Search Articles & Publications

Showing 76 articles found for "Siswi"

PENERAPAN UU ITE DI INDONESIA SMA NEGERI 3 KISARAN

dermawan, ari, sudarmin, sudarmin, sumantri, sumantri
Abstract: Abstract : The application of the ITE Law in Indonesia must be understood by all groups, not least for students of SMA Negeri 3 Kisaran. Providing information to all students regarding the application of Law No. 11/2008… on Information and Electronic Transactions (ITE) is a must to do, because now we see many school children vulnerable to violations of the ITE Law. The Information and Electronic Transaction Law (abbreviated as ITE Law) or Law number 11 of 2008 is the law that regulates information and electronic transactions, or information technology in general. This law has jurisdiction applicable to every person who commits legal acts as regulated in this Act, both within the territory of Indonesia and outside the jurisdiction of Indonesia, which has legal consequences in the jurisdiction of Indonesia and / or outside the jurisdiction of Indonesia and harm the interests of Indonesia. Many people want article 27 paragraph 3 in Law No. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (ITE) for deletion. The reason is because article 27 paragraph 3 of the ITE Law which is commonly referred to as the rubber article is a dangerous law. Moreover, if applied by parties who do not understand about cyberspace. Keywords: Application, Law   Abstrak : Penerapan UU ITE di Indonesia harus benar-benar dipahami semua kalangan tidak terkecuali juga bagi siswa dan siswi SMA Negeri 3 Kisaran.  Memberikan informasi kepada seluruh siswa-siswi berkaitan penerapan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) merupakan hal yang harus dilaksanakan, sebab saat ini kita lihat banyak anak sekolah rentan terhadap pelanggaran UU ITE. Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (disingkat UU ITE) atau Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum. UU ini memiliki yurisdiksi yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia. Banyak kalangan menginginkan pasal 27 ayat 3 di Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) untuk dihapus. Alasannya, karena pasal 27 ayat 3 UU ITE yang biasa disebut dengan pasal karet sebagai undang-undang yang berbahaya. Terlebih lagi jika diterapkan oleh pihak-pihak yang tak paham soal dunia maya.   Kata kunci: Penerapan, Undang-Undang

TEKNIK CEPAT BELAJAR DESAIN POSTER MENGGUNAKAN ADOBE PHOTOSHOP PADA SMANEGERI 5 TANJUNGBALAI

Nata, Andri, Syafwan, Havid, Helmiah, Fauriatun, Wati, Nur
Abstract: Abstract: Community Service Activities are carried out in the form of a day training for students in designing posters using Adobe Photoshop software as a way to add and develop the abilities and creativity of students in… n SMA Negeri 5 Tanjungbalai. The target in this activity is the students of SMA Negeri 5 Tanjungbalai, amounting to approximately 18 people. This dedication activity is carried out using lecture, demonstration, and practice methods accompanied by questions and answers. The lecture method is used to explain the introductory concept of the introduction of Adobe Photoshop software as one of the media in processing images. The demonstration method is used to show a work process that is the stages of introducing tools in Adobe Photoshop software and knowing each of its functions, while the training method is to practice directly how to design posters in the application. While the question and answer method is to give participants the opportunity to consult to overcome obstacles in understanding the material that has been obtained. The final results of this activity are expected to add insight to students in designing posters as a way to present or convey information.   Keywords: Adobe Photoshop Software, Poster Design, Information Technology,     Abstrak:Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan sehari bagi siswa-siswi dalam mendesain poster menggunakan software adobe Photoshopsebagai salah satu cara untuk menambah dan mengembangkan kemampuan dan kreatifitas siswa-siswi di SMA Negeri 5 Tanjungbalai.Sasaran dalam kegiatan ini adalah parasiswa-siswi SMA Negeri 5 Tanjungbalai yang berjumlah lebih kurang 18 orang.Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metodeceramah, demonstrasi, dan latihan yang disertai tanya jawab. Metodeceramah digunakan untuk menjelaskan konsep pengantar dari pengenalan software adobe Photoshopsebagai salah satu media dalam mengolah gambar. Metode demonstrasidipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahap-tahapmengenalan tool-tool yang ada pada software adobe Photoshopdan mengetahui masing-masing fungsinya, sedangkanmetode latihan untuk mempraktikkan langsung cara mendesain poster pada aplikasi tersebut. Sementara metode tanya jawab untukmemberi kesempatan para peserta dalam berkonsultasi untuk mengatasi kendaladalam memahami materi yang sudah didapat.Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan dapatmenambah wawasanbagi para siswa dalam mendesain poster sebagai salah satu cara dalam menyajikan atau menyampaikan informasi.   Kata kunci: Desain Poster, Software Adobe Photoshop,  Teknologi Informasi,

WORKSHOP PELATIHAN PERANCANGAN INTERNET OF THINGS BERBASIS ARDUINO UNO JENIS R3/R3 SMD DI SMK SWASTA KARYA UTAMA KOTA TANJUNGBALAI

Ananda, Ricki, Amin, Muhammad
Abstract: Abstract: Current technological developments are no stranger among students, almost all students now have an Android that is enabled to share information and be used to help with daily activities. Based on the usefulness… of android which is only enabled to share information or as a communication tool, the service team creates training or workshops which later aims to develop students' interest in reviewing or developing technology in the field of android or in the controller field. In order for the training not to start from the ground up, the training participants were taken from the main works of private vocational schools, majoring in computers, class XI of the Department of Software Engineering (RPL), with a total number of participants of 53 people. The implementation of a two-day workshop found results, on the first day with the theme of training on IOT-based automatic switch hardware design, it was found that 46 students managed to assemble automatic hardware switches, and 7 students failed to assemble the hardware automatically perfectly. On the second day, 53 students succeeded in making an automatic software switch on Android, and during the trial, all students also managed to do it. From the two days of the workshop activities, and seen from the students' activeness and curiosity about the development of Android and the controller, many students still want to know, other developments from Android besides being used as automatic switches are based on IoT. Keyword: Royer Oscillator circuit, Power wireless transfer, Booster converter circuit   Abstrak: Perkembangan teknologi saat ini sudah tidak asing dikalangan pelajar, hampir semua pelajar kini memiliki android yang difungsikan untuk berbagi informasi serta difungsikan untuk membantu kegiatan sehari hari. Berdasarkan kegunaan android yang hanya difungsikan untuk berbagi informasi atau sebagai alat komunikasi, maka tim pengabdian membuat pelatihan atau workshop yang nantinya bertujuan untuk menumbuh kembangkan minat siswa siswi dalam mengulas atau mengembangkan teknologi dibidang android dibidang controller. Agar pelatihan tidak dimulai dari dasar, maka peserta pelatihan diambil dari SMK Swasta karya utama, jurusan komputer, kelas XI Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dengan total peserta 53 orang. Terselenggaranya workshop selama dua hari,mendapati hasil, pada hari pertama dengan tema pelatihan perancangan hardware switch otomatis berbasis iot, didapati 46 siswa berhasil merangkai hardwarei switch otomatis, dan 7 siswa tidak berhasil merangkai hardware otomatis secara sempurna. Dihari kedua, 53 siswa berhasil membuat software switch otomatis di android, dan pada saat uji coba, seluruh siswa juga berhasil melakukannya. Dari dua hari kegiatan workshop yang dilakukan,dan dilihat dari keaktifan dan rasa ingin tahu siswa tentang pengembangan dari android dan controller, banyak siswa yang masih ingin tahu, pengembangan lain dari android selain digunakan sebagai switch otomatis berbasis iot.   Kata Kunci: Royer Oscillator circuit, Power wireless transfer, Booster converter circuit  

EDUKASI BUDAYA JAJAN SEHAT PADA SISWA-SISWI SDN JATINANGOR (ANALISIS SITUASIONAL DAN RENCANA SOLUSI)

Intan, Tania, Handayani, Vincentia Tri, Hasanah, Ferli
Abstract: Artikel ini merupakan analisis situasional mengenai ‘budaya jajan’ khususnya pada siswa SDN Jatinangor. Untuk menjawab permasalahan mengenai budaya jajan yang berdampak pada kesehatan, telah disusun rencana solusi oleh… solusi oleh tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas Padjadjaran yang terdiri dari tiga orang dosen dan lima orang mahasiswa. Rangkaian kegiatan yang merupakan intervensi edukatif akan dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan dan permainan. Kegiatan PKM dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap penyelenggaraan, dan tahap evaluasi dan pelaporan. Hasil kajian sementara menunjukkan bahwa budaya jajan anak perlu mendapatkan perhatian dari orang tua dan sekolah. Orang tua memiliki kuasa untuk mempengaruhi dan mengendalikan kebiasaan tersebut, sedangkan sekolah dapat membuat kebijakan mengenai jajanan yang dapat dikonsumsi para siswanya.

PELATIHAN MEMBUAT APLIKASI ANDROID DENGAN ANDROID STUDIO PADA SMP NEGERI 1 TINGGI RAJA

Nasution, Akmal, Efendi, Bachtiar, Kamil Siregar, Iqbal
Abstract: Abstract: The community service activity entitled "Training on Making Android Applications with Android Studio at junior high school 1 Tinggi Raja" aims to train existing students at junior high school 1 Tinggi Raja to create… reate an Android application. Moreover, most students must have already had an Android phone, it would be more interesting and fun to be able to make an application on their own cellphone. The method used in this activity is a description and practice. The speaker performs explanations about Android and Android Studio itself, their functions and uses, after that the practice directly uses the Android Studio and how to build it so that it becomes an android file that can be installed on each student's cellphone. Some important points are explained and practiced in this activity, namely the introduction of the Android operating system, the introduction of Android Studio, how to design displays in Android Studio, and how to learn java coding in Android Studio so as to produce an android application. Keywords: android application, android studio, android   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diberi judul “Pelatihan Membuat Aplikasi Android dengan Android Studio pada SMPN 1 Tinggi Raja” bertujuan untuk melatih siswa-siswi yang ada pada SMPN 1 Tinggi Raja untuk membuat aplikasi Android. Terlebih lagi para siswa juga pasti sebagian besar sudah memiliki ponsel Android, hal ini akan lebih menarik dan menyenangkan jika dapat membuat aplikasi di ponsel sendiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah deskripsi dan praktek. Pemateri melakukan penjelasan-penjelasan tentang Android dan Android Studio itu sendiri, fungsi dan kegunaannya, setelah itu praktek langsung menggunakan Android Studio tersebut dan bagaimana cara build nya sehingga menjadi sebuah file android yang dapat dipasang di ponsel masing-masing siswa. Beberapa point penting yang dijelaskan serta dipraktekkan dalam kegiatan ini, yaitu pengenalan sistem operasi Android, pengenalan Android Studio, cara mendesain tampilan di Android Studio, dan bagaimana belajar koding java di Android Studio sehingga menghasilkan sebuah aplikasi android. Kata kunci: aplikasi android, android studio, android

PELATIHAN KOMPUTER DALAM MENINGKATKAN TAHFIDZ QUR’AN MENGGUNAKAN AL-QUR’AN DIGITAL TAJWID

Maharani, Dewi, Helmiah, Fauriatun, Ramadhan Harahap, Ricky, Fachri, Barany
Abstract: Abstract: The beginning to print a generation of Muslims with Qur'ani insight is to instill a love for the Qur'an from an early age. One of them is the command to read the Qur'an which is the first step for understanding… and practicing content. The development of information and communication technology is very rapidly developing, which affects human capabilities, and computers become highly needed tools in various fields. One of the elementary schools that want to develop their students especially in memorizing the Qur'anic verses by using information technology is Darul Adzkia IT Elementary School. SD IT offers a variety of knowledge, intelligence, skills, religion, interaction with society at large. Students of Darul Adzkia IT Elementary School are targeted to be able to memorize verses of Al-Qur'an juz 30. With Digital Tajwid Al-Qur'an Application. This training aims to help children in easier memorization, improve memorization and maintain memorization. So that it is useful not only for students, but also makes it easier for teachers to practice memorization and evaluate the memorization of their students. Keywords: Increase Tahfidz Qur'an, digital recitation Qur'an, Abstrak: Awal untuk mencetak generasi Islam yang berwawasan Qur’ani adalah menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. Salah satunya adalah perintah membaca Al-Qur’an yang merupakan langkah awal bagi upaya pemahaman dan pengamalan isi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat berkembang dengan pesat, yang mempengaruhi kemampuan manusia, dan komputer menjadi alat yang sangat dibutuhkan di berbagai bidang. Salah satu Sekolah Dasar yang ingin mengembangkan Siswa-siswinya khususnya dalam menghafalkan Ayat Suci Al-Qur’an dengan menggunakan Teknologi informasi adalah Sekolah Dasar IT Darul Adzkia. SD IT menawarkan berbagai pengetahuan, kecerdasan, ketrampilan, keagamaan, interaksi dengan masyarakat secara luas. Siswa – Siswi SD IT Darul Adzkia ditargetkan untuk mampu menghafal ayat Al-Qur’an juz 30. Dengan Aplikasi Al-Qur’an Digital Tajwid.Pelatihan ini bertujuan untuk membantu anak dalam mempermudah menghafal, meningkatkan hafalan serta menjaga hafalannya. Sehingga bermanfaat bukan hanya untuk siswa-siswi, melainkan juga mempermudah Guru dalam melatih hafalan serta mengevaluasi hafalan siswa-siswinya. Kata kunci: Meningkatkan Tahfidz Qur’an, Alqur’an digital tajwid,

MENJADI GURU MAHIR MICROSOFT OFFICE PADA SEKOLAH SMA TAMAN SISWA SUKADAMAI

Syafwan1, Havid, Nurwati, Nurwati, Andrinata, Andrinata, Dermawan, Ari
Abstract: Abstract: Community Service Activities is conducted in the form of one day training for teachers in using Microsoft Office software as one way to utilize information technology in delivering learning materials to students… s especially in SMA Tamansiswa Suka Damai. The target in this activity is the teachers of Tamansiswa Suka Damai High School in District Pulo Bandring Kab. Asahan which amounted to approximately 18 people. This devotional activity is done by lecture method, demonstration, and practice with question and answer. The lecture method is used to explain the introductory concept of the introduction of Microsoft Office software as one of the media in facilitating human work. Demonstration method is used to show a working process that is the stages of recognizing the tools that exist in the Microsoft Office software and know each function, while the practice method to practice the use of the application directly. While the question and answer method to give the participants the opportunity in consultation to overcome obstacles in understanding the material already obtained. The end result of this activity is expected to accelerate and facilitate the teachers in delivering learning materials to the students. Keywords: Microsoft Office software, teachers, students, information technology Abstrak: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan sehari bagi guru-guru dalam menggunakan software Microsoft Office  sebagai salah satu cara dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa-siswi khususnya di SMA Tamansiswa Suka Damai. Sasaran dalam kegiatan ini adalah para guru-guru SMA Tamansiswa Suka Damai di Kecamatan Pulo Bandring Kab. Asahan yang berjumlah lebih kurang 18 orang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan latihan yang disertai tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep pengantar dari pengenalan software Microsoft Office sebagai salah satu media dalam mempermudah pekerjaan manusia. Metode demonstrasi dipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahap-tahap mengenalan tool-tool yang ada pada software Microsoft Office dan mengetahui masing-masing fungsinya, sedangkan metode latihan untuk mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi  tersebut. Sementara metode tanya jawab untuk memberi kesempatan para peserta dalam berkonsultasi untuk mengatasi kendala dalam memahami materi yang sudah didapat. Hasil akhir dari kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah para guru dalam meyampaikan materi pembelajaran kepada siswa-siswinya. Kata kunci: Software Microsoft Office, Guru, Siswa-siswi,  teknologi informasi  

GROUPING STUDENT ACHIEVEMENT DATA IN A DECISION MAKING SYSTEM USING THE WEIGHT PRODUCT METHOD

Fajri, T. Irfan
Abstract: Abstract: Information, modeling, and data manipulation systems are called decision support systems (DSS). When there is uncertainty about the best course of action in semi-structured or unstructured situations, the system… m is utilized to support decision-making. There are various approaches available for producing decision support systems, one of which is the Weighted Product (WP) Method. With the Weighted Product (WP) approach, attribute ratings are connected by multiplication; however, each attribute's rating must first be increased to the power of the attribute's weight. The normalizing process is same to this one. SPK procedure to choose the winners of the scholarships. Scholarship information from MTS Swasta Alwasliyah Simpang Merbau can be saved in the Decision Support System using this method. This way, in the event that an error arises when entering grades or scholarship information, the wrong information can be fixed without requiring the scholarship information to be re-input. Scholarships are presents to individuals in the form of financial aid intended to be utilized toward their ongoing educational pursuits.             Keywords : decision support system; students; weighted product method     Abstract: Sistem informasi, pemodelan, dan manipulasi data disebut sistem pendukung keputusan (DSS). Ketika terdapat ketidakpastian mengenai tindakan terbaik dalam situasi semi-terstruktur atau tidak terstruktur, sistem digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan. Terdapat berbagai pendekatan yang tersedia untuk menghasilkan sistem pendukung keputusan, salah satunya adalah Metode Weighted Product (WP). Dengan pendekatan Weighted Product (WP) memiliki konsep yang sederhana untuk menentukan pembobotan terhadap kriteria yang memiliki nilai hampir sama sehingga dalam penentuan penerima beasiswa dapat mudah dilakukan walaupun dengan data yang banyak. Metode Weighted Product (WP) dengan kriteria penilaian akademik, sikap dan tanggung jawab dan hasil perhitungan tertinggi menggunakan sistem yaitu 0.27. Sehingga dapat diterapkan untuk menyeleksi siswa-siswi berprestasi dan untuk menerapkan pemilihan siswa-siswi berprestasi secara online dengan disebarkan kedalam kelas.   Keywords: metode weighted product; sistem pendukung keputusan; siswa  

CLASSIFICATION C4.5 METHOD IN SELECTION OF PASKIBRA MEMBERS

Nofitri, Rika
Abstract: Abstract: Paskibra selection is an annual agenda held by schools, district disporas, provincial disporas, and the Ministry of Youth and Youth. This activity aim select the best students who will serve as flag raisers at… independence commemoration ceremonies and other holidays. Paskibra participants have to choose. This reliable, formidable and attractive students are choosen. So the flag raising can be carried out solemnly and well. This school has a large number of students. Paskibra extracurricular enthusiasts also have many enthusiasts. This school Paskibra is a favourite extracurricular and quite prestigious among students. The selection of Paskibra has been running so well, but the decisions taken are sometimes not by the standards procedures. Therefore, a system that will be a reference for objective decision-making need to created . The decision-making system using the data mining algorithm C4.5. This study aim to create a system that makes it easier for the selection committee to select eligible Paskibra members. The method used is a qualitative method in the form of the results of interviews with data from participants in the last three years of the Pakskibra selection. As a result, there are three main criteria and five rules of the selection system.               Keywords: C4.5 algorithm; data mining; paskibra     Abstrak: Seleksi paskibra merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh sekolah, dispora kabupaten, dispora provinsi, dan kemenpora untuk memilih siswa-siswi terbaik yang akan bertugas sebagai pengibar bendera pada upacara peringatan kemerdekaan dan hari-hari besar lainnya. Peserta paskibra perlu diseleksi agar terpilih siswa-siswi yang handal, tangguh dan menarik sehingga pengiabaran bendera dapat dilaksanakan dengan khidmad dan baik. Sekolah ini adalah salah satu sekolah menengah atas yang menjadi favorit para lulusan SMP. Oleh karena itu sekolah ini mempunyai siswa yang sangat banyak. Dengan banyaknya siswa yang masuk, maka peminat ekskul paskibra juga memiliki peminat yang banyak, selain itu di sekolah ini paskibra merupakan ekskul favorit dan cukup bergengsi di kalangan siswa. Seleksi paskibra yang berjalan selama ini sudah dilakukan dengan baik, akan tetapi keputusan yang diambil terkadang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu dibuatkan sebuah sistem yang akan menjadi acuan untuk pengambilan keputusan yang objektif. Sistem pengambilan keputusan akan dibuat menggunakan data mining algoritma C4.5. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sebuah sistem yang memudahkan panitia penyeleksi untuk memilih anggota paskibra yang layak. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif berupa hasil wawancara data peserta seleksi pakskibra tiga tahun terakhir. Hasilnya berupa tiga kriteria utama dan lima aturan sistem seleksi.   Kata kunci: Algoritma C4.; data mining; paskibra;

Peran Wali Kelas Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswi Di Kelas VIII MTs Darunnajah 2 Cipining

Tina Hartini, M. Yogi Saputra, Nur Azizah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswi kelas VIII putri di Pesantren Darunnajah 2 Cipining, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam… lam pelaksanaan peran tersebut. Motivasi belajar merupakan faktor krusial yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, khususnya dalam konteks pendidikan pesantren yang menggabungkan pendidikan formal dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik wawancara mendalam dengan wali kelas, observasi kegiatan pembelajaran, dan analisis dokumentasi. Subjek penelitian adalah wali kelas VIII putri di Pesantren Darunnajah 2 Cipining yang mewakili berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas menjalankan peran multidimensional dalam meningkatkan motivasi belajar siswi yang mencakup empat dimensi utama:Peran sebagai motivator dan fasilitator,Peran sebagai komunikator interpersonal, Peran sebagai pembimbing akademik dan personal, Peran sebagai penghubung dengan orang tua melalui sistem komunikasi. Faktor pendukung meliputi kompetensi pedagogik wali kelas, lingkungan pesantren yang religius dan kondusif, serta sistem pendidikan terpadu yang memungkinkan pembinaan holistik 24 jam. Faktor penghambat mencakup beragamnya latar belakang individual siswa, beban kerja berlebihan wali kelas, tantangan komunikasi dengan orang tua, dan keterbatasan teknologi pembelajaran modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswi sangat bergantung pada kemampuan mengintegrasikan pendekatan pedagogik modern dengan nilai-nilai pesantren, serta dukungan sistem institusional yang memadai.