Search Articles & Publications

Showing 417 articles found for "Sisi"

DIALOG ANTARA SPIRITUALITAS DAN ILMU PENGETAHUAN MENURUT HENRICUS LEVEN

Agnes Kewa Hayon, Marta Muda Uran
Abstract: Artikel ini membahas pandangan henricus leven mengenai dialog antara spiritualitas dan ilmu pengetahuan. Leven menekankan pentingnya hubungan harmonis antara dua dimensi tersebut sebagai upaya untuk memahami realitas secara… ara utuh. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi litelatur, artikel ini menguraikan gagasan leven tentang integrasi antara rasionalitas ilmiah dan kedalaman spiritual. Hasil kajian menunjukan bahwa leven melihat ilmu pengatahuan dan spiritualitas bukan sebagai dua entitas yang bertentangan, melainkan sebagai dua jalan menuju kebenaran yang saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan pola dialog antara spiritualitas dan ilmu pengetahuan yang tersirat dalam visi, misi, dan karya hendricus leven. Meskipun leven dikenal luas karena peranannya dalam misi gereja dan pelayanan social – pendidikan di Indonesia, Pemikirannya menawarkan kerangka unik dimana nilai-nilai spiritualitas ( terutama nilai Kristiani) tidak diposisikan sebagai antitesis terhadap kemajuan intelektual dan ilmiah, melainkan sebagai basis etis dan motivasi transformatif.

ANALISIS KOMPARATIF MODEL PEMBELAJARAN ASYIK DAN ATIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF PADA ANAK USIA DINI

Anisya Fitriasari, Indri Ristiani, Mega Endang Sari, Faridatul Ula, Sri Watini
Abstract: Penelitian ini menganalisis implementasi Model Pembelajaran ASYIK (Aman, Senang, Yakin, Inovatif, Kreatif) dan Model ATIK (Amati, Tiru, Kerjakan) dalam meningkatkan partisipasi aktif anak usia dini melalui pendekatan kualitatif… litatif studi literatur. Temuan kajian menunjukkan bahwa Model ASYIK berperan strategis dalam menstimulasi dimensi afektif melalui penciptaan ekosistem belajar yang kondusif, di mana penggunaan instrumen reward dan yel-yel secara efektif memitigasi kecemasan instruksional serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Sementara itu, Model ATIK menyediakan kerangka kerja metodologis sistematis yang mengakomodasi kebutuhan eksplorasi sensorik dan motorik anak melalui tahapan belajar berbasis pengalaman (experiential learning). Sinergi antara aspek emosional pada model ASYIK dan struktur kognitif pada model ATIK menghasilkan paradigma pembelajaran holistik yang tidak hanya meningkatkan keterlibatan kinestetik dan literasi numerasi, tetapi juga memperkuat kesiapan mental (school readiness) anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya. Secara teoretis, integrasi kedua model inovatif ini menegaskan pentingnya reposisi peran pendidik sebagai desainer pengalaman yang mampu menyelaraskan stimulasi pedagogis dengan karakteristik perkembangan alamiah anak pada masa golden age.

PENGARUH POSITIF DAN NEGATIF MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL, PSIKOLOGIS, DAN PERILAKU REMAJA YANG TIDAK TERBIASA DENGAN TEKNOLOGI SOSIAL MEDIA

Nathasya Manafe, Ongki Bani, Novantri Kelendonu, Relis Roku Wag, Okma Feoh, Yenry Anastasia Pelondou
Abstract: Dampak positif dan negatif dari media sosial terhadap perkembangan sosial, psikologis, dan perilaku remaja yang belum terbiasa dengan teknologi media sosial. Di era digital ini, cara berinteraksi sosial telah berubah, terutama… rutama bagi remaja yang dibesarkan di tengah kemajuan teknologi yang cepat. Namun, tidak semua remaja beradaptasi dengan cara yang sama terhadap teknologi ini. Remaja yang masih asing dengan media sosial mungkin mengalami tantangan tersendiri saat menjelajahi dunia digital. Di sisi positif, media sosial dapat berfungsi sebagai alat untuk memperluas jaringan sosial, mendorong pembelajaran, dan membantu dalam pengembangan jati diri. Mereka dapat menemukan komunitas yang memiliki minat serupa, bertukar informasi, dan mengekspresikan kreativitas mereka. Namun, ada juga sisi negatif yang signifikan. Terpapar konten yang tidak pantas, mengalami cyberbullying, membandingkan diri secara sosial yang merugikan, dan risiko kecanduan bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan perilaku remaja. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap sekelompok remaja yang diidentifikasi kurang akrab dengan media sosial. Temuan studi ini menunjukkan bahwa remaja dalam kelompok ini lebih rentan terhadap dampak negatif dari media sosial, seperti kecemasan sosial dan penurunan rasa percaya diri, disebabkan oleh kurangnya keterampilan digital dan strategi menghadapinya yang efektif. Di sisi lain, beberapa remaja berhasil memanfaatkan media sosial secara positif untuk keperluan pendidikan atau pengembangan keterampilan, meskipun dengan pengawasan yang lebih ketat. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan literasi digital yang menyeluruh dan dukungan psikososial bagi remaja, terutama bagi mereka yang kurang familiar dengan teknologi, untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko dari penggunaan media sosial.

DIALOG ANTARA SPIRITUALITAS HENDRIKUS LEVEN DAN SPIRITUALITAS KEHIDUPAN: PERSPEKTIF TEOLOGIS

Fravita Harati Leton, Apolonaris BataTeron, Nelci Halla
Abstract: Artikel ini menganalisis dialog antara spiritualitas Hendrikus Leven dan spiritualitas kehidupan dalam konteks teologi Katolik. Hendrikus Leven, seorang imam Katolik Belanda (192-2000), dikenal karena pendekatannya yang… mengintegrasi iman dengan kenyataan sehari-hari. Spiritualitas kehidupan, di sisi lain, merujuk pada praktik spiritual yang menekankan pengalaman hidup manusia sebagai sarana pertemuan dengan Tuhan. Melalui perspektif teologis Katolik, artikel ini mengeksplorasi kesamaan, perbedaan, dan sinergi keduanya, dengan dukungan dari ajaran Gereja seperti Katekismus Gereja Katolik dan ensiklik kepausan. Temuan menunjukan bahwa dialog ini memperkuat integrasi antara kontemplasi pribadi dan aksi duniawi, mendorong spiritualitas yang holistik dan relevan dengan tantangan modern.

PENDIDIKAN KARAKTER DAN ETIKA DALAM PENDIDIKAN

Evania Kristanti Yaku Danga, Gralesia Tenti Septiwita Sobeukum, Grace Imanuela Bili Katoda, Erdin Edward Fatuli, Gayus Bere
Abstract: Pendidikan karakter dan etika adalah elemen krusial dalammenciptakan generasi yang tidak hanya berhasil dalam bidangakademik, tetapi juga memiliki moralitas dan kepribadianyang kuat. Penelitian ini menerapkan metode studi… i literaturuntuk mengeksplorasi pentingnya integrasi pendidikankarakter dan etika di dalam lingkungan pendidikan,Temuandari penelitian tersebut menunjukkan bahwa tujuanpendidikan karakter adalah untuk menanamkan nilai-nilaimoral seperti tanggung jawab, kejujuran, disiplin, dan empati.Di sisi lain, etika berfungsi sebagai panduan perilaku yangmengatur hubungan di dalam lingkungan belajar. Penerapankarakter dan etika terlihat dalam perilaku siswa danmahasiswa di berbagai kegiatan akademik maupun sosial,seperti menghargai dosen dan teman, menghindari tindakanyang tidak etis, bekerja sama, serta berpartisipasi dalamkegiatan masyarakat. Namun, implementasi pendidikankarakter dan etika menghadapi banyak tantangan, termasukdampak negatif dari media sosial, kurangnya teladan dariorang dewasa, perbedaan nilai antarbudaya, serta lemahnyapembiasaan dan pengawasan lingkungan. Meskipun begitu,pendidikan karakter dan etika membawa pengaruh positifyang besar bagi perkembangan mahasiswa, sepertimembangun rasa tanggung jawab, meningkatkan rasa percayadiri, memperkuat keterampilan sosial, serta menumbuhkankepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Karena itu,kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangatpenting untuk menciptakan suatu lingkungan pendidikan yangetis dan berkarakter, demi menyiapkan generasi yangberintegritas dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

SOCIAL ETHICS AND DEVIANT BEHAVIOR: A SOCIAL PSYCHOLOGICAL REVIEW OF THE PHENOMENON OF BULLYING

Sonia Armeliana Mnir, Sisilia Susana Naklui, Sonia, Sumari Novika Manao, Susanti Tabun, Thimotius Nau, Tirsa Tapatab, Yenry Anastasia Pellondou
Abstract: Bullying merupakan bentuk perilaku menyimpang yang melanggar etika sosial dan menimbulkan dampak serius terhadap korban, pelaku, maupun lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena bullying dari perspektif… pektif psikologi sosial dengan fokus pada pelanggaran etika sosial yang mendasarinya. Menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji 21 sumber akademik terkini (publikasi 2023-2025) termasuk jurnal ilmiah, laporan pengabdian kepada masyarakat, dan hasil penelitian empiris tentang bullying di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan manifestasi dari lemahnya internalisasi nilai-nilai etika sosial seperti empati, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama. Faktor-faktor penyebabnya meliputi lingkungan keluarga yang tidak harmonis, pengaruh teman sebaya yang negatif, paparan media massa, lemahnya sistem sekolah, dan ketimpangan status sosial. Dampak psikologis yang ditimbulkan mencakup kecemasan (34,72%), rendah diri (27,46%), depresi (22,28%), hingga trauma berkepanjangan (15,54%). Penelitian di MTs Negeri Ambon menunjukkan bullying verbal (35,75%) sebagai bentuk yang paling dominan. Pencegahan bullying memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan penguatan etika komunikasi, pendidikan karakter berbasis nilai moral, dan kolaborasi multipihak antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Integrasi teori psikologi sosial seperti Social Learning Theory, Teori Perkembangan Moral Kohlberg, Teori Asosiasi Diferensial, dan Teori Identitas Sosial menjadi landasan penting dalam merancang strategi intervensi yang efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman etika sosial yang kuat menjadi fondasi penting dalam mencegah perilaku menyimpang dan menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan harmonis.

DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP ETIKA BERKOMUNIKASI MAHASISWA

Amabel Kalika Sachi Nubatonis, agnes30@, Agnes Dince Lahal, Aprinike Kamengmau, Abraham Bessi, Aprido Leba, Alexandro Tanau, Yenry Anastasia pelendou
Abstract: Di era digital seperti sekarang ini, media sosial sudah menjadi bagian kehidupan manusia yang paling penting terutama bagi kalangan mahasiswa yang aktif menggunakan platform seperti whatsApp yang dikenal sebagai media komunikasi,… munikasi, Tik-Tok, Instagram, Twitter dan lain sebagainya. Dengan adanya media sosial dapat memudahkan kita dalam berkomunikasi tampa ada batasan waktu dan tempat, akan tetapi disisi lain juga menimbulkan berbagai masalah yaitu etika seseorang dalam berkomunikasi. Sehinggah penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak media sosial terhadap etika komunikasi mahasiswa dengan menggunakan metode studi literatur yang menggumpulkan dan menganalisis berbagai hasil penelitian terdahulu. dengan demikian hasil pembahasan menunjukan bahwah media sosial memberikan pengaruh ganda terhadap etika komunikasi mahasiswa: di satu sisi mempermudah akses informasi dan meningkatkan ketrampilan komunikasi, namun disisi lain memberikan dampak negatif Berupa penggunaan bahasa yang kasar, penyebaran berita palsu atau biasa di sebut hoaks, perilaku yang tidak sopan yang dimana menyebar luas dimedia sosial dan di abaikan maupun dinormalisasikan perilaku buruk  tersebut dan pengabaian norma kesopanan yang sering terjadi. Dan kelebihan media sosial adalah kemampuannya memperluas jaringan komunikasi dan mempercepat pertukaran informasi, sementara kekurangannya terletak pada potensi penyala gunaan yang menimbulkan konflik dan ketidak nyamanan antar pengguna. sehinggan kita dapat memberikan solusi berupa edukasi dan peningkatan kesadaan etika bemedia sosial bagi mahasiswa agar mereka dapat bekomunikasi lebih bertanggung jawab dan menghormati orang lain. Dengan demikian penelitian ini bisa memberikan kontribusi penting dengan cara memberikan wawasan bagi pendidik dan pembuat kebijakan agar dapat merancang program komunikasi digital yang lebih efektif dan merancang program edukasi , sehinggah program tersebut dapat menaikan etika berkomunikasi di kalangan mahasiswa  dengan begitu dapat di tingkatkan dimasa depan.

PENGARUH TESTIMONI DAN RATING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN TIKTOK SHOP (STUDI KASUS : KONSUMEN DI SUKABUMI)

Sindi Lestari, Oktavia Siswanto, Tiara, Juliansyah, Eris
Abstract: Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji bagaimana ulasan pelanggan dan skor penilaian mempengaruhi pilihan konsumen saat berbelanja di TikTok Shop di wilayah Sukabumi. Kemajuan perdagangan elektronik yang menyatu dengan… n platform media sosial telah membentuk pola baru dalam perilaku pembeli, di mana komentar pengguna dan nilai produk menjadi faktor utama yang dipertimbangkan sebelum transaksi. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rencana asosiatif. Sebanyak 97 partisipan dipilih berdasarkan rumus Cochran. Informasi diperoleh melalui angket dengan skala Likert, lalu diproses melalui pemeriksaan kualitas data, pengujian asumsi klasik, dan analisis regresi linier ganda untuk melihat dampak masing-masing variabel. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa ulasan pelanggan memberikan efek positif dan bermakna pada keputusan membeli. Hal ini terlihat dari koefisien 0,665 dengan tingkat signifikansi 0,000 yang menandakan bahwa ulasan yang lebih baik akan semakin mendorong konsumen untuk berbelanja. Di sisi lain, skor penilaian juga terbukti berdampak positif dan signifikan. Koefisien 0,746 dengan signifikansi 0,000 menunjukkan bahwa penilaian tinggi dapat memperkuat kepercayaan pembeli terhadap mutu barang dan mendorong mereka untuk membeli. Secara bersama-sama, kedua faktor ini menjelaskan 63,5% perubahan dalam keputusan pembelian, seperti yang tercermin dalam nilai R Square. Temuan ini mempertegas bahwa ulasan dan skor penilaian adalah elemen penting dalam proses evaluasi konsumen sebelum membeli barang di TikTok Shop. Oleh karena itu, para pengusaha disarankan untuk memperbaiki standar pelayanan, mengatur ulasan dengan baik, dan menjaga kualitas produk agar mendapatkan penilaian positif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan minat beli konsumen.

PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN MIE GACOAN CABANG KOTA SUKABUMI

Resa, Saputro, Krisyana Agung, H.M. Fajar Firdausyi
Abstract: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengevaluasi dampak strategi penetapan harga dan kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen di Cabang Mie Gacoan yang berlokasi di Kota Sukabumi. Investigasi menggunakan metodologi… etodologi kuantitatif yang bersifat asosiatif, mencakup 96 peserta yang dipilih menggunakan rumus Lemeshow dalam hubungannya dengan teknik pengambilan sampel yang bertujuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan menjadi sasaran analisis menggunakan berbagai metodologi statistik, termasuk regresi linier berganda. Hasilnya menunjukkan bahwa penetapan harga memberikan kontribusi positif dan signifikan secara statistik pada kepuasan konsumen, di samping kualitas layanan, yang meningkatkan kepuasan melalui dimensi kemanfaatan, presisi, dan persahabatan. Secara kolektif, harga dan kualitas layanan menyumbang 47,1% dari varians dalam kepuasan konsumen, sedangkan porsi sisanya disebabkan oleh faktor penentu lainnya. Hasil ini mendukung gagasan bahwa kepuasan konsumen berasal dari interaksi harga yang tepat dan kualitas layanan yang optimal, sehingga menggarisbawahi perlunya peningkatan di kedua dimensi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan Mie Gacoan.

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHION MUSLIM PRIA

Kresna Rustiyana, Kresna Rustiyana, Fauzan, Abiyyu M, Wulandari, Rosanna
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan brand image terhadap keputusan pembelian produk fashion muslim pria di Kota Sukabumi. Latar belakang penelitian didasari oleh meningkatnya permintaan… an terhadap fashion muslim pria serta tingginya persaingan di industri yang menuntut produsen untuk menawarkan produk berkualitas dan membangun citra merek yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda, melibatkan 103 responden yang pernah membeli produk fashion muslim pria. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan brand image berpengaruh positif serta signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian. Kualitas produk, khususnya dari aspek ketahanan bahan, presisi jahitan, dan kenyamanan, terbukti menjadi faktor penting yang memengaruhi minat beli konsumen. Sementara itu, brand image memberikan pengaruh paling dominan, menunjukkan bahwa citra merek yang kuat mampu meningkatkan kepercayaan, loyalitas, dan kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi peningkatan kualitas dan penguatan citra merek guna memenangkan persaingan di industri fashion muslim pria.