords: decision support system; micro business credit; simple additive weighting;
Abstrak: Dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat, tiap tahunnya DISKOPDAGIN mengadakan kredit usaha mikro yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asahan yang bertujuan untuk membantu penguatan modal kepada pelaku usaha mikro. Namun dalam memberikan kredit usaha mikro juga mempunyai syarat-syarat atau kriteria tertentu agar pihak DISKOPDAGIN dapat menentukan apakah nasabah penerima kredit usaha mikro tersebut layak menerima kredit atau tidak. Permasalahan yang sering dihadapi oleh pihak DISPERINDAG saat ini ialah kesulitan dalam mengambil keputusan untuk menentukan penerima kredit usaha mikro. Tujuan dari penelitian ini untuk memudahkan pihak DISPERINDAG dalam menyeleksi nasabah kredit usaha mikro. Metode Simple Additive Weighting (SAW) dalam penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif yang akan digunakan berdasarkan kriteri yang ditentukan. Hasil penelitian ini sistem pendukung keputusan kredit usaha mikro, dimana penerapan sistem ini menunjukkan bahwa hasil dari proses perangkingan dengan metode SAW sama jika dihitung secara manual. Perhitungan menggunakan 7 kriteria dimana alternatif yang tertinggi adalah alternatif Asmah (A7) dengan nilai preferensi 1.
Kata Kunci: kredit usaha mikro; sistem pendukung keputusan; simple additive weighting;
Abstract:Abstract : CV. MOL JAYA is one of the CVs engaged in providing car spare parts. In terms of spare parts inventory processing in CV. Mol Jaya is still experiencing difficulties, such as not being able to find out the amount…
nt of spare parts stock and sales reports that are not optimal, so the cause of work is delayed because they have to wait for parts orders from suppliers. This study aims to manage inventory and speed up the work of employees in overcoming spare parts supply problems in the Warehouse. The method in this study applies Supply Chain Management as for the stages, namely by managing raw materials, production, to distribution to end consumers in the most economical and effective way. The results of this research are in the form of a web-based goods inventory gateway sms application that has been successfully built and running well, as an information system that can assist in inventory management, quantity of spare parts stock and sales reports. The application of Supply Chain Management in a web-based application is very effective for coordinating the relationship between suppliers and CV. Mol Jaya.
Keywords : Inventory; Supply Chain Management; SMS gateway
Abstrak : CV. MOL JAYA merupakan salah satu CV yang bergerak dibidang menyediakan barang sperepart mobil . Dalam hal pengolahan persedian sparepart di CV. Mol Jaya masih mengalami kesulitan , seperti tidak dapat mengetahui jumlah stok onderdil dan laporan penjualan kurang maksimal , sehingga penyebab pekerjaan tertunda karena harus menunggu pemesanan onderdil dari pemasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola persedian barang atau inventory dan mempercepat pekerjaan karyawan dalam mengatasi permasalahan persedian sparepart di Gudang. Metode dalam penelitian ini menerapan Supply Chain Management adapun tahapannya yaitu dengan melakukan manajemen terhadap bahan baku, produksi, sampai distribusi kepada konsumen akhir dengan cara yang paling hemat dan efektif. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi sms gateway inventory barang berbasis web yang berhasil dibangun dan berjalan dengan baik, sebagai sistem informasi yang dapat membantu dalam pengelolaan inventory , kuantitas stock suku cadang dan laporan penjualan. Penerapan Supply Chain Management pada aplikasi berbasis web sangat efektif untuk mengkoordinasikan hubungan antara pemasok dan CV. Mol Jaya.
Kata Kunci : Persediaan; Manajemen Rantai Pasokan; Gerbang SMS
Abstract:Abstract: The Government of Indonesia has established National Education Standards relating to facilties and infrastructure with the aim that every school-age child can enjoy a proper and quality education. However, in Batu…
atu Bara District, educational problems cannot be handled optimally, especially in the suurbs, there are still many school buildings in unfit for use conditions which are quite apprehensive and no longer sufficient to accommodate the increasing number of students each year. Realizing the importance of education, the Government of Batu Bara Regency has provided a budget for school renovations which are considered to be inadequate. For policy making that is oriented towards equal rights to obtain quality and relevant education, to create a computer- based system and use the Multifactor Evaluation Process method which is implemented into the Sublime Text 3 programming language, and theb MySQL database, to assist policy makers in analyzing data school- school data that is noy suitable for renovation. This system is expected to be able to provide suggestions and provide the information needed to prioritized for enovation.
Keywords: decision support system; multifactor evaluation process; school renovation
Abstrak: Pemerintah Indonesia telah menetapkan Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana dengan tujuan agar setiap anak usia sekolah dapat menikmati pendidikan yang layak dan bermutu. Namun di Kabupaten Batu Bara masalah pendidikan masih belum dapat ditangani secara optimal, terutama di daerah pinggiran masih banyak bangunan sekolah dengan kondisi yang tidak layak pakai dan cukup memprihatinkan dan tidak lagi memadai untuk menampung siswa yang bertambah setiap tahunnya. Sadar akan pentingnya pendidikan, Pemerintahan Kabupaten Batu Bara telah menyediakan anggaran untuk renovasi sekolah yang dinilai kurang layak. Untuk pengambilan kebijakan yang berorientasi pada kesamaan hak untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan relevan maka dibuat sistem berbasis computer dan menggunakan metode Multifactor Evaluation Process yang diimplementasikan kedalam bahasa pemrograman Sublime Text 3, dan database MySQL, untuk membantu para pemangku kebijakan dalam menganalisis data-data sekolah yang tidak layak untuk dilakukan renovasi. Sistem ini diharapkan dapat memberikan usulan dan menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk memprioritaskan sekolah mana yang lebih didahulukan untuk dilakukan renovasi.
Kata Kunci : multifaktor evaluation process; renovasi sekolah; sistem pendukung keputusan