Abstract:Penelitian ini menyelidiki naskah-naskah Al-Qur'an yang ditulis dalam aksara Jawa tradisional dari era Kesultanan Mataram, dengan fokus khusus pada naskah-naskah dari pesantren-pesantren lama di Jawa Tengah. Dengan menggunakan…
unakan pendekatan analisis isi kualitatif dalam kerangka paleografi Arab-Jawa, penelitian ini meneliti aspek-aspek historis, material, dan gaya naskah-naskah ini. Temuan-temuan mengungkapkan ciri-ciri khas mengenai penggunaan dan variasi harakat (tanda diakritik) dan tanda baca, integrasi kreatif elemen-elemen dekoratif lokal, dan interaksi dinamis antara tradisi Islam dan Jawa dalam produksi naskah. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang proses akulturasi Islam di Jawa dan menetapkan kategorisasi tipologis berdasarkan fase-fase kronologis. Katalogisasi digital yang komprehensif dan analisis naskah-naskah terpilih mendukung kesimpulan-kesimpulan ini, yang menawarkan kontribusi orisinal untuk studi tradisi naskah Al-Qur'an di Asia Tenggara
Abstract:Ilmu ushul fikih memiliki posisi sentral dalam konstruksi hukum Islam sebagai fondasi metodologis dalam proses istinbath al-ahkam dari Alqur’an dan Sunnah. Dalam khazanah keilmuan Islam, ushul fikih diyakini telah berkembang…
embang sejak masa Rasulullah dan para sahabat, meskipun belum dibukukan secara sistematis. Namun, sebagian orientalis seperti Joseph Schacht dan Patricia Crone meragukan asal-usul normatif ushul fikih dan menilai bahwa ia merupakan produk konstruksi sosial-politik abad ke-2 H, bukan warisan langsung Nabi. Tulisan ini bertujuan mengkaji diskursus antara pandangan orientalis dan ulama Muslim tentang asal-usul dan perkembangan ushul fikih secara historis dan epistemologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan dari literatur primer dan sekunder, baik dari tokoh orientalis seperti Schacht, Crone, dan Hallaq, maupun ulama Muslim seperti al-Syafi’i, al-Ghazali, Wahbah al-Zuhaili, dan Mustafa al-Azami. Analisis dilakukan secara kritis dan komparatif untuk mengidentifikasi perbedaan pendekatan epistemologis serta kontribusinya terhadap pemahaman kontemporer ushul fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ushul fikih merupakan sintesis antara wahyu, realitas sosial, dan refleksi intelektual umat Islam, bukan sekadar produk rekayasa historis. Meskipun kritik orientalis membuka ruang diskursus baru, banyak argumen mereka bersifat reduksionistik dan mengabaikan aspek internal tradisi keilmuan Islam seperti sistem sanad dan otoritas kolektif ulama. Oleh karena itu, pemahaman integratif yang menggabungkan pendekatan historis dan nilai-nilai normatif Islam diperlukan untuk memperkuat metodologi ushul fikih dalam konteks kekinian.
Abstract:Terapi Al-Quran telah diakui secara luas sebagai metode komplementer dalam pengobatan Islam yang memberikan manfaat psikologis dan fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tinjauan literatur yang komprehensif…
f mengenai peran terapi Al-Quran dalam praktik medis modern, dengan menyoroti efektivitas, tantangan, serta potensi integrasinya ke dalam sistem kesehatan konvensional. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis artikel jurnal yang telah ditelaah sejawat serta prosiding konferensi dari database seperti Scopus dan Google Scholar. Temuan menunjukkan bahwa terapi Al-Quran berperan penting dalam mengurangi stres, meningkatkan kesejahteraan emosional, serta berfungsi sebagai pendekatan penyembuhan spiritual. Namun, meskipun memiliki manfaat yang menjanjikan, tantangan masih ada dalam hal validasi ilmiah dan penerimaannya di komunitas medis. Banyak profesional kesehatan mempertanyakan dasar empiris terapi ini karena kurangnya uji klinis yang terstandarisasi. Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai penggunaannya sebagai metode utama dibandingkan sebagai terapi pelengkap. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi interdisipliner antara ilmuwan medis dan ulama guna menjembatani kesenjangan antara praktik penyembuhan berbasis keimanan dan berbasis bukti. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi aplikasinya dalam berbagai kondisi medis dan psikologis guna memastikan integrasinya ke dalam pendekatan kesehatan holistik.
Abstract:Islamic Religious Education (IRE) in the modern era is often trapped in an approach that is overly textual, dogmatic, and focused solely on legal aspects (fiqh) and rituals. This results in the marginalisation of the metaphysical…
aphysical dimensions of Islam—such as the concept of divinity (uluhiyah), the nature of humanity, the unseen world, the purpose of creation, and the spiritual relationship with Allah—which are in fact the foundation of the meaning and intrinsic motivation of all religious teachings. Without the internalisation of these metaphysical values, religious education risks becoming formalistic and unable to respond to existential challenges and spiritual crises amid the onslaught of materialism and secularisation in the modern world. This article aims to analyse the urgency and strategies for internalising metaphysical values within the framework of contemporary Islamic Religious Education, as well as to formulate an approach model relevant to the modern era. This study uses a qualitative method with a philosophical-analytical library research approach. Data were collected from primary sources such as the Qur'an, Hadith, and the works of classical and contemporary Islamic thinkers on education and metaphysics. The analysis was conducted hermeneutically and deductively to develop a conceptual framework. The analysis shows that the internalisation of metaphysical values in PAI is crucial for: (1) building a holistic Islamic worldview, (2) developing a deep spiritual awareness (ihsan), (3) providing a solid moral foundation that transcends positive law, and (4) creating mental-spiritual resilience in facing modern complexities. To achieve this, it is necessary to reorient the PAI curriculum to integrate metaphysical elements through an interdisciplinary approach (linking it to science, psychology, and philosophy), reflective and contemplative learning methods (such as tadabbur and tafakkur), and the use of digital technology as a medium for creative spiritual exploration.
Abstract:This study examines the influence of social media marketing and brand image on purchase intention, with consumer boycott participation incorporated as a moderating variable, using Rosé All Day Cosmetics as the empirical…
context. Grounded in the Stimulus–Organism–Response (S-O-R) framework, a quantitative approach was employed by collecting survey data from 385 consumers in Jabodetabek and Bandung City areas, which were analyzed using PLS-SEM. The results reveal that both social media marketing and brand image have positive and significant effects on purchase intention. However, boycott participation does not moderate the relationship between social media marketing and purchase intention, while it exerts a significant negative moderating effect on the relationship between brand image and purchase intention. These findings suggest that although digital marketing and brand image remain key drivers of consumer purchase intention, moral and social considerations reflected in boycott participation can weaken the effectiveness of brand image in influencing consumer decisions. This study contributes to the literature by highlighting the contextual role of consumer boycotting in shaping marketing effectiveness within the digital beauty industry in emerging markets.
Abstract:Strain injury is a physical condition where there is a tear or strain in the muscles and tendons which causes the tendons or muscles to stretch excessively. In sports, injuries often occur, such as strain injuries that often…
ften occur in middle-distance or 5000-meter athletes. In dealing with this injury, an athlete, coach and also the athlete's parents should get education about handling hamstring injuries in athletes. This study used the narrative literature review method. Based on the analysis of the article, the researcher obtained articles including, the span of the article publication within a period of 12 years. From the 10 journals studied and analyzed above, it can be concluded that the prevention and treatment of hamstring injuries requires a comprehensive approach, both through education and physiotherapy.
Abstract:The purpose of this research is to analyze the management of the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDes) in Marisa District. This study limits its focus to the aspects of planning, allocation, implementation, supervision…
ervision and accountability, and reporting of APBDes. This research employs a quantitative method with a descriptive approach. The research population comprises all village officials in Marisa District, totaling 110 individuals, and the sample was drawn using a saturated sampling (census) technique. Data was collected through questionnaires completed by the Village Government. The research findings indicate that the overall management of APBDes in Marisa District is generally very good. APBDes planning is assessed as very good, characterized by transparency in village deliberations, effectiveness in addressing community problems and needs, and alignment of the Village Medium-Term Development Plan (RPJMDes) with community aspirations. Sources
Abstract:Kekayaan kultural Melayu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Hal itu terlihat dari jumlah wisatawan yang datang di Kabupaten Siak selalu bertambah. Interaksi antar pelaku pariwisata merupakan modal utama dalam…
alam pengembangan pariwisataberbasis budaya melayu Pada dasarnya konsep wisata berbudaya melayu merupakan mengintegrasikannilai keislaman kedalam seluruh aspek kegiatan wisata.Tidak dapat dipungkiribahwa budaya melayu menjadi budaya yang begitu erat disandangkandengan agama Islam. Pariwisata berbudaya melayu diwujudkandalam berbagai sektor,seperti busana melayu, permainan rakyat,rumah makan, transportasi, dll. Perlunya pemahaman kembali mengenai kebudayaan Melayu Riau di Kota Pekanbaru dengan tersedianya ruang sebagai media bagi Masyarakat untuk memahami nilai-nilai kebudayaan agar tetap bertahan dengan identitas lokal secara universal yang dapat dirasakan dengan cakupan yang lebih luas Kajian mengenai kearifan lokal dan pariwisata bukanlah hal baru yang belum pernah diteliti sebelumnya. Kearifan lokal merupakan warisan budaya secara turun temurun, namun saat ini mulai pudar akibat tergerus arus budaya globalisasi. Maka peran dari masyarakat dan pemerintah juga perlu dalam mempertahankan warisan budaya baik yang berbentuk maupun sacara tidak berbentuk misalnya sifat dari masyarakat itu, prinsip masyarakat, maupun sikap orang tersebut. pengetahuan etnik Melayu mencakup beberapa aspek penting yaitu Identiti Budaya, Keberagaman, Hubungan Sosial, Pengetahuan Alam dan adaptasi dan perubahan. Studi ini menerapkan metode penelitian kualitatif, dengan memanfaatkan analisis dari sumber-sumber tulisan (studi literatur). Penelitian kualitatif yaitu suatu pendekatan yang mengambil keputusan dengan menggunakan model deskriptif. Metode ini menjelaskan hasil pengamatan terhadap data penelitian yang berbentuk ucapan atau pandangan dari individu yang telah mencermati objek yang diteliti, serta memaparkan fenomena budaya dan sosial. Capaian dari penelitian dengan metode yang digunakan adalah dapat memahami serta menjelaskan fenomena-fenomena yang telah diteliti secara menyeluruh dan detail berdasarkan fakta-fakta yang ada.
Abstract:Penelitian ini membahas seni budaya Melayu Riau dengan fokus pada kerajinan tangan dan pantang larang. Kerajinan tangan, seperti tenun, ukiran kayu, dan anyaman, berfungsi sebagai simbol identitas dan kebanggaan masyarakat,…
at, serta mencerminkan kearifan lokal. Sementara itu, pantang larang berperan sebagai pedoman moral yang menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini juga mengidentifikasi upaya pelestarian budaya melalui pendidikan dan festival, serta tantangan yang dihadapi, seperti globalisasi dan kurangnya minat generasi muda. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan seni budaya Melayu Riau di era modern.
Abstract:The Malay community of Riau is known for its rich culture, which reflects noble values of life passed down through various traditions and ways of life from their ancestors. The principle of "adat bersendi syarak, syarak…
bersendi kitabullah" serves as a guide in their lives, integrating Islamic values into every aspect of their existence. This article aims to examine the way of life of the Malay community in Riau as part of cultural heritage that needs to be preserved, as well as its relevance in the present time. Using a qualitative approach and literature study, this research explores various aspects of Malay Riau culture, such as customs, oral literature, traditional clothing, and how the Malay community preserves the environment. Amid the challenges of globalization and modernization, this article shows that the values within the Malay Riau way of life remain essential in creating a harmonious, cultured, and virtuous society. Efforts to preserve culture through education and cultural festivals are also crucial so that younger generations can continue to appreciate and maintain this cultural heritage.