Search Articles & Publications

Showing 1271 articles found for "Over"

INOVASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS E-GOVERNMENT PADA APLIKASI IARPUSGORONTALO DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI GORONTALO

Daimun, Faisal, Abdussamad, Juriko, Nani, Yacob Noho
Abstract: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 7 orang… ang yang terdiri dari Kepala Dinas, Kepala Bidang Perpustakaan, Pustakawan Ahli Madya, Admin/Staf IT, dan Pemustaka/Pengguna Masyarakat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi iArPusGorontalo sebagai inovasi layanan publik berbasis e-government secara keseluruhan belum berjalan secara optimal. Dari sisi persepsi kegunaan, fitur-fitur aplikasi dinilai memadai secara fungsional, namun kesenjangan besar antara koleksi digital yang tersedia sekitar 2.000 judul dengan kebutuhan ideal 40.000 judul menyebabkan manfaat aplikasi belum dirasakan secara penuh oleh pemustaka, yang tercermin dari penurunan jumlah pengguna aktif dari 215 pengguna pada tahun 2024 menjadi 172 pengguna pada tahun 2025. Dari sisi persepsi kemudahan penggunaan, pustakawan menilai aplikasi mudah dipelajari, namun pemustaka masih menghadapi hambatan pada proses login, pendaftaran akun, pemuatan konten, serta keterbatasan infrastruktur jaringan internet dengan kapasitas bandwidth hanya sekitar 50 Mbps dari kebutuhan ideal 100 Mbps dan hanya tersedianya 6 unit komputer untuk pemustaka. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo segera memprioritaskan penambahan koleksi digital secara terencana, meningkatkan kapasitas bandwidth minimal hingga 100 Mbps, menambah perangkat komputer bagi pemustaka, mengembangkan media pembelajaran seperti tutorial video, memperluas jangkauan sosialisasi hingga ke sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat, serta mengintegrasikan fitur bantuan teknis langsung ke dalam aplikasi agar seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan layanan perpustakaan digital secara optimal dan inklusif.

ANALISIS KEGAGALAN PROSES PENGANGGARAN PEMERINTAH DALAM PROYEK E-KTP DAN DAMPAKNYA TERHADAP KERUGIAN KEUANGAN NEGARA

Atarwaman, Rita J D, Amahoru, Nur Hikmah Helida, Lina, Nur, Terry, Erasmus Nikodemus, Sapsuha, Airin Sastiawati, Open, Selvi Ariska, Arini, Arini
Abstract: Proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Indonesia selama tahun 2011-2013 menjadi salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah penganggaran publik negara, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,3 triliun… n dari total anggaran Rp5,9 triliun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan proses penganggaran pemerintah dalam proyek E-KTP dan dampaknya terhadap kerugian keuangan negara dengan menggunakan Teori Principal-Agent dan prinsip-prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi dokumentasi. Sumber data utama adalah Putusan Mahkamah Agung No. 34 PK/Tipikor/2018 tentang Setya Novanto, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) No. 10/LHP/XVIII/03/2013 tentang proses pengadaan E-KTP, serta laporan dan siaran pers dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Teknik analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi pola kegagalan penganggaran, dampak langsung dan tidak langsung, serta rekomendasi pencegahan.Temuan yang diharapkan menunjukkan bahwa kegagalan penganggaran terjadi dalam empat tahap. Perencanaan dengan penggelembungan anggaran (mark-up) hingga tiga kali lipat dari estimasi teknis.Implementasi dengan tender yang diarahkan dan suap sebesar 7% dari nilai proyek.Pengawasan internal yang lemah yang menyebabkan asimetri informasi antara agen dan prinsipal.Manipulasi akuntabilitas laporan keuangan.Dampaknya mencakup kerugian finansial langsung sebesar Rp2,3 triliun dan kerugian tidak langsung seperti menurunnya kepercayaan publik terhadap e-government dan terganggunya program publik lainnya. Berdasarkan prinsip Good Governance, studi ini merekomendasikan penguatan transparansi melalui publikasi data terbuka, audit real-time oleh BPK, optimalisasi sistem e-procurement, dan pemisahan fungsi otoritas anggaran untuk meminimalkan celah Principal-Agent dalam proyek e-government di masa depan.Kata Kunci: kegagalan penganggaran, proyek E-KTP, kerugian keuangan negara, teori principal-agent, tata kelola yang baik, audit BPK.

PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN ETIKA BISNIS PERUSAHAAN

Nirda, Neta, Pariama, Paoloa., Dana, Suristiawati, Tjotjona, Zavhiscka
Abstract: Maraknya kasus pelanggaran etika bisnis seperti korupsi, manipulasi laporan keuangan, dan penyalahgunaan jabatan saat ini mengancam keberlangsungan usaha jangka panjang dan merusak kepercayaan publik. Penerapan Good Corporate… orate Governance (GCG) umumnya diadopsi oleh perusahaan sebagai sistem untuk menciptakan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab. Namun, implementasi GCG di lapangan sering kali menghadapi kendala seperti lemahnya komitmen manajemen dan benturan kepentingan, sehingga diperlukan analisis komprehensif mengenai strategi internalisasi etika yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip GCG—yakni transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran—dalam meminimalisir praktik menyimpang serta merumuskan solusi atas kendala penerapannya. Studi ini menggunakan metode literatur kualitatif dengan pendekatan deskriptif (library research). Hasil analisis menyimpulkan bahwa penguatan instrumen GCG yang diimbangi dengan keteladanan pimpinan dan budaya kerja etis terbukti secara signifikan mampu menekan angka kecurangan, menjaga keandalan operasional, serta mengamankan reputasi perusahaan dalam jangka panjang.

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN AUDIT INTERNAL TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD

Hitipeuw, Jessie Natalia, Wuarlela, Heria Johean, Mahulette, Yessy Dwitya Claudya, Hidayanti, Hikmah, Lina, Nur, Syahdan, Muhammad Djalil
Abstract: Fraud atau kecurangan menjadi ancaman serius bagi berbagai organisasi, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Good Corporate Governance (GCG) dan audit internal terhadap… ap pencegahan fraud pada berbagai jenis organisasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran artikel ilmiah di Google Scholar menggunakan kata kunci "Good Corporate Governance", "Audit Internal", dan "Pencegahan Fraud". Artikel yang terpilih kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk menemukan pola dan kesimpulan dari berbagai temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa GCG dan audit internal secara umum berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud. Pengaruh paling kuat ditemukan ketika GCG dan audit internal diterapkan secara bersama-sama, bukan secara terpisah. Namun, tidak semua penelitian menunjukkan hasil yang signifikan, terutama ketika penerapannya masih bersifat formalitas dan belum didukung oleh budaya organisasi yang berintegritas. Perbedaan hasil juga dipengaruhi oleh sektor industri dan tingkat kematangan tata kelola masing-masing organisasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan lintas sektor dan metode yang memperlihatkan bahwa efektivitas GCG dan audit internal sangat bergantung pada komitmen nyata dari manajemen serta internalisasi nilai-nilai etis dalam organisasi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar mengkaji variabel moderasi seperti budaya organisasi dan komitmen manajemen, serta memperluas cakupan sektor penelitian agar hasilnya lebih representatif.

OPTIMALISASI FUNGSI MASJID AL-MASYITHOH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKA MELALUI PROGRAM KKN

Fatimah, Fatimah, Agustini, Agustini, Linah, Rozah, Fitriyana, Wahyu, Misita, Siti, Anasmuda, Jimmi
Abstract: Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Masjid Al-Masyithoh yang… berlokasi di Gang Rambutan IV No. 69, Kelurahan Lingkar Timur, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu bertujuan mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Program dilaksanakan selama 40 hari, mulai 6 Mei hingga 16 Juni 2026 dengan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) melalui tahapan Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Program yang dilaksanakan meliputi pembelajaran Al-Qur'an dan Iqra', pelatihan adzan, pengajaran doa harian, adzan rutin, kebersihan masjid, pemberdayaan remaja masjid melalui kegiatan olahraga badminton, kajian subuh, aktivasi media sosial masjid, kegiatan nonton Bersama, dan diskusi anti-bullying, serta kepanitiaan pelaksanaan qurban. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi anak-anak dan remaja dalam kegiatan keagamaan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap fungsi sosial masjid, serta terbentuknya media dakwah digital yang mendukung penyebaran informasi keagamaan. Program ini memberikan dampak positif terhadap penguatan pendidikan Islam, pembentukan karakter generasi muda, dan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam memakmurkan masjid. Dengan demikian, optimalisasi fungsi Masjid Al-Masyithoh melalui program KKN berhasil memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan.

THE IMPACT OF DIGITALIZATION ON MSME PERFORMANCE: A QUALITATIVE STUDY ON 3 KG LPG DISTRIBUTION OUTLETS

Sisilia, Mariska, Sitompul, Melva Melany
Abstract: Digitalization has become a key strategy for enhancing the competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) amidst advances in information technology and changes in consumer behavior. The use of various digital… gital platforms, such as social media, marketplaces, digital payment applications, and technology-based financial recording systems, is expected to improve operational efficiency and expand marketing reach. However, the level of digital technology utilization by 3 Kg LPG distribution outlets remains varied, necessitating a more in-depth study of the impact of digitalization on business performance. This study aims to analyze the impact of digitalization on MSME performance based on interviews with owners and managers of 3 Kg LPG distribution outlets under PT Pinang Baris Langit Biru. The study employed a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation of 3 Kg LPG distribution outlets that have implemented digitalization in their business activities. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results indicate that the implementation of digitalization has a positive impact on MSME performance, particularly at 3 Kg LPG distribution outlets, including increasing sales, expanding market share, accelerating transaction processes, improving promotional effectiveness, and simplifying business administration and financial management. However, several obstacles remain, such as low digital literacy, limited human resources, and limited access to technology. Therefore, support in the form of training, mentoring, and government policies is needed to improve digital capabilities at 3 Kg LPG distribution outlets so that digital transformation can proceed optimally.

OPTIMIZING CHILD-FRIENDLY SCHOOLS: MAPPING INNOVATIVE SOLUTIONS BASED ON MULTI-PARTY COLLABORATION

Simanjorang, Elida Florentina Sinaga, Warera, Jeni
Abstract: This study aims to map innovative solutions based on multi-stakeholder collaboration to optimize the implementation of the Child-Friendly Schools (CFS) Policy in Labuhanbatu Regency, which in practice still faces various… obstacles. Through a descriptive qualitative approach with data collection techniques such as literature review, in-depth interviews, observations, and Focus Group Discussions (FGDs) in three elementary schools, this study identifies the root causes of the problems. The main findings reveal that the obstacles to the implementation of the CFS are multidimensional, including a substantial lack of understanding of the CFS among educators and parents, limited financial and human resources, resistance to changes in school culture, and weak coordination and active participation from all stakeholders, including children. The value and contribution of this study lies in the proposition of a systemic solution that fills the gap in existing literacy, which goes beyond problem identification. This study recommends a series of integrated innovative solutions, such as the use of digital platforms for outreach and complaints, continuous capacity building of educators, strengthening child participation through official forums, and most importantly, the establishment of a multi-stakeholder collaboration forum and the integration of the CFS policy into regional planning and budgeting (RPJMD/APBD). Key recommendations emphasize the establishment of a multi-stakeholder collaboration forum involving schools, local governments, communities, and the business world, as well as the establishment of an independent monitoring team to ensure accountability.

STRATEGY FOR STRENGTHENING THE REGIONAL ECONOMIC RESILIENCE OF NORTH SUMATERA PROVINCE THROUGH SUSTAINABLE ECONOMIC TRANSFORMATION

Nasution, Zulkarnain, Japina, Henky
Abstract: This study aims to analyze the influence of Regional Economic Innovation and Green Economy on Regional Economic Resilience with Digital Governance as a moderation variable in 33 districts/cities in North Sumatra Province… for the 2020–2025 period. The study uses an explanatory quantitative approach with secondary data in the form of panel data which is analyzed using panel data regression through Common Effect Model, Fixed Effect Model, and Random Effect Model. The selection of the best model was carried out using the Chow Test, Hausman Test, and Lagrange Multiplier Test, while hypothesis testing was carried out through t-test, F test, determination coefficient, and Moderated Regression Analysis (MRA). The results of the study show that the Fixed Effect Model is the best model. Regional Economic Innovation, Green Economy, and Digital Governance have a positive and significant effect on Regional Economic Resilience. In addition, Digital Governance has been proven to strengthen the influence of Regional Economic Innovation and Green Economy on Regional Economic Resilience. The Adjusted R² value of 81.8% indicates that the model has an excellent ability to explain variations in regional economic resilience. These findings affirm the importance of strengthening regional innovation, implementing a green economy, and accelerating the transformation of digital government as a sustainable, adaptive, inclusive, and competitive regional economic development strategy in North Sumatra Province.

ISLAM AND THE ROLE OF WOMEN IN THE PUBLIC SPHERE

Zuliarti, Naning, Haq, M. Ziyadul, Syukron, Ahmad
Abstract: This article examines the role of Muslim women in the public sphere using a systematic literature review approach. By integrating indexed scientific sources, gender theory, and Islamic studies, this research aims to outline… ine the evolution of women’s roles from historical to contemporary perspectives. Historical approaches and methodological frameworks are employed to structure arguments systematically, covering the basic Islamic concept of women’s roles, the methodology applied in the literature review, analysis of social dynamics and relevant case studies, and critical discussion of challenges and opportunities faced by women in the public sphere. This study also identifies internal and external factors that influence women’s roles, ranging from geographical context to public policy developments. The findings show that interpretations of the concept of equality in Islam have shifted over time and are shaped by socio-political dynamics. This research is expected to stimulate further academic debate on women’s roles in the public sphere and contribute to more inclusive policies. This article explores various historical and contemporary dimensions that shape the role of Muslim women in the public sphere, highlighting both the potential and challenges in translating Islamic values of equality into policy and social practice. It is hoped that this study will enrich academic discourse on the relationship between religion, gender, and modernity, and pave the way for policy initiatives that support women’s empowerment in the Islamic world.

“INDONESIA COULD NEVER”: VICARIOUS POLITICAL ENGAGEMENT AND THE DIGITAL SPECTRE OF COMPARISONS IN INDONESIAN NETIZENS’ DISCOURSE ON ZOHRAN MAMDANI

Akbar, Muhammad Rafly, Yasya, Wichitra
Abstract: This study examines how a non-diasporic public in the Global South engages with a foreign election in which it holds no vote, no residence, and no direct material stake. Rather than asking how Indonesian netizens represent… nt Zohran Mamdani, the first Muslim Mayor of New York City, it asks what talking about Mamdani does for these netizens as members of their own polity, and develops the concept of comparative civic imagination: the use of a foreign political figure as a discursive instrument for evaluating, criticising, and re-imagining one’s own democracy. The study applies qualitative Computer-Mediated Discourse Analysis (CMDA) to public Indonesian-language discourse about Mamdani on platform X between 1 November 2025 and 30 June 2026, drawing on a purposively constructed corpus of 213 units—134 citizen-account units as the analytical core and 79 media-account units as contextual triangulation—recoded by comparative function and affective register rather than by stance toward the figure. The findings show that Indonesian netizens engage Mamdani through a comparative architecture organised by the vernacular frame “Mamdani Indonesia” (45% of citizen units) and enacted through three repertoires: analogical personification, institutional benchmarking, and counterfactual transposition. The discourse is animated by civic despair—crystallised in the idiom “Indonesia could never”—which operates as a participatory rather than an apathetic affect, while a domestic value-compatibility filter of doctrinal, sectarian, and purity tests renders the admired model discursively non-transferable, closing a recursive loop theorised here as a digitally networked spectre of comparisons. The article shifts the analysis of transnational digital engagement away from cosmopolitan and diasporic assumptions toward the vicarious engagement of non-diasporic publics, re-theorises despair as a mode of civic engagement, and recovers Benedict Anderson’s spectre of comparisons for platform-era political communication in the Global South.