Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas I SD Negeri 192 Pekanbaru terhadap penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika permainan tradisional Melayu pada materi geometri. Penelitian…
nelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 10 siswa. Instrumen penelitian berupa angket persepsi dengan 12 pernyataan yang mencakup empat aspek, yaitu aspek kognitif, afektif, konatif, dan praktis. Data dianalisis menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan persepsi siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis etnomatematika berada pada kategori sangat baik, dengan persentase aspek kognitif sebesar 92,5%, aspek afektif 93,3%, aspek konatif 89,3%, dan aspek praktis 97,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis etnomatematika permainan tradisional Melayu memberikan pengalaman belajar yang menarik, mudah dipahami, serta mampu memotivasi siswa dalam mempelajari konsep geometri. Dengan demikian, LKPD berbasis etnomatematika layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar karena dinilai mampu mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal secara kontekstual dan bermakna.
Abstract:Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi yang penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Namun, anak-anak di daerah pedesaan sering kali memiliki keterbatasan kesempatan untuk mempraktikkan…
tikkan penggunaan Bahasa Inggris dalam situasi komunikasi yang nyata. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dasar, motivasi belajar, dan kepercayaan diri anak-anak Sekolah Minggu di Stasi Santo Petrus Tampo, Kabupaten Tana Toraja, melalui program pengajaran English Conversation. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu dari Maret hingga Mei 2026, dengan melibatkan anak-anak usia sekolah dasar sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan komunikatif (Communicative Language Teaching) yang diterapkan melalui praktik percakapan, permainan bahasa, tanya jawab, dan aktivitas interaktif berbasis topik kehidupan sehari-hari. Program dilaksanakan dalam 21 pertemuan dengan materi yang mencakup aktivitas harian, keluarga, sekolah, hewan, profesi, transportasi, cuaca, dan topik lain yang dekat dengan pengalaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan kosakata dan ungkapan sederhana dalam percakapan Bahasa Inggris. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi belajar, partisipasi aktif selama pembelajaran, serta kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti ketidakkonsistenan kehadiran peserta dan faktor cuaca, kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak di lingkungan nonformal dan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
Abstract:Perawatan bayi baru lahir di rumah merupakan bagian penting dari asuhan neonatal yang komprehensif. Dalam praktiknya, perawatan dasar seperti memandikan bayi masih sering dilakukan berdasarkan pengalaman atau kebiasaan yang…
ang diwariskan, yang kadang tidak selalu sejalan dengan prinsip keamanan dan kenyamanan bayi. Teknik memandikan yang kurang tepat dapat menimbulkan risiko seperti hipotermi, iritasi kulit, maupun cedera ringan akibat posisi dan persiapan lingkungan yang kurang sesuai. Kondisi ini menunjukkan bahwa ibu tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga bimbingan praktis agar mampu melakukan perawatan dengan benar dan percaya diri dalam melakukan perawatan bayi sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan praktik aman memandikan bayi baru lahir sesuai prinsip asuhan neonatal esensia;. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui penjelasan materi, demonstrasi bertahap, diskusi dua arah, dan praktik langsung dengan pendampingan untuk memastikan setiap langkah dilakukan secara tepat dan benar. Program ini dilaksanakan pada 21 Januari 2025 di Puskesmas Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi, yang datang berkunjung di wilayah kerja puskesmas. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlibat secara aktif, mampu mempraktikkan kembali tahapan memandikan bayi dengan benar, serta menunjukkan peningkatan pemahaman dan rasa percaya diri dalam melakukan perawatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi dan praktik langsung di layanan kesehatan primer dapat membantu ibu menguasai keterampilan perawatan bayi secara lebih aman dan tepat.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “One Tree, One Legacy: Kolaborasi Pohon Harapan Kampus Berdampak” merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam membangun kesadaran ekologis dan sosial sivitas akademika.…
s akademika. Program ini berfokus pada penguatan Green Human Capital melalui kegiatan penanaman pohon, kolaborasi lintas kampus Indonesia–Malaysia, serta pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan ini tidak hanya menanam pohon secara fisik, tetapi juga menanam nilai-nilai keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pendekatan Green Human Resource Management (Green HRM), program ini berhasil mendorong terciptanya budaya organisasi hijau serta memperkuat karakter mahasiswa dan dosen sebagai agen perubahan sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengabdian berbasis CSR dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kampus yang berbudaya berkelanjutan, berkolaboratif, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Abstract:Pembelajaran matematika yang bermakna menuntut adanya keterkaitan antara konsep abstrak dengan pengalaman nyata siswa. Salah satu pendekatan yang relevan untuk mencapai tujuan tersebut adalah integrasi matematika dengan…
budaya lokal. Matematika pada hakikatnya tidak terpisah dari kehidupan manusia melainkan berkembang seiring dengan aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Budaya lokal sebagai konstruksi sosial yang dinamis mencakup sistem nilai, norma, pengetahuan, dan praktik kehidupan yang dapat dimanfaatkan sebagai konteks pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini menelaah pentingnya integrasi satuan ukur tradisional dalam pembelajaran matematika sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Satuan ukur tradisional seperti suku dalam pengukuran emas, tumbuk dalam pengukuran tanah serta canting dan gantang dalam pengukuran beras digunakan sebagai contoh penerapan konsep matematika formal. Konversi satuan emas suku ke satuan baku gram () dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan konsep bilangan desimal dan nilai tempat secara kontekstual. Satuan tumbuk mendukung pemahaman konsep luas dan perkalian, sedangkan canting dan gantang membantu siswa memahami perbedaan satuan baku dan tidak baku serta konserp konversi satuan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemanfaatan satuan ukur tradisional tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual matematika, tetapi juga menumbuhkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal serta meningkatkan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman mahasiswa terhadap konsep halalan thayyiban, menilai efektivitas poster sebagai media edukasi ringkas, dan mengeksplorasi penerapan prinsip Falsafah Kesatuan Ilmu di…
warung Bu Desi. Penelitian menggunakan metode kualitatif lapangan dengan wawancara, observasi, dan analisis poster sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap halalan thayyiban lebih menekankan pada kualitas, kebersihan, dan kesegaran makanan. Poster edukasi efektif meningkatkan kesadaran mahasiswa dan memfasilitasi komunikasi antara pemilik warung dan konsumen. Penerapan Falsafah Kesatuan Ilmu terlihat dari integrasi nilai agama, etika, dan praktik sosial dalam pengelolaan warung, yang juga menjadi sarana pembelajaran informal bagi mahasiswa. Kesimpulannya, kombinasi pengalaman konsumsi langsung, poster edukasi, dan praktik etis memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap makanan halal dan thayyib, serta dapat menjadi model edukasi konsumsi yang efektif.
Abstract:Penulisan esai beasiswa menuntut kemampuan literasi argumentatif yang tidak hanya menyusun informasi, tetapi juga membangun identitas akademik secara meyakinkan. Banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memulai cerita,…
erita, menyusun alur yang runtut, serta merumuskan tujuan studi dan kontribusi secara persuasif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penguatan literasi argumentatif melalui retorika naratif dalam penulisan esai Bahasa Indonesia bagi mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung analisis kuantitatif sederhana. Data diperoleh melalui Google Form yang diisi peserta pelatihan penulisan esai beasiswa, berupa skala penilaian diri terhadap pemahaman esai persuasif dan kemampuan retorika, serta jawaban naratif mengenai pengalaman hidup yang dianggap mewakili diri, bagian tersulit dalam menulis esai, dan kesan terhadap kegiatan. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk memetakan kecenderungan persepsi literasi argumentatif, sedangkan data naratif dianalisis melalui pengkodean etos, pathos, dan logos, penemuan tema-tema konstruksi identitas, dan interpretasi kontekstual. Hasil penelitian diharapkan memotret pola cara mahasiswa menampilkan identitas akademiknya dalam esai, strategi retorika yang paling dominan digunakan, serta aspek-aspek kemampuan menulis yang masih membutuhkan penguatan. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan modul pelatihan penulisan esai berbasis retorika naratif dalam konteks Pendidikan Bahasa Indonesia.
Abstract:Pelatihan desain UI/UX (User Interface/User Experience) di Pondok Pesantren Terpadu Al Mumtaz bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta, terutama santri dan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, dalam…
merancang antarmuka pengguna yang efektif dan responsif. Workshop ini diselenggarakan sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat untuk mendukung pengembangan website dan sistem informasi berbasis digital di lingkungan pesantren. Kegiatan pelatihan ini terdiri dari pengenalan konsep dasar UI/UX, praktik pembuatan wireframe, dan evaluasi desain aplikasi yang relevan dengan kebutuhan pesantren. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip desain antarmuka pengguna, meskipun tantangan utama yang dihadapi adalah dalam menerjemahkan teori ke dalam desain yang lebih kompleks dan interaktif. Evaluasi terhadap desain yang dihasilkan menunjukkan perlunya pengembangan lebih lanjut dalam hal interaktivitas dan fungsionalitas untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Sebagai tindak lanjut, disarankan untuk melakukan pelatihan lanjutan guna memperdalam keterampilan peserta dalam merancang aplikasi digital yang lebih canggih dan responsif. Workshop ini memberikan kontribusi positif terhadap digitalisasi Pondok Pesantren Al Mumtaz dan diharapkan dapat terus berlanjut dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dan layanan pesantren berbasis teknologi.
Abstract:Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengetahui bagaimana pemanfaatan laboratorium virtual dalam pembelajaran listrik dinamis serta dampaknya terhadap peningkatan aktivitas dan pemahaman siswa. Laboratorium virtual…
memungkinkan siswa untuk melakukan eksperimen serta simulasi dari percobaan laboratorium fisik yang kompleks menjadi lebih mudah dipamahi. Ini membantu mereka memahami konsep fisika dengan lebih baik, terutama yang berkaitan dengan hukum ohm, arus dan tegangan. Dalam pengabdian ini, pendekatan kuantitatif digunakan untuk menjalankan eksperimen yang melibatkan dua kelompok, masing-masing disebut sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mengevaluasi perbedaan yang terjadi antara siswa yang menggunakan laboratorium virtual dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa menggunakan laboratorium virtual tidak hanya membuat siswa lebih terlibat dalam tugas-tugas, tetapi juga membuat mereka lebih memahami konsep-konsep listrik dinamis. Laboratorium virtual menunjukkan peningkatan dalam partisipasi siswa, pemahaman konsep, dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa kegiatan yang memanfaatkan teknologi laboratorium virtual memiliki potensi besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih fleksibel, interaktif, dan mendalam. Laboratorium virtual dapat menjadi alternatif yang bagus untuk fasilitas fisik untuk pembelajaran listrik dinamis bahkan tanpa menggunakan jaringan internet. Diharapkan bahwa ini akan digunakan lebih luas di lembaga pendidikan untuk mendukung pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya Batak dalam pembelajaran matematika sebagai upaya meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai…
gai artikel ilmiah yang relevan mengenai etnomatematika budaya Batak dalam pembelajaran matematika. Data diperoleh melalui proses identifikasi, seleksi, pengkajian, dan sintesis terhadap sumber-sumber pustaka yang membahas pemanfaatan rumah adat Batak, motif ulos, ornamen tradisional, serta media dan model pembelajaran berbasis budaya Batak. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk menemukan tema-tema utama dan kontribusi masing-masing penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya Batak mengandung berbagai konsep matematika, khususnya geometri, seperti bangun datar, bangun ruang, transformasi geometri, simetri, pola, dan numerasi. Integrasi budaya Batak dalam pembelajaran matematika terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep geometri, kemampuan visualisasi, penalaran geometris, motivasi belajar, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pemanfaatan media pembelajaran berbasis budaya Batak, seperti komik matematika dan aplikasi GeoGebra, memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran matematika berbasis budaya Batak dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran geometri sekaligus melestarikan budaya lokal.