Search Articles & Publications

Showing 334 articles found for "Semu"

MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI METODE EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

Frendi Maulana, Mutmainah, Siti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode pembelajaran eksperimen terhadap keterampilan proses sains siswa di SMA Negeri 1 Purbolinggo. Metode eksperimen diterapkan dalam tiga tahap kegiatan: persiapan, pelaksanaan,… laksanaan, dan tindak lanjut eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode ini secara signifikan meningkatkan keterampilan siswa dalam mengamati, mengklasifikasikan, menggunakan alat, mengkomunikasikan data, dan menyimpulkan hasil percobaan. Selama uji untuk kerja, siswa yang mendapat pembelajaran eksperimen sebelumnya menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan siswa kelas kontrol di semua indikator keterampilan proses sains. Peningkatan paling signifikan terlihat pada keterampilan mengobservasi dan mengklasifikasi, yang menunjukkan efektivitas kegiatan praktikum terstruktur dalam mendukung pemahaman konsep fisika. Penelitian ini menegaskan bahwa metode eksperimen tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual siswa tetapi juga keterampilan praktis yang esensial dalam pembelajaran berbasis ilmiah.

PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA DENGAN MINE SOFTWARE MINESCAPE 5.12 PADA PT SAPTAINDRA SEJATI TANJUNG TABALONG KALIMANTAN SELATAN

Hong Lawing, Yustina, Agung Bramanto
Abstract: ABSTRAK   Dalam bidang pertambangan, pengolahan data sangat penting karena deposit bahan galian tersebar tidak merata di dalam bumi. Penggunaan program Minescape mampu meningkatkan semua aspek informasi teknik suatu site tambang,… u site tambang, mulai dari data eksplorasi, survey geologis, sampai ke jadwal produksi tambang, dan mengelola model-model geologi tiga dimensi serta desain tambang dengan sistem grafik CAD 3D. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data numerik serta analisis data yang dapat diukur yang mencakup data topografi, data modelling batubara, dan design tambang. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian deskriptif yaitu observasi langsung di lapangan dengan menggunakan data kuantitatif. Dari perhitungan dengan menggunakan Software Minescape 5.12 diperoleh total waste sebesar 1.700.898,91 Bcm dan batubara sebesar 242.840,92 Ton. Hasil perhitungan dari volume dan tonase diketahui nilai nisbah pengupasan atau stripping ratio sebesar 7,00.   Kata Kunci : Pertambangan, Permodelan, Minescape, Batubara Abstract In the field of mining, data processing is crucial due to the uneven distribution of mineral deposits within the earth. The utilisation of the Minescape programme can enhance all aspects of technical information for a mining site, from exploration data and geological surveys to the mining production schedule, and managing three-dimensional geological models and mine designs with the CAD 3D graphics system. The methods used include numerical data collection and measurable data analysis, encompassing topographic data, coal modelling data, and mine design. This research falls into the category of descriptive research, involving direct field observations using quantitative data. Calculations using Minescape Software 5.12 revealed a total waste of 1,700,898.91 Bcm and coal of 242,840.92 tonnes. From the calculation of volume and tonnage, the stripping ratio was found to be 7.00. Keywords: Mining, Modelling, Minescape, Coal

INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (TELAH LITERATUR KAJIAN TEKS DAN KONTEKS)

Rahmah, Hamdan, Ani Cahyadi
Abstract: Ada dua aspek utama terkait pendidikan agama Islam di lingkungan sekolah, yaitu integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum dan dampaknya terhadap perilaku serta moralitas siswa. Pertama, integrasi nilai-nilai Islam dalam… m pendidikan sekolah berpotensi memperkuat kualitas pendidikan karakter siswa. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan empati menjadi dasar dalam pembentukan sikap positif yang sangat penting dalam perkembangan pribadi siswa. Namun, proses integrasi ini dihadapkan pada tantangan seperti ketidakcocokan antara nilai-nilai agama dengan kurikulum yang ada, resistensi pendidik, serta perbedaan pandangan masyarakat terkait penerapannya. Untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan pendekatan yang holistik dan partisipatif, melibatkan semua pemangku kepentingan. Kedua, dampak pendidikan agama terhadap perilaku dan moralitas siswa di luar sekolah terbukti signifikan. Metode dalam penulisan yaitu kualitatif deskriptif. Tahapan dalam penulisan ini meliputi: menyeleksi topik, mencari literatur, menulis review, dan mengembangkan pendapat.  Pada tulisan ini diambil obyek 11 jurnal terkait dengan Integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan di lingkungan sekolah, dan dampak pendidikan agama terhadap perilaku dan moralitas siswa. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam dapat membentuk karakter siswa, menghasilkan sikap positif, serta membentengi mereka dari pengaruh buruk perubahan zaman. Pendidikan agama Islam tidak hanya membentuk individu yang cerdas secara akademis, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki moralitas yang tinggi, sesuai dengan nilai-nilai agama. Dengan demikian, pendidikan agama Islam memainkan peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berkarakter dan memiliki kedalaman spiritual yang tinggi, yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

GAMBARAN SENAM KAKI DIABETES MELITUS TERHADAP PENINGKATAN SENSITIVITAS KAKI PADA Ny.H DENGAN DIABETES MELITUS DI DESA KALISOGRA WETAN KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS

Sherly Rahmadianty, Eko Julianto, Fida Dyah Puspasari
Abstract: Diabetes melitus yaitu penyakit yang mengalami kenaikan kadar gula dalam darah. Kenaikan kadar gula darah yang tidak bisa terkontrol dapat mengalami gangguan serius terutama pada sitem persyarafan dan pembuluh darah yang… meliputi: renopati dan kerusakan yang terjadi pada ujung kaki. Penatalaksanaan yang kurang efektif dalam menangani penyakit diabetes melitus dapat menimbulkan penyakit tambahan yang bersifat jangka panjang yaitu mikroangiopati dan makrongiopati. Senam kaki dapat memperlancar peredarah darah yang ada di kaki sehingga bisa mengurangi keluhan seperti: kesemutan dan pegal-pegal dan juga bisa mereseptor produksi insulin lebih banyak sehingga senam kaki bisa meningkatkan sensitivitas kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan senam kaki diabetes melitus terhadap peningkatan sensitivitas kaki pada penderita diabetes melitus. Menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Hasil dari enam kaki diabetes melitus dilakukan 2 kali sehari selama 10 menit dalam waktu 3 hari dapat meningkatkan sensitivitas kaki. Dan didapatkan kesimpulan bahwa senam kaki diabetes melitus dapat meningkatkan sensitivitas kaki. Kata kunci: Diabetes Melitus; Senam Kaki; Sensitivitas Kaki

PENGARUH LITERASI EKONOMI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF KARYAWAN SPBU SHELL PD TRI MUTIARA KIRANA DI WILAYAH JAKARTA SELATAN

Budhiraharjo, R. Adhi Sutanto, Saweka, Nurhikmat, Wandi, Natalina, Kristina, Supriyadi, Jambak, M. Faizal
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh literasi ekonomi terhadap perilaku konsumtif karyawan SPBU Shell PD Tri Mutiara Kirana di wilayah Jakarta Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan SPBU Shell&#8230; hell PD Tri Mutiara Kirana di wilayah Jakarta Selatan yang berjumlah 71 karyawan. Karena populasinya kurang dari 100, maka teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, sampel dalam penelitian ini adalah semua anggota populasi yang berjumlah 71 karyawan. Teknik pengumpulan data berupa angket literasi ekonomi dan angket perilaku konsumtif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif , metode penelitian in menggunakan metodologi asosisi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisi regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara literasi ekonomi terhadap perilaku konsumtif karyawan SPBU Shell PD Tri Mutiara Kirana di wilayah Jakarta Selatan dengan thitung sebesar sebesar 4,025 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, ttabel sebesar 1.997 dan koefisien regresi (b1) sebesar - 0,528. Karena nilai signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05) dan nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (4,025 > 1,997) maka  dapat disimpulkan H1 ditolak dan H0 diterima. (2) Hasil dari analisis regresi linier sederhana diperoleh persamaan regresi Y = 83,231 – 0,528X. Nilai koefisien variabel literasi ekonomi (X) bernilai negatif yaitu sebesar - 0,528. Arah regresi negatif berarti terjadi pengaruh negatif variabel literasi ekonomi terhadap perilaku konsumtif. Dimana setiap kenaikan 1 (satu) point pada nilai X (Literasi Ekonomi) nilai Y (Perilaku Konsumtif) akan menurun sebesar 0,528. (3) Nilai R2 sebesar 0,190 hal ini memberikan pengertian bahwa 19 % perilaku konsumtif karyawan ditentukan oleh literasi ekonomi sedangkan sisanya 81 % merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti.

PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DI SMK PGRI 2 SIDOARJO

Rahman, Muhammad Afifi, Satunggale Kurniawan
Abstract: Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada dan terjadi di sekeliling proses pendidikan itu berlangsung yang terdiri dari masyarakat beserta lingkungan yang ada disekitarnya. Semua keadaan lingkungan tersebut berperan&#8230; rperan dan memberikan kontribusi terhadap proses peningkatan kualitas pendidikan dan atau kualitas lulusan pendidikan. Perhatian manajer pendidikan/Top Manajemen (Kepala Sekolah) seharusnya adalah berupaya untuk mengintegrasikan sumber-sumber pendidikan dan memanfaatkannya secara optimal mungkin, sehingga semua sumber tersebut memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Salah satu sumber yang perlu dikelola adalah lingkungan masyarakat atau orang tua murid, termasuk stakeholders. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah: Mengapa Manajemen Pendidikan perlu Menangani Masyarakat (perlu Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat), secara optimal baik orang tua murid, stakeholders, tokoh masyarakat maupun institusi yang ada di lingkungan sekolah. fokus tersebut diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut yaitu: Bagaimanakah Prosedur Pelaksanaan Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat di SMK PGRI 2 Sidoarjo serta Bagaimanakah proses Promosi Sekolah Kepada Masyarakat di SMK PGRI 2 Sidoarjo

PERBEDAAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA GENERAL ANESTESI TIVA DAN SPINAL ANESTESI: STUDI DESKRIPSI

Kholiqin, Nur, Handayani, Rahmaya Nova, Suryani, Roro Lintang
Abstract: Di dunia yang sempurna, anestesi umum akan memberikan sejumlah manfaat, termasuk induksi yang tenang, hilangnya kesadaran yang diperkirakan, keadaan intraoperatif yang stabil, efek samping yang sedikit, serta pemulihan refleks&#8230; efleks dan keterampilan motorik yang cepat dan tanpa rasa sakit. Sejak diperkenalkan pada praktik klinis, anestesi umum telah berevolusi dan berubah secara signifikan, bersama dengan anestesi intravena total (TIVA), kami menetapkan untuk membandingkan Mean Arterial Pressure (MAP) anestesi spinal dengan TIVA anestesi umum. Sebuah studi kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif adalah teknik analisis yang dipilih. Empat puluh orang berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai bagian dari metode total sampling. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa 28 pasien, atau 70% dari total pasien, termasuk dalam kelompok usia 19-45 tahun. Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 27 (67,5%) pasien. Berdasarkan jenis pembedahan mayorits bedah umum sebanyak 22 (55%) pasien. Bredasarkan durasi pemebedahan mayoritas < 1 jam  sebesar 22 (55%) pasien. Dan berdasarkan status fisik ASA mayoritas 24 (60%) pasien semua dari  jumlah responden  40 pasien.Berdasarkan tingkat MAP dapat diketahui bahwa mayoritas pasien pada  general anestesi TIVA mengalami tingkat MAP mayoritas nilai maximum  120 terdapat responden 8 (20%) repondendengan persentase sebesar 100%. Berdasarkan spinal anestesi tingkat MAP mayoritas nilai rata-rata 85,83 terdapat responden 15 (37,5%) dengan  menunjukkan bahwa mayoritas pasien dengan pembiusan general anestesi dan spinal anestesi tidak mengalami perubahan MAP atau perubahan hemodinamik yang segnifikan di rumah sakit dedy jaya. Tingkat Mean Arterial Pressure (MAP) berdasarkan sebelum dilakukan pembiusan dan sesuadah pembiusan Sebelum dilakukan pembiusan Variabel MAP dari reponden 40 didapatkan nilai standar deviasi 13,190 lebih kecil dari pada mean yaitu 87.65 artinya sebaran data semakin mendekatin nilai mean. Nilai maksimum dan minimum dari variabel ini adalah 48 dan 108.

PELAKSANAAN PROGRAM PERBAIKAN GIZI BALITA DALAM PENCEGAHAN STUNTING OLEH DINAS KESEHATAN KOTA PEKANBARU

Rozalinasari, Rozalinasari, Nurmasari, Nurmasari
Abstract: Dalam mengatasi dan mengurangi kasus gizi buruk di Kota Pekanbaru, dinas kesehatan telah melakukan berbagai upaya dalam kasus gizi buruk ini, sehingga agar dapat mencapai target hingga dibawah1%. Adapun bentuk dari tindakan&#8230; kan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dalam mengenai kasus gizi buruk. Selain dengan tindakan-tindakan yang telah dilakukan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru terus melakukan kerjasama seoptimal mungkin dengan instansi-instansi terkait yang berkaitan dalam penanganan kasus gizi buruk ini, seperti dengan puskesmas, kader di setiap daerah, maupun dengan kecamatan. Sehingga kasus gizi buruk ini selalu dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan nantinya akan dapat mengurangi kasus gizi buruk yang ada di Kota Pekanbaru.  Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan menjelaskan implementasi program gizi masyarakat sudah terpenuhi dengan baik dan hambatan-hambatannya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dan kuantitatif. Adapun populasid an sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Kesehatan Dinkes Pekanbaru, Kepala Seksi Gizi Masyarakat, Kepala Pusekesmas tiga orang, Pegawai Dinas Sebanyak dua orang dan orang tua bayi yang terkena Gizi buruk. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Implementasi Program Perbaikan Gizi Masyarakat Oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru belum terimplementasi sepenuhnya. Hal ini dapat dilihat dari dalam perencanaan kegiatan yang telah dibuat tidak semua kegiatan mendapat anggaran baik itu APBD maupun APBN, karena keterbatasan anggaran yang ada dan lebih memgutamakan penganggaran untuk kegiatan yang direncanakan dapat lebih cepat menurunkan gizi buruk sehingga pelaksanaan perbaikan gizi untuk Kota Pakanbaru dapat menurun jumlah kasus gizi buruknya, adanya beberapa posyandu yang tidak aktif, hal ini menandakan masih kurangnya peran kader untuk membantu mensukseskan jalannya program ini. Hambatannya yaitu anggaran yang kurang, Kualitas pelayanan posyandu yang tidak aktif dan peran masyarakat yang tidak aktif. 

PENGARUH SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INSIDEN DIARE PADA BALITA

Sacharum, Nofilia
Abstract: Penyakit diare tetap menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara-negara berkembang. Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan sering kali berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai&#8230; kematian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei yang fokus pada pengaruh sanitasi lingkungan keluarga (WC) dan kebersihan pribadi terhadap morbiditas diare pada anak di TK Dharma Wanita Cluring Banyuwangi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2024 dengan subjek anak TK Dharma Wanita Cluring Banyuwangi yang berusia 5-6 tahun, berjumlah 47 anak. Uji bivariat dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada balita di TK Dharma Wanita Cluring Banyuwangi. Dari 47 responden, 21 balita (44,7%) mengalami diare. Anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi baik lebih sedikit mengalami diare (36,6%) dibandingkan dengan yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik (7,4%). Sebanyak 56% balita yang tidak mengalami diare tinggal di lingkungan dengan sanitasi baik, sedangkan semua balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik mengalami diare. Uji statistik menunjukkan nilai P sebesar 0,023 dan OR sebesar 9,316, yang mengindikasikan bahwa balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik memiliki risiko 9,316 kali lebih besar untuk mengalami diare dibandingkan dengan yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi baik. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan sanitasi lingkungan untuk mencegah diare pada balita.

LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSI SEKOLAH DASAR BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS HIDROSEFALUS

Assayyidah, Jasmine, Harsiwi , Nova Estu
Abstract: Pendidikan inklusif merupakan salah satu wujud perbaikan sistem pendidikan di Indonesia, dengan tujuan agar semua anak dapat memperoleh pendidikan tanpa adanya perbedaan baik fisik maupun psikis. Pendidikan sekolah dasar&#8230; merupakan pendidikan pada tingkat paling dasar bagi anak-anak rentan berusia 7 hingga 12 tahun. Penelitian ini dilakukan di SD Muhammadiyah 2 Socah Bangkalan. Pendidikan inklusif di Indonesia belum bisa dikatakan terlaksana dengan baik karena pada kenyataannya banyak anak penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama dengan anak lainnya. Fasilitas merupakan salah satu penunjang keberhasilan pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan inklusif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fasilitas terhadap keberhasilan pendidikan inklusif pada anak hidrosefalus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan hasil penelitian dengan lebih jelas. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kurangnya pelatihan bagi guru pendidikan inklusif dapat menjadi penghambat keberhasilan program pendidikan inklusif, dan kurangnya subsidi dana dan fasilitas dapat memperlambat bimbingan yang diberikan kepada anak penderita hidrosefalus. Disimpulkan bahwa pendanaan, fasilitas yang memadai dan pelatihan bagi guru penting untuk mendukung keberhasilan program pendidikan inklusif di Indonesia.   Kata Kunci: Sekolah Dasar, Pendidikan Inklusif, Hidrosefalus