Abstract:Triwulan III-2024 mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,57%. Kondisi ini membuat persaingan usaha semakin ketat, termasuk bagi Restoran Bumi Kayu di Kabupaten Garut. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan…
strategi pemasaran digital melalui media sosial, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya tarik dan retensi konsumen. Metode penulisan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis SWOT. Data penulisan diperoleh melalui wawancara dengan tujuh informan serta sumber pendukung lainnya.Hasil penulisan menunjukkan bahwa Restoran Bumi Kayu memiliki kekuatan berupa konsep bernuansa alam, menu yang selalu diperbarui, serta pelayanan yang ramah, sementara kelemahan utama terletak pada pengelolaan media sosial dan keterbatasan promosi digital.
Dari sisi eksternal, terdapat peluang berupa tren pertumbuhan industri makanan dan meningkatnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, namun juga terdapat ancaman berupa persaingan usaha yang semakin ketat dan perubahan tren konsumen yang cepat. Berdasarkan hasil analisis, strategi yang paling sesuai adalah strategi S-O, yaitu penguatan branding melalui media sosial dengan menonjolkan konsep alam dan inovasi menu, disertai inovasi konten digital serta peningkatan kapasitas pengelola dalam literasi digital. Penerapan strategi ini diharapkan mampu meningkatkan brand awareness, menarik konsumen baru terutama kalangan muda, membangun interaksi yang lebih kuat dengan pelanggan, serta memperkuat daya saing Restoran Bumi Kayu di tengah kompetisi industri kuliner yang semakin dinamis.
Abstract:Fenomena meningkatnya penggunaan TikTok sebagai media promosi dan penjualan menghadirkan peluang besar bagi berbagai brand, termasuk Puntang Coffee. Namun, strategi digital marketing yang diterapkan oleh Puntang Coffee menunjukkan…
enunjukkan adanya penurunan efektivitas, terlihat dari inkonsistensi performa konten dan rendahnya capaian brand awareness. Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan efektivitas digital marketing dalam meningkatkan daya saing UMKM, membangun brand awareness, dan memperkuat loyalitas pelanggan melalui media sosial. Akan tetapi, sebagian besar penelitian tersebut berfokus pada Instagram atau platform digital lain, sehingga belum banyak yang mengkaji secara mendalam strategi digital marketing berbasis TikTok pada brand kopi premium. Inovasi penelitian ini adalah menganalisis strategi digital marketing Puntang Coffee melalui TikTok dengan pendekatan Integrated Marketing Communication (IMC), yang menekankan storytelling, keaslian konten, identitas merek, serta pemanfaatan fitur TikTok Shop dan hashtag khas #PantangPulangTanpaKopiPuntang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, implementasi, dan evaluasi strategi digital marketing Puntang Coffee dalam membangun brand awareness di TikTok. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis tematik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Puntang Coffee terbukti mampu menjaga eksistensi merek dan meningkatkan interaksi audiens melalui konten kreatif berbasis tren TikTok. Namun, keberhasilan tersebut masih menghadapi tantangan berupa konsistensi dan keberlanjutan inovasi konten agar pertumbuhan brand awareness dapat dipertahankan di tengah persaingan digital yang semakin ketat. Kata kunci: Digital Marketing, Brand Awareness, TikTok, Puntang Coffee, IMC
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana content marketing, live streaming dan brand awareness pada pengguna Tiktok Mexshamal. Selain itu, untuk mengetahui besarnya pengaruh content marketing dan live streaming terhadap…
erhadap peningkatan brand awareness pada pengguna Tiktok Mexshamall di Kecamatan Singaparna. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan verifikatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probabilty sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah para pengguna e-commerce Tiktok Mexshamall di Kecamatan Singaparna. Sampel yang diambil yaitu 175 orang responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa content marketing, live streaming dan brand awareness berada pada kategori baik. Penelitian ini juga menunjukan bahwa content marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Hal ini menunjukan bahwa bahasa yang jelas dan mudah dipahami serta keselarasan isi dari konten yang mengandung tujuan utama yang baik antara setiap bagian konten dapat meningkatkan suatu brand. Selain itu, live streaming juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Kualitas live seperti audio-video yang jelas, dengan terbuka nya ruang interaksi bagi audiens atau pengguna , dan cepatnya host dalam merespon juga tersedianya interaksi intensif seperti pemberian reward atau penawaran khusus selama live menimbulkan ketertarikan pengguna untuk ikut serta sehingga dapat mneingkatkan suatu brand perusahaan.
Abstract:This study aims to analyze the Implementation of Traffic Engineering Policy: A Case Study of One-Way and U-Turn Systems in Pekanbaru City and identify inhibiting factors in its implementation. The background of this study…
y is based on traffic problems such as congestion and accidents that are increasing along with the growth of motorized vehicles that are not balanced by adequate road infrastructure. The Pekanbaru City Government through the Transportation Agency has implemented various traffic engineering policies, including the one-way system and the closure of U-Turns at certain points. The method used is a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that the implemented policies have had a positive impact, but their implementation still faces obstacles such as lack of public awareness, limited infrastructure, and less than optimal coordination between institutions. This study recommends the need for more massive socialization and increased synergy between institutions to support the successful implementation of traffic engineering policies.
Abstract:Despite decades of global HIV/AIDS education efforts, the gap between awareness and preventive behavior among youth remains a persistent challenge. University students—typically well-educated and socially engaged—are expected…
expected to be proactive in health matters, yet many remain passive in HIV prevention efforts. This study examines the knowledge, attitudes, and behaviors of university students in Indonesia regarding HIV/AIDS, and analyzes the cognitive and structural barriers that hinder behavioral change. The research applies two theoretical frameworks: the Theory of Planned Behavior (TPB) and the Health Belief Model (HBM). A quantitative survey was conducted among 268 students at Hasanuddin University. Descriptive and inferential statistics were used to assess levels of HIV/AIDS knowledge, attitudes, and preventive actions. Skewness and kurtosis were also calculated to explore distributional patterns. While students demonstrated high levels of knowledge (M = 16.34) and positive attitudes (M = 31.36), their preventive behavior was notably low (M = 10.74), with skewed distributions indicating widespread inaction. Misconceptions about HIV transmission and curability were common. Both TPB and HBM helped explain the role of perceived barriers, weak normative support, and low self-efficacy in limiting behavioral intention. Findings highlight a critical knowledge–action gap driven by social stigma, misinformation, and lack of institutional cues to action. Effective HIV prevention requires not only awareness but also structured interventions that enhance agency, normalize testing, and dismantle behavioral barriers within youth populations
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan media wooden lacing dalam meningkatkan line awareness pada kemampuan menulis anak tunagrahita di Yayasan Amani Insan Mandiri Kabupaten Serang. Jenis penelitian…
litian dari penelitian ini adalah eksperimen dengan Single Subject Research (SSR) dengan desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan desain A-B-A dengan rentang sesi yaitu basenilne 1 (A1) sebanyak 4 kali sesi, intervensi (B) sebanyak 8 kali sesi, dan baseline 2 (A2) sebanyak 4 kali sesi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan di tampilkan melalui grafik garis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penggunaan media wooden lacing dapat meningkatkan line awareness pada kemampuan menulis anak dengan hasil yang diperoleh pada fase baseline 1 (A1) nilai rata-rata yang diperoleh yaitu sebesar 33%. Fase intervensi (B) nilai rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi 86% sedangkan pada fase baseline 2 (A2) nilai rata-rata yang diperoleh yaitu sebesar 66%. Hasil data yang di peroleh selama melakukan penelitian dengan rentang baseline 1 (A1) sebanyak 4 kali sesi, intervensi (B) sebanyak 8 kali sesi, dan baseline 2 (A2) sebanyak 4 kali sesi menunjukkan hasil yang memuaskan dimana penerapan media wooden lacing dapat mempengaruhi subjek dalam meningkatkan line awareness pada kemampuan menulis anak tunagrahita.
Abstract:Worship in Islam is not merely the performance of rituals, but also reflects ethical and spiritual values embodied through etiquette. Without etiquette, worship can lose its inner meaning and fail to bring about spiritual…
l and social transformation. Etiquette is a reflection of a deep understanding of the purpose of worship and a servant's closeness to his Lord. It balances the physical and spiritual dimensions, as well as the formal and substantial aspects of every religious practice. This article aims to examine in depth the role of etiquette in perfecting the performance of the five main acts of worship in Islam, namely thaharah, prayer, zakat, fasting, and hajj. This research uses a qualitative descriptive method based on literature review. Data sources include the Qur'an and Hadith of the Prophet SAW, classical literature such as Riyadhus Shalihin and Ihya Ulumuddin, as well as contemporary references such as Tafsir Al-Azhar and scientific studies published in 2020 and beyond. The findings reveal that etiquette plays a crucial role in all forms of worship: purity reinforces both physical and spiritual cleanliness, prayer cultivates spiritual devotion and discipline, zakat instills social awareness and empathy, fasting trains patience and self-control, while the pilgrimage teaches orderliness, humility, and tolerance within the framework of global Islamic interaction. Adab is not merely etiquette but the essence that gives worship meaning and broad impact. Adab also serves as a tool for self-transformation toward becoming an outstanding Muslim in moral, spiritual, and social aspects in the modern era.
Abstract:Halal certification has become an essential mechanism for ensuring that products meet Islamic requirements while also maintaining standards of safety, quality, and consumer protection. Despite its growing importance, awareness…
reness and understanding of halal certification remain relatively limited among community members, particularly women who play a central role in household purchasing decisions. This community engagement initiative was designed to enhance the knowledge and awareness of members of the Family Welfare Empowerment Organization (PKK) in Sidodadi Village, Kedaton District, Bandar Lampung City, regarding the significance of halal certification in consumer products. The program engaged 30 participants and applied a participatory educational approach consisting of counseling sessions, interactive discussions, lectures, and question-and-answer activities. Knowledge acquisition was evaluated through pre-test and post-test assessments. The findings demonstrated a marked improvement in participants’ understanding, with average scores increasing from 51.3% prior to the intervention to 94.0% afterward. The program not only strengthened participants’ awareness of halal-certified products but also encouraged more informed and responsible consumption practices. These results highlight the effectiveness of community-based halal literacy initiatives in fostering greater public understanding and supporting the development of a halal-conscious society.
Abstract:Heritage education-based community engagement serves as an approach that integrates historical understanding, cultural values, and social responsibility through direct experiential learning at heritage sites. This Service…
e Learning program was conducted at the Portuguese Ship “Flor De La Mar” in Melaka, Malaysia, with the aim of strengthening students' heritage literacy while supporting the museum in enriching its educational and interpretive materials. The activities included field observation, guided cultural learning, collaboration in developing basic informational content, and structured student reflections. The program enhanced students' understanding of Melaka's maritime history, multicultural exchanges, and the importance of cultural heritage preservation. Additionally, the museum benefited from improved educational communication strategies and increased use of digital media for public engagement. The program also encouraged greater involvement of local communities and young visitors in appreciating the historical significance of Flor De La Mar. Overall, this heritage education- based Service Learning initiative strengthened contextual learning, cultivated cultural awareness among students, and fostered sustainable collaboration between the university and the heritage management community.
Abstract:This study aims to formulate a strategy for optimizing the role of the “Pantai Marang” Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in the management of ecotourism at Pantai Marang, Kaliorang District, Indonesia. The study employed…
ployed a mixed-method approach combining qualitative and quantitative methods. The qualitative approach was used to identify internal and external factors through interviews and field observations. Meanwhile, the quantitative approach was applied in the IFAS and EFAS analyses using purposive sampling involving three respondents selected based on specific criteria. Data analysis was conducted using the SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) method. The findings revealed that the IFAS score was 1.12 and the EFAS score was 0.50, indicating that the position of the “Pantai Marang” Pokdarwis falls within Quadrant I. This condition demonstrates that the “Pantai Marang” Pokdarwis possesses significant strengths and opportunities that support ecotourism development. Therefore, the appropriate strategy to be implemented is a growth strategy, as it offers substantial potential for supporting the development of Pantai Marang as a leading ecotourism destination.